Kesehatan Umum

7 Januari 2022

Mengenal Uretra Pria dan Wanita serta Penyakit yang Kerap Menyerang

Pria dan wanita punya anatomi uretra yang berbeda, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Karinta
Disunting oleh Karla Farhana

Uretra adalah tabung tipis yang menghubungkan kandung kemih untuk mengosongkan urine keluar dari tubuh.

Pada wanita dan pria, anatomi dan panjang uretra ternyata berbeda lho, Moms!

Selain itu tak hanya membawa urine, uretra pada pria juga mengangkut air mani.

Mengenal Anatomi Uretra

Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbedaan uretra pria dan wanita.

Uretra Pria

uretra pria.png

Foto: researchgate.net

Melansir laman Radiopaedia, uretra pria panjangnya sekitar 18-20 cm. Selain urine, uretra pria mengangkut air mani.

Air mani adalah cairan yang mengandung spermatozoa dan sekresi kelenjar seks.

Menurut klasifikasi terbaru, uretra pria jika dilihat secara anatomi dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  • Uretra prostat

Dimulai dari leher kandung kemih dan melewati kelenjar prostat.

Uretra bagian ini menerima saluran ejakulasi (mengandung spermatozoa dari testis dan cairan mani dari kelenjar vesikula seminalis) dan saluran prostat (mengandung cairan alkali).

Ini adalah bagian terluas dan paling dapat melebar dari uretra.

  • Uretra membranosa

Bagian ini melewati dasar panggul dan kantong perineum dalam.

Dikelilingi oleh sfingter uretra eksterna yang menyediakan kontrol untuk berkemih.

  • Uretra penis (bulbus)

Melewati bulbus dan corpus spongiosum penis, lalu berakhir di orifisium uretra eksterna (meatus).

Bagian ini menerima kelenjar bulbourethral di proksimal.

Kelenjar bulbourethal atau cowper adalah sepasang kelenjar kecil berbentuk bulat yang berada di ujung penis.

Ketika penis terangsang, kelenjar ini akan memproduksi cairan pelumas ketika seorang pria terangsang.

Di bagian kepala penis, uretra akan melebar.

Uretra Wanita

uretra wanita.jpg

Foto: teachmeanatomy.com

Salah satu perbedaan uretra pria dan wanita adalah panjangnya. Pada wanita, uretra cenderung pendek sekitar 4 cm.

Ini dimulai di leher kandung kemih yang dikenal sebagai leher dan meluas ke bawah melalui area otot dasar panggul.

Sebelum mencapai lubang uretra, urine melewati sfingter uretra. Ini adalah struktur otot di uretra yang membantu menahan urine di dalam tubuh sampai dikeluarkan.

Uretra membuka ke area antara labia minora atau bibir vagina. Nah, lubang uretra terletak tepat di depan lubang vagina.

Uretra ini juga dilapisi oleh selapis sel yang disebut epitel. Kelenjar di dalam uretra menghasilkan lendir.

Lendir ini membantu melindungi epitel terjadi kerusakan dari urine korosif.

Perlu diketahui Moms, karena uretra wanita lebih pendek daripada uretra pria, risiko terkena infeksi saluran kemih (ISK) jauh lebih tinggi.

Pemeriksaan Uretra

Untuk mendiagnosis gangguan uretra, ada beberapa tes yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Sistoskopi

Sebuang tabung tipis (sistoskop) dengan kamera akan dimasukkan melalui lubang kemih, uretra, dan ke dalam kandung kemih.

Karena ada kamera di alatnya, dokter bisa melihat dengan jelas area bagian dalam uretra.

2. Urethral Discharge Culture

Prosedur ini dialakukan dengan memasukkan kapas ke ujung uretra untuk menentukan apakah ada infeksi atau tidak. Tes ini hanya dilakukan pada pria.

3. Urinalisis

Ini adalah pemeriksaan biokimia dan mikroskopis urine yang dapat mendeteksi infeksi dan peradangan.

4. USG Uretra

USG uretra dilakukan di daerah perut bawah untuk mendiagnosis beragam masalah di uretra.

5. Uretrogram Retrograde

Digunakan paling banyak pada pasien pria yang mungkin menderita trauma uretra, tes ini adalah rontgen kandung kemih dan uretra.

Ini dilakukan dengan zat kontras untuk melihat adanya penyumbatan atau penyempitan di uretra

Namun terkadang, sulit unruk mengetahui bagian mana rasa sakit di uretra berasal. Oleh karenanya, pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan.

Biasanya pemeriksaan yang dilakukan tergantung pada gejala yang dirasakan, apakah sakit saat buang air kecil, ejakulasi, atau gejala lainnya.

Penyakit pada Uretra

uretra

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa penyakit yang biasanya menyerang urethra, yaitu:

1. Uretritis

Uretritis adalah peradangan pada uretra. Ini dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti:

  • Keinginan buang air kecil meningkat
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Tidak bisa menahan urine
  • Urine keruh atau berbau busuk
  • Darah dalam urine
  • Nyeri panggul

Uretritis kerap muncul akibat penggunaan kateter. Kondisi ini juga bisa terjadi karena infeksi bakteri.

Terutama saat Moms atau Dads kurang bersih saat membersihkan vagina maupun penis pasca berkemih.

Pada wanita, jika Moms membersihkannya dari belakang ke depan, bakteri di anus bisa berpindah ke uretra.

Selain itu, infeksi menular seksual (IMS) juga bisa menyebabkan uretritis, seperti:

Jika uretritis akibat pemasangan kateter bisa sembuh dengan sendirinya, uretritis akibat IMS memerlukan pengobatan antivirus atau antibiotik.

2. Striktur Uretra

Striktur uretra adalah kondisi saat uretra menyempit atau tersumbat. Biasanya laki-laki lebih sering terkena kondisi ini karena uretranya lebih panjang.

Gejela striktur uretra meliputi:

  • Penurunan aliran urine
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Darah dalam urine
  • Sakit perut

Cedera kerap kali menyebabkan striktur uretra, seperti kecelakaan atau pembedahan. Namun, penyakit menular seksual juga menyebabkannya.

Umumnya, operasi kecil bisa bantu atasi masalah satu ini.

3. Kanker Uretra

Kanker uretra adalah salah satu jenis kanker yang terbilang jarang. Kondisi ini dapat dengan cepat menyebar ke jaringan di sekitar kandung kemih dan vagina.

Ini mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun di tahap awal penyakit. Namun, kanker uretra yang sudah parah bisa menyebabkan gejala berikut:

  • Darah dalam urine
  • Perdarahan atau keluarnya cairan dari uretra
  • Keinginan kencing meningkat
  • Aliran urine menurun

Tidak diketahui dengan pasti apa penyebab kanker uretra. Namun, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkannya, yaitu:

  • Usia yang lebih tua
  • Riwayat kanker kandung kemih
  • Peradangan kronis pada uretra, biasanya karena ISK atau penyakit menular seksual

Sama seperti kanker pada organ lainnya, pengobatannya umumnya terdiri dari operasi, kemoterapi, radiasi, atau kombinasi ketiganya.

4. Sindrom Uretra

Ini adalah kondisi yang punya gejala mirip dengan ISK. Namun, tidak disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Adapun gejala umum dari sindrom uretra adalah nyeri kronis pada panggul dan saluran kemih.

Gejala lainnya yaitu keinginan kencing meningkat dan rasa sakit saat buang air kecil. Dalam beberapa kasus, rasa sakitnya cukup konstan.

Adapun pengobatan rumahan yang bisa dilakukan misalnya dengan menghindari beberapa hal, seperti:

  • Sabun dengan parfum
  • Meredakan gejala
  • Makanan asam
  • Alkohol
  • Kafein

5. Karunkel Uretra

Karunkel uretra adalah massa jinak yang ditemukan di uretra, biasanya terjadi setelah menopause.

Dalam kondisi yang lebih parah, Moms mungkin akan mengalami rasa sakit saat buang air kecil atau berdarah dari uretra.

Karunkel yang cukup uretra besar dapat diangkat melalui pembedahan. Jika tidak, antiradang oles atau krim estrogen dapat membantu mengatasi gejalanya.

Nah, itu dia Moms pembahasan lengkap mengenai uretra pria dan wanita serta berbagai penyakitnya.

Jangan lupa menjaga kebersihan organ intim dengan baik, ya!

  • https://radiopaedia.org/articles/male-urethra?lang=us
  • https://www.healthline.com/human-body-maps/female-urethra#anatomy-and-function
  • https://www.britannica.com/science/urethra
  • https://www.verywellhealth.com/urethra-anatomy-4842856
  • https://teachmeanatomy.info/pelvis/viscera/urethra/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait