18 Agustus 2023

Sering BAB tapi Sedikit? Ini Kata Dokter Spesialis!

Bisa jadi indikasi penyakit saluran cerna, lho!
Sering BAB tapi Sedikit? Ini Kata Dokter Spesialis!

2. Menstruasi

Menstruasi atau datang bulan ternyata bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penyakit sering BAB tapi sedikit.

Perubahan hormon progesteron pada siklus haid dapat mempengaruhi seberapa sering seorang wanita buang air besar.

Akibatnya, bisa terjadi peningkatan frekuensi BAB, meskipun volumenya sedikit, hingga kondisi konstipasi.

3. Sindrom Iritasi Usus

Sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS), adalah kondisi kesehatan yang mengakibatkan rasa sakit di perut, kram, dan penumpukan gas.

Lebih lanjut, hal ini bisa menyebabkan sering BAB tapi sedikit, lho Moms!

Melansir Mayo Clinic, gejala IBS bisa dipicu oleh beragam hal, termasuk:

  • Stres
  • Konsumsi makanan dan minuman tertentu
  • Perubahan hormonal, misalnya saat menstruasi

Ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya sindrom iritasi usus, yaitu:

  • Berjenis kelamin perempuan
  • Berusia kurang dari 40 tahun
  • Memiliki riwayat IBS di keluarga
  • Mengalami infeksi bakteri atau virus pada saluran cerna yang menyebabkan diare berat
  • Mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, seperti gandum, susu dan produk susu, buah yang asam, serta makanan yang mengandung gas, seperti kol
  • Memiliki kebiasaan makan atau minum dalam jumlah yang besar sekaligus
  • Mengalami stres atau gangguan mental, seperti gangguan panik, kecemasan berlebih, atau depresi
  • Mengalami perubahan hormonal, termasuk menstruasi
  • Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik atau antidepresan

Baca Juga: 6 Penyebab Bayi Tidak Buang Air Besar dan Cara Mengatasinya

4. Diet

Ilustrasi Timbangan
Foto: Ilustrasi Timbangan (Orami Photo Stock)

Sering BAB tapi sedikit juga bisa karena diet, serta perubahan pola makan Moms menjadi lebih sehat dan bersih.

Jika Moms baru saja mengubah kebiasaan makan dan makan lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian, ini mungkin bisa jadi penyebab utamanya.

Diet tersebut tak hanya mempengaruhi frekuensi BAB, tapi juga memberikan manfaat lain seperti:

  • Menstabilkan kadar gula darah
  • Mencegah risiko penyakit jantung
  • Meningkatkan kesehatan usus besar

Selain meningkatkan kesehatan sistem pencernaan, diet tinggi serat membantu meningkatkan ukuran tinja dan melunakkannya untuk mencegah sembelit.

Jadi, sering BAB tapi sedikit tidak selalu tanda yang buruk ya, Moms.

5. Mengonsumsi Kopi Berlebihan

Sering BAB tapi sedikit dapat terjadi saat Moms mengonsumsi kopi berlebihan.

Sebab, kandungan kafein di dalam kopi akan merangsang pergerakkan otot di usus besar.

Ditambah lagi, kafein memiliki efek pencahar yang membuat feses bergerak lebih mudah di dalam usus besar.

6. Obat-obatan

Jika Moms baru pertama kali mengonsumsi obat-obatan tertentu, hal ini dapat menyebabkan perubahan pada kebiasaan BAB.

Ini juga termasuk sering BAB tapi sedikit.

Contohnya, beberapa obat-obatan antibiotik dapat mengganggu kestabilan bakteri yang hidup di dalam sistem pencernaan.

Selain itu, ada juga obat-obatan yang memicu Moms untuk sering buang air besar.  

Jika Moms merasa kebiasaan buang air besar tidak kembali normal setelah mengonsumsi obat-obatan tersebut, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Apalagi saat gejala-gejala ini juga Moms derita:

Dokter bisa membantu mencari tahu penyebabnya dan merekomendasikan obat-obatan lain yang tidak akan menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan.

Baca Juga: Melena, Penyebab Tinja Menghitam dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi BAB Sering tapi Sedikit

Sering BAB tapi Sedikit
Foto: Sering BAB tapi Sedikit (Freepik.com/gpointstudio)

Untuk menangani masalah sering BAB tapi sedikit, penting bagi Moms untuk mengetahui penyebab dasarnya.

Oleh karena itu, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis, Moms.

"Sebaiknya juga diingat kembali apakah ada jenis makanan tertentu yang menyebabkan gejala ini," jelas dr. Femmy Nurul.

Sering BAB tapi sedikit memang tak selalu menunjukkan hal buruk, tapimjuga bisa mengganggu aktivitas.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, berikut beberapa cara yang Moms bisa coba untuk mengatasinya:

Olahraga, terutama latihan fisik, membantu meningkatkan pergerakan otot di saluran pencernaan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb