3-12 bulan

3-12 BULAN
2 April 2021

10 Fakta dan Mitos Bayi Tumbuh Gigi, Jangan Sampai Tertukar!

Bayi tumbuh gigi yang memakai kalung amber memiliki kemungkinan tersedak atau tercekik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Seiring bayi tumbuh bergerak, tentu ia akan mengalami pertumbuhan gigi. Apa yang Moms ketahui tentang bayi tumbuh gigi? Sebab, ada banyak mitos dan fakta yang perlu dipisahkan dalam hal ini.

Bagi orang tua yang tinggal di Indonesia, banyak sekali ujaran-ujaran di masyarakat, baik yang didengar dari orang lain atau dari orang yang lebih tua.

Moms yang memiliki bayi akan sering mendapat ujaran-ujaran dan larangan yang harus dilakukan sesuai adat di daerah masing-masing.

Terkadang, hal-hal yang dikatakan ternyata akurat dan didasarkan pada penjelasan ilmiah. Tapi banyak hal juga yang hanya sekedar mitos yang tidak ada penjelasan ilmiahnya, termasuk bayi tumbuh gigi.

Fakta-fakta Bayi Tumbuh Gigi Secara Ilmiah

Cara Merawat Bayi Tumbuh Gigi dan Mulut Bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pada umumnya, buah hati mulai mengalami proses bayi tumbuh gigi pada usia 6 bulan.

"Gigi yang biasanya pertama kali tumbuh adalah gigi seri pada rahang bawah," ujar drg. Rahmita Nuraini, Sp.KGA, Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak, RS Pondok Indah - Pondok Indah.

Ciri-ciri bayi tumbuh gigi antara lain mulai teraba adanya penonjolan pada gusi yang berwarna keputihan dan gusi disekitarnya mengalami pembengkakan ringan.

Gejala lainnya terkadang juga disertai dengan demam dan nyeri ringan, yang terkadang menyebabkan anak menjadi gelisah dan berkurang nafsu makannya.

Lantas inilah beberapa fakta dan proses bayi tumbuh gigi yang perlu Moms tahu.

1. Dimulai Sejak Usia 6-12 Bulan

Ada banyak variasi kapan gigi pertama muncul ketika terjadi proses bayi tumbuh gigi.

Beberapa bayi mungkin belum memiliki gigi ketika beranjak usia 1 tahun. Namun, ada sebagian bayi dengan usia 3 bulan, akan mulai menjelajahi dunia dengan mulutnya dan mengalami peningkatan air liur dan mulai memasukkan tangan ke dalam mulut.

Banyak orang tua mempertanyakan apakah ini berarti sedang bayi tumbuh gigi atau tidak?

Bayi tumbuh gigi biasanya muncul sekitar usia 6 bulan. Biasanya, gigi pertama yang masuk hampir selalu merupakan gigi depan bawah (gigi seri tengah bawah).

2. Membiasakan Anak Menggosok Gigi

Langkah Tepat Ketika Bayi Tumbuh Gigi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ketika proses bayi tumbuh gigi dimulai, kenalkan akan dengan menggosok gigi sejak dini ya, Moms.

MengutipKids Health, fluoride pada pasta gigi adalah mineral yang membantu mencegah kerusakan gigi dengan cara mengeraskan enamel gigi.

Gunakan pasta gigi khusus bayi ketika ia mulai mengenal makanan padat atau MPASI pada usia 6 bulan ke atas.

Cara terbaik untuk menyikat gigi adalah dengan membuat lingkaran kecil, putar-putar sampai, menutupi setiap permukaan gigi. Sikat ke atas dan ke bawah, jangan dari sisi ke sisi.

Moms juga bisa menyikat lidah untuk membantu menjaga napas bayi tetap segar.

Baca Juga: Ini Cara Membersihkan Mulut Bayi Sesuai Usia Agar Gigi Tumbuh Sehat, Catat!

3. Memijat Gusi Bayi

Bayi tumbuh gigi bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada anak. Bayi mungkin menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan di area tempat gigi tumbuh, seperti gusi bengkak, mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya.

Orang tua dapat membantu meringankan sakit bayi tumbuh gigi dengan memijat gusi bayi mereka dengan jari yang bersih.

Pijat gusi dengan jari bersih atau kain basah yang lembut secara berhati-hati.

Suhu tubuh bayi mungkin sedikit meningkat saat bayi tumbuh gigi. Namun, menurut sebuahstudi tahun 2016 di Pediatrics, demam yang sebenarnya (38 derajat Celcius) tidak terkait dengan bayi tumbuh gigi dan sebenarnya merupakan tanda penyakit atau infeksi yang mungkin memerlukan pengobatan.

4. Periksakan Anak ke Dokter

Ini 4 Cara Aman Menggosok Bayi Tumbuh Gigi Bayi -4.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

"Rekomendasi usia anak melakukan kunjungan pertama ke dokter gigi atau dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak dimulai dari usia 1 tahun," tambah drg. Rahmita.

Kunjungan awal ini bertujuan untuk memantau tumbuh kembang rahang dan mendapatkan edukasi yang tepat untuk memelihara kebersihan bayi tumbuh gigi.

5. Merangsang Pertumbuhan Giginya

Ada berbagai cara dalam mempercepat proses bayi tumbuh gigi. Cobalah berikan ia biskui bayi ketik sedang tumbuh gigi, pastikan untuk memperhatikannya saat ia sedang memakannya.

Sebab, potongan biskuit dapat dengan mudah putus dan menyebabkan tersedak. Selain itu, pilihlah biskuit bayi yang tidak mengandung gula dan garam.

National Health Service memaparkan, gula dan garam berlebih tidak baik untuk dikonsumsi anak di bawah 1 tahun. Sebenarnya, menambahkan garam ke makanan bayi bisa berbahaya.

Ada banyak faktor risiko jika kita memasukkan gula dan garam ke dalam makanan bayi. Bayi memiliki sistem yang rapuh dan garam dapat memengaruhi fungsi ginjalnya.

Baca Juga: Kenapa Bayi Belum Tumbuh Gigi di Usia 1 Tahun?

Mitos tentang Bayi Tumbuh Gigi

Bayi tumbuh gigi tidak lepas dari mitos. Seperti halnya banyak mitos yang beredar di masyarakat, terutama di Indonesia, banyak sekali ujaran-ujaran tentang bayi tumbuh gigi.

Tapi seberapa akurat ujaran-ujaran tersebut masih perlu dipertanyakan. Kira-kira apa saja mitos tentang bayi tumbuh gigi? Seperti apa kebenarannya? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

1. Kalung Amber untuk Meredakan Nyeri Tumbuh Gigi

teethingnecklace_baby_white.jpg

Foto: healthychildren.org

Setiap orang tua tidak ingin bayinya kesakitan dan berusaha memberikan produk yang bisa meredakan sakit bayi tumbuh gigi.

Dan kata ‘alami’ yang tercantum pada produk biasanya membuat orang tua berpikir jika produk tersebut tidak berbahaya dan menimbulkan efek samping.

Dan kalung amber adalah salah satu contohnya. Di kalangan orang tua dengan bayi tumbuh gigi, kalung amber dipercaya bisa membantu menenangkan bayi yang mengalami nyeri akibat tumbuh gigi.

Banyak orang percaya kalung amber dapat melepaskan asam suksinat yang diyakini memiliki sifat penghilang rasa sakit. Dan memang benar jika batu amber memiliki kandungan asam suksinat.

Namun sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang membenarkan bahwa menggunakan kalung amber mampu meredakan nyeri yang diderita saat bayi tumbuh gigi.

Di balik efek meredakan nyeri yang belum terbukti benar, ternyata penggunaan kalung amber memberikan ancaman nyata untuk bayi. Bayi yang memakai kalung amber memiliki kemungkinan tersedak atau tercekik karena tali kalung dan untaian batu amber yang berbentuk kecil-kecil.

Apakah Sunat untuk Bayi Perempuan sama Manfaatnya dengan Sunat Laki-laki?

2. Bayi Tumbuh Gigi Akan Mengalami Demam

bayi tumbuh gigi dan demam.jpg

Foto: Freepik.com

Mitos bayi tumbuh gigi selanjutnya adalah bayi akan demam saat tumbuh gigi. Dikutip dari American Academy of Pediatrics, para peneliti menemukan bahwa iritasi gusi, iritabilitas, dan air liur adalah gejala paling sering saat bayi tumbuh gigi.

Sedikit peningkatan suhu tubuh adalah gejala umum lainnya, tetapi paling sering tidak cukup tinggi untuk dianggap demam.

Jadi, bayi tumbuh gigi menyebabkan demam hanyalah sebuah mitos. Bayi tidak mengalami demam atau peningkatan suhu yang signifikan saat mereka tumbuh gigi.

Terkadang, bersamaan dengan tumbuh gigi, bayi menderita demam. Orang tua terkadang menyepelekan demam bayi karena dianggap bagian dari tumbuh gigi.

Padahal, bisa jadi demam bayi merupakan indikasi infeksi karena demam terkadang muncul sebagai reaksi alamiah tubuh anak melawan zat asing.

Baca Juga: 4 Fakta Tentang Tumbuh Gigi Pada Bayi, Moms Sudah Tahu?

3. Bayi Tumbuh Gigi Tidak Perlu ke Dokter Gigi

Penyebab Sakit Bayi Tumbuh Gigi.jpg

Foto: Janko Ferlic

Mitos bayi tumbuh gigi selanjutnya adalah bayi tumbuh gigi tidak perlu ke dokter gigi. Gigi bayi, atau disebut susu, bersifat tidak permanen.

Ketika anak berusia sekitar 6 tahun, gigi susu akan tanggal dan digantikan oleh gigi dewasa yang bersifat permanen.

Sifat tidak permanen gigi susu membuat orang tua menyepelekan gigi bayi yang tumbuh sehingga muncul mitos bahwa bayi tidak perlu dokter gigi.

Kesehatan gigi anak baru mendapat perhatian setelah gigi dewasa tumbuh menggantikan gigi susu mereka. Orang tua membawa anak mereka ke dokter gigi setelah gigi susu mereka mulai tanggal.

Gigi susu memegang peranan penting bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Gigi susu membantu bayi untuk mengunyah, berbicara, dan tersenyum. Tidak kalah pentingnya, gigi susu yang tumbuh akan memberikan ruang untuk tempat tumbuh gigi dewasa anak yang tumbuh di bawah gusi.

Baca Juga: Ketahui Penyebab dan Cara Mencegah Kerusakan Gigi Susu Anak

Menurut Dr. Patel, sesuai tulisannya di Checkupnewsroom.com, jika gigi susu tanggal terlalu dini karena kerusakan gigi, gigi susu yang berdekatan akan tumbuh mengarah ke gusi di tempat gigi tanggal. Ini mengakibatkan ruang untuk gigi dewasa tumbuh menjadi sempit dan berefek pada pertumbuhan gigi dewasa yang tidak teratur.

Jika gigi bayi hilang lebih awal karena kerusakan gigi, gigi yang berdekatan cenderung melayang atau berujung ke ruang itu. Oleh karena itu, gigi permanen memiliki lebih sedikit ruang untuk masuk dan dapat dihalangi untuk meletus ke dalam ruang tersebut.

Untuk itu, penting bagi bayi untuk melakukan pemeriksaan gigi sejak dini, ketika gigi susu pertama tumbuh. Selain itu, dokter gigi akan memberikan saran agar gigi susu bayi tumbuh dengan baik dan melakukan pencegahan kerusakan bayi tumbuh gigi.

4. Tumbuh Gigi Lebih Cepat, Berjalan Lebih Lambat, atau Sebaliknya

Mitos dan Fakta Bayi Tumbuh Gigi.jpg

Foto: Unsplash.com/Zelle Duda

Salah satu mitos bayi tumbuh gigi yang masih terdengar di masyarakat adalah bayi yang gigi susunya tumbuh lebih cepat maka proses mulai berjalannya akan lebih lambat. Begitu pula sebaliknya, jika gigi susu tumbuh lebih lambat, anak akan mulai bisa berjalan dengan lebih cepat.

Bahkan banyak Moms menanyakan ini secara online. Tapi benarkah demikian?

Dalam Jurnal Dokter Anak Turki mengenai hubungan bayi tumbuh gigi dan mulainya bayi berjalan, penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang ditemukan antara waktu munculnya gigi susu yang pertama dan waktu dimulainya anak berjalan sendiri. Waktu bayi tumbuh gigi berbeda di antara bayi.

Pada beberapa bayi, gigi susu mulai tumbuh lebih awal dan di beberapa bayi yang lain, gigi susu mulai tumbuh lebih terlambat. Demikian pula, waktu anak-anak mulai berjalan bisa berbeda untuk setiap anak.

Kedua bentuk pertumbuhan ini terkait dengan faktor keturunan dan bisa jadi penyakit yang diderita bayi. Asupan kalsium yang dikonsumsi bayi juga bisa menjadi faktor penentu.

Jadi, Moms tidak perlu khawatir jika gigi susu bayi tumbuh lebih awal atau lebih lambat karena ini tidak akan berpengaruh dengan saat berjalannya bayi. Moms bisa fokus memberikan asupan kalsium yang cukup agar proses bayi tumbuh gigi sedikit lancar.

Baca Juga: Bayi Tumbuh Gigi atau Sakit? Ini Cara Membedakannya

5. Pasta Gigi Berfluoride Berbahaya untuk Bayi

Ketahui Proses Bayi Tumbuh Gigi.jpg

Foto: freepik.com

Salah satu mitos bayi tumbuh gigi yang beredar di masyarakat adalah tentang bahayanya fluoride untuk bayi. Perlu dipahami jika kesehatan mulut yang baik penting dimulai sejak awal.

Sebelum bayi tumbuh gigi, Moms bisa membantu menghilangkan bakteri dengan menyeka mulut mereka dengan kain lembut.

Begitu gigi mereka mulai tumbuh, American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk beralih ke pasta gigi berfluoride.

Fluoride adalah mineral penting untuk semua anak. Bakteri di mulut bergabung dengan gula dan menghasilkan asam yang dapat merusak enamel gigi dan merusak gigi. Fluoride melindungi gigi dari kerusakan asam.

Yang menjadi masalah bukan penggunaan fluoride, tapi bagaimana cara penggunaan fluoride yang benar. Untuk bayi, cukup mengusap sedikit pasta gigi berfluoride dan dibersihkan. Hal ini menghindari bayi tidak menelan pasta gigi

Baca Juga: Makanan untuk Anak Alergi Susu Sapi, Ini yang Boleh dan yang Perlu Dihindari

Nah, itulah beberapa fakta mitos terkait bayi tumbuh gigi yang perlu Moms ketahui. Semoga bermanfaat ya Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait