Newborn

6 Mei 2021

Bayi Sering Ngulet, Kapan Perlu Khawatir?

Alasan di balik bayi sering ngulet, berbahayakah?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Bayi sering ngulet bisa dijadikan sebagai salah satu caranya berkomunikasi. Ya, seperti yang sudah kita ketahui, bayi memang belum bisa berkomunikasi dengan baik.

Dilansir dari sebuah jurnal yang berjudul Current Concepts in Muscle Stretching For Excercise and Rehabilitation, ngulet sendiri adalah aktivitas yang banyak dilakukan oleh atlet, orang dewasa, pasien rehabilitasi dan juga orang yang melakukan program fitnes. Lalu bagaimana dengan bayi?

Bayi sering ngulet pun bisa menjadi tanda bahwa ia sedang meregangkan tubuh dan otot mereka. Biasanya bayi sering ngulet usai bangun dari tidur yang panjang.

Jika melihat ini, Moms pasti merasa gemas sekali, ya! Meski menggemaskan, namun tak jarang Moms yang khawatir mengenai bayi sering ngulet ini.

Hal tersebut dikarenakan ada beberapa kondisi berbahaya yang ditandai dengan bayi sering ngulet. Lalu, bagaimana cara membedakannya?

Ciri Bayi Sering Ngulet Normal

Bayi Sering Ngulet

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah disebutkan, untuk meregangkan otot di tubuhnya, bayi sering ngulet sangatlah wajar. Lalu, bagaimana membedakan wajar dan tidaknya?

Dilansir dari Healthy Children, bayi pada usia dua bulan akan lebih aktif menendang kakinya. Ia pun akan melakukan posisi ngulet dan meluruskan kakinya yang ditarik ke atas.

Jika bayi sering ngulet dan namun diikuti dengan tangisan dan teriakan yang terjadi dalam waktu singkat dan tidak terus menerus, maka Moms tidak perlu khawatir, ya!

Beberapa bayi mungki ngulet karena ia tak ingin dipegang. Hal ini bisa juga terjadi jika ia tidak merasa nyaman.

Jadi, jika bayi sering ngulet namun tidak ditandai hal meresahkan lainnya, Moms tidak perlu khawatir ya.

Selain meregangkan otot, ada beberapa penyebab lain bayi sering ngulet. Ini dia!

1. Bayi Ngulet dan Melotot

Pernahkah Moms melihat Si Kecil ngilet sembari melotot? Nah ketika hal ini terjadi, tandanya Si Kecil sedang bersiap untuk buang air besar.

Bayi yang baru lahir sendiri memiliki ritme buang air besar yang lebih sering ketimbang orang dewasa. Si Kecil sendiri ketika baru lahir bisa buang air besar sebanyak 8 hingga 12 kali dalam satu hari.

Hal tersebutlah yang membuat bayi sering ngulet dengan mata yang sedikit melotot.

Ketika buang air besar, tekstur feses yang dimilikinya pun masih encer. Jangan salah, feses bayi juga bisa memiliki tekstur padat, Moms.

Baca Juga: 5 Penyebab Bayi Menangis Setelah Menyusu

2. Bayi Ngulet untuk Mendorong Gas di Perut

Salah satu alasan bayi sering ngulet selanjutnya adalah karena ia ingin mendorong gas di dalam perutnya. Jika hal ini terjadi, maka Moms tidak perlu khawatir ya.

Bayi sering ngulet dilakukan untuk mendorong gas di dalam perut yang sudah menumpuk. Biasanya Si Kecil akan merasa lebih tenang dan lega setelah ngilet.

Nah, usai mengetahui ciri bayi ngulet yang tidak perlu dikhawatirkan. Berikut ciri-ciri bayi sering ngulet yang patut Moms waspadai.

Ciri-ciri Bayi Sering Ngulet yang Perlu Diwaspadai

Bayi Sering Ngulet

Foto: Orami Photo Stock

Nah Moms, jika Si kecul ngulet karena ingin buang air besir dan buang angin, ngulet bukanlah sebuah hal yang perlu diwaspadai. Kendati demikian, ada beberapa ciri bayi sering ngulet yang menjadi tanda kondisi yang bisa membahayakan. Ini dia!

1. Kondisi Kolik Atau Refluks

Ketika Si Kecil sering ngulet karena memiliki kondisi kolik atau refluks, hal ini patut diwaspadai ya, Moms! Biasanya bukan hanya ngulet, bayi akan terus menagis lebih dari 3 jam dalam satu hari.

Tak hanya itu, setidaknya bayi akan rewel selama 3 hari dalam sepekan. Kondisi ini pun bisa berlangsung selama 3 minggu atau bahkan lebih.

Tak sampai sana nih, Moms! Bayi yang sering ngulet hingga posisi atau postur badannya melengkung bisa jadi tanda ia sulit dalam mencerna makanan.

Biasanya, ketika Si Kecil mengadapi kondisi ini, ia akan menangis dengan kerasa serta mendengus. Biasanya kondisi ini pun disertai dengan demam.

Jika Moms dan Si Kecil mengalami kondisi ini, jangan sampai menunda untuk segera pergi ke dokter ya, Moms!

Baca Juga: Bayi Sering Menangis? Redakan dengan Teknik 5S

2. Bayi Kesulitan Buang Air Besar

Ketika Si Kecil ngulet sambil melotot namun BAB lancar, hal ini tidak perlu dikhawatirkan Moms. Namun ketika Si kecil tidur dengan gelisah, ngulet dengan gejala mengejan, hal tersebut bisa disebabkan oleh Si Kecil mengalami konstipasi.

Seperti yang sudah diketahui, pola buang air besar bayi baru lahir belum tratir hingga beberapa minggu ke depannya. Bayi yang hanya mengonsumsi ASI bisa saja tak BAB selama beberapa hari kemudian. Hal tersebut dikarenakan ASI bisa diserap sempurna oleh tubuhnya.

Nah, untuk bayi yang mengonsumsi susu formula perlu buang air besar selama hampir setiap hari nih, Moms.

Moms perlu khawatir ketika pola buang air besar yang dialami Si Kecil tidak seperti biasanya atau menjadi jarang buang air besar, feses yang tampak padat dan juga kering, maka kemungkinan Si Kecil mengalami konstipasi.

Nah, ketika Si Kecil mengalami gejala sembelit, maka jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter karena kondisi ini membutuhkan penanganan tepat dan khusus.

3. Bayi Mengalami Rasa Nyeri pada Pusar

Nah, bayi sering ngulet juga bisa disebabkan oleh rasa nyeri yang ia rasakan pada pusarnya. Jika Si Kecil mengalami kondisi ini, ia pasti akan sering meregang dan menangis di saat yang bersamaan, Moms.

Perlu Moms amati dengan baik, nyeri pada pusar yang dirasakan oleh bayi biasanya akan dialami dengan gejala lainnya. Tanda yang akan muncul adalah pusar yang mulai membengkak, pusar memerah dan juga pusar akan mengeluarkan carian yang berbau.

Jika hal ini terjadi, cepatlah menghubungi dokter ya, Moms! Si Kecil harus ditangani dengan segera dan tepat ketika mengalami kondisi ini.

Dilansir dari Journal of Nursing Update, dikatakan bahwa perawatan tali pusar memiliki pengaruh yang tinggi terhadap lamanya pelepasan tali pusar pada bayi yang baru lahir. Karenanya, Moms perlu merawatnya dengan benar agar tali pusar tetap puput dan juga tidak infeksi dan mengeluarkan cairan ya, Moms!

Moms juga jangan memberikan memberikan bedak ataupun minyak pada pusar ya. Biarkan pusar terbuka tanpa tertutup kain kasa. Lalu ketika memakai popok, Moms perlu memastikan agar pusarnya tidak lembap.

4. Otot yang Tegang

Tahukah Moms kalau bayi juga bisa mengalami kondisi otot yang tegang? Jaid kondisi ini tidak hanya dialami orang dewasa, Moms!

Otot tegang yang dirasakan bayi bisa terjadi ketika orangtua menggendong bayi dalam posisi yang salah.

Ketika orangtua menggendong Si Kecil dalam posisi yang salah, mereka bisa menyebabkan dislokasi bahu atau patah tulang klavikula.

Nah, bayi yang mengalami otot tegang biasanya akan menangis dan menunjukkan gejala peregangan ke arah tertentu yang berhubungan dengan sumber sakit. Ketika bayi sering ngulet dan menangis setiap kali ia bangun, Moms sebaiknya langsung melakukan konsultasi ke dokter, ya!

Baca Juga: 3 Hal yang Harus Dilakukan Saat Bayi Menangis di Pesawat

Hal yang Perlu Dilakukan Ketika Bayi Sering Ngulet

Bayi Sering Ngulet

Foto: Orami Photo Stock

Moms, perlu diingat bahwa ngulet adalah sebuah refleks tubuh yang wajar.

Seperti yang sudah dibahas tadi. Moms tidak perlu langsung khawatir mengenai bayi yang sering ngulet jika tidak disertai dengan gejala lainnya.

Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah ngulet sembari melengkungkan badan, menendang tiada henti, menangis secara terus menerus.

Jika hal ini terjadi, hal tersebut berarti bayi sedang menunjukkan bahwa dirinya tidak nyaman dengan tubuhnya. Hal tersebut bisa dikarenakan penyakit atau bisa juga karena kondisi lingkungan.

Nah, Moms perlu memerhatikan lebih lanjut.

Ketika Si Kecil terlihat kesakitan saat ngulet dan terus menerus ngeden, maka Moms bisa mengatasi permasalahan tersebut dengan memmberikan ASI atau menggendongnya hingga Si Kecil menjadi tenang.

Jangan sampai dan jangan dibiarkan bayi terus menerus menangis atau ngulet ya, Moms. Hal tersebut bisa menyebabkan cidera yang lebih parah.Contohnya adalah terukanya tali pusart akibat peregangan yang terlalu keras dan sering.

Moms juga perlu menghubungi doker untuk mendapatkan tindakan yang cepat dan tepat apabila tangisan Si Kecil tidak berhenti dan ia terlihat masih kesakitan.

  • https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Movement-Birth-to-Three-Months.aspx
  • http://ejournal.helvetia.ac.id/index.php/jnu/article/view/4513
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3273886/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait