ADVERTISEMENT

TRIMESTER 3
22 Maret 2022

Sakit Punggung Saat Hamil: Gejala, Penyebab, dan Cara Mudah Mengatasinya

Hindari membungkuk saat sedang hamil untuk mencegah cedera dan sakit punggung
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Sakit punggung saat hamil bisa jadi gejala yang cukup mengganggu, terlebih memasuki trimester akhir kehamilan.

Selama hamil, janin yang berkembang dengan baik tentu menjadi kabar menggembirakan untuk Moms.

Sayangnya, mungkin Moms akan mengalami masalah lain selama hamil, yakni sakit punggung.

“Masalah pada punggung akan berlangsung di trimester kedua kehamilan dan bisa berlangsung hingga akhir kehamilan,” ujar Tracy Johnson, MD, seorang dokter obgyn, melansir dalam webmd.com.

Baca Juga: 15 Manfaat Berhubungan saat Hamil Tua, Salah Satunya Memperlancar Persalinan!

Gejala Sakit Punggung Saat Hamil

Foto: Penyebab Sakit Punggung saat Kehamilan-4.jpg

ADVERTISEMENT

Foto: Orami Photo Stocks

Nyeri punggung saat hamil biasanya terjadi ketika panggul bertemu dengan tulang belakang, khususnya di sendi sakroiliaka.

Melansir Cedars-Sinai gejala umum dari sakit punggung saat hamil ini meliputi:

ADVERTISEMENT

Nyeri di bagian belakang panggul adalah 4 kali lebih umum daripada nyeri punggung pada kehamilan.

Sakit punggung ini akan menjalar ke tulang ekor dan bagian bokong ibu hamil.

Tak jarang, wanita yang sedang mangandung pun jadi sulit beraktivas akibat sakit yang tak tertahankan.

Baca Juga: 17 Obat Batuk untuk Ibu Hamil, Mulai dari yang Alami Sampai Medis

Penyebab Sakit Punggung Saat Hamil

Foto: nyeri punggung saat hamil 01.jpg (betterhealthosteopathy.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Ada banyak kemungkinan alasan mengapa kondisi ini kerap terjadi. Mulai dari masalah ringan sampai berat pun bisa menyebabkan nyeri punggung saat hamil.

Sejumlah faktor penyebab sakit punggung di kala kehamilan yakni, meliputi:

1. Berat Badan Bertambah

Selama kehamilan yang sehat, wanita biasanya mengalami kenaikan berat badan 12 sampai 15 kilogram.

Bayangkan saja jika tulang belakang harus menopang berat tersebut. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan sakit punggung saat hamil bagian bawah.

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Berat bayi yang tumbuh akan menekan bagian rahim, serta pembuluh darah dan saraf di panggul dan punggung.

2. Hormon Tidak Teratur

Foto: Sakit Punggung saat Hamil, Ini 5 Penyebabnya 3.jpg (https://parenting.firstcry.com/)

Foto: Orami Photo Stocks

University of Rochester Medical Center menjelaskan nyeri punggung juga bisa disebabkan karena hormon yang berubah.

Selama kehamilan, tubuh memproduksi hormon relaksin yang memungkinkan ligamen di daerah panggul lebih rileks.

Kondisi ini nantinya memengaruhi sendi menjadi lebih longgar untuk persiapan kelahiran.

Namun, hormon yang tak stabil menyebabkan tulang belakang menjadi kendur dan terasa sakit.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Obat Mual Saat Hamil untuk Moms yang Mengalami Morning Sickness, Catat!

3. Aktivitas Berlebihan

Begitu Moms melakukan terlalu banyak aktivitas fisik di siang hari, ini dapat menyebabkan sakit punggung.

Untuk mencegah hal ini, cobalah untuk tidak terlalu bergerak berlebihan di kala kehamilan.

Bisa dengan diimbangi olahraga untuk ibu hamil yang aman dilakukan.

National Health Service UK mengungkapkan, jenis olahraga untuk ibu hamil yang dapat meredakan sakit punggung adalah yoga dan berenang.

Diketahui, jenis olahraga tersebut dapat menopang punggung dengan lebih baik.

4. Jarang Berolahraga

ADVERTISEMENT

Foto: Penyebab Sakit Punggung saat Kehamilan-1.jpg

Foto: babycentre.co.uk

Sebaliknya, penyebab nyeri punggung saat hamil juga bisa karena kurang bergerak atau berolahraga.

Dilansir dari Current Reviews in Musculoskeletal Medicine duduk sepanjang hari tanpa aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko nyeri punggung saat hamil.

Ini pun ditambah kenaikan berat badan yang terlalu banyak selama kehamilan.

"Peningkatan berat badan yang berlebihan selama kehamilan meningkatkan risiko melahirkan bayi obesitas” ungkap Lisa Bodnar, associate profesor kandungan dan kebidanan di Universitas Pittsburgh.

Baca Juga: 3 Rumus Taksiran Berat Janin dan Cara Menghitungnya, Bumil Wajib Tahu!

5. Memiliki Riwayat Sakit Punggung Kronis

ADVERTISEMENT

Jika sebelum hamil Moms sudah mengalami nyeri punggung kronis atau memiliki masalah lumbar, waspadalah.

Pasalnya, ada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami nyeri punggung selama awal kehamilan.

Setiap ibu hamil dapat mengalami tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Lebih baik konsultasikan ke dokter mengenai hal ini agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Kepala Bayi Peyang? Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya

Cara Mengatasi Nyeri Punggung Saat Hamil

Foto: Penyebab Sakit Punggung saat Kehamilan-3.jpg

Foto: forteelements.com

Memang, semakin besar ukuran janin akan berpeluang nyeri pada punggung. Tetapi, Moms tak perlu khawatir sebab nyeri bisa berkurang jelas pasca melahirkan.

Maka dari itu, Moms perlu melakukan beberapa cara untuk mengatasi sakit punggung saat kehamilan antara lain:

1. Olahraga Rutin

Olahraga teratur memperkuat otot dan meningkatkan fleksibilitas. Hal itu bisa mengurangi tekanan pada tulang belakang.

Olahraga yang aman untuk sebagian besar wanita hamil termasuk berjalan, berenang, dan bersepeda statis.

Hindari olahraga dengan intensitas tinggi untuk mencegah gangguan perkembangan janin.

2. Terapi Akupuntur

Foto: atasi sakit punggung saat hamil dengan akupuntur.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pengobatan alternatif seperti akupuntur juga patut dicoba.

Ini adalah bentuk pengobatan Tiongkok di mana jarum tipis dimasukkan ke kulit di lokasi tertentu.

Akupuntur untuk ibu hamil ini yakni membantu meningkatkan kesehatan dan meringankan gejala dengan melepaskan energi negatif.

Ada berbagai bukti bahwa akupunktur dapat memperbaiki nyeri punggung bawah, serta nyeri pelvis pada kehamilan.

3. Kompres Air Dingin dan Hangat

Selain itu, mengompres air panas dan dingin ke punggung bisa membantu.

Jika dokter Moms memperbolehkan, letakkan kompres dingin atau es batu yang dibungkus dengan handuk.

Setelah itu, tempelkan pada area yang terasa nyeri sekitar 20 menit beberapa kali sehari.

Setelah dua atau tiga hari, gantilah ke kompresan air hangat. Letakkan bantal pemanas atau botol hangat di bagian yang sakit.

Hati-hati jangan sampai memanaskan perut berlebihan selama kehamilan.

Baca Juga: Program Hamil Kembar, Mulai dari Cara Alami hingga Medis

4. Bergerak Perlahan

Foto: nyeri punggung saat hamil 02.jpg (pregnancylovetoknow.com)

Foto: pregnantpain.com

Cobalah untuk bergerak secara perlahan ketika hendak berdiri dari tempat duduk atau sebaliknya.

Gerakan yang pelan akan membuat punggung lebih nyaman dan tidak tersentak. Demikian juga saat melakukan kegiatan lain, lakukan secara perlahan.

Jika Moms harus duduk di bangku dalam waktu yang lama, pastikan kursi dapat menopang pinggul hingga seluruh punggung.

Gunakan bantal dengan ketebalan yang pas sebagai penyangga.

Baca Juga: 18 Buah untuk Melancarkan Buang Air Besar Bagi Ibu Hamil

5. Yoga Kehamilan

Yoga prenatal atau kehamilan cukup membantu mengatasi sakit punggung saat hamil. Selain itu, ini juga dapat melatih pernapasan menjadi lebih stabil.

Efek positif lain yang mungkin dirasakan adalah tidur lebih nyenyak dan berkualitas.

Nah, apakah Moms termasuk yang pernah mengalami nyeri punggung saat hamil? Coba lakukan beberapa tips di atas agar terhindar dari kondisi seperti ini, ya.

  • https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/b/back-pain-during-pregnancy.html
  • https://www.webmd.com/baby/guide/back-pain-in-pregnancy
  • https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=134&contentid=52
  • https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/backache-pregnant/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2684210/

Sebelumnya

13 Konsep Maternity Unik dan Inspirasi dari para Artis, Yuk Abadikan Potret Kehamilan yang Berkesan
Nurul Aulia Ahmad • 21 Mar 2022

Selanjutnya

Ketika Menjelang Melahirkan Apakah Bayi Masih Bergerak Aktif? Cari Tahu Tandanya, Yuk Moms!
Amelia Puteri • 23 Mar 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT