18 Januari 2024

Bahaya Rematik saat Hamil dan Cara Mencegahnya, Catat!

Rematik saat hamil tentunya memerlukan kesabaran ekstra bagi Moms

Meski demikian, Arthritis Foundation menyatakan bahwa rematik saat hamil seharusnya tidak memengaruhi kemampuan seorang ibu untuk melahirkan secara normal.

Persalinan sesar tampaknya tidak lebih umum pada wanita dengan rematik, tetapi penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penyakit yang tinggi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko untuk bayi prematur dengan berat lahir rendah dan kebutuhan persalinan caesar.

Baca Juga: Bolehkah Memberikan Hati Sapi untuk MPASI? Ini Kata Dokter

Cara Mengatasi Rematik saat Hamil

Cara Mengatasi Rematik saat Hamil
Foto: Cara Mengatasi Rematik saat Hamil (https://geek-tips.github.io/)

Ahli reumatologi akan membantu Moms memutuskan rencana perawatan yang mencakup pengendalian gejala rematik dan keselamatan bayi.

Prednison dosis rendah, misalnya, umumnya dianggap aman selama kehamilan. Hydroxychloroquine (Plaquenil) dan sulfasalazine juga dianggap aman.

Sementara bukti terbatas untuk obat-obatan biologis seperti etanercept (Enbrel), etanercept-szzs (Erelzi), infliximab (Remicade), dan infliximab-abda (Renflexis) atau infliximab-dyyb (Inflectra), biosimilar, banyak ahli rheumatologist yakin akan keamanan akan obat tersebut selama masa kehamilan.

Pada dasarnya, salah satu cara untuk menghindari risiko masalah kehamilan dari obat-obatan rematik saat hamil adalah dengan tidak meminumnya tanpa pengawasan dokter.

Beberapa wanita bahkan berhenti mengonsumsi obat rematik dan beralih pada metode pengobatan "Cold Turkey" ketika mereka mulai mencoba untuk hamil.

Metode ini memiliki risiko sendiri, tentu saja kemungkinan perkembangan kerusakan sendi akibat suar selama waktu Moms tidak menjalani perawatan.

Pada wanita tertentu, beberapa ahli reumatologi mendukung pendekatan ini, dengan pemantauan ketat untuk aktivitas penyakit.

Baca Juga: Tanya Jawab dengan Dokter soal Pelekatan Menyusui yang Benar

Risiko Lain Akibat Rematik saat Hamil

Wanita dengan rematik yang hamil dapat menghadapi beberapa risiko kesehatan, baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk bayi mereka:

1. Preeklampsia

Ilustrasi Rematik saat Hamil
Foto: Ilustrasi Rematik saat Hamil (Cancertherapyadvisor.com)

Wanita dengan masalah sistem kekebalan tubuh, seperti rematik, lebih berisiko mengalami preeklampsia.

Preeklampsia adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian bagi ibu dan bayi jika tidak ditangani dengan baik.

2. Bayi Lahir Prematur

Wanita hamil dengan rematik memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi prematur.

3. Melahirkan Bayi dengan Berat Lahir Rendah (BBLR)

Studi menunjukkan bahwa wanita dengan gejala rematik yang lebih parah selama kehamilan cenderung melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.

4. Komplikasi Kehamilan

Beberapa obat rematik dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

Obat-obatan seperti disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) bisa berbahaya bagi janin.

Dengan begitu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat selama hamil​.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai penyakit rematik selama kehamilan. Semoga Moms sehat selalu selama proses mengandung hingga Si Kecil lahir, ya.

  • https://www.rheumatology.org/I-Am-A/Patient-Caregiver/Diseases-Conditions/Living-Well-with-Rheumatic-Disease/Pregnancy-Rheumatic-Disease
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/323087
  • https://www.healthline.com/health/rheumatoid-arthritis/pregnancy
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19877045/
  • https://ard.bmj.com/content/69/4/715
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19877045/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb