Kesehatan

KESEHATAN
20 Mei 2020

Vaksin Tetanus, Ini Jenis, Dosis, dan Efek Sampingnya pada Bayi Maupun Orang Dewasa

Vaksin tetanus bisa diberikan untuk remaja dan dewasa
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Tetanus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Penyakit ini bisa dicegah dengan melakukan vaksin tetanus sejak dini.

Orang lebih familiar mengenal penyakit ini sebagai "lockjaw", hal ini karena salah satu gejala paling umum adalah pengetatan yang menyakitkan pada otot-otot rahang sehingga sulit untuk membuka mulut, bernapas, atau menelan.

Mengutip Vaccines.gov, gejala tetanus lainnya dapat termasuk:

  • Sakit kepala
  • Demam dan berkeringat
  • Otot-otot kaku
  • Kejang (tiba-tiba, gerakan atau perilaku yang tidak biasa)
  • Tekanan darah tinggi dan detak jantung yang cepat

Penyakit tetanus adalah penyakit yang tidak menular dan tidak berpindah dari orang ke orang, seperti melalui sentuhan atau ciuman.

Tetapi, bakteri yang menyebabkan tetanus bisa berada di tanah, debu, dan kotoran. Biasanya, bakteri memasuki tubuh melalui kulit yang rusak, seperti luka atau luka dalam, luka bakar atau kulit mati.

Ketahui apa saja informasi lebih lanjut tentang vaksin tetanus berikut ini yuk, Moms.

Baca Juga: Manfaat Vaksin DPT dalam Mencegah Tetanus

Jenis Vaksin Tetanus

vaksin tetanus-1

Foto: Orami Photo Stock

Ada empat jenis vaksin tetanus yang saat ini digunakan untuk melindungi tubuh terhadap bakteri tetanus, dan semua vaksin tetanus ini juga melindungi terhadap penyakit lain.

  • Vaksin difteri dan tetanus (DT)
  • Vaksin difteri, tetanus, dan pertusis (DTaP/DTP)
  • Vaksin tetanus dan difteri (Td)
  • Vaksin tetanus, difteri, dan pertusis (Tdap)

Bayi dan anak di bawah 7 tahun mendapatkan vaksin DTaP atau DT, sementara anak yang lebih tua dan orang dewasa menerima vaksin Tdap dan Td.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa di beberapa negara, ada kombinasi vaksin dengan hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe b dan/atau IPV.

Baca Juga: 6 Alasan Orang Tua Menolak Pemberian Vaksin untuk Anaknya

Dosis Vaksin Tetanus

vaksin tetanus-2.jpg

Foto: pixfeeds.com

Pada jurnal Sari Pediatri dijelaskan dosis vaksin tetanus dengan urutan berikut ini:

  • Vaksin DTP dasar diberikan 3 kali sejak umur 2 bulan dengan interval 4-6 minggu. DTP 1 diberikan umur 2-4 bulan, DTP 2 umur 3-5 bulan, dan DTP 3 umur 4-6 bulan.
  • Vaksin ulangan selanjutnya yaitu DTP 4, diberikan satu tahun setelah DTP 3 pada umur 18-24 bulan, dan DTP 5 disuntikkan saat masuk sekolah umur 5-7 tahun.
  • Vaksin ulangan ke-6 diberikan pada 12 tahun. Hal ini mengingat masih dijumpai kasus difteria pada umur >10 tahun. Di usia 12 tahun, diberikan vaksin dT (dosis dewasa), tetapi di Indonesia dT belum ada di pasaran.

Baca Juga: Agar Bisa Dicegah, Cari Tahu Waktu Terbaik Vaksin Cacar Air

Efek Samping Vaksin Tetanus

vaksin tetanus-3.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, sebagian besar anak tidak memiliki efek samping apa pun dari vaksin tetanus seperti DTaP atau Tdap. Bahkan bila ada efek samping, biasanya dalam tingkat ringan seperti:

  • Kemerahan, bengkak, atau nyeri di lokasi suntikan
  • Demam
  • Muntah

Bisa terjadi efek samping yang lebih serius, tetapi sangat jarang terjadi, yang dapat meliputi:

  • Demam lebih dari 40 derajat Celcius
  • Menangis tanpa henti selama 3 jam atau lebih
  • Kejang (menyentak, menggerakkan otot, atau menatap)
  • Beberapa kelompok usia praremaja dan remaja mungkin pingsan setelah mendapatkan suntikan vaksin.

Itu dia Moms, penjelasan tentang pentingnya memberikan vaksin tetanus kepada Si Kecil sejak dini untuk kesehatannya di masa depan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait