07 Oktober 2022

Ambiguous Genitalia, Kondisi Kelamin Ganda yang Langka Terjadi

Kenali penyebab, gejala, dan cara mengobatinya

Ambiguous genitalia merupakan kondisi kelainan pada alat kelamin yang sangat langka terjadi. Kelainan ini membuat anak terlahir dengan kondisi jenis kelamin yang tidak terlihat dengan jelas.

Berhubung kondisi kelamin tidak jelas, maka anak terlihat seperti memiliki kelamin ganda, yakni laki-laki dan perempuan.

Kondisi kelamin ganda sebenarnya tidak terlalu berbahaya karena bukan termasuk suatu penyakit, melainkan kelainan pada perkembangan seksual.

Meski tidak berbahaya, tapi ambiguous genitalia ini bisa menimbulkan gangguan psikis dan sosial terhadap penderitanya hingga usianya menjadi dewasa.

Baca Juga: Memahami 5 Penyebab Kelamin Ganda Pada Bayi dan Faktor Risikonya

Penyebab Ambiguous Genitalia

Laki-laki dan Perempuan
Foto: Laki-laki dan Perempuan (www.brandwatch.com)

Ambiguous genitalia disebabkan karena terjadinya ketidasesuaian antara organ seksual eksternal dengan organ internal atau status seksual secara genetik.

Kondisi ini umumnya sudah terjadi sejak lahir atau segera setelahnya dan merupakan kejadian yang sangat langka.

Dilansir dari situs www.childrensmn.org, ambigous genitalia hanya terjadi sekitar 1% dari kelahiran bayi yang ada di seluruh dunia.

Perlu Moms ketahui kalau jenis kelamin pada anak ditentukan oleh gabungan kromosom antara sel sperma ayah dengan sel telur ibu yang terjadi pada saat pembuahan.

Jika pada masa pembuahan, janin memiliki kromosom X dari ayah dan satu kromosom X dari ibu, nantinya ia akan memiliki dua kromosom XX sehingga akan berkelamin perempuan.

Sebaliknya, jika janin menerima satu kromosom dari X dari ayah dan satu kromosom Y dari ibu, janin akan berjenis kelamin laki-laki.

Baca Juga: Herpes Genital: Ketahui Gejala, Penyebab, serta Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Kelamin Ini

Sayangnya, dalam kasus ambiguous genitalia, kondisi ini tidak terjadi sehingga menyebabkan kondisi kelamin ganda.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah jurnal penelitian yang didapat dari National Library of Medicine yang menjelaskan kalau kondisi langka ini terjadi karena ketidakseimbangan kromosom yang ada pada janin.

Selain dikarenakan kelainan kromosom, ambigous genitalia juga bisa disebabkan oleh faktor lainnya seperti:

  • Kurangnya produksi hormon tertentu yang menyebabkan embrio berkembang dengan tipe tubuh wanita atau pria, terlepas dari jenis kelamin genetiknya.
  • Kurangnya reseptor seluler testosteron.
  • Hiperplasia adrenal kongenital yang merupakan kondisi dimana kelenjar adrenal bekerja terlalu aktif sehingga produksi hormon androgen menjadi berlebihan.
  • Hermafroditisme sejati.
  • Pseudohermafroditisme yang merupakan pembesaran kelenjar adrenal.

Baca Juga: Bayi Lahir dengan Kelamin Ganda (Interseks), Haruskah Operasi?

Gejala Ambiguous Genitalia

Gejala Ambiguous Genitalia
Foto: Gejala Ambiguous Genitalia (www.goodtherapy.org)

Untuk gejala dari ambiguous genitalia, sebenarnya bisa dilihat dari saat pertama kali bayi dilahirkan.

Tapi gejala ambiguous genitalia juga bisa terlihat pada saat kehamilan yang sudah memasuki semester akhir atau pada saat usia janin sudah 9 bulan.

Gejala yang ditunjukkan ini berbeda tergantung pada struktur genetiknya, apakah bayi tersebut perempuan atau laki-laki.

Pada bayi yang memiliki struktur genetik perempuan, gejala yang ditunjukkan seperti:

  • Benjolan yang teraba pada alat kelamin seperti testis karena labia yang yang menutup.
  • Klitoris yang membesar dan bisa menyerupai penis.
  • Labia yang tertutup atau labia disertai lipatan dan menyerupai skrotum.

Baca Juga: 15 Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi Tanpa USG

Sementara pada bayi yang memiliki struktur genetik laki-laki, gejala yang ditunjukkan adalah:

  • Skrotum yang tidak disertai testis dengan bentuk menyerupai labia.
  • Skrotum tanpa adanya mikropenis atau penis yang memiliki ukuran sangat kecil.
  • Tidak ada testis pada struktur yang menyerupai skrotum.
  • Ukuran penis sangat kecil dengan ujung uretra yang mendekati skrotum.
  • Uretra tidak terbentuk hingga ujung penis.
  • Testus tidak turun dan skrotum kosong yang terlihat seperti labia.

Baca Juga: Benarkah Posisi Seks Pengaruhi Jenis Kelamin Bayi?

Cara Mengobati dan Perawatan

Terapi Pengobatan
Foto: Terapi Pengobatan (istockphoto.com)

Kondisi ambiguous genitalia pada bayi sebenarnya bisa diobati. Pengobatan ini sangat diperlukan karena bisa menjaga fungsi seksual dan kesuburan dari pasien ketika mereka dewasa nanti.

Pengobatan ambiguous genitalia juga bertujuan untuk mencegah tekanan sosial dari masyarakat dan menjaga kondisi psikologis pasien agar tetap stabil.

Berhubung bayi memiliki dua jenis kelamin, maka Moms harus memutuskan terlebih dahulu jenis kelamin apa yang akan dipilih.

Setelah jenis kelamin ditentukan, maka Moms bisa langsung melakukan pengobatan. Untuk pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan cara:

1. Operasi

Cara pengobatan yang pertama adalah dengan melakukan operasi. Ini adalah langkah pertama jika ingin mengobati ambigous genitalia.

Operasi dilakukan dengan cara pembedahan organ kelamin bayi. Tujuannya adalah untuk membentuk organ kelamin eksternal agar lebih tampak normal.

Untuk pembedahan akan dilakukan oleh dokter dari berbagai bidang spesialis.

Baca Juga: Simak Penyakit Kelamin yang Mengganggu Fertilitas dan Perlu Diwaspadai

2. Terapi Hormon

Dokter dan Bayi
Foto: Dokter dan Bayi (Parents.com)

Cara pengobatan yang kedua adalah dengan melakukan terapi hormon. Terapi hormon diberikan kepada bayi yang memiliki ketidakseimbangan hormon.

Jadi tujuannya adalah dengan menyeimbangkan hormon reproduksi.

3. Konsultasi ke Psikologi Anak

Cara yang ketiga adalah dengan melakukan konsultasi ke psikologi anak. Cara terakhir ini dilakukan supaya nantinya perkembangan mental dari anak tetap terjaga.

Tahapan konsultasi harus dilakukan oleh anak supaya psikiater bisa mengarahkan anak dengan baik.

Baca Juga: Jenis-Jenis Penyakit yang Disebabkan oleh Virus dan Menyerang Sistem Pernapasan Juga Kelamin

Apakah Pengidap Ambiguous Genitalia Bisa Memiliki Keturunan?

Memiliki Keturunan
Foto: Memiliki Keturunan (www.irishtimes.com)

Banyak orang tua yang mempertanyakan, apakah anak mereka yang memiliki ambigous genitalia ini bisa memiliki keturunan atau tidak?

Bagi orang yang mengalami ambiguous genitalia sebenarnya tetap bisa memiliki anak, tapi kemungkinannya terbilang cukup kecil.

Hal ini disebabkan karena kondisi ini bisa menyebabkan ketidaksuburuan dan gangguan fungsi seksual pada seseorang sehingga kemungkinan besar sulit untuk memiliki keturunan saat sudah dewasa nanti.

Meski demikian, Moms bisa memfasilitasi fungsi seksual dengan menjaga kesuburan anak hingga ia dewasa.

Itulah penjelasan mengenai ambiguous genitalia yang perlu Moms ketahui. Semoga dengan adanya informasi di atas bisa menambah pengetahuan Moms mengenai dunia medis.

  • https://medlineplus.gov/ency/article/003269.htm#:~:text=Ambiguous%20genitalia%20is%20a%20birth,a%20boy%20or%20a%20girl.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ambiguous-genitalia/symptoms-causes/syc-20369273
  • https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/a_/ambiguous-(uncertain)-genitalia
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279168/
  • https://www.texaschildrens.org/health/ambiguous-genitalia
  • https://www.merriam-webster.com/medical/ambiguous%20genitalia

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb