Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
16 November 2020

4 Hal yang Terjadi pada Vagina Saat Lama Tidak Berhubungan Seks, Akankah Rapat Kembali?

Vagina menjadi lebih kering, benarkah?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Orami

Banyak sekali mitos dan rumor yang tidak terbukti secara ilmiah tentang alat vital wanita, termasuk tentang hal-hal yang terjadi pada vagina saat tidak berhubungan seks dalam jangka waktu yang lama.

Mungkin Moms familiar dengan mitos bahwa vagina akan rapat kembali seperti perawan atau akan mengering dan tidak elastis lagi.

Agar tidak berlarut-larut dalam mitos-mitos tersebut, lebih baik cari tahu tentang apa yang benar-benar terjadi pada vagina jika wanita berhenti berhubungan seks dalam jangka waktu lama.

Yuk simak penjelasan ahli kandungan dari Orlando Health di Florida, Amerika Serikat Christine Greves,MD, sebagaimana dikutip dari health.com.

Baca Juga: Benarkah Makan Timun Bisa Bikin Vagina Becek?

Apakah Vagina akan Rapat Kembali Bila Lama Tidak Berhubungan Seks?

Pertanyaan ini pasti yang muncul pertama kali dalam benak Moms. Untuk mencari tahu jawabannya, simak penjelasan berikut ini yuk Moms.

1. Selaput Dara Tidak Akan Muncul Kembali dan Vagina Tidak Akan Kembali Rapat

sudah lama tidak berhubungan apakah bisa rapat kembali

Foto: Orami Photo Stock

Ini merupakan mitos yang paling banyak beredar. Tentu saja tidak ada selaput dara yang bisa tumbuh lagi.

Selain itu, meskipun berhenti berhubungan seksual, tubuh wanita tetap memproduksi hormon esterogen dan progesteron yang menjaga dinding vagina tetap terbuka dan fleksibel, demikian ungkap Dr. Greves.

Perlu diketahui, hubungan seks yang teratur, dapat membuat vagina kita kendur. Namun ada cara agar otot vagina kita tetap utuh yaitu dengan melakukan senam kegel untuk mengencangkan otot dasar panggul.

Namun, ingat senam ini hanya dapat membantu kita sampai batas tertentu. Setiap tubuh berbeda dan begitu pula vagina setiap wanita.

Jika sudah terlalu lama tidak berhubungan seks, vagina tidak akan mengencang secara tiba-tiba.

Faktanya, jika Moms menghadapi masalah selama penetrasi, mungkin ada dua alasan yang menyebabkannya: kurangnya lubrikasi vagina atau kecemasan kinerja.

Kurangnya pelumas dapat menyebabkan seks yang menyakitkan dan rasa cemas (karena citra tubuh yang rendah atau disfungsi seksual lainnya) dapat membuat otot-otot di vagina Moms menyempit sehingga sulit untuk melakukan penetrasi.

Hal inilah yang mungkin memberi ilusi bahwa kurangnya seks telah membuat vagina lebih rapat.

Solusi untuk hal ini adalah foreplay yang baik dan lubrikasi yang lebih baik yang dapat membantu dalam gairah seksual dan penetrasi yang lebih baik tanpa memberikan ilusi sesak.

Jika lama tidak melakukan hubungan seks, yang mungkin terjadi adalah diameter maksimal vagina memang cenderung berubah menjadi lebih kecil namun biasanya terjadi setelah menopause.

Jika Moms menopause dan tidak melakukan hubungan seks dalam kurun waktu sekitar lima tahun, maka vagina bisa mengecil sebab kadar esterogen juga sudah turun.

Jika Moms merasa vagina yang lebih ketat dalam hal yang buruk, cobalah untuk terbuka dengan pasangan tentang apa yang Moms rasakan, dapatkan pelumas, dan berikan waktu.

Jika penyempitan terus menjadi masalah, tanyakan pada dokter apakah Moms harus mempertimbangkan menggunakan dilator untuk meregangkan kembali bukaan vagina.

Baca Juga: 6 Fakta Menakjubkan Tentang Vagina yang Jarang Diketahui

2. Vagina Jadi Lebih Kering

shutterstock_1095607307 (2).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bahkan saat Moms tidak terangsang, dinding vagina akan tetap lembap dan kenyal. Tetapi jika Moms sudah lama tidak berhubungan seks, vagina akan mungkin berada di sisi yang lebih kering saat Moms melakukan rutinitas rutin. Kekeringan saja belum tentu menjadi masalah, tetapi bisa terasa tidak nyaman.

Bukan menjadi kering sama sekali, namun memang bisa jadi vagina lebih kering ketimbang saat masih aktif secara seksual.

Kekeringan ini bukanlah masalah besar. Namun, beberapa wanita pasti akan merasa kurang nyaman.

Cara mengatasinya? Meluangkan waktu untuk masturbasi. Kekeringan lebih kecil kemungkinannya terjadi jika Moms melakukan masturbasi secara teratur, karena rangsangan dapat menyebabkan peningkatan kelembapan. Itu alasan lain untuk menambahkan "me time" ke daftar aktivitas kita.

3. Gairah Seksual Menurun

lama tidak berhubungan seks

Foto: Orami Photo Stock

Ada kemungkinan libido Moms akan turun sedikit jika sudah lama tidak berhubungan seksual. Pada beberapa orang, gairah seksual memang bisa menurun saat cuti berhubungan intim yang lama.

Dengan tidak melakukan hubungan seks, mungkin Moms bakal merasa kurang seksi dan kurang sensual dibanding saat aktif secara seksual.

Perasaan seperti itu yang bisa menurunkan gairah seksual. Namun, saat Moms kembali aktif secara seksual, kemungkinan besar libido Moms justru bakal terpompa deras!

4. Membutuhkan Waktu Lebih Lama Untuk Terangsang

shutterstock_620022425.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setelah cuti panjang dalam berhubungan seksual, jangan kaget jika Moms jadi lebih sulit untuk terangsang saat melakukannya kembali. Tentu saja ini berhubungan dengan gairah seksual yang menurun.

Moms mungkin akan memerlukan lebih banyak waktu bagi vagina untuk mendapatkan cukup pelumas atau agar jaringan benar-benar rileks kembali. Karena ketika Moms berhubungan seks secara teratur, vagina akan secara otomatis masuk ke mode gairah.

Baca Juga: 5 Posisi Seks yang Bisa Membangkitkan Gairah Aquarius

Disarankan untuk menambah waktu foreplay saat berhubungan seksual. Moms juga bisa menyiapkan lubrikan atau kondom yang sudah mengandung lubrikan untuk berjaga-jaga jika cairan vagina kurang.

Anggaplah ini sebagai alasan yang bagus untuk memperlambat dan menikmati banyak sentuhan dan ciuman saat Moms mulai berhubungan seks lagi. Meningkatkan jumlah waktu yang Moms habiskan untuk pemanasan dapat membantu jaringan vagina rileks dan menghasilkan lubrikasi. Atau bisa juga menggunakan kondom berpelumas.

Dilansir huffpost.com, Ahli kondom dan CEO Lucky Bloke, Melissa White, menyarankan untuk selektif memilih kondom berlubrikan.

Menurutnya, kondom terbaik adalah yang terbuat dari lateks dengan lubrikan yang berbahan dasar air atau silikon.

Ia tidak menyarankan untuk menggunakan lubrikan yang berbahan dasar minyak jika ingin menggunakan kondom lateks karena minyak dapat merusak kondom.

Itulah empat hal yang akan terjadi pada vagina jika Moms tidak berhubungan intim dalam jangka waktu yang lama.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait