Kesehatan

18 April 2021

3 Penyebab Nyeri Ovulasi, Bisa Sebabkan Wanita Sulit Hamil?

Yuk, cari tahu kebenarannya, Moms.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Adeline Wahyu

Bagi para Moms yang sedang merencanakan kehamilan, masa subur tentunya menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Pasalnya, selama durasi tersebut akan terjadi ovulasi atau pelepasan sel telur yang siap untuk dibuahi sperma.

Sayangnya, Moms mungkin satu diantara segelintir perempuan yang sering merasakan nyeri ovulasi dan khawatir jika kondisi tersebut dapat mempengaruhi peluang hamil.

Tetapi benarkah nyeri ovulasi menyebabkan sulit hamil? Ini dia beberapa fakta terkait nyeri ovulasi, penyebab wanita sulit hamil yang sering tidak disadari.

Baca Juga: Nyeri Hebat Saat Ovulasi Tanda Susah Hamil?

Nyeri Ovulasi Cenderung Ringan

Nyeri Saat Masa Subur Sebabkan Wanita Sulit Hamil? 1

Foto: pexels.com

Mengutip Harvard Health Publishing, munculnya nyeri ovulasi pada kebanyakan wanita ternyata tidak melulu harus ditakuti.

Rasa nyeri ini bisa jadi merupakan salah satu pertanda ovulasi, ketika sel telur dilepaskan dari ovarium. Di mana nyeri ovulasi atau yang sering disebut mittelschmerz ini muncul pada pertengahan silus haid.

Meskipun beberapa perempuan cenderung tidak merasakan gejala apa pun, tidak sedikit pula yang mengeluhkan ketidaknyamanan atau nyeri selama ovulasi.

Dalam studi yang diterbitkan di British Journal of Hospital Medicine, nyeri ovulasi atau mittelschmerz cenderung ringan. Nyeri yang muncul biasanya hanya berlangsung selama beberapa jam.

Meskipun beberapa perempuan ada pula yang mengalami rasa sakit yang tiba-tiba dan terasa menusuk, namun hanya dalam waktu yang sangat singkat.

Selain itu, Dr Vanessa MacKay, konsultan ginekolog dan juru bicara untuk Toyal College of Obstetricians and Gynaecologist (RCOG), mengatakan pada Patient.info bahwa nyeri ovulasi memiliki beberapa ciri khusus yang penting untuk diketahui para perempuan.

“Cara terbaik untuk memastikan apakah rasa nyeri yang muncul terkait dengan ovulasi adalah dengan melacaknya selama beberapa bulan,” kata Dr. MacKay. “Jika itu nyeri ovulasi, biasanya akan terasa dua minggu sebelum menstruasi dimulai dan ketidaknyamanan biasanya muncul hanya di satu sisi perut bagian bawah. Biasanya tidak lebih dari satu atau dua hari.”

“Sisi perut yang mengalami nyeri tergantung pada ovarium yang mengeluarkan sel telur, sehingga dapat berubah-ubah setiap bulan.”

Baca Juga: Kenali 3 Tanda Moms Sedang Memasuki Masa Subur

Penyebab Nyeri Ovulasi

nyeri ovulasi

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa alasan lain mengapa Moms mungkin mengalami nyeri ovulasi.

Coba catat kapan dan di mana Moms merasakan ketidaknyamanan, berapa lama waktu berlangsungnya, dan gejala terkait lainnya. Membuat catatan dapat membantu kita dan dokter mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Berikut beberapa penyebab nyeri saat masa subur yang mungkin terjadi.

1. Kista

Kista ovarium dapat menyebabkan sejumlah gejala, mulai dari kram dan mual, hingga kembung. Beberapa kista mungkin tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Kista dermoid, sistadenoma, dan endometrioma adalah jenis kista lain yang kurang umum yang dapat menyebabkan nyeri ovulasi.

Kondisi lain yang disebut sindrom ovarium polikistik (PCOS) ditandai dengan banyaknya kista kecil di ovarium. PCOS yang tidak diobati dapat menyebabkan kemandulan.

Dokter mungkin memesan CT scan, MRI, atau ultrasound untuk membantu menentukan apakah Moms memiliki kista dan jenisnya. Banyak kista sembuh dengan sendirinya tanpa intervensi medis.

Namun, jika tumbuh atau tidak normal, kista dapat menyebabkan komplikasi dan mungkin perlu diangkat.

Baca Juga: Selain Hamil, Ini 6 Penyebab Telat Menstruasi yang Harus Diwaspadai

2. Endometriosis atau Adhesi

Endometriosis adalah kondisi yang menyakitkan dimana jaringan dari lapisan rahim tumbuh di luar rongga rahim.

Area yang terkena menjadi iritasi ketika jaringan lapisan merespons hormon selama siklus, menyebabkan perdarahan dan pembengkakan di luar rahim.

Moms mungkin mengalami jaringan parut atau adhesi endometriosis yang sangat menyakitkan selama menstruasi.

Demikian pula, perlekatan intrauterin, juga dikenal sebagai sindrom Asherman, dapat berkembang jika Moms pernah menjalani operasi sebelumnya. Ini termasuk dilatasi dan kuretase (D & C) atau sesar.

Infeksi sebelumnya di rahim juga dapat menyebabkan perlengketan ini. Kita juga dapat mengembangkan sindrom Asherman tanpa penyebab yang diketahui.

Karena dokter tidak dapat melihat kondisi ini selama ultrasound rutin, dokter mungkin memesan histeroskopi atau laparoskopi. Ini adalah prosedur pembedahan yang memungkinkan dokter melihat langsung ke dalam rahim atau panggul.

3. Kehamilan Ektopik

Nyeri ovulasi bisa menjadi tanda kehamilan ektopik.

Ini terjadi ketika embrio ditanamkan di tuba falopi atau lokasi lain di luar rahim. Kehamilan ektopik berpotensi mengancam nyawa dan biasanya ditemukan pada minggu kedelapan.

Jika Moms a merasa hamil, segera temui dokter. Jika mengalami kehamilan ektopik, Moms akan memerlukan perawatan segera dengan obat-obatan atau pembedahan untuk mencegah tuba falopi pecah.

Baca Juga: Bolehkah Testpack setelah Berhubungan Semalam? Simak Jawabannya Berikut Ini!

Harus Segera Periksa ke Dokter

Nyeri Saat Masa Subur Sebabkan Wanita Sulit Hamil? 3

Foto: pixabay.com

Pada dasarnya nyeri ovulasi bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan, sebagaimana dijelaskan oleh Dr. MacKay. Karena nyeri ini merupakan sesuatu yang umum terjadi pada perempuan dan biasanya tidak berbahaya.

Namun, Dr. MacKay menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika nyeri yang dirasakan sangat tidak tertahankan dan disertai gejala lain seperti demam, perdarahan, terlambat menstruasi, muntah, sakit saat buang air kecil, kulit kemerahan atau muncul sensasi terbakar di area yang terasa nyeri. Di mana itu bisa menjadi indikasi penyakit serius, penyebab utama Moms sulit hamil.

Mengutip Better Health Victoria, beberapa penyakit yang dapat menimbulkan nyeri menyerupai mittelschmerz antara lain:

  1. Salpingitis - radang tuba falopi akibat infeksi
  2. Penyakit radang panggul kronis
  3. Endometriosis, yang biasanya disertai pula dengan gejala seperti menstruasi yang menyakitkan dan sakit saat berhubungan intim
  4. Kista ovarium
  5. Kehamilan ektopik, yang biasanya menimbulkan gejala meliputi kram, sakit perut, dan perdarahan vagina
  6. Appendicitis atau radang usus buntu
  7. Masalah gastrointestinal lainnya termasuk ulkus perforasi, gastroenteritis dan radang usus.

Baca Juga: Menurut Sains, 7 Gejala Fisik Ini Dapat Menandakan Adanya Masalah Kesuburan

Nah, itu dia beberapa fakta tentang nyeri ovulasi, penyebab sulit hamil.

Jadi, sekarang Moms tidak perlu khawatir lagi jika nyeri yang dirasakan cenderung ringan dan tidak mengganggu aktivitas. Justru ini merupakan saat yang tepat untuk melakukan hal-hal yang dapat memperbesar peluang hamil.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait