Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
18 November 2022

Muncul Benjolan di Leher Kanan? Ini 10 Penyebabnya

Periksakan ke dokter jika mengalami benjolan di leher kanan, Moms
Muncul Benjolan di Leher Kanan? Ini 10 Penyebabnya

Moms merasa ada benjolan di leher kanan? Jangan dianggap sepele, Moms. Sebaiknya, Moms periksakan ke dokter dan cari tahu penyebabnya.

Sebenarnya, sebagian besar benjolan di leher tidak berbahaya. Artinya, mereka jinak atau non-kanker.

Namun, benjolan di leher juga bisa menjadi tanda kondisi serius, seperti infeksi atau pertumbuhan kanker.

Jika Moms memiliki benjolan di leher kanan atau di area lain, dokter harus segera mengevaluasinya.

Moms atau anggota keluarga yang mengalaminya harus menemui dokter sesegera mungkin.

Terutama jika massa leher ini tidak dapat dijelaskan atau menyebabkan gejala yang mengkhawatirkan.

Baca Juga: 7+ Penyebab Memar Tanpa Sebab yang Jelas, Bukan Dijilat Setan!

Ciri-ciri Benjolan di Leher Kanan

Benjolan di Leher

Foto: Benjolan di Leher

Moms pasti merasa khawatir dan panik ketika menemukan adanya benjolan di leher kanan

Beberapa benjolan juga dapat menunjukkan adanya penyakit yang serius, seperti kanker.

Meskipun demikian, bukan berarti setiap benjolan yang tumbuh merupakan gejala kanker ataupun penyakit lain yang mengancam jiwa. 

Akan tetapi, Momstetap harus waspada pada setiap benjolan yang tumbuh.

Dilansir dari Cleveland Clinic, ciri-ciri benjolan tidak berbahaya ditandai dengan :

  • Bertekstur lunak 
  • Dapat bergerak dan berubah bentuk ketika disentuh
  • Terletak di lapisan superfisial atau lemak kulit
  • Tumbuh besar dan menyakitkan saat beraktivitas dan kembali mengecil setelah beristirahat

Lalu, bagaimana ciri-ciri benjolan berbahaya? Setiap benjolan memiliki ciri-cirinya tersendiri, tergantung di bagian tubuh mana benjolan tersebut tumbuh.

Untuk mengetahui apakah benjolan di leher kanan berbahaya atau tidak, Moms dapat mengenalinya ciri ciri benjolan berbahaya di leher kanan berikut ini:

  • Benjolan berlangsung lebih lama dari dua hingga tiga minggu
  • Benjolan semakin besar
  • Benjolan mengecil tapi tidak hilang sama sekali
  • Suara serak terus-menerus atau perubahan suara
  • Kesulitan menelan atau nyeri saat menelan
  • Gangguan pendengaran atau sakit telinga 
  • Sakit leher atau tenggorokan
  • Penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya
  • Demam lebih tinggi dari 38 derajat Celcius
  • Batuk terus-menerus
  • Sakit tenggorokan atau hidung tersumbat yang tidak kunjung sembuh
  • Sulit bernafas
  • Kelelahan terus-menerus
  • Benjolan terasa keras atau tidak bergerak ketika disentuh

Pada umumnya, benjolan di leher kanan tidak berbahaya.

Ada beberapa jenis buah yang dapat menghilangkan benjolan di leher seperti biji-bijian, bawang putih dan jahe. 

Namun, jika Moms mengalami ciri ciri benjolan berbahaya di leher kanan di atas maupun tidak berbahaya, tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyebab munculnya benjolan tersebut.

Baca Juga: Hukum Tajwid Ikhfa Syafawi, Cara Membaca dan Contohnya dalam Ayat Alquran

Penyebab Benjolan di Leher Kanan

Benjolan di Leher

Foto: Benjolan di Leher

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab benjolan di leher kanan:

1. Pembesaran Kelenjar Getah Bening

Penyebab pertama benjolan di leher kanan adalah pembesaran kelenjar getah bening.

Pada dasarnya, melansir Lymphatic Research and Biology, kelenjar getah bening mengandung sel-sel yang membantu tubuh dalam melawan infeksi dan menyerang sel-sel ganas, atau kanker.

Saat Moms sakit, kelenjar getah bening ini bisa membesar untuk membantu melawan infeksi.

Alhasil, akan terlihat seperti benjolan yang membesar di area leher.

Sementara itu, penyebab umum lainnya dari pembesaran kelenjar getah bening, meliputi:

  • Infeksi telinga
  • Infeksi sinus
  • Tonsilitis
  • Radang tenggorokan
  • Infeksi gigi
  • Infeksi bakteri pada kulit kepala

Namun ada juga beberapa penyakit lain yang dapat menyebabkan benjolan di leher, seperti:

  • Penyakit autoimun, kanker, dan gangguan kelenjar tiroid lainnya dan gondok
  • Virus, seperti gondongan, bisa membuat kelenjar ludah membesar
  • Cedera atau tortikolis dapat menyebabkan benjolan pada otot leher

2. Kanker

Sebagian besar benjolan di leher memang bersifat jinak, tetapi bisa juga penyebab benjolan di leher kanan adalah kanker.

Menurut Cleveland Clinic, pada orang dewasa, kemungkinan benjolan leher menjadi kanker meningkat setelah usia 50 tahun.

Selain itu, pilihan gaya hidup, seperti merokok dan minum, juga bisa berdampak besar.

American Cancer Society (ACS) menilai, penggunaan tembakau dan alkohol dalam waktu lama adalah 2 faktor risiko terbesar untuk kanker mulut dan tenggorokan.

Faktor risiko umum lainnya untuk kanker leher, tenggorokan, dan mulut adalah infeksi human papillomavirus (HPV).

Infeksi ini umumnya ditularkan secara seksual, dan itu sangat umum.

ACS menyatakan bahwa tanda-tanda infeksi HPV sekarang ditemukan pada dua pertiga dari semua kanker tenggorokan.

Kanker yang muncul sebagai benjolan di leher dapat meliputi:

  • Kanker tiroid
  • Kanker jaringan kepala dan leher
  • Limfoma Hodgkin
  • Limfoma non-Hodgkin
  • Leukemia

Selain itu, jenis kanker lainnya yang bisa menyebabkan benjolan di leher kanan adalah:

Ada juga bentuk kanker kulit yang juga menyebabkan munculnya benjolan di leher kanan, seperti:

  • Actinic keratosis
  • Karsinoma sel basal
  • Karsinoma sel skuamosa
  • Melanoma

3. Infeksi Virus

Moms mungkin memikirkan virus hanya sebatas pada flu atau pilek.

Padahal ada banyak virus lain yang dapat menginfeksi manusia, dan banyak di antaranya dapat menyebabkan benjolan di leher kanan.

Beberapa jenis virus tersebut antara lain:

  • HIV
  • Herpes simpleks
  • Mononukleosis menular, atau mononukleosis
  • Rubella
  • Faringitis virus

Baca Juga: Mengenal Roasting Dalam Standup Comedy dan Cara Melakukannya

4. Infeksi Bakteri

Selain virus, infeksi bakteri juga dapat menyebabkan masalah leher dan tenggorokan, yang menyebabkan peradangan dan benjolan di leher kanan atau area lainnya.

Beberapa jenis bakteri yang bisa sebabkan kondisi ini antara lain:

  • Infeksi dari mikobakterium atipikal
  • Demam cakaran kucing
  • Abses peritonsillar, yang merupakan abses pada atau di dekat amandel
  • Radang tenggorokan
  • Tonsilitis
  • Tuberkulosis
  • Faringitis bakterial
  • Banyak dari infeksi ini dapat diobati dengan antibiotik resep

5. Kista

Kista

Foto: Kista (Medicalnewstoday.com)

Mengutip U.S. Library of Medicine, kista sebaceous adalah nodul di bawah kulit yang mengandung protein keratin.

Kista ini bisa tumbuh sangat besar dan menyebabkan kemunculan benjolan di leher kanan atau area lainnya.

Sebagian besar kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit.

Namun jika terinfeksi, mereka mungkin menyerupai jerawat besar.

Kista bisa datang dan pergi, atau bisa terus membesar.

Beberapa kista muncul di kepala atau mengeluarkan cairan ketika seseorang meremasnya.

Namun, mengeluarkan kista tidak akan menyembuhkannya.

Malah, dengan melakukan hal ini dapat menyebabkan infeksi, lho!

Dalam kebanyakan kasus, dokter dapat menggunakan prosedur sederhana untuk menghilangkan kista di klinik mereka.

Jika kista terasa sakit atau merah, penting untuk menemui dokter karena ini merupakan tanda infeksi.

Moms juga bisa mengurangi gejala dengan melakukan kompres hangat dan mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas.

6. Bisul

Benjolan merah dan menyakitkan bisa saja pertanda adanya bisul.

Bisul adalah infeksi lokal. Artinya ada infeksi pada bisul, tetapi tidak pada kulit di sekitarnya.

Kista, jerawat, dan folikel rambut yang tersumbat dapat terinfeksi dan berubah menjadi bisul.

Memencet bisul dapat menyebabkan infeksi menjadi lebih buruk atau menyebar.

Sebaliknya, Moms harus mencoba mengoleskan kompres hangat dan menjaga area tetap bersih.

Namun, Moms harus menemui dokter jika demam berkembang atau bisul terasa nyeri dan tidak hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Dokter mungkin akan mengeringkan bisul atau meresepkan antibiotik.

Baca Juga: 14 Penyebab Bintik Merah Gatal Menyebar yang Harus Diwaspadai dan Cara Mengatasinya

7. Gondok

Gondok merupakan pembesaran abnormal pada kelenjar tiroid yang ada di leher akibat gangguan pada hormon tiroid atau kekurangan yodium.

Benjolan ini dapat muncul di leher sebelah kanan, kiri, atau tengah.

Penyakit ini bisa berkembang menjadi timbulnya benjolan-benjolan pada tiroid, yang disebut sebagai Plummer’s disease.

Selain munculnya benjolan di leher, gondok juga terkadang bisa menimbulkan gejala lain, seperti sulit menelan atau bernapas, batuk-batuk, dan suara serak.

8. Abses Parafaring

Abses parafaring adalah benjolan berisi nanah yang terbentuk di sekitar tenggorokan.

Selain munculnya benjolan di leher, abses parafaring juga dapat menimbulkan gejala demam, sakit tenggorokan, dan sulit menelan.

Benjolan di leher, baik kanan maupun kiri, akibat abses parafaring perlu diobati dengan antibiotik dan tindakan operasi untuk mengeluarkan nanah.

9. Jerawat

Jerawat adalah salah satu penyebab benjolan di leher kanan yang tidak berbahaya.

Benjolan yang ditimbulkan jerawat umumnya berukuran kecil, keras, bengkak, dan terasa sakit.

Moms mungkin mengira bahwa jerawat hanya muncul di wajah, tetapi masalah kulit ini juga bisa timbul di bagian leher, terutama bagian belakangnya.

Penyebab benjolan di leher kanan ini dapat diobati dengan obat-obatan resep dokter, seperti obat retinoid dan antibiotik topikal, tablet antibiotik, hingga krim asam azaleat.

Jika jerawatnya sudah parah, atau berbagai obat di atas tidak memberikan hasil positif, dokter dapat merujuk Moms ke dokter kulit.

10. Kemungkinan Penyebab Lainnya

Benjolan di leher kanan mungkin juga disebabkan oleh alergi terhadap obat dan makanan.

Batu di saluran air liur juga dapat menyumbat air liur, sehingga lama kelamaan menyebabkan benjolan di leher.

Baca Juga: Catat Moms! Ini 5 Obat Alami Ambeien dan Makanan yang Sebaiknya Dihindari!

Cara Mengatasi Benjolan di Leher Kanan

Benjolan di Leher

Foto: Benjolan di Leher

Pembengkakan di leher biasanya merupakan gejala dari penyakit lain dan bukan penyakit tersendiri.

Sehingga pengobatan akan tergantung pada penyebab pembesaran leher itu sendiri.

Jika karena infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk membersihkan infeksi.

Sementara itu, jika terjadi karena kanker, dokter dapat melakukan beberapa tindakan, seperti:

Untuk meredakan ketidaknyamanan pada leher yang membesar, coba gunakan kompres hangat dan obat pereda nyeri yang dijual bebas, Moms.

Selain itu, beberapa penyebab munculnya benjolan di leher kanan tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya.

Namun, Moms perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika benjolan di leher kanan atau kiri semakin besar dan disertai beberapa gejala lainnya, seperti:

  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
  • Suara berubah atau serak selama lebih dari 3 minggu
  • Berkeringat di malam hari
  • Sulit menelan
  • Sesak napas
  • Batuk darah
  • Tubuh terasa lelah
  • Mudah memar

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti:

Kemudian, dokter akan menentukan penyebab munculnya benjolan tersebut dan memberikan penanganan benjolan leher kanan.

Baca Juga: Cara Membuat Daftar Pustaka, Bisa Otomatis dengan Ms Word!

Itulah beberapa penyebab benjolan di leher kanan dan cara mengatasinya.

Jika suatu hari Moms menemukan gejala pembengkakan dan gejala tersebut mengganggu, segera temui dokter untuk mengatasi kondisi ini.

Ingat, penanganan yang dilakukan dengan tepat dan cepat akan menjauhkan Moms dari banyak komplikasi yang tidak diinginkan.

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17041-head--neck-cancer-frequently-asked-questions
  • https://www.cancer.org/cancer/oral-cavity-and-oropharyngeal-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499974/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3780287/
  • https://www.healthline.com/health/neck-lump#causes
  • https://www.verywellhealth.com/is-it-a-lump-or-a-lymph-node-1191840
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324866#swollen-lymph-nodes