Kesehatan

15 Oktober 2021

Bintik Merah pada Kulit? Jangan Panik, Simak Penyebab Hingga Cara Mengatasinya!

Ada banyak faktor munculnya bintik merah pada kulit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Bintik merah pada kulit membuat sebagian orang merasa tidak percaya diri.

Sebab, biasanya bintik merah terlihat jelas pada permukaan kulit wajah atau bagian tubuh lainnya sehingga membuat banyak orang tidak percaya diri.

Ada banyak faktor munculnya bintik merah pada kulit sehingga sulit untuk mengidentifikasi dengan cepat apa penyebabnya.

Menurut American Academy of Allergy, umumnya, bintik-bintik merah pada kulit dikarenakan oleh sejumlah alasan, mulai dari reaksi alergi hingga paparan panas sinar matahari.

Meski begitu, bintik merah pada kulit biasanya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Tapi, tak jarang, sebagian orang memerlukan perawatan di rumah atau atau over-the-counter (OTC) untuk menghilangkan bintik merah tersebut.

Nah, dalam artikel ini, akan membahas beberapa kemungkinan penyebab bintik merah pada kulit, cara mengatasinya, dan kapan harus menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Muncul Bintik Merah pada Kulit Bayi Setelah Demam, Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Penyebab Bintik Merah pada Kulit

Mungkin sulit untuk menentukan apa yang menyebabkan bintik-bintik merah pada kulit.

Tapi, setidaknya ada penyebab umum yang bisa dijadikan acuan dan diwaspadai jika hal tersebut menimpa Moms atau anggota keluarga lainnya.

Berikut ini penyebab bintik merah.

Baca Juga: Pipi Anak Berbintik Kemerahan? Jangan-jangan Itu Gejala Rosacea

1. Pityriasis Rosea

bintik merah pada kulit

Foto: Orami Photo Stocks

Pityriasis rosea adalah peradangan kulit yang menyebabkan ruam merah dan menjadi penyebab bintik merah pada kulit. Tapi, hingga kini belum ada kepastian apa penyebab pityriasis rosea.

Banyak peneliti menduga bahwa pityriasis rosea berasal dari infeksi virus.

Ruam ini juga disebut 'ruam pohon Natal' karena bercak merah berbentuk oval yang terlihat seperti pohon Natal.

Biasanya pityriasis rosea ditemukan di dada, punggung, atau perut.

Ciri lainnya dari pityriasis rosea ialah bercak merahnya berbentuk oval, merah, dan terkadang bersisik dengan tepi menonjol yang terlihat mirip kurap.

Selain disertai rasa gatal, gejala pitiriasis meliputi:

  • Sakit tenggorokan
  • Gatal yang semakin parah saat kulit menjadi hangat, seperti saat mandi atau berolahraga
  • Sakit kepala
  • Demam

Pityriasis rosea biasanya hilang dengan sendirinya dan tidak memerlukan pengobatan. Tetapi, Moms bisa menggunakan pengobatan rumahan untuk meredakan rasa gatal, seperti losion kalamin atau mandi oatmeal.

Baca Juga: 15+ Jenis Bintik Merah pada Bayi, Mulai dari Ringan Hingga Beresiko!

2. Biang Keringat

Biang keringat juga menjadi penyebab bintik merah pada kulit. Kondisi ini terbentuk ketika pori-pori di kulit tersumbat saat berkeringat. Misalnya, ketika Moms berolahraga atau berada dalam cuaca panas atau lembap.

Jika keringat terhalang untuk muncul ke permukaan kulit, maka akan membentuk benjolan kecil mirip lepuhan berisi cairan bening dan berwarna merah. Benjolan bisa terasa gatal atau nyeri.

Seringkali, ruam panas terbentuk di area kulit yang bergesekkan seperti ketika atau area kulit yang bergesekan dengan baju seperti di area leher.

Meski begitu, hal ini dapat diobati dengan salep dan krim, termasuk calamine untuk meredakan gatal dan krim steroid untuk kasus yang lebih serius.

Baca Juga: Ini 5 Penyebab Bintik Merah pada Bayi yang Umum Terjadi

3. Dermatitis Kontak

bintik merah pada kulit

Foto: Orami Photo Stocks

Kulit dapat bereaksi ketika bersentuhan dengan sesuatu yang merupakan alergen atau iritan.

Dermatitis kontak bisa menyebabkan bintik merah pada kulit yang terjadi setelah menyentuh zat yang membuat Moms alergi pada kulit, seperti produk pembersih dengan zat kuat.

Gejala umum dermatitis kontak dalam jurnal Missouri Medicine, meliputi:

  • Kemerahan
  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan
  • Pembakaran
  • Gatal
  • Lepuh yang bisa mengeluarkan cairan
  • Pengerasan lapisan kulit

Perawatan tergantung pada apa yang menyebabkan reaksinya. Moms bisa mengoleskan krim dan antihistamin. Jika reaksinya parah, harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Baca Juga: 8 Penyebab Bintik Merah Gatal pada Kulit saat Hamil, Jangan Dianggap Sepele!

4. Herpes Zoster

Herpes zoster adalah ruam yang menyakitkan dengan lepuh yang berkembang di satu sisi wajah atau tubuh. Ini disebabkan oleh virus varicella zoster (VZV), yang merupakan virus penyebab cacar air.

Jika Moms pernah mengalami cacar air, maka virus tersebut bisa kembali menyerang dan menyebabkan herpes zoster. Saat terserang herpes zoster, Moms akan merasa gatal atau kesemutan pada area yang terkena herpes.

Lalu, akan membentuk garis di sisi kiri atau kanan dan terasa nyeri juga gatal. Selanjutnya, herpes akan berkembang dan berkeropeng dalam waktu sekitar 7 hingga 10 hari.

Karena herpes zoster lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan agar orang berusia 50 tahun ke atas mendapatkan vaksin untuk mencegah tertular herpes.

Wabah herpes zoster dapat diobati dengan obat antivirus untuk mempersingkat waktu munculnya ruam di tubuh. Selain itu, obat pereda nyeri dan krim anti gatal dapat membantu meredakan beberapa gejala lainnya.

Baca Juga: Bintik Merah DBD pada Bayi, Harus Diwaspadai Moms!

5. Perenang Gatal atau Dermatitis Serkaria

bintik merah pada kulit

Foto: Orami Photo Stocks

Perenang gatal atau dermatitis serkaria juga menjadi penyebab bintik merah pada kulit. Ini adalah ruam yang berasal dari air yang penuh dengan parasit.

Siput terinfeksi parasit dan menyebarkannya di kolam, danau, bahkan lautan. Saat orang berenang di air, parasit bisa mengenai kulitnya, hal inilah yang menyebabkan ruam.

Bagi sebagian orang, parasit ini bisa memicu reaksi.

Mereka menyebabkan rasa terbakar dan gatal serta jerawat kecil kemerahan atau lecet. Gatal perenang biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu dan biasanya tidak memerlukan pengobatan medis.

Baca Juga: Mengenal Bintik Merah DBD, Timbul saat Pasien Demam di Hari Kedua

6. Kurap

Kurap adalah ruam yang disebabkan oleh jamur dan dapat muncul di bagian tubuh manapun.

Ruam ini tidak hilang kecuali jamur dibunuh.

Kurap juga menular, sehingga Moms bisa tertular atau malah menyebarkannya ke orang lain. Umumnya, dokter akan memberikan resep obat antijamur untuk mengatasi kurap.

7. Dermatitis Atopik

Dalam jurnal yang diterbitkan oleh American Family Physician, dermatitis atopik adalah jenis eksim yang biasanya menyerang bayi dan akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia anak atau ketika anak beranjak dewasa.

Hingga kini, para peneliti masih belum yakin apa yang menyebabkan kondisi kulit tersebut. Genetik atau reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu jadi kemungkinan terbesar seseorang mengalami dermatitis atopik.

Dermatitis atopik bisa terasa gatal dan nyeri. Kulit menjadi kering, merah, dan pecah-pecah. Jika digaruk terlalu sering, akan menyebabkan lecet dan mengeluarkan cairan kuning.

Perawatan untuk dermatitis atopik melibatkan pengelolaan flare untuk menjaga kelembaban kulit. Selain itu, dokter akan memberikan resep obat krim untuk mengurangi gejala dermatitis atopik.

Baca Juga: Anak Demam dan Ruam Merah? Waspada Penyakit Kawasaki!

8. Lichen Panus

Lichen planus adalah kondisi yang menyebabkan benjolan ungu kemerahan di berbagai area tubuh.

Biasanya lichen planus terjadi di beberapa area tubuh seperti pergelangan tangan, punggung, dan pergelangan kaki, dan menimbulkan bintik merah pada kulit.

Kondisi ini dapat menyebabkan kulit menjadi kasar dan bersisik serta terasa gatal.

Sayangnya, lichen planus tidak dapat disembuhkan, jadi perawatan difokuskan pada pengelolaan gejala dengan krim krim topikal, terapi paparan cahaya, dan obat resep dokter.

9. Psoriasis

Kenali 3 Jenis Psoriasis Pada Anak dan Cara Menanganinya 1.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Melansir dari Understanding Autoimmune Diseases, psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan timbulnya bercak merah, bersisik, dan gatal pada kulit bagian siku, lutut, kulit kepala.

Mereka yang mengalami psoriasis mengalami pertumbuhan sel kulit yang cepat dari biasanya sehingga menyebabkan penebalan. Hal ini membuat kulit terasa gatal dan perih.

Lingkungan tempat tinggal dan genetik jadi penyebab utama seseorang mengalami psoriasis.

Baca Juga: 7+ Cara Mengatasi Psoriasis Kepala dan Cara Mencegahnya, Yuk Simak!

Cara Mengatasi Bintik Merah pada Kulit yang Alami

cara mengatasi bintik merah pada kulit

Foto: Orami Photo Stock

Selain mengetahui penyebab bintik merah pada kulit, Moms juga bisa melakukan beberapa upaya lain seperti pengobatan rumahan untuk mengatasi bintik merah.

Berikut ini cara mengatasi bintik merah pada kulit dengan perawatan dan pengobatan di rumah:

  • Gunakan sabun lembut dan tidak beraroma. Sabun ini terkadang diiklankan untuk kulit sensitif, atau untuk kulit bayi.
  • Hindari mencuci dengan air panas dan pilih air yang hangat.
  • Cobalah untuk membiarkan ruam bernapas. Jangan tutupi dengan Band-Aid atau perban.
  • Jangan menggosok ruam sampai kering, tepuk-tepuk.
  • Jika ruamnya kering, misalnya pada eksim, gunakan pelembab tanpa pewangi.
  • Jangan gunakan kosmetik atau losion apa pun yang dapat menyebabkan ruam. Misalnya, barang yang baru dibeli.
  • Hindari menggaruk untuk mengurangi risiko infeksi.
  • Krim kortison yang dapat dibeli bebas atau online dapat meredakan gatal.
  • Gunakan Calamine untuk meredakan beberapa ruam.
  • Jika ruam menyebabkan nyeri ringan, asetaminofen atau ibuprofen mungkin berguna, tetapi ini bukan solusi jangka panjang - obat ini tidak akan mengobati penyebab ruam.

Itulah serba-serbi mengenai penyebab dan cara mengatasi bintik merah pada kulit.

Jika Moms mengalami bercak merah, sebaiknya segera berobat ke dokter kulit untuk mengetahui penyebab dan menentukan jenis perawatan yang tepat.

  • https://www.healthline.com/health/skin/red-spots-on-skin#psoriasis
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/317999#home-remedies
  • https://nationaleczema.org/eczema/types-of-eczema/atopic-dermatitis/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6170075/
  • https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/common-skin-conditions/
  • https://www.niams.nih.gov/health_info/Autoimmune/default.asp
  • https://www.cdc.gov/shingles/about/prevention-treatment.html
  • http://www.aafp.org/afp/2015/0801/p211.html
  • https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/at-a-glance/medications-and-drug-allergic-reactions
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait