01 Februari 2021

Lengkapi Nutrisi Anak yang Alergi Susu Sapi dengan Formula Soya

Pantau reaksi Si Kecil setelah menyusui untuk melihat jika ada tanda ia alergi susu sapi

Susu merupakan salah satu sumber nutrisi untuk anak. Namun, tidak semua anak cocok minum susu sapi. Ada beberapa anak yang mengalami reaksi seperti gatal-gatal, muntah, ruam kulit, hingga muntah darah setelah mengkonsumsi susu sapi. Reaksi-reaksi tersebut dapat mengindikasikan Si Kecil mengalami alergi susu sapi atau intoleransi laktosa.

Menurut data dari American College of Allergy, Asthma & Immunology, sekitar 2-3 persen anak-anak di bawah 3 tahun alergi terhadap susu.

Dr Martin Brueton, seorang konsultan gastroenterologi anak di Chelsea dan Rumah Sakit Westminster, London, mengatakan orang tua harus segera mengunjungi dokter ketika anak alergi susu sapi.

“Orang tua tidak boleh panik saat anak alergi susu sapi. Segera konsultasi dengan dokter anak untuk tindakan yang tepat,” ujarnya.

Seperti nutrisi lainnya saat menyusui, protein susu dalam makanan Moms juga akan diturunkan ke anak melalui ASI.

Kadang-kadang, ruam dapat berkembang setelah menyusui, hal ini terjadi jika anak alergi terhadap makanan yang ibu konsumsi.

Jika anak minum susu formula, akan lebih mudah untuk menentukan bahwa anak alergi susu sapi atau tidak.

Baca Juga: Waspadai Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Formula

Alergi Susu Sapi pada Anak

bayi alergi susu sapi
Foto: bayi alergi susu sapi

Foto: Orami Photo Stocks

Selain ASI eksklusif, susu formula adalah nutrisi lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan buah hati.

Namun, banyak anak yang alergi susu sapi, disebabkan tidak mampu mencerna kandungan protein dalam susu. Ia menganggap ini sebagai zat yang berbahaya bagi sistem kekebalan tubuh.

Para ibu bisa memilih dari rangkaian pengganti susu sapi yang tersedia saat ini untuk memenuhi asupan susu pada anak dengan alergi susu sapi.

Dilansir dari National Health Service, anak alergi susu sapi atau dikenal juga dengan cows’ milk allergy (CMA) umumnya akan mereda saat Si Kecil berusia 5 tahun.

Ada dua jenis ketika anak alergi susu sapi, antara lain:

  • Alergi susu sapi langsung, ketika gejala langsung terjadi beberapa menit setelah anak minum susu sapi.
  • Alergi susu sapi tertunda, ketika gejala muncul beberapa jam, bahkan hari, setelah anak minum susu sapi.

Baca Juga: ASI Eksklusif Dapat Cegah Stunting, Benarkah?

Jika dokter mendiagnosis anak mengidap alergi susu sapi, maka ia mungkin merekomendasikan untuk menggantikan alternatif susu sapi sebagai konsumsi sehari-hari.

Ciri-ciri Anak Alergi Susu Sapi

cici-ciri bayi alergi susu
Foto: cici-ciri bayi alergi susu

Foto: Orami Photo Stocks

Gejala alergi susu sapi, berbeda dari anak ke anak, ada yang terjadi beberapa menit hingga beberapa jam setelah anak Moms mengonsumsi susu atau makan produk susu.

Selain gatal-gatal, ada ciri-ciri lain anak alergi susu sapi yang perlu Moms tahu. Jangan sampai salah diagnosis ya Moms.

Berikut ciri-ciri alergi susu sapi, antara lain:

  • Reaksi alergi di kulit, kulit memerah, gatal, bengkak di bibir, wajah, dan sekitar mata.
  • Masalah pencernaan, sakit perut, mual, muntah, kolik, diare, atau sembelit.
  • Gejala seperti demam, ingusan atau hidung tersumbat.
  • Eksim yang tidak kunjung sembuh setelah perawatan.
  • Muntah.
  • Sesak napas.

Anak alergi susu sapi juga bisa menimbulkan gejala tiba-tiba seperti bengkak di mulut, tenggorokan, batuk, napas tersengal-sengal, dan napas yang berbunyi kencang.

Bila terjadi gejala yang cukup parah, segera kunjungi dokter ya, Moms.

Dokter akan mengecek kondisi fisik anak dan tes alergi di kulit, serta mendiskusikan histori alergi di keluarga.

Bila dokter mendiagnosis anak dengan alergi susu sapi, biasanya Moms diminta menyingkirkan susu sapi dari makanan Si Kecil atau mengubah susu formula dengan susu hypoallergenic atau susu soya.

Setelah Si Kecil sudah tidak mengonsumsi susu sapi selama seminggu, dokter mungkin akan mencoba memberikan susu sapi kembali untuk mengecek apakah ia masih memiliki reaksi alergi.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Alergi Telur pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Perbedaan Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa

Perbedaan Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa.jpg
Foto: Perbedaan Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Meski terkesan mirip, alergi susu sapi berbeda dengan intoleransi laktosa ya, Moms.

Diketahui alergi susu sapi terjadi ketika imunitas tubuh Si Kecil menganggap protein dalam susu sapi, sebagai zat yang berbahaya.

Mengutip Food Allergy Research & Nutrition, alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein makanan tertentu.

Saat makan atau minum protein tertentu, ini dapat memicu reaksi alergi susu sapi. Gejalanya bisa berkisar dari ringan (ruam, gatal-gatal, gatal, bengkak) hingga sulit bernapas dan dapat mengancam nyawa.

Sedangkan, intoleransi laktosa tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh.

Intoleransi laktosa adalah reaksi tubuh yang tidak bisa mencerna laktosa, gula alami di dalam susu. Dalam arti lain, kondisi intoleransi laktosa itu bukan alergi, Moms.

Anak yang mengalami intoleransi laktosa sulit mencerna enzim laktase dalam tubuh. Laktase memecah laktosa, gula yang ditemukan dalam susu dan produk susu.

Mereka mungkin mengalami gejala seperti mual, kram, gas, kembung, dan diare. Meskipun intoleransi laktosa dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang luar biasa, ini tidak mengancam jiwa.

Baca Juga: Ini Cara Membedakan Anak Alergi Dingin atau Pilek

Mengutip Everyday Health, jika anak dengan intoleransi laktosa, masih bisa mentolerir sejumlah kecil produk susu. Seperti keju, yougurt dan produk lainnya.

Sedangkan untuk anak alergi susu sapi, perlu membaca label dan menghindari makanan yang mengandung produk olahan susu, termasuk yang mengandung bahan kasein, whey, laktulosa, laktalbumin, dan ghee.

Nah, dalam mengatasi hal ini, susu formula soya menjadi pilihan tepat untuk Si Kecil yang berusia 1-5 tahun.

Mengapa Formula Soya Baik untuk Menggantikan Susu Sapi?

perbedaan alergi susu sapi dan intoleransi laktosa
Foto: perbedaan alergi susu sapi dan intoleransi laktosa

Foto: Orami Photo Stock

Susu soya mengandung kalori dan nutrisi penting dalam jumlah yang sama dengan jenis susu formula sapi anak lainnya, lho. Oleh karena itu, mereka memiliki kemampuan yang sama untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak.

The American Journal of Clinical Nutrition memaparkan, susu soya baik dan aman untuk dikonsumsi anak usia 1 tahun ke atas, serta banyak manfaat yang dimilikinya.

Ia merupakan sumber protein, kalsium dan kalium yang baik untuk pertumbuhan tulang anak. Kandungan ini juga untuk membentuk antibodi dalam menjaga sistem kekebalan lebih kuat.

Selain itu, susu soya juga mengandung protein lebih tinggi dibandingkan susu almond, sebagai alternatif alergi susu sapi.

Setiap cangkir susu soya memiliki 7 gram protein, sedangkan susu almond hanya mengandung 2g protein per cangkir. Itu berarti susu kedelai memiliki protein 3 kali lebih banyak dalam satu cangkir.

Anak yang diberi formula soya, biasanya menerima lebih banyak isoflavon kedelai daripada anak yang disusui atau diberi susu formula sapi.

Dalam jurnal Antioxidants, isoflavon adalah flavonoid utama dalam biji kedelai yang memiliki potensi sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal bebas dan mencegah penyakit kardiovaskuler, kanker dan jantung.

Baca Juga: 5 Penyebab Perut Kembung Pada Balita, Salah Satunya Intoleransi Laktosa!

Manfaat Formula Soya untuk Anak

Susu Formula Bayi untuk Alergi Susu Sapi?
Foto: Susu Formula Bayi untuk Alergi Susu Sapi? (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stocks

Dilansir dari Healthy Children, anak normalnya mengonsumsi susu 2 kali per harinya. ASI ekslusif sangat dianjurkan untuk anak usia di bawah satu tahun.

Formula soya bisa dimulai ketika anak beranjak usia 1 tahun atau lebih. Ini juga dibarengi dengan asupan makanan lainnya untuk pertumbuhan yang optimal.

Lantas apa saja manfaat formula soya untuk anak?

1. Kaya akan Vitamin

Ia mengandung tinggi protein, zat besi, dan berbagai vitamin penting untuk perkembangan anak yang sehat. Formula soya rendah lemak, juga dapat membantu menjaga berat badan yang sehat pada anak.

Selain itu, minum susu soya, memastikan asupan kalsium yang cukup karena ia diperkaya memiliki vitamin D yang meningkatkan penyerapan kalsium pada tulang, lho.

2. Melancarkan Pencernaan

Bayi sembelit kerap terjadi, terutama bagi mereka yang memulai konsumsi susu formula dan MPASI.

Nah, khasiat dari formula soya sendiri yakni dapat melancarkan pencernaan anak dan mencegah dari sembelit ataupun diare, Moms.

Karena kandungan seratnya yang tinggi, anak yang mengonsumsi susu soya kemungkinan lebih kecil mengalami masalah usus dan BAB tidak lancar.

Selain itu, ia juga menurunkan risiko masalah jantung dan obesitas anak pada anak.

3. Mengurangi Lemak Membandel

Kadar lemak jahat yang terlalu tinggi dapat memicu gangguan kesehatan dan penyakit seiring buah hati tumbuh.

Untungnya, formula soya justru mengandung lemak tak jenuh yang jika diminum secara teratur dapat mengurangi kadar lemak jahat dalam tubuh Si Kecil yang alergi susu sapi.

Baca Juga: Ketahui 10 Jenis Alergi pada Anak, dan Cara Mengatasinya

Susu soya untuk anak tidak memiliki kandungan hewani di dalamnya, jadi tidak akan memicu munculnya masalah kesehatan yang disebabkan oleh anak yang tidak cocok minum susu sapi.

Hal ini yang membuat susu kedelai aman dikonsumsi Si Kecil yang alergi susu sapi.

Mengatasi Anak Alergi Susu Sapi

Pencegahan yang paling baik ketika anak alergi susu sapi adalah memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan.

Menurut jurnal dalam situs PLOS One Publications, memberikan ASI eksklusif pada awal kehidupan dapat secara langsung mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kelangsungan hidup Si Kecil ke depannya.

Cobalah beberapa tips mengatasi anak yang mengalami alergi susu sapi berikut ini, untuk menjaga tumbuh kembang buah hati tetap terjaga dengan baik.

1. Hindari Pemberian Susu Sapi dan Turunannya

alergi susu sapi
Foto: alergi susu sapi

Foto: cyclingmagazine.ca

Ini tentu harus menjadi prioritas Moms jika anak alergi susu sapi, setidaknya sejak usia dini.

Alergi susu sapi cenderung mereda ketika sistem pencernaan anak matang. Jika masih menyusui, Moms juga harus menghindari makanan dan minuman berbasis susu.

Menghindari susu dan turunannya adalah satu-satunya cara untuk mengatasi alergi susu sapi.

Namun, jika ingin tetap mendapatkan cukup kalsium untuk Moms dan Si Kecil yang hilang karena menghindari susu sapi, mengonsumsi suplemen kalsium atau alternatif susu sapi seperti formula soya adalah pilihan tepat.

Pilihan lain adalah memberikan Si Kecil makan dengan formula berbasis kasein yang dihidrolisis secara ekstensif.

Formula jenis ini mengandung protein yang telah dipecah, sehingga berbeda dari protein susu sapi dan tidak menyebabkan reaksi alergi.

Baca Juga: Ini 4 Resep Anak yang Susah Makan, Bikin Lahap!

2. Cek Label Makanan dan Minuman

Ini Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi -2.jpg
Foto: Ini Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi -2.jpg

Foto: gettyimages.com

Melihat daftar produk susu dapat membantu jika Moms tidak yakin apa yang harus dihindari sebelum memberikan makanan pada anak yang memiliki alergi susu sapi.

Penting untuk membaca label makanan, bahkan jika dituliskan non-dairy atau milk-free karena tidak semuanya benar-benar bebas susu.

Makanan dan minuman yang mengandung susu sapi di antaranya:

  • Mentega
  • Keju
  • Krim
  • Yoghurt

Menurut Kids With Food Allergies, hanya ada dua turunan susu yang disebut laktoferin dan tagatose yang aman bagi kebanyakan anak dengan alergi susu sapi.

Meski begitu, jika nama-nama tersebut terdapat dalam kemasan makanan atau minuman untuk Moms dan Si Kecil, akan lebih baik utnuk menghindarinya.

Baca Juga: Alergi Susu Bisa Sebabkan Anafilaksis Lho Moms, Waspada!

3. Ganti dengan Mengonsumsi Makanan Alternatif

Ini Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi -3.png
Foto: Ini Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi -3.png

Foto: insights.ibx.com

Ada banyak alternatif susu sapi saat ini. Beberapa pilihan di antarnya adalah susu kelapa, susu kedelai dan susu almond.

Pastikan Moms memilih susu almond tanpa pemanis. Nutrisi susu almond yang dibeli di toko biasanya mencakup sejumlah besar vitamin E, vitamin D, dan kalsium.

Santan adalah pilihan lain yang lezat dan sarat dengan lemak sehat.

Santan juga mengandung nutrisi penting seperti mangan, besi, fosfor, kalium, selenium, tembaga, magnesium dan banyak lagi dalam setiap porsi.

Lengkapi juga nutrisi untuk Moms dan anak dengan mengonsumsi makan sumber kalsium. Misalnya dengan sayuran berdaun hijau, salmon, brokoli, dan jus buah.

4. Memasak Sendiri di Rumah

Ini Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi -4.jpg
Foto: Ini Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi -4.jpg

Foto: alive.com

Salah satu cara terbaik untuk menghindari susu adalah dengan membuat sendiri makanan atau minuman yang akan dikunsumsi oleh Moms dan Si Kecil.

Dengan cara ini, Moms akan menghindari bahan-bahan yang terlarang untuk dikonsumsi oleh anak yang alergi susu sapi.

Menggunakan bahan makanan utuh yang dimasak sendiri akan menghindari kerancuan label makanan dan produsen makanan olahan.

Baca Juga: Alternatif Pengganti Susu Sapi untuk Anak yang Alergi Susu

5. Utamakan ASI Ekslusif

manfaat asi ekslusif hero banner magz (1510x849)
Foto: manfaat asi ekslusif hero banner magz (1510x849) (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam jurnalPediatrics, anak terus menyusui hingga usia 1 tahun, sedangkan World Health Organization (WHO) merekomendasikan menyusui hingga setidaknya berusia 2 tahun.

Jadi jika balita masih menyusui 3-4 kali sehari, Moms tidak perlu menambahkan susu sapi.

Bagaimanapun, ASI ekslusif memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi daripada susu sapi utuh (untuk mendukung perkembangan otak), dan nutrisi dalam ASI secara signifikan lebih banyak tersedia.

Tubuh anak dapat menyerap dan menggunakan nutrisi tersebut dengan lebih baik dan juga untuk mencegah inflamasi dalam tubuh.

Baca Juga: Kebaikan Formula Soya untuk Tumbuh Kembang Si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi

vidoran Xmart Soya 1+ Solusi Tepat Pengganti Susu Sapi

vidoran Xmart Soya 1+ adalah susu pertumbuhan dengan isolat protein soya dan bebas laktosa. Ini adalah salah satu pilihan tepat untuk mengatasi anak yang tidak cocok minum susu sapi dan intolenrasi terhadap laktosa.

Tahukah Moms? vidoran Xmart Soya 1+ dibuat dari isolat protein soya dari kedelai pilihan Amerika, yang merupakan negara penghasil soya terbesar di dunia, lho!

Isolat protein kedelai adalah bentuk protein paling murni dalam kedelai yang mengandung 90 persen protein. Sehingga tak kalah baik dengan susu sapi pada umumnya.

Menariknya lagi, vidoran Xmart Soya 1+ merupakan satu-satunya formula soya yang mengandung Cod Liver Oil yang kaya akan vitamin A dan D untuk perkembangan otak, perkembangan mata dan tulang Si Kecil.

Selain itu, vidoran Xmart Soya juga dilengkapi dengan Vitamin C dan D3 untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tersedia dalam rasa madu yang disukai anak. Cocok untuk dikonsumsi anak usia 1 tahun ke atas, Moms.

Untuk membantu tumbuh kembang anak, ia juga diformulasikan khusus mengandung Omega 3 dan Omega 6, serta 12 Vitamin dan 7 Mineral baik untuk tubuh.

vidoran Xmart Soya 1+ hadir untuk membantu memenuhi nutrisi harian anak yang tidak cocok susu sapi serta mendukung aktivitas dan eksplorasinya terhadap dunia yang lebih luas.

Khasiat formula soya juga memberikan kenyamanan bagi pencernaan Si Kecil yang tidak dapat mengkonsumsi susu sapi dan tidak dapat mencerna laktosa.

Baca Juga: Ini 10 Bahan Kaos Terbaik untuk Anak dan Bayi, Jangan Salah Pilih!

Itulah beberapa ciri-ciri dan cara untuk mengatasi anak alergi susu sapi yang bisa dicoba. Selain itu, jangan lupa untuk terus berkonsultasi dengan dokter ya Moms.

(ADV)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.