Kesehatan

KESEHATAN
19 Juli 2020

Vagina Bisa Mengalami Depresi? Ini Penjelasan Tentang Vulvodynia

Vulvodynia adalah kondisi di mana vagina mengalaki depresi sama seperti pikiran
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Rasa seperti terbakar, menyengat dan pegal pada organ intim atau vagina bukan sekedar penyakit menular seksual biasa. Kondisi itu bisa disebut sebagai vulvodynia.

Penelitian yang dilansir dari International Journal of Women's Health, memerkirakan bahwa vulvodynia itu memengaruhi setidaknya satu dari empat wanita di beberapa titik dalam hidup mereka.

Vulvodynia menyebabkan rasa sakit kronis pada kulit di sekitar vagina yang bisa terjadi tanpa gejala dan berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Gejala tambahan vulvodynia termasuk rasa seperti terbakar, menyengat, gatal, berdenyut, bengkak dan pegal di sekitar vulva dan lubang vagina.

Rasa sakit ini bisa timbul ketika vagina disentuh, seperti saat berhubungan seks, ketika mengenakan tampon atau saat seorang wanita sedang duduk. Kondisi ini juga bisa membuat Moms kesakitan ketika berhubungan seks.

Baca Juga: 3 Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Vagina

Penyebab Vulvodynia

miss v depresi - penyebab.jpg

Foto: shutterstock.com

Meskipun vulvodynia memengaruhi antara 200 ribu hingga 6 juta wanita di AS setiap tahun, tapi hanya 60 persen dari mereka yang mendapatkan diagnosis akurat.

Stephanie Prendergast, salah satu pendiri Pusat Rehabilitasi Kesehatan Panggul di San Francisco, mengatakan tidak ada pendekatan satu ukuran untuk semua penyebab dan pengobatannya.

Menurutnya, defisiensi hormon, riwayat herpes atau infeksi ragi berulang hingga penyakit autoimun atau prosedur medis yang tidak berhubungan dapat menyebabkan vulvodynia.

Peristiwa traumatis seperti mutilasi genital atau kondisi lain yang terkait seperti disfungsi dasar panggul juga bisa menyebabkan nyeri vulva kronis pada wanita.

Baca Juga: 5 Makanan Enak dan Baik untuk Kesehatan Vagina

Pengobatan Vulvodynia

miss v depresi - pengobatan.jpg

Foto: shutterstock.com

Meskipun tidak ada obat untuk vulvodynia, tapi ada perawatan yang tersedia. Beberapa dokter biasanya meresepkan antidepresan dosis rendah.

"Belum jelas mengenai penyebab antidepresan bisa bekerja untuk beberapa wanita dengan vulvodynia, tetapi banyak yang melakukannya," kata Sherry Ross, MD, ob-gyn, pakar kesehatan wanita di Santa Monica, California dikutip dari womenshealthmag.com.

Namun, dosis antidepresan untuk mengobati vulvodynia jauh lebih rendah daripada yang digunakan untuk gangguan depresi sesungguhnya.

Artinya, wanita yang mengobati vulvodynia mereka dengan resep itu harus menghindari efek samping seperti penambahan berat badan dan penurunan libido.

Sayangnya, memulihkan kondisi vagina yang mengalami vulvodynia membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Baca Juga: Vaginismus, Kejang Otot Pada Vagina Padahal Belum Berhubungan Intim

Moms juga bisa mencegah vagina depresi atau vulvodynia dengan berhubungan seks. Karena, seks membantu produksi sel-sel kolagen dan elastin yang sehat untuk mempertahankan aliran darah ke daerah tersebut.

Jika Moms sedang jarang berhubungan seks atau sudah tidak memiliki pasangan. Moms juga bisa melakukan masturbasi untuk mengatasi kondisi tersebut.

“Masturbasi dengan mainan seks membantuj menjaga struktur vagina, terutama lubang yang perlahan-lahan bisa menutup dan memendek seiring bertambahnya usia," jelas Maria Sophocles, MD, ob-gyn, direktur medis Women's Healthcare of Princeton di New Jersey.

Pada intinya, Moms dapat mengalami depresi serius, tetapi melakukan hubungan seks sebanyak mungkin akan membuat vagina senang atau terhindar dari masalah vulvodynia.

Baca Juga: Vagina Kering, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Artikel Terkait