Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
06 Juli 2022

Aturan Puasa Sunah Iduladha serta Niat dan Keutamaannya, Masya Allah!

Meski tidak diwajibkan, keutamaan puasa sunah jelang Iduladha ini sayang untuk dilewatkan
Aturan Puasa Sunah Iduladha serta Niat dan Keutamaannya, Masya Allah!

Sudah siapkah Moms menyambut Hari Raya Iduladha dengan amalan puasa sunah Iduladha di bulan Dzulhijjah, yaitu puasa Arafah dan puasa Tarwiyah?

Tak terasa, Hari Raya Iduladha akan segera tiba. Artinya, seluruh umat Muslim akan melewati satu hari istimewa yang Insya Allah dirahmati oleh Allah SWT.

Karena itu, untuk menyambut Hari Raya Iduladha, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk mendapat keridhaan tersebut.

Salah satunya dengan menjalankan puasa sunah Iduladha atau puasa yang dilakukan menjelang Hari Raya Iduladha.

Puasa ini juga dilakukan untuk mendapatkan kemuliaan karena bulan Dzulhijjah termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Meski puasa ini termasuk puasa sunah, atau tidak wajib dijalankan, dengan melakukannya insya Allah akan menambah pahala dan ketaatan kita pada Allah SWT.

Puasa Iduladha ini pun sebaiknya dilakukan oleh umat Islam yang tidak menjalankan ibadah haji.

Untuk itu, yuk cari tahu bagaimana aturan puasa Iduladha yang bisa membuat kita insya Allah mendapatkan pahala berikut ini

Baca Juga: Khotbah Iduladha, Mengandung Pesan yang Mengajak untuk Meningkatkan Ketakwaan

Aturan Puasa Sunah Iduladha

Definisi dan Aturan Puasa Sunah Iduladha

Foto: Definisi dan Aturan Puasa Sunah Iduladha

Foto: aturan dan deifinisi puasa Iduladha (shutterstock)

Perlu diketahui, yang dimaksud dengan puasa sunah Iduladha adalah puasa yang dilakukan sebelum tanggal 10 Dzulhijjah.

Biasanya puasa tersebut dimulai dari tanggal 1 hingga 9, namun yang sering dilakukan banyak umat muslim adalah puasa pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah.

Puasa ini dinamakan dengan puasa Tarwiyah dan Arafah.

Dilansir dari Islam NU, tahun ini puasa Tarwiyah dan puasa Arafah bertepatan pada Jumat 8 Juli danSabtu, 9 Juli 2022 mendatang.

Sebenarnya, tidak ada aturan khusus mengenai puasa sunah Iduladha atau puasa Arafah dan Tarwiyah.

Puasa ini dilakukan sama seperti puasa Ramadan baik syarat atau rukunnya. Berikut definisi mengenai puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.

1. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah merupakan puasa yang jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Mulanya, nama Tarwiyah diambil karena kebiasaan para jamaah haji yang berbondong-bondong membawa air zamzam saat menjalankan ibadah haji.

Sehingga Tarwiyah dapat diartikan membawa bekal air.

2. Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa yang dijalankan pada hari Arafah, atau hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah.

Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu’ailhi wa sallam bersabda,

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.

Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu,” (HR. Muslim no. 1162).

Bagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan atau utang puasa Ramadan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunahkan untuk berpuasa.

Dengan begitu, maka akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadhan) dan pahala puasa sunah.

Dilansir dari Islam NU, bahwa bagi umat Muslim yang berniat puasa sunah, lebih baik juga berniat melakukan puasa wajib jika memang memiliki tanggungan puasa.

Namun, bila tidak mempunyai tanggungan maka cukup berniat puasa sunah saja, insya Allah akan memperoleh apa yang diniatkannya.

Baca Juga: Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Saat Iduladha yang Dapat Diamalkan

Niat Puasa Sunah Iduladha

Niat Puasa Sunah Iduladha

Foto: Niat Puasa Sunah Iduladha

Foto: berniat puasa Iduladha (shutterstock)

Dalam setiap ibadah yang kita lakukan tentunya membutuhkan niat untuk memulainya.

Berikut ini niat masing-masing puasa Tarwiyah dan Arafah:

1. Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnati yaumit tarwiyah lillâhi ta'ālā."

Artinya: "Saya berniat melakukan puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Arafah

Adapun bacaan niat yang bisa diucapkan ketika akan berpuasa Arafah, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya niat puasa Arafah sunah karena Allah Ta'ala."

Baca Juga: Kurban: Sejarah, Dalil, Hukum, Hikmah, dan Ketentuan Pelaksanaannya di Hari Raya Iduladha

Keutamaan Puasa Sunah Iduladha

Keutamaan Puasa Sunah Iduladha

Foto: Keutamaan Puasa Sunah Iduladha

Foto: keutamaan puasa Iduladha (Orami Photo Stocks)

Meskipun bersifat sunah atau tidak wajib, puasa sunah Iduladha sangat istimewa dan punya beberapa keutamanya. Berikut ulasannya.

1. Amal Saleh yang Dicintai Allah

Berpuasa pada bulan Dzulhijjah merupakan salah satu ibadah yang dicintai dan diistimewakan oleh Allah SWT. Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:


مَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ

Artinya: "Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah?

Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid," (HR Bukhari).

2. Dihapuskan Dosa Selama 1 Tahun yang Lalu dan 1 Tahun yang akan Datang

Umat Muslim yang melakukan puasa pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Iduladha, atau puasa Arafah, maka akan dihapuskan dosanya setahun sebelumnya.

Adapun tentang keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadis berikut ini:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Artinya: "Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat." (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah).

Baca Juga: Salat Iduladha: Tata Cara, Niat, Doa Setelah Salat, dan Sunah yang Bisa Diamalkan

3. Mendapat Pahala Langsung dari Allah SWT

Karena ibadah puasa termasuk ibadah satu-satunya yang diperuntukkan untuk Allah SWT, ibadah ini akan mendapatkan ganjaran langsung dari Allah.

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.

Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.

Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.

Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi” (HR. Muslim no. 1151).

Itulah ulasan tentang puasa Arafahdan puasa Tarwiyah, beserta keutamaannya. Yuk, tingkatkan ibadah kita, Moms!

  • https://dalamislam.com/puasa/puasa-sunah-idul-adha
  • https://islam.nu.or.id/ubudiyah/fadhilah-puasa-arafah-4t8pu
  • https://islam.nu.or.id/ubudiyah/puasa-tarwiyah-dan-arafah-ugEOz
  • https://www.nu.or.id/nasional/jumat-8-juli-umat-islam-disunnahkan-puasa-tarwiyah-berikut-niatnya-2lMZb