29 Maret 2022

Mudah Dilakukan, Ini Cara Mengembalikan Penciuman saat Flu

Mampu hilangkan rasa tidak nyaman!
Mudah Dilakukan, Ini Cara Mengembalikan Penciuman saat Flu

Foto: Orami Photo Stocks

Selalu merasa tidak nyaman, banyak orang yang mencari cara mengembalikan penciuman saat flu.

Kehilangan indra perasa sering berkaitan dengan indra penciuman.

Sebab, saat adanya gangguan dari indra yang terjalin di dalamnya, sehingga misalnya saat hilangnya rasa sebenarnya adalah hilangnya penciuman.

Kehilangan rasa yang sebenarnya (ageusia) jarang terjadi.

Setiap tahun, lebih dari 200.000 orang mencari perawatan untuk masalah kehilangan rasa atau bau.

Ini dilansir menurut data National Institute on Deafness and Other Communication Disorder (NIDCD) .

Baca Juga: Nalgestan: Ketahui Dosis yang Tepat serta Efek Samping Obat Flu yang Satu Ini

Penyebab Hilangnya Penciuman

anosmiaPeyebab Hilangnya Penciuman
Foto: anosmiaPeyebab Hilangnya Penciuman (Pexels)

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengetahui cara mengembalikan penciuman saat flu, ada beberapa penyebab hilangnya penciuman.

Moms akan merasakannya saat mengalami beberapa penyakit atau kondisi ini:

1. Covid-19

Perubahan atau hilangnya rasa umumnya dilaporkan oleh penderita COVID-19.

Studi pada April 2021 oleh Nature Public Health Emergency Collection mengungkapkan, para peneliti menemukan pada 200 orang yang menderita gejala COVID-19 ringan hingga sedang mengalami:

  • 7 persen kehilangan indra perasa (tetapi tidak penciuman)
  • 4 persen kehilangan indra penciuman dan perasa
  • 4,5 persen kehilangan indra penciuman (tetapi tidak merasakan)

Semua orang yang kehilangan selera, mendapatkannya kembali dalam 14 hari.

Orang yang kehilangan indra penciumannya, mendapatkannya kembali dalam 21 hari kecuali dua orang yang mengalami kehilangan penciuman jangka panjang.

Dalam sebuah tinjauan penelitian Acta Odontologica Scandinavica , para peneliti menemukan gangguan rasa atau penciuman biasanya terjadi sebelum gejala COVID-19 lainnya.

Untuk sejumlah kecil orang, kehilangan atau perubahan selera mungkin bersifat jangka panjang.

Alasannya tidak sepenuhnya jelas.

Namun, para peneliti menemukan, sel-sel epitel di mulut termasuk sel-sel pengecap, mengandung reseptor untuk enzim pengubah angiotensin 2 (ACE2).

Virus penyebab COVID-19 dapat masuk ke dalam sel melalui itu.

2. Alergi atau Masalah Sinus

Alergi dan infeksi sinus dapat menyebabkan peradangan dan penyumbatan, yang juga mempengaruhi penciuman dan pengecapan.

Infeksi sinus diobati dengan:

  • Obat kumur atau semprotan hidung
  • Obat nyeri
  • Antibiotik

Kebanyakan orang secara bertahap mendapatkan kembali indra penciuman dan rasa saat gejala lainnya membaik.

Baca Juga: 5+ Mitos Penyakit Flu, Cek Fakta Sebenarnya!

3. Polip Hidung

Polip hidung adalah benjolan lunak tanpa rasa sakit yang tumbuh di saluran hidung atau sinus.

Ini disebabkan oleh peradangan kronis yang terkait dengan:

  • Alergi
  • Asma
  • Infeksi berulang
  • Gangguan kekebalan
  • Sensitivitas obat

Selain hilangnya indra perasa dan penciuman, gejalanya dapat meliputi:

Dalam studi 2018 International Forum Allergy Rhinol , para peneliti menemukan bahwa 28 persen dari 68 orang dengan rinosinusitis kronis mengalami kehilangan rasa.

Sekitar 60 persennya menderita rinosinusitis kronis dengan polip.

Dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk mengecilkan polip hidung.

Ini juga bisa diangkat melalui pembedahan, tetapi polip dapat muncul kembali.

4. Pengobatan Kanker

Kemoterapi dan radiasi ke kepala atau leher mengubah atau melemahkan indra perasa.

Ini biasanya hilang setelah menyelesaikan perawatan.

Ini adalah beberapa hal lain yang dapat dicoba:

  • Makan makanan dingin, yang mungkin lebih mudah dicicipi daripada makanan panas
  • Minum banyak cairan
  • Sikat gigi sebelum dan sesudah makan
  • Minta dokter untuk merekomendasikan produk yang dapat membantu mengatasi mulut kering
  • Permen, permen karet, dan menggunakan peralatan plastik sebagai pengganti logam membantu menghilangkan rasa logam sementara

5. Kekurangan Gizi

Kekurangan nutrisi tertentu dapat meminimalkan indra perasa.

Misalnya, zinc sangat penting untuk indra perasa dan penciuman.

Moms mungkin sudah mendapatkan cukup Zinc melalui berbagai makanan.

Zinc ditemukan dalam ayam, daging merah, sereal sarapan, dan banyak makanan lainnya.

Perempuan membutuhkan 8 miligram sehari dan pria membutuhkan 11 miligram menurut Office of Dietary Supplement.

Jika merasa kekurangan, bicarakan dengan dokter tentang diet atau konsumsi suplemen tertentu.

Baca Juga: Serba Serbi Flu Tulang, Jangan Disepelekan!

Cara Mengembalikan Penciuman Saat Flu

resep teh jahe.jpg
Foto: resep teh jahe.jpg (Freepik.com)

Foto: Orami Photo Stock

Saat flu, kita dapat mengalami anosmia.

Kondisi ini terjadi ketika kehilangan indra penciuman.

Kondisi ini mempengaruhi kemampuan untuk mendeteksi bau.

Anosmia biasanya mengacu pada hilangnya penciuman total, sementara itu, ageusia mengacu pada hilangnya rasa sepenuhnya.

Kedua kondisi ini terkadang terjadi bersamaan karena indra penciuman dan perasa sangat erat hubungannya.

Anosmia adalah efek samping umum dari banyak kondisi, termasuk pilek, infeksi sinus, dan alergi.

Sebagian besar waktu, gejala bersifat sementara dan sembuh sendiri dalam waktu singkat.

Meskipun anosmia biasanya tidak berbahaya, ini dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan.

Pada banyak kasus, mengobati kondisi yang mendasarinya dapat memulihkan indra penciuman.

Misalnya, jika menderita sinusitis, maka antibiotik membantu membersihkan infeksi.

Jika obat-obatan tertentu memengaruhi indra penciuman, maka mengganti obat membantu meringankan gejala anosmia.

Dokter juga dapat membantu menentukan kondisi yang mendasarinya dan merekomendasikan perawatan yang tepat.

Tergantung pada penyebabnya, cara mengembalikan penciuman saat flu biasanya dapat hilang dengan sendirinya atau mengobati penyebabnya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perubahan atau hilangnya rasa atau bau lebih sering terjadi pada COVID-19 daripada flu.

Gejala pilek dan flu sebenarnya dapat diobati dengan:

  • Istirahat
  • Antihistamin
  • Dekongestan
  • Obat batuk dan pelega tenggorokan
  • Resep obat flu

Melihat dari gejala ini, ada beberapa cara mengmbalikan penciuman saat flu menurut RSUP Soeradji, di antaranya:

Baca Juga: Ini Gejala Flu Perut Pada Bayi, Wajib Tahu!

1. Latihan Penciuman

Ini dapat dilakukan dengan mengandalkan ingatan tentang aroma untuk mengaktifkan kembali saraf-saraf penciuman.

Caranya, dengan melakukan penciuman berulang dari beberapa aroma.

Misalnya lemon, jeruk, mawar, cengkeh, dan kayu putih.

Masing-masing aroma dihirup dalam-dalam selama 15-20 detik.

Saat menghirupnya, usahakan untuk mengingat seperti apa aroma dari bahan-bahan tersebut.

Membayangkan bau pada suatu objek diduga dapat melatih kerja ujung saraf indra penciuman.

2. Konsumsi Teh Jahe

Teh jahe juga dapat digunakan sebagai cara mengembalikan penciuman saat flu.

Jahe memiliki aroma khas dan menyengat yang membantu dalam melatih indra penciuman.

Selain itu, minum teh jahe saat hidung tersumbat dapat meredakan peradangan pada saluran pernapasan sekaligus mengurangi pembentukan lendir yang menyumbat saluran hidung.

3. Minyak Jarak

Minyak jarak juga sering digunakan sebagai cara mengembalikan penciuman saat flu alami.

Kandungan asam risinoleat di dalamnya membantu melawan infeksi, mengurangi pembengkakan, dan peradangan di saluran hidung.

Biasanya, minyak jarak digunakan sebagai cara mengembalikan penciuman saat flu karena mengurangi gejala pilek atau alergi.

Baca Juga: 5 Jenis Teh untuk Meredakan Gejala Flu

4. Daun Mint

Kandungan mentol dalam daun mint mengandung zat antimikroba dan anti peradangan.

Keduanya membantu mengatasi hidung tersumbat penyebab hidung tidak bisa mencium bau.

Selain itu, minum seduhan daun mint untuk melegakan saluran pernapasan.

Cara mengembalikan penciuman saat flu dengan seduhan daun mint dapat dilakukan dengan merebus 10-15 lembar daun mint dalam secangkir air.

Saring seduhan daun mint tersebut, berikan tambahan sesendok madu untuk melegakan pernapasan dan mengatasi hidung tidak bisa mencium bau.

5. Lemon

Jeruk lemon mengandung vitamin C, antioksidan, dan zat antimikroba yang bisa digunakan sebagai obat anosmia alami.

Selain itu, minum segelas air hangat yang diberi sedikit perasan lemon dan satu sendok teh madu.

Minum seduhan lemon ini dua kali sehari untuk meredakan tenggorokan dan membantu mengobati anosmia.

6. Bawang Putih

Bawang putih mengandung asam risinoleat.

Zat ini bersifat anti peradangan dan anti bakteri yang potensial digunakan sebagai obat anosmia alami.

Cara mengobatinya dengan bawang putih cukup mudah, yaitu menggeprek empat sampai lima siung bawang putih.

Lalu, tambahkan secangkir air mendidih, kemudian rebus selama dua menit.

Minum ramuan tersebut ketika masih hangat dua kali sehari untuk mengatasi hidung tidak bisa mencium bau.

Mencari cara mengembalikan penciuman saat flu menjadi langkah efektif.

Sebab, kehilangan indra penciuman juga dapat menunjukkan kondisi kesehatan lain yang lebih serius.

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21859-anosmia-loss-of-sense-of-smell
  • https://www.healthline.com/health/how-to-get-your-taste-buds-back
  • https://www.nidcd.nih.gov/health/taste-disorders
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8035057/
  • https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/00016357.2020.1787505
  • https://www.cdc.gov/flu/symptoms/flu-vs-covid19.htm
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6582951/
  • https://ods.od.nih.gov/factsheets/Zinc-HealthProfessional/
  • https://rsupsoeradji.id/cara-mengembalikan-anosmia/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.