19 Februari 2022

Yuk, Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasi Muntah Kuning!

Muntah kuning, bahaya atau tidak ya?

Moms mungkin pernah mengalami muntah kuning saat kondisi tubuh sedang tidak sehat. Muntah bukanlah sebuah penyakit, tetapi gejala menyertai berbagai kondisi, mulai dari infeksi hingga penyakit kronis.

Clinical Methods menjelaskan muntah adalah pengusiran retrograde yang kuat dari lambuh ke tubuh.

Seringkali, warna muntah berubah saat tubuh mengalami gangguan kesehatan. Misalnya, saat mengalami flu perut, warna muntah akan berwarna hijau atau kuning dan jika kondisi semakin parah akan berubah menjadi oranye.

Muntah kuning yang berlangsung satu atau dua hari biasanya tidak dianggap berbahaya. Karena kondisi ini bisa jadi hanya reaksi tubuh terhadap iritasi usus atau cara untuk menyingkirkan hal-hal berbahaya di dalam perut.

Jika muntah terjadi secara singkat, biasanya disebabkan oleh penyakit akut seperti keracunan makanan.

Namun, saat muntah terjadi berulang selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan bisa jadi disebabkan oleh kondisi kronis.

Baca juga: 12 Penyebab Bayi Muntah, Cari Tahu Moms!

Penyebab Muntah Kuning

penyebab muntah kuning
Foto: penyebab muntah kuning (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu penyebab utama muntah kuning adalah gangguan empedu.

Ini adalah cairan yang dibuat di hati dan disimpan di kantong empedu. Kemudian berjalan ke usus kecil, di mana ia membantu tubuh mencerna lemak dari makanan.

Namun, tidak semua muntah kuning disebabkan oleh batu empedu.

Kondisi lain seperti terlalu banyak minuman keras, keracunan makanan, perut kosong dan penyumbatan usus juga bisa menyebabkan muntah berwarna kuning.

Jika Moms mengalami muntah empedu lebih dari sekali, mungkin disebabkan oleh kondisi media.

Penyebab umumnya adalah refluks empedu, yang terjadi ketika empedu kembali dari hati ke perut dan kerongkongan. Kondisi ini juga bisa terjadi setelah Moms melakukan operasi lambung.

Refluks empedu tidak sama dengan refluks asam. Namun, kondisi ini mungkin akan datang secara bersamaan.

Sementara penyumbatan usus dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperto adhesi, kanker koloreltal atau tumor ganas yang bisa tumbuh untuk menyumbat beberapa bagian di usus, diverticulitis atau terbentuknya kantong kecil di dindining usus.

Selain itu, melemahnya bagian usus yang menyebabkannya menonjol ke perut atau bagian tubuh lainnya juga bisa menjadi penyebab penyumbatan usus.

Penyebab lain yang mungkon terjadi adalah Penyakit radang usus (IBD), seperti Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa serta volvulus.

Baca juga: 7 Penyebab Perut Kembung dan Cara Mengatasinya

Cara Mengobati Muntah Kuning

Cara mengobati muntah kuning
Foto: Cara mengobati muntah kuning

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan untuk muntah kuning tergantung pada apa yang menyebabkannya.

Jika Moms mengalami keracunan makanan atau minum berlebihan, mungkin hanya perlu diatasi dengan pemberian cairan dan elektrolit intravena di rumah sakit.

Namun, jika muntah kuning disebabkan oleh refluks empedu, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan berikut ini.

1. Asam Ursodeoksikolat

Obat ini mengubah komposisi empedu untuk membantunya mengalir lebih mudah ke seluruh tubuh Moms. Ini dapat menyebabkan efek samping seperti diare.

2. Sekuestran Asam Empedu.

Obat ini mengganggu sirkulasi empedu. Mereka dapat menyebabkan efek samping seperti kembung.

Namun, saat obat tidak dapat mengendalikan masalah ini. Dokter mungkin akan menyarankan untuk mengambil langkah operasi. Pilihan bedah untuk mengobati refluks empedu termasuk bypass lambung Roux-en-Y. Prosedur ini juga digunakan untuk mengobati obesitas.

Tindakan ini menciptakan koneksi baru ke usus kecil untuk menjaga empedu mengalir ke perut.

Selain itu, dokter juga akan melakukan perawatan bedah untuk adhesi atau penyumbatan di usus Moms. Dokter akan menghilangkan penyebab obstruksi.

Selain itu, dokter mungkin juga memotong usus Moms yang bermasalah untuk mengurangi muntah kuning. Pilihan lainnya adalah menempatkan tabung wire mesh yang disebut stent di dalam usus untuk menjaga area tersebut tetap terbuka dan meringankan penyumbatan.

Sementara, jika muntah kuning disebabkan kanker kolorektal atau kanker usus cara pengobatannya akan dilihat seberapa jauh kanker telah menyebar. Perawatan dapat mencakup pembedahan, radiasi, kemoterapi, dan terapi bertarget.

Baca juga: Apakah Bayi Demam Boleh Mandi? Simak Saran Ahli di Sini!

Cara Mencegah Muntah Kuning

Cara mengatasi muntah kuning
Foto: Cara mengatasi muntah kuning

Foto: Orami Photo Stock

Gaya hidup sehat merupaan salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyakit kronis.

Hal ini pun dapat membantu mengatasi muntah kuning yang menjadi gejala dari penyakit kronis.

Untuk menurunkan risiko muntah karena minum alkohol, sebaiknya Moms mulai mengurangi konsumsi minuman beralkohol per hari.

Sementara, untuk menurunkan risiko kanker kolorektal, makan banyak buah dan sayuran, jangan merokok, dan lakukan pemeriksaan kolonoskopi atau tes lain jika Moms sudah berusia 50 tahun atau lebih.

Untuk menurunkan risiko terkena hernia, jangan mengangkat benda yang terlalu berat. Sementara untuk menurunkan risiko divertikulitis, makan makanan berserat tinggi.

Moms juga disarankan untuk menemui dokter jika muntah kuning disertai dengan berat badan turun tanpa sebab, mengalami nyeri dada, mengalami kesulitan bernapas, mengalami sakit parah di sekitar perut, memuntahkan bahan yang berwarna merah atau yang terlihat seperti bubuk kopi dan muntah tidak bisa berhenti.

Baca juga: Bayi Muntah Setelah Minum Susu? Ini 6 Penyebabnya

Warna Muntah dan Penyebabnya

Warna muntah kuning
Foto: Warna muntah kuning (https://healthella.com/appendicitis-symptoms/3/)

Foto: Orami Photo Stock

Selain warna kuning, muntah yang keluar dari tubuh juga bisa memiliki warna lain seperti merah, hitam atau putih.

Perbedaan warna tersebut merupakan tanda dari beberapa masalah kesehatan. Berikut penjelasannya.

1. Muntah Putih dan Berbusa

Muntah berwarna putih dan berbusa menandakan bahwa terjadi kelebihan gas di perut. Jika hal ini terjadi selama lebih dari dua hari, sebaiknya Moms segera menemui dokter.

Kondisi yang menyebabkan kelebihan gas meliputi, Refluks asam atau penyakit refluks gastroesofageal (GERD), radang perut dan gejala lain termasuk gangguan pencernaan, rasa penuh di perut bagian atas setelah makan, dan mual.

2. Muntah Orange

Moms juga bisa mengeluarkan muntah berwarna orange.

Biasanya, hal ini terjadi di awal tubuh Moms terasa tidak enak. Warna ini akan bertahan karena orange adalah warna makana yang sudah dicerna sebagian.

Muntah orang juga bisa disebabkan oleh keracunan makanan, flu perut atau influenza. Selain itu, saat Moms mengalami kram perut, diare dan demam juga bisa mengeluarkan muntah berwarna orange.

3. Muntah Merah

Muntah merah atau muntah darah dalam jumlah besar disebut hematemesis.

Terkadang warnanya akan lebih muda atau merah cerah. Mungkin juga muntah akan tampak hitam dan cokelat tua.

Moms sebaiknya segera menemui dokter jika mengalami muntah berwarna merah mudah, merah atau berdarah.

Pada anak-anak, muntah darah merupakan tanda intoleransi pada susu, gangguan pembekuan darah dan juga menelan luka dari dalam mulut.

4. Muntah Cokelat

Ada dua kemungkinan penyebab muntah berwarna cokelat. Dalam banyak kasus, warna ini sebenarnya adalah bayangan darah.

Jika menyerupai bubuk kopi ringan, Moms harus menemui dokter. Hal ini mungkin akibat dari tukak lambung, amiloidosis, atau kondisi mendasar lainnya yang parah.

Sembelit yang parah juga dapat menyebabkan muntah berwarna coklat. Kondisi ini menghambat pencernaan.

Akibatnya, muntah mungkin berbau seperti kotoran. Gejala lain mungkin termasuk kembung dan sakit perut yang parah.

5. Muntah Hitam

Advance in Anatomic Pathology menjelaskan dalam kasus yang jarang terjadi, muntah hitam mungkin disebabkan oleh infeksi jamur seperti phaeohyphomycosis.

Infeksi ini dapat berkembang setelah kontak dengan kultur jamur hitam.

Namun, muntah hitam terjadi jika darah terlah teroksidasi oleh asam di dalam perut Moms.

Zat besi dalam darah berubah menjadi coklat menjadi hitam seiring waktu. Karena darah tidak lagi berwarna merah cerah, itu berarti pendarahan telah berhenti atau hanya terjadi dalam jumlah kecil.

Muntah hitam disebabkan oleh kondisi yang menyebabkan muntah berdarah. Saat mengalami masalah ini, Moms harus menemui dokteruntuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Bayi Muntah Menyembur, Moms Harus Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Demikian penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasi muntah kuning. Semoga bermanfaat ya.

  • https://www.healthline.com/health/green-vomit#black-vomit
  • https://www.healthline.com/health/throwing-up-bile#see-a-doctor

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.