Resep & Makanan

21 Desember 2021

Intip 9 Teknik Memasak ala Chef yang Bikin Moms Lebih Percaya Diri di Dapur

Bagi Moms yang senang memasak, ternyata ada banyak teknik yang bisa digunakan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Alya Nisania
Disunting oleh Karla Farhana

Teknik memasak apa yang sering Moms aplikasikan? Mungkin, teknik memasak yang sudah dikuasai seperti menumis, menggoreng, dan merebus.

Namun, rupanya teknik memasak ini tak terbatas sampai di situ saja.

Ada banyak teknik lainnya yang mungkin saja belum Moms gunakan. Beberapa penamaan tekniknya bahkan mungkin terasa asing.

Karena penamaannya hanya dikenal para chef profesional. Meski mungkin terlihat mirip bagi orang awam, beberapa teknik memasak memiliki perbedaan yang cukup detail.

Nah, berbagai macam teknik memasak ini memang perlu Moms ketahui agar bisa memasak beragam resep makanan di rumah.

Apalagi, bagi Moms yang memiliki hobi memasak. Untuk lebih jelasanya, dikutip dari Webstaurantstore, berikut adalah beberapa teknik memasak.

Baca juga: 7 Rekomendasi Kaldu Jamur untuk Melezatkan Masakan, Sudah Coba Moms?

1. Teknik Memasak dengan Merebus (Boiling)

Teknik memasak yang satu ini terbilang yang paling mudah dan paling umum dikenal. Teknik ini terbilang murah karena bisa digunakan untuk memasak dalam skala besar.

Biasanya teknik ini akan memasak makanan dengan suhu 100 ° Celcius, dimana makanan akan benar-benar direndam dalam air dan direbus sampai empuk.

Air mendidih menghasilkan gelembung besar, yang membuat makanan tetap bergerak saat dimasak.

Untuk alat yang digunakan, biasanya seperti panci (berbahan stainles, pirex, atau aluminium) sehingga cairan bisa menggenang.

Beberapa bahan makanan mungkin akan dimasukkan saat air masih dingin, namun ada pula yang harus menunggu ketika air sudah mendidih.

Bahan makanan yang dimasak dengan teknik ini akan lebih mudah dicerna dan kandungan gizi di dalamnya tetap terjaga kualitasnya. Sehingga teknik ini terbilang sehat.

Selain itu, merebus juga tidak akan menghilangkan rasa pada masakan sehingga cita rasa khasnya akan tetap terjaga.

Agar tidak memengaruhi warna makanan yang dihasilkan, maka perhatikan lamanya perebusan.

Terutama jika Moms akan merebus makanan yang mengandung vitamin B.

Menurut National Research Council (US) Committee on Diet and Health, vitamin B mudah larut di dalam air.

2. Teknik Memanggang (Grilling)

Memanggang atau dikenal dengan barbecuing adalah teknik memasak makanan di atas api langsung.

Teknik memanggang berbeda dengan baking karena bahan makanan akan secara langsung menyentuh sumber panas.

Makanan yang terkena api dan panas berasal dari bara yang berada di bawah perapian.

Untuk sumber panas yang dapat digunakan antara lain:

  • Arang
  • Kayu
  • Listrik
  • Gas

Agar bisa matang secara menyeluruh, lebih baik makanan dipotong kecil-kecil lalu baru diletakkan di atas tungku.

Agar bumbunya meresap ke dalam makanan, sebaiknya bumbui terlebih dahulu sebelum memanggangnya.

Selang beberapa menit, makanan harus dibalik agar matangnya bisa merata.

Untuk potongan makanan yang lebih besar biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk matang. Biasanya, butuh waktu 10-15 menit untuk memanaskan panggangan.

Baca juga: Daripada Beli, Yuk Coba 3 Resep Spaghetti Panggang yang Viral Ini!

3. Teknik Mengukus (Steaming)

Teknik Memasak Steaming.jpg

Foto: freepik.com

Moms, pernah mendengar tentang steaming?

Steaming atau yang dikenal dengan teknik mengukus membuat bahan makanan tidak langsung menyentuh air, sehingga zat gizinya tidak banyak yang hilang.

Pengukusan juga bisa membuat tekstur makanan menjadi lebih empuk dan enak dibandingkan saat merebusnya.

Biasanya teknik ini digunakan dalam pembuatan kue dan lauk-pauk.

Kue yang dikukus nantinya akan mengembang sehingga tidak mengalami perubahan bentu dan tidak bertambah cairannya.

Saat proses pengukusan, air direbus secara terus-menerus untuk menghasilkan jumlah uap yang stabil.

Uap ini nantinya akan menyebar ke sekitar makanan hingga memasaknya secara merata sambil mempertahankan kelembapan.

Teknik memasak dengan mengukus memiliki beberapa cara di antaranya:

  • Menggunakan panci dan keranjang kukusan
  • Menggunakan microwave
  • Membungkus makanan dengan kertas timah agar dapat dikukus di dalam oven

4. Teknik Roasting

Untuk makanan yang dimasak dengan teknik roasting, biasanya ditempatkan pada pan, rak, atau ditusuk pada batang stainless steel agar bisa diputar.

Untuk melezatkan masakan serta menjaga warnanya agar tetap bagus, Moms bisa mengoleskan makanan dengan butter/margarin sebelum proses roasting.

Hal ini juga membuat makanan agar lebih lembab sehingga tidak kering di bagian luarnya.

Setelah bahan makanan dimasukkan ke dalam oven, lalu tutup dan dibiarkan hingga matang.

Selama proses memasak, udara panas dari oven akan dialirkan ke smeua sisi makanan (atas, bawah, dan samping).

Memanggang dapat dilakukan pada suhu yang sangat rendah antara 200-350 derajat Fahrenheit untuk menghasilkan daging yang lebih keras.

Sementara suhu yang lebih tinggi hingga 450 derajat Fahrenheit untuk potongan yang lebih empuk.

Baca juga: 15+ Makanan yang Mengandung Asam Folat, Menyehatkan Janin

5. Teknik Baking

Baik itu roasting dan baking, merupakan teknik memasak yang keduanya menggunakan panas tidak langsung dan memasak dari semua sisi.

Istilah roasting digunakan saat memasak daging atau sayuran, sementara baking digunakan saat membuat roti, roti gulung, dan kue.

Secara teknis, metode keduanya ini sama, tetapi baking biasanya dilakukan pada suhu yang lebih rendah.

Alat yang digunakan sejenis oven yang memiliki kemampuan menyebarkan suhu panas untuk memanggang.

Memasak makanan dengan baking akan memanfaatkan panas dari (penghantar) uap udara panas di dalam oven agar makanan dapat matang.

Untuk oven sendiri ada 3 jenis, Moms, yaitu:

  • Oven api (oven kompor)
  • Oven listrik
  • Oven elektromagnetik (microwave)

Untuk panas dari oven terdiri dari bawah dan atas dimana keduanya bisa membuat makanan matang secara merata.

Selain untuk memasak makanan, baking bisa pula digunakan untuk mengawetkan bahan makanan sepeti buah-bbuahan untuk keripik atau herbs.

6. Teknik Poaching

Kalau Moms pernah mencicipi poached egg, teknik memasak yang digunakan untuk membuatnya adalah poaching.

Berbeda dengan boiling, poaching menggunakan suhu yang lebih rendah. Suhu yang rendah rupanya membuat cita rasa makanan terinfusi dengan lebih maksimal.

Protein atau bahan yang dimasak tidak menjadi hancur sehingga teksturnya dapat dinikmati.

Namun, bukan hanya menggunakan air, pouching juga bisa menggunakan kaldu atau jus buah serta cuka dalam merendam bahan masakan.

Selain untuk telur, teknik poaching juga diaplikasikan pada ayam, ikan, dan buah. Cairan untuk poaching akan ditambah dengan cuka, wine atau jus lemon.

Baca juga: 3 Resep Sayur Lodeh yang Mudah dan Enak, Moms Pasti Bisa Memasaknya!

7. Teknik Menumis (Sauteing)

Teknik Memasak Menumis.jpg

Foto: pexels.com

Teknik memasak yang menggunakan sedikit minyak dikenal dengan menumis.

Minyak yang digunakan hanya sedikit untuk melapisi makanan agar berwarna kecoklatan. Metode memasak yang satu ini memasak makanan dengan cepat.

Minyak yang bisa Moms gunakan berupa minyak zaitun, butter atau margarin. Agar masakan bisa matang secara merata, maka Moms perlu membolak-balikannya.

Untuk mencapai hasil yang maksimal dengan menumis, pastikan wajan yang diminyaki sudah panas sebelum memasukkan makanan.

Alat yang digunakan adalah hot pan atau saute pan dengan dasar yang luas, mempunyai tangkau, dan sisinya lebih rendah.

Tangkai berfungsi untuk melakukan tossing (mengayun-ayun tanpa spatula).

8. Teknik Blanching

Merupakan cara memasak makanan dengan merebus sayuran atau buah ke dalam air yang sudah mendidih dalam waktu yang cukup singkat.

Sayuran yang menggunakan teknik ini adalah tipe sayuran yang akan disajikan dalam keadaan dingin, seperti:

  • Buncis
  • Wortel
  • Brokoli
  • Asparagus

Teknik memasak yang satu ini biasanya digunakan untuk mempersiapkan bahan makanan agar bisa diolah menjadi bentuk masakan lainnya.

Prosesnya dilakukan dengan memasukkan bahan makanan ke dalma air yang sudah mendidih dan sudah ditambah dengan satu sendok garam.

Selanjutnya, bahan makanan akan langsung dimasukkan ke dalam air es untuk menghentikan proses memasak.

Nah, air bekas belaching masih bisa Moms gunakan selama warnanya masih terlihat jernih.

Baca juga: 12 Cara Atasi Keracunan Makanan Basi Dengan Bahan Alami

9. Teknik Mendidih (Simmering)

Teknik mendidih merupakan metode memasak yang menggunakan suhu lebih tinggi daripada merebus, biasanya rata-rata suhu adalah 100°C.

Kisaran suhu ini terletak di bawah titik didih dan menghasilkan gelembung-gelembung kecil. Itulah sebabnya sangat penting untuk mengecilkan api dalam simmering.

Biasanya para chef handal akan menggunakan teknik memasak ini untuk mencegah makanan mengalami kerusakan tekstur.

Meski sangat mirip degan teknik boiling, namun simmering menggunakan api yang lebih kecil, sehingga memakan waktu yang lebih lama.

Teknik simmering biasanya digunakan untuk memasak:

  • Rawon
  • Soto
  • Kaldu
  • Kare
  • Bakso
  • Santan
  • Sup

Saat menggunakan teknik simmering, kaldu yang dihasilkan akan jernih. Begitu pula saat memasak bakso.

Bulatan bakso akan matang secara sempurna (tidak pecah) jika dimasukkan dalam perebus dalam suhu simmering.

Nah, itulah tadi beberapa teknik memasak yang ternyata memiliki istrilah dan teknik yang berbeda-beda. Bagaimana Moms? Tertarik untuk mencobanya bukan?

Semoga sekarang Moms bisa menggunakan teknik memasak sesuai kebutuhan dan tambah pintar memasak.

  • https://www.webstaurantstore.com/article/454/types-of-cooking-methods.html#boil
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK218756s
  • https://www.masterclass.com/articles/what-is-cooking-learn-the-art-of-preparing-food-and-all-the-cooking-techniques-you-should-know
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait