Kesehatan

8 Oktober 2021

Pilek: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegah

Ternyata pilek bisa terjadi karena banyak penyebab sehingga penanganannya bisa berbeda-beda.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Widya Citra Andini

Hidung meler atau pilek adalah kondisi saat hidung mengeluarkan lendir yang menetes atau mengalir dari hidung.

Mengutip American Academy of Family Physicians, umumnya pilek disebabkan oleh suhu luar ruangan yang lebih dingin, pilek, flu atau alergi.

Dalam dunia medis, frasa pilek juga biasa dikenal dengan rhinorrhea, atau ada juga istilah rhinitis yang artinya peradangan pada jaringan hidung dan kemudian bisa menyebabkan pilek.

Saat virus flu atau alergen seperti serbuk sari dan debu pertama kali memasuki tubuh, ia akan mengiritasi lapisan hidung dan sinus (kantong berisi udara di sekitar wajah).

Akibatnya, hidung mulai mengeluarkan banyak lendir bening.

Lendir ini menjebak bakteri, virus, atau alergen dan membantu mengeluarkannya dari hidung dan sinus.

Setelah 2 atau 3 hari, lendir bisa berubah warna dan menjadi putih atau kuning. Terkadang lendir karena pilek ini juga bisa berubah warna menjadi kehijauan.

Semua ini normal dan tidak berarti ada infeksi. Namun, ada beberapa kondisi penyakit juga yang bisa menyebabkan hidung terus mengeluarkan lendir.

Baca Juga: 15 Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi Tanpa Minum Obat

Pilek adalah Cara Hidung Melindungi Tubuh

Pilek Adalah Cara Hidung Melindungi Tubuh

Foto: Orami Photo Stock

Mulut dan hidung adalah dua rongga yang dimiliki manusia dan memungkinkan benda masuk ke dalam tubuh melewatinya, seperti dalam proses makan, minum, dan bernapas.

Proses pernapasan ini dimulai di hidung. Udara masuk ke paru-paru melalui hidung dan ia membantu menyaring, melembapkan, menghangatkan, atau mendinginkan udara yang masuk.

Dengan begitu, udara yang masuk ke paru-paru bersih karena melalui proses penyaringan terlebih dahulu.

Lapisan khusus mukosa, atau jaringan lembap, menutupi area di dalam hidung dan terdiri dari banyak kelenjar penghasil lendir.

Saat bakteri, alergen, debu, atau partikel berbahaya lainnya masuk ke hidung, lendir memerangkapnya.

Mengutip Cleveland Clinic, lendir ini mengandung antibodi, atau enzim, yang membunuh bakteri dan virus yang tidak diinginkan.

Lapisan mukosa juga termasuk silia, yaitu struktur mirip rambut kecil.

Silia terus bergerak dan memindahkan partikel berbahaya yang terkumpul dan lendir yang terperangkap melalui hidung ke bagian belakang tenggorokan.

Kemudian ditelan dan dihancurkan oleh asam di perut. Lendir dan partikel juga bisa dibatukkan atau bersin.

Ketika suhu luar ruangan menjadi dingin, laju proses ini melambat. Sering kali, lendir tetap berada di hidung dan kemudian menetes atau menetes keluar.

Ingat, lendir tetap dibutuhkan untuk menjaga saluran napas tetap lembap dan berfungsi dengan baik.

Lendir tidak hanya menghentikan partikel berbahaya masuk ke paru-paru, tetapi juga mengandung antibodi untuk membantu menghancurkan bakteri.

Jika terlalu banyak lendir yang diproduksi, tubuh akan membuangnya, menyebabkan batuk dan mengeluarkan lendir berlebih melalui hidung yang disebut dengan pilek.

Baca Juga: Ini Adab Bersin dan Menguap dalam Islam, Moms Wajib Tahu!

Berbagai Penyebab Pilek

Faktanya, pilek adalah gejala dari banyak kondisi dan berikut ini adalah penyebab pilek yang paling umum menurut Centers for Disease Control and Prevention:

1. Alergi

penyebab pilek - alergi

Foto: Orami Photo Stock

Alergi dalam dan luar ruangan dapat memicu respons tubuh yang tidak biasa. Alergen bisa meliputi debu, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan.

Alergen menyebabkan gejala pilek lain seperti bersin, sakit kepala, atau sakit tenggorokan.

Partikel yang terhirup ini juga dapat mengiritasi saluran hidung, menyebabkan lendir berlebih dan hidung meler.

Untuk mengatasi alergi dan mengurangi drainase dari hidung, batasi paparan zat yang memicu reaksi.

Selain itu, obat pilek untuk alergi yang cocok adalah antihistamin karena ia mampu memblokir histamin dan menghentikan respons alergi.

Baca Juga: Ini Cara Membedakan Anak Alergi Dingin atau Pilek

2. Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Pilek biasa, atau infeksi saluran pernapasan bagian atas, menyebabkan peradangan pada lapisan selaput lendir hidung, yang mengakibatkan terlalu banyak lendir.

Selain pilek, flu biasa terkadang bisa menyebabkan hidung tersumbat.

Gejala pilek akibat kondisi ini yang lainnya bisa termasuk batuk, sakit tenggorokan, dan kelelahan.

Tidak ada obat untuk flu biasa, akan tetapi obat flu yang dijual bebas dapat membantu meredakan gejala pilek.

Banyak istirahat, mengonsumsi vitamin C, dan minum air hangat juga dapat membantu.

Banyak orang salah paham bahwa antibiotik diperlukan untuk mengatasi gejala flu biasa.

Padahal ini kurang tepat, antibiotik hanya boleh digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, seperti infeksi sinus. Mereka tidak efektif dalam mengobati infeksi virus.

3. Sinusitis

penyebab pilek - sinus

Foto: Orami Photo Stock

Sinusitis (infeksi sinus) adalah komplikasi dari flu biasa. Ini terjadi ketika rongga di sekitar saluran hidung meradang.

Peradangan ini juga memicu peningkatan produksi lendir di hidung.

Gejala pilek akibat sinusitis lainnya termasuk sakit kepala, hidung tersumbat, dan nyeri wajah.

Penanganan dapat berupa obat pereda nyeri, penggunaan kortikosteroid hidung untuk menghentikan peradangan, atau antibiotik untuk membunuh infeksi bakteri.

Baca Juga: Gurah Hidung: Pengobatan Tradisional untuk Atasi Sinus, Amankah?

4. Flu

Virus flu juga menyebabkan peradangan pada selaput lendir hidung. Flu sangat menular dan gejala lainnya dapat meliputi demam, nyeri otot, panas dingin, sakit kepala, hidung tersumbat, dan kelelahan.

Obat pilek akibat flu yang dijual bebas dapat membantu meredakan gejala pilek dan mengurangi rasa sakit.

Kandungan dalam obat-obatan ini biasanya termasuk dekongestan, pereda demam, dan pereda nyeri.

Selain itu, gejala flu umumnya bisa membaik dalam 1 hingga 2 minggu.

5. Efek Obat

penyebab pilek - minum obat

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun obat-obatan tertentu dapat membantu meredakan produksi lendir yang berlebihan, sebagiannya justru dapat memicu pilek pada beberapa orang. Penyebab yang mungkin termasuk:

Oleh karena itu, bacalah label obat untuk mengetahui daftar efek samping yang umum.

Baca Juga: 6 Produk Ini Harus Dimiliki Saat Bayi Pilek, Ini Dia, Moms!

6. Rhinitis Non Alergi

Rinitis non alergi (rinitis vasomotor) juga ditandai dengan peradangan pada saluran hidung dan menyerupai demam (pilek dan bersin).

Namun, gejala ini disebabkan oleh penyebab yang tidak diketahui dan tidak dipicu oleh histamin atau alergen.

Selain rhinitis non alergi akibat pengobatan, faktor lain yang dapat memicu bentuk rinitis ini termasuk perubahan suhu, sinar matahari yang cerah, atau masalah kesehatan yang mendasarinya.

Antihistamin minum tidak efektif untuk rhinitis non alergi, tetapi Moms dapat meredakan gejala dengan antihistamin hidung atau semprotan hidung saline.

7. Perubahan Hormon

penyebab pilek - perubahan hormon

Foto: Orami Photo Stock

Ketidakseimbangan hormon juga dapat menyebabkan peradangan dan pembesaran pembuluh darah di hidung, yang menyebabkan rhinitis non alergi.

Ini bisa terjadi selama masa pubertas dan jika Moms mengonsumsi pil KB atau terapi penggantian hormon.

Antihistamin hidung atau semprotan hidung saline dapat meredakan gejala pilek.

Baca Juga: 11+ Obat Pilek Alami untuk Bayi, Aman dan Bebas Kimia!

8. Udara Kering

Udara kering tidak hanya mengeringkan kulit, tetapi juga dapat mengeringkan saluran hidung.

Ini kemudian mengganggu keseimbangan cairan di dalam hidung dan menyebabkan respons peradangan hingga akhirnya memicu hidung pilek.

Ini dapat terjadi dalam cuaca dingin atau saat ada udara kering di dalam rumah karena panas.

Untuk membantu mengelola udara kering di dalam rumah, gunakan humidifier untuk mengembalikan kelembapan ke udara.

9. Polip Hidung

penyebab pilek - polip hidung

Foto: Orami Photo Stock

Pertumbuhan polip jinak pada lapisan dalam hidung ini disebabkan oleh selaput lendir yang meradang.

Ketika selaput lendir meradang, produksi lendir yang berlebihan menyebabkan pilek.

Gejala lain dari polip hidung meliputi:

  • Tidak bisa mendeteksi bau
  • Tekanan sinus
  • Sakit kepala

Dokter bisa meresepkan semprotan kortikosteroid hidung untuk mengecilkan polip.

Mereka mungkin juga meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi sinus yang menyertainya.

Bergantung pada tingkat keparahan polip, operasi sinus dapat menghilangkan pertumbuhannya.

Baca Juga: 7 Obat Alami Hidung Tersumbat Ini Bisa Jadi Pilihan

10. Virus Pernapasan Syncytial

Ini adalah virus yang menyebabkan gejala dan infeksi seperti pilek di paru-paru dan saluran pernapasan.

Hal ini dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Infeksi pada saluran pernapasan dapat menyebabkan peradangan pada saluran hidung dan hidung meler.

Selain menyebabkan pilek, gejala umum lainnya termasuk:

  • Hidung tersumbat
  • Batuk kering
  • Demam ringan
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala

Beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan meliputi:

  • Minum banyak cairan.
  • Minum obat pereda demam.
  • Menggunakan tetes hidung saline.
  • Antibiotik, jika ada infeksi bakteri.
  • Infeksi parah mungkin memerlukan rawat inap.

Cara Menyembuhkan Pilek

Ada berbagai cara menyembuhkan pilek berbeda yang bisa dilakukan berdasarkan penyebabnya, antara lain:

1. Konsumsi Obat Pilek

minum obat pilek

Foto: Orami Photo Stock

Obat pilek dengan resep, seperti antibiotik tidak diperlukan untuk mengatasi pilek, yang biasanya sembuh dengan sendirinya.

Terkadang, obat dekongestan yang dijual bebas dapat membantu orang dewasa, tetapi mungkin tidak sesuai jika Moms memiliki kondisi tertentu atau mengonsumsi obat lain.

Tanyakan kepada dokter untuk mengetahui obat bebas apa yang sesuai untuk pilek yang Moms alami.

2. Obat Pilek Alergi

Sementara itu, jika pilek terjadi karena alergi, cara menyembuhkannya antara lain:

  • Tetap berada di dalam ruangan saat jumlah serbuk sari tinggi, biasanya di pagi hari dan pada hari yang berangin.
  • Tutup jendela selama musim alergi, dan gunakan AC jika memungkinkan.
  • Kenakan masker debu jika bekerja di luar ruangan. Ganti pakaian dan mandi segera setelah masuk ke dalam ruangan.
  • Hindari kontak dengan kucing dan anjing jika Moms sensitif terhadap bulu binatang.

Selain itu, ada banyak obat pilek bebas yang aman dan efektif tersedia untuk membantu mengontrol gejala alergi, seperti semprotan steroid hidung dan antihistamin.

Jika gejalanya parah, dokter mungkin merekomendasikan obat pilek resep, atau merujuk Moms ke ahli alergi untuk pengujian dan terapi bertarget.

Selain itu tetes air garam (air asin) yang dijual bebas dapat disemprotkan dengan lembut ke dalam lubang hidung juga untuk melonggarkan lendir di hidung.

Cairan dan lendir kemudian dapat disedot dari hidung dengan alat khusus.

Baca Juga: Terapkan Posisi Tidur Saat Flu yang Tepat agar Pernapasan Lebih Lega

3. Pastikan Tetap Terhidrasi

Minum Air yang Cukup

Foto: Orami Photo Stock

Usahakan untuk membuat tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi banyak cairan.

Air, jus, kaldu bening, atau air lemon hangat dengan madu bisa Moms pilih untuk membantu melonggarkan sumbatan dan mencegah dehidrasi.

Sebaiknya, hindari minum alkohol, kopi, dan soda berkafein yang dapat memperburuk dehidrasi.

4. Menyesap Cairan Hangat

Menyesap cairan hangat juga bisa menjadi cara yang mudah untuk mengatasi pilek.

Dalam hal ini, sup ayam dan cairan hangat lainnya, seperti teh atau jus apel hangat, bisa menenangkan dan mengendurkan hidung tersumbat akibat pilek.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh American College Of Chest Physicians, sup ayam mungkin mengandung sejumlah zat dengan aktivitas yang mirip obat.

Ini bermanfaat termasuk sebagai antiradang yang dapat meringankan gejala infeksi saluran pernapasan atas, termasuk pilek.

Baca Juga: 5 Resep Sup Ayam Sederhana untuk Balita yang Sedang Flu dan Demam

5. Istirahat yang Cukup

istirahat yang cukup

Foto: Orami Photo Stock

Pastikan Moms mendapatkan istirahat yang cukup ketika pilek.

Apalagi, jika pilek disertai dengan gejala tidak nyaman lain, seperti demam dan batuk parah.

Ketika Moms mengantuk usai minum obat, usahakan untuk tidur.

Hal ini akan memberi tubuh Moms kesempatan untuk beristirahat dan mempercepat proses penyembuhan, serta mengurangi kemungkinan Moms untuk menyebarkan pilek ke orang lain.

Selain itu, usahakan untuk tidur antara 8-10 jam di malam hari untuk mengisi ulang sistem kekebalan tubuh Moms.

6. Perhatikan Suhu dan Kelembapan Ruangan

Jaga agar kamar Moms tetap hangat, tetapi tidak terlalu panas.

Jika udaranya kering, pelembap atau alat penguap kabut dingin, seperti humidifier dapat melembapkan udara dan membantu meredakan hidung tersumbat dan batuk akibat pilek.

Jangan lupa untuk mengganti air setiap hari dan bersihkan alat pelembap udara sesuai dengan petunjuk pabrik untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur, ya.

Jika Moms tidak memilikinya, coba tinggalkan semangkuk air yang dangkal di dalam ruangan, terutama di dekat sumber panas.

Saat air menguap, hal ini akan melembapkan ruangan secara perlahan.

Baca Juga: 13 Cara Mengatasi Hidung Gatal dengan Alami, Salah Satunya dengan Humidifier!

7. Mandi Air Hangat

mandi air hangat

Foto: Orami Photo Stock

Mandi air hangat dapat menjadi cara mudah lainnya yang bisa Moms coba untuk mengatasi pilek.

Air hangat bisa mengurangi demam dan meredakan sakit atau nyeri ringan yang umum terjadi ketika pilek.

Berdiri di bawah pancuran air panas dengan uap di sekitarnya juga telah lama digunakan sebagai obat alami untuk mengurangi gejala pilek dan batuk.

Hal ini karena panas dari air dan uapnya dapat membantu untuk membuka saluran udara, melonggarkan dahak, dan membersihkan saluran hidung secara alami.

Cara Mencegah Pilek

Cara Mencegah Pilek

Foto: Orami Photo Stock

Mempraktikkan kebersihan yang baik itu penting dan sering kali dapat membantu menghentikan penyebaran kuman.

Hidung pilek dan meler adalah gejala dari beberapa kondisi menular. Berikut beberapa tips sederhana untuk menghentikan penyebaran kuman tersebut:

  • Cuci tangan sesering mungkin.
  • Buang tisu bekas setelah meniup atau menyeka hidung.
  • Jauhkan dari mereka yang sedang pilek atau infeksi.
  • Makan dengan sehat dan berolahraga secara teratur untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan.
  • Batuk dan bersin ke dalam siku, bukan ke tangan.
  • Bersihkan dan disinfeksi permukaan umum seperti meja dan meja dapur, mainan, gagang pintu, dan perlengkapan kamar mandi.

Itulah beberapa penyebab, gejala pilek, obat pilek yang ampuh, serta cara menyembuhkan dan cara mencegahnya.

Jika kondisi ini sangat mengganggu aktivitas, jangan tunda lagi untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter, dan jangan lupa banyak istirahat juga setelah itu.

  • https://www.mayoclinic.org/symptoms/runny-nose/basics/definition/sym-20050640
  • https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17660-runny-nose
  • https://www.healthline.com/health/runny-nose-causes
  • https://www.cdc.gov/antibiotic-use/community/for-patients/common-illnesses/colds.html
  • https://www.nhs.uk/conditions/non-allergic-rhinitis/
  • https://www.merckmanuals.com/en-pr/home/infections/respiratory-viruses/common-cold
  • http://www.aafp.org/afp/2000/1215/p2698.html
  • https://www.sciencedaily.com/releases/2000/10/001018075252.htm
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/the-dos-and-donts-of-easing-cold-symptoms
  • https://www.healthline.com/health/cold-shower-vs-hot-shower
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait