29 Maret 2024

Postinor (Pil KB Darurat): Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Konsumsi postinor berlebihan dapat memengaruhi siklus menstruasi

Postinor atau dikenal dengan nama generik levonorgestrel, merupakan obat kontrasepsi darurat yang berfungsi mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.

Di beberapa negara, obat ini dijual bebas. Sementara di Indonesia, hanya boleh dibeli dengan resep dokter.

Perlu anjuran dokter sebelum pemakaian ya Moms.

Obat ini hanya dapat dikonsumsi dalam beberapa kondisi dan merupakan golongan obat keras saja.

Cari tahu cara kerja obat postinor dan anjuran dosis yang tepat.

Baca Juga: Apakah Suntik KB Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya!

Apa Itu Postinor?

Postinor
Foto: Postinor (Postinorpill.com)

Postinor merupakan merek pencegah kehamilan yang disebut juga morning-after pill.

Ini adalah kontrasepsi darurat yang harus diminum 12-72 jam (3 hari) setelah berhubungan seksual tanpa perlindungan.

Alat kontrasepsi darurat ini mengandung hormon levonorgestrel, suatu progestin sintetis yang dapat mencegah kehamilan.

Jenis pil pencegah kehamilan ini bekerja dengan cara menghambat ovulasi, yaitu proses pelepasan sel telur (ovum) dari indung telur (ovulasi).

Kandungan levonorgestrel pada alat kontrasepsi ini juga membuat sperma lebih sulit masuk dan membuahi sel telur wanita.

Perlu diingat meskipun bisa diminum maksimal 3 hari setelah berhubungan, tetapi sebaiknya pil penunda kehamilan ini diminum sesegera mungkin.

Semakin cepat diminum, maka tingkat efektifitasnya dalam mencegah terjadinya pembuahan semakin tinggi.

Sebab, terdapat kemungkinan bahwa dengan mengonsumsi postinor bisa efektif mencegah kehamilan 99% bila sesegera mungkin digunakan.

Satu strip obat postinor berisi 2 tablet.

Postinor hanya boleh digunakan sesekali saja, karena konsumsi yang berlebihan dapat mempengaruhi siklus menstruasi.

Baca Juga: 21+ Cara Mencegah Kehamilan, dari KB Alami hingga Kontrasepsi

Manfaat Postinor

Minum Obat
Foto: Minum Obat (Shutterstock.com)

Moms, manfaat postinor sama seperti pil kontrasepsi lainnya.

Alat kontrasepsi ini dapat membantu mencegah terjadinya kehamilan.

Namun, postinor ini tidak digunakan untuk menggugurkan kandungan atau kerap dikenal sebagai obat aborsi.

Alat kontrasepsi ini hanya berfungsi untuk mencegah kehamilan supaya tak terbentuk janin.

Sementara aborsi tentunya hanya dilakukan saat sudah terbentuk janin di dalam rahim.

Cara kerja postinor tentu tidak bisa dikategorikan sebagai proses aborsi karena janinnya sendiri belum terbentuk.

Kalau pun terjadi kehamilan, minum postinor tidak dapat menggugurkan kandungannya.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Kondom Bergerigi Terbaik, Berani Coba?

Perbedaan Postinor 1 dan Postinor 2

Obat-obatan
Foto: Obat-obatan (Pexels.com)

Obat kontrasepsi ini hadir dalam 2 jenis, yakni postinor 1 dan postinor 2.

Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seksual tanpa perlindungan.

Kedua obat tersebut mengandung hormon sintetis yang mirip dengan hormon progesteron yang diproduksi oleh tubuh wanita.

Perbedaan postinor 1 dan postinor 2 dilihat dari isi kandungan dan juga dosis yang dianjurkan.

1. Kandungan Obat

Postinor 1 juga dikenal sebagai pil kontrasepsi darurat tunggal atau obat yang mengandung 1,5 mg levonorgestrel.

Obat ini dapat digunakan dalam waktu 72 jam (3 hari) setelah berhubungan seksual tanpa kontrasepsi lainnya.

Sementara itu, postinor 2 adalah pil kontrasepsi darurat ganda yang mengandung 0,75 mg levonorgestrel dan ethinylestradiol.

Postinor 2 harus diminum dalam waktu 120 jam (5 hari) setelah berhubungan seks atau jika terjadi kegagalan seperti kondom bocor atau robek.

2. Cara Kerja Obat

Postinor 1 bekerja dengan cara menghambat atau menunda ovulasi, yaitu pelepasan sel telur dari ovarium, sehingga mencegah pembuahan dan kehamilan.

Obat ini juga dapat mengubah lendir serviks sehingga sulit dilalui oleh sperma.

Postinor 2 bekerja dengan cara yang sama seperti postinor 1, yaitu menghambat atau menunda ovulasi dan mengubah lendir serviks.

Postinor 1 dan postinor 2 hanya boleh digunakan sebagai metode kontrasepsi darurat dan bukan sebagai metode kontrasepsi rutin.

3. Dosis Obat

Postinor 1 mengandung 1,5 miligram levonorgestrel dan hanya memerlukan 1 tablet untuk 1 dosis.

Tablet ini harus diminum sesegera mungkin setelah berhubungan.

Postinor 1 dapat diminum dengan atau tanpa makanan, ya.

Jika muntah dalam waktu 2 jam setelah mengonsumsi tablet, sebaiknya mengambil tablet baru.

Sementara itu, postinor 2 mengandung 0,75 miligram levonorgestrel dan tersedia dalam 2 tablet.

Dosis total postinor 2 adalah 1,5 miligram levonorgestrel, sama dengan postinor 1.

Namun, cara penggunaannya sedikit berbeda.

Tablet pertama harus diminum sesegera mungkin setelah berhubungan seks. Kemudian, tablet kedua harus diminum 12 jam setelah mengambil tablet pertama.

Postinor 2 juga dapat diminum dengan atau tanpa makanan.

Secara keseluruhan, postinor 1 dan postinor 2 adalah obat kontrasepsi darurat yang efektif dan aman jika digunakan dengan benar dan hanya dalam situasi darurat.

Baca Juga: Mengenal Tubektomi, Kontrasepsi Permanen untuk Wanita

Karena termasuk dalam obat keras, pil kontrasepsi darurat ini hanya terdiri dari 2 tablet dalam 1...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb