Kesehatan

KESEHATAN
8 Maret 2021

Biduran Pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bisa saja Si Kecil alergi pada sesuatu, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Orami

Apakah Moms melihat bentolan merah yang melebar di beberapa bagian atau di sekujur tubuh Si Kecil tanpa alasan yang jelas? Itu mungkin biduran.

"Biduran atau secara medis disebut sebagai urtikaria terjadi karena merembesnya cairan plasma dari bawah sel kulit ke permukaan kulit. Hal ini menyebabkan timbulnya bentol yang bisa atau tanpa disertai kemerahan pada permukaan kulit," jelas dr. Fransiska Farah, Dokter Spesialis Anak Konselor Laktasi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Bercak kulit yang menonjol ini bisa menjadi merah dan bengkak dan hilang dalam beberapa jam, hari, atau minggu. Mereka biasanya sangat gatal. Ruam lain pada bayi mungkin tampak mirip dengan gatal-gatal.

Baca Juga : Ini Dia 6 Bahan Alami untuk Mengatasi Biduran

Biduran pada bayi biasanya muncul jika anak Moms terkena alergen, infeksi, gigitan serangga, atau sengatan lebah. Jika anak sudah cukup besar, obat-obatan seperti antihistamin dapat membantu mengatasi biduran.

Biduran pada bayi terkadang tampak mengkhawatirkan dan itu bisa membuat Si Kecil merasa tidak nyaman. Tetapi, bagaimana bisa terjadi biduran pada bayi? Apa yang harus Moms lakukan untuk mengatasinya?

Penyebab Biduran Pada Bayi

Biduran Pada Bayi Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya 1.jpg

Foto: raisingchildren.net.au

Dalam sebuah studi, ditemukan bahwa dalam 65 persen kasus biduran pada bayi disebabkan oleh 25 persen makanan dan 37,5 persen obat-obatan dan infeksi bakteri virus.

Pada bayi di bawah 6 bulan, 75 persen bayi mengalami biduran akut karena alergi susu sapi. Sedangkan pada bayi di atas 6 bulan, penyebab utama biduran pada bayi adalah asupan obat (kebanyakan karena aspirin dan amoksisilin).

Menurut jurnal Prevalence and Causes of Childhood Urticaria, Infeksi tampaknya menjadi penyebab biduran yang lebih sering pada bayi dan anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa.

Mengutip The Royal's Children Hospital, biduran pada bayi biasanya disebabkan oleh reaksi alergi. Biduran kadang-kadang dapat terjadi tanpa pemicu, tetapi biasanya terjadi ketika sistem kekebalan merespons suatu zat (seperti makanan atau racun serangga) seolah-olah itu beracun (beracun).

Biduran terjadi ketika plasma darah bocor dari pembuluh darah ke kulit. Ini terjadi ketika bahan kimia yang disebut histamin dilepaskan.

"Penyakit yang disebabkan oleh kuman streptococcus, hepatitis A, B atau C, virus, atau parasit, lupus, demam rematik, sariawan, juga dapat menyebabkan biduran," tambah dr. Fransiska.

MengutipSeattle Children, selain itu penyebab biduran pada bayi juga dapat disebabkan dari alergi tanaman atau hewan peliharaan, lho. Di antaranya:

  • Bahan iritan. Biduran pada bayi terjadi di satu tempat biasanya karena kontak kulit dengan bahan iritan. Ini bukan alergi.
  • Tanaman. Banyak tumbuhan menyebabkan reaksi kulit. Getah pada tumbuhan juga dapat menyebabkan gatal-gatal lokal.
  • Serbuk sari. Bermain di rumput bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit yang terbuka.
  • Air liur hewan peliharaan. Beberapa orang mengalami gatal-gatal saat anjing atau kucing menjilatinya.
  • Makanan. Beberapa anak mengalami gatal-gatal jika makanan dioleskan pada kulit. Contohnya bisa buah segar. Beberapa bayi mengalami gatal-gatal di sekitar mulut karena meneteskan makanan baru.
  • Gigitan serangga. Biduran pada bayi lokal adalah reaksi terhadap air liur serangga. Umum terjadi.
  • Sengatan lebah. Ini adalah reaksi terhadap racun lebah.
  • Biduran lokal. Terlokalisasi dan tidak disebabkan oleh obat-obatan, infeksi atau makanan yang tertelan. Ini masuk ke aliran darah dan menyebabkan gatal-gatal yang meluas.

Baca Juga: 4 Jenis Ruam pada Anak yang Disertai Gatal

Lingkungan yang dingin dan panas atau perubahan lingkungan bisa dengan mudah memicu munculnya bentolan merah yang menyebar pada kulit bayi yang masih sangat sensitif.

Seringkali, dokter dapat mendiagnosis biduran pada bayi dengan melihat kulitnya. Untuk mengetahui penyebabnya, Moms mungkin ditanyai tentang riwayat kesehatan anak, penyakit yang baru diderita, obat-obatan, dan paparan alergen.

Jika anak menderita gatal-gatal kronis, dokter mungkin meminta untuk mencatat aktivitas harian, seperti apa yang dimakan dan diminum anak.

Tes diagnostik, seperti tes darah, dan tes alergi, dapat mengetahui penyebab gatal-gatal, seperti penyakit tiroid atau hepatitis.

Untuk memeriksa gatal-gatal fisik, dokter mungkin meletakkan es pada kulit anak untuk melihat bagaimana reaksinya terhadap dingin atau meletakkan karung pasir atau benda berat lainnya di paha untuk melihat apakah tekanan akan menyebabkan gatal-gatal.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Kulit Gatal Bayi Akibat Digigit Nyamuk

Ciri-ciri Biduran Pada Bayi

Biduran

Foto: babycenter.com

Dalam laman situs kesehatan Healthline disebutkan bahwa beberapa gejala biduran pada bayi antara lain:

  • Bentolan dengan berbagai ukuran yang menyebar pada kulit. Biasanya berwarna merah atau merah muda dengan bagian pusat yang tampak memutih.
  • Pembengkakan kulit.
  • Kulit seperti tertarik.
  • Terasa menyengat atau seperti terbakar.

Pada beberapa kasus, Kids Health memaparkan, biduran pada bayi juga mengalami pembengkakan di sekitar mata, bibir, tangan, kaki, atau tenggorokan. Sangat jarang, biduran pada bayi dikaitkan dengan reaksi alergi yang melibatkan seluruh tubuh atau syok anafilaksis.

Biduran pada bayi juga terlihat seperti gigitan serangga. Terkadang hanya di satu bagian tubuh bayi atau menyebar hingga ke seluruh tubuh. Lokasi biduran yang paling umum adalah wajah, tangan, kaki, dan alat kelamin.

Namun bentolan bisa muncul di bagian tubuh mana saja dan bisa dengan mudah menyebar ke bagian tubuh lainnya beberapa saat kemudian.

Dalam kasus yang lebih serius, biduran pada bayi bisa mempengaruhi lebih dari sekedar permukaan kulit. Gejala lain yang juga ditimbulkan termasuk:

Baca Juga : 5 Produk Alami Young Living Seedlings untuk Perawatan Kulit Bayi yang Sensitif

Menurut dr. Fransiska, pemberian obat alergi/antihistamin seperti cetirizine (CTM) dapat meredakan gejala biduran pada bayi.

Pada kasus yang berat atau sering berulang dalam jangka waktu lama, dokter dapat meresepkan obat-obatan lain seperti kombinasi steroid atau epinefrin.

Cara Mengatasi Biduran Pada Bayi

cara mengatasi biduran

Foto: parents.com

“Obat terbaik untuk biduran pada bayi adalah menghindari pemicunya, walaupun untuk mengidentifikasinya sering kali sangat sulit,” kata Bruce A. Brod, MD, FAAD, dokter kulit bersertifikat dan p;rofesor klinis bidang dermatologi di University of Pennsylvania, Perelman School of Medicine, seperti dikutip dari situs American Academy of Dermatology.

“Salah satu cara untuk mengidentifikasi pemicu biduran pada bayi adalah dengan mencatat gejala yang ditunjukkan bayi, termasuk hari dan waktu biduran terjadi, serta berapa lama gejalanya bertahan. Setiap perubahan pada lingkungan bayi yang mungkin berkontribusi menyebabkan biduran juga harus selalu diperhatikan, seperti debu, hewan, atau area di luar rumah.”

Biduran pada bayi dan gatal-gatal ringan akan hilang dengan sendirinya, biasanya dalam beberapa hari (dan terkadang dalam beberapa jam).

Dan jika bayi tidak merasa terganggu olehnya, perawatan tidak diperlukan.

Untuk bayi di atas 6 bulan, antihistamin mungkin merupakan pilihan yang baik untuk mengobati biduran pada bayi.

Namun pastikan untuk menghubungi dokter anak terlebih dahulu untuk mengetahui dosis yang tepat berdasarkan usia, berat, dan tinggi bayi.

Baca Juga : Mengenal Penyakit Scabies, Keadaan Kulit Akibat Tungau yang Bisa Terjadi Pada Bayi

Beberapa hal yang direkomendasikan Dr. Brod untuk merawat biduran pada bayi yaitu:

  • Kompres bentolan utikaria menggunakan handuk dingin, ini akan membantu meringankan rasa gatal dan panas pada kulit bayi.
  • Jika memungkinkan, usahakan agar Si Kecil tidak menggaruk bentolan, karena bisa memperburuk kondisinya. Pastikan pula untuk meminimalisir terjadinya goresan dengan bentolan.
  • Pertimbangkan pula untuk mengoleskan krim anti gatal dengan pramoxine atau mentol ke bentolan.
  • Mandikan bayi dengan air suam-suam kuku dan batasi waktu mandinya maksimal 10 menit. Moms juga bisa menambahkan produk yang mengandum oatmeal koloid ke air mandi bayi. Gunakan sabun lembut yang bebas pewangi. Hindari pelembab yang beraroma. Setelah mandi, keringkan dengan menepuk-nepuk tubuh Si Kecil menggunakan handuk lembut hingga kering. Olesi krim atau pelembap untuk menjaga kelembapan kulitnya.
  • Jika Moms mencurigai pemicu tertentu, catat dan hindari paparan dengan pemicu tersebut.

Biduran pada bayi bisa terjadi dalam beberapa menit setelah terpapar pemicu atau dua jam kemudian. Jika biduran terus berlanjut atau berulang, konsultasikan dengan dokter kulit bersertifikat.

Saat kondisi biduran semakin memburuk atau bayi mengalami gejala lebih serius seperti kesulitan bernapas atau muntah, segera bawa ke klinik atau rumah sakit, karena gejala ini bisa menjadi lebih serius.

Namun pencegahan yang terbaik tentunya adalah menghindari pencetusnya, baik dari makanan atau obat-obatan.

Baca Juga: Bercak Putih di Pipi Bayi? Belum Tentu Panu, Moms

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait