Pernikahan & Seks

3 September 2021

Ketahui Ragam Cara Menunda Kehamilan, Metode Alami Hingga Pil KB

Mulai dari cara berhubungan seks sampai obat-obatan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Ada banyak alasan mengapa beberapa pasangan memilih untuk menunda kehamilan sampai waktu yang tepat. Jika Moms ingin tahu berbagai cara menunda kehamilan, simak artikel ini selengkapnya.

Pasangan yang sudah memiliki anak seringkali memilih berbagai cara agar tidak hamil untuk mengatur jarak kehamilan berikutnya. Penyakit kronis yang membutuhkan penanganan serius pun sering menjadi alasan banyak pasangan untuk menunda kehamilan.

Kebanyakan pasangan muda paling sering menghadapi dilema bagaimana cara menunda kehamilan sebelum waktunya sambil menikmati kehidupan seks yang aktif?

Menunda kehamilan pertama sampai seorang wanita berusia minimal 18 tahun juga merupakan solusi yang sehat bagi ibu dan bayi.

Sebab, kehamilan menimbulkan meningkatkan risiko komplikasi pada wanita di bawah usia 18 tahun. Mereka membutuhkan perawatan kesehatan secara khusus selama kehamilan.

Tenang, Moms! Ada banyak cara menunda kehamilan namun tetap menikmati kehidupan seks yang menyenangkan. Yuk, simak.

Baca Juga: Moms, Kenali 9 Jenis Alat Kontrasepsi dan Fakta-faktanya

Cara Menunda Kehamilan Secara Alami

cara menunda kehamilan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

"Menunda kehamilan merupakan hal yang wajar dilakukan oleh setiap pasangan suami istri. Terutama bagi pasangan yang masih ingin mengejar hal lain, seperti pekerjaan dan sebagainya," jelas dr. Putri Deva Karimah, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Apalagi, di masa pandemi COVID-19 ini, banyak pertanyaan cara menunda kehamilan agar virus Corona tidak menjangkiti janin dan kesehatan ibu hamil.

Namun, menurut Before and Beyond, hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan mengenai penularan dari ibu ke janin, penularan selama persalinan, dan penularan selama menyusui.

Saat ini diperkirakan bahwa COVID-19 sangat kecil kemungkinannya menyebabkan cacat lahir.

"Cara menunda kehamilan dapat terbagi menjadi dua yakni secara alami dan menggunakan obat-obatan," kata dr. Rifardi Rifiar, Sp.OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah.

1. Metode Kalender

Cara menunda kehamilan secara alami dengan sistem kalender sudah lama dilakukan bahkan sebelum ditemukannya berbagai alat kontrasepsi.

Sama halnya dengan program hamil, cara menjalankan metode kalender untuk cara menunda kehamilan adalah dengan mengetahui masa subur untuk mengatur hubungan seksual.

Moms bisa menghindari berhubungan seksual 3 hari menjelang dan selama masa haid serta 3 hari setelah masa haid. Jika tidak ingin hamil, lakukan hubungan seks di luar waktu tersebut.

Selain menggunakan kalender untuk cara menunda kehamilan secara alami, saat ini sudah banyak aplikasi untuk mengingatkan masa-masa subur di waktu tertentu.

"Metode ini dapat dilakukan dengan syarat dalam 6 bulan-1 tahun terakhir wanita memiliki siklus haid yang teratur sehingga mengenal dengan jelas kapan waktu yang pas saat ovulasi. Namun, metode ini tidak akan efektif apabila siklus menstruasi wanita tidak teratur," kata dr. Putri.

2. Menggunakan Kondom

cara menggunakan kondom sebagai cara menunda kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Lalu, bagaimana dengan siklus haid yang tidak teratur? Tentu saja metode kalender tidak aman.

Untuk solusi yang lebih aman dan tetap nyaman dalam berhubungan, Moms bisa menggunakan pengaman seperti kondom pria atau wanita, sebagai cara menunda kehamilan secara alami.

Ketika digunakan dengan benar, kondom pria lebih dari 80 persen efektif melawan kehamilan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Perlu menggunakan kondom dengan benar dan tepat agar efektif dalam cara mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Cara memasang kondom yang tepat sebagai cara menunda kehamilan adalah sebagai berikut.

  • Pasang kondom di kepala penis yang sedang ereksi.
  • Pastikan untuk menjepit udara yang keluar dari ujung kondom.
  • Buka gulungan kondom dengan hati-hati.
  • Pegang kondom di pangkal sebelum menarik keluar. Setelah ditarik, keluarkan kondom dengan hati-hati dan buang ke tempat sampah.
  • Jangan pernah menggunakan kembali kondom bekas dan jangan pernah menggunakan dua kondom secara bersamaan.

Baca Juga: 15 Cara Menggunakan Kondom dan Sederet Larangannya

3. Hubungan Seks Tanpa Penetrasi

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk berhubungan seks tanpa memasukkan penis ke dalam vagina. Pasangan masih bisa mengalami orgasme meskipun tanpa penetrasi.

Untuk itu dibutuhkan disiplin dan kerjasama pasangan agar tetap dapat menikmati hubungan seks.

4. Ejakulasi di Luar Vagina

Cara menunda kehamilan tanpa pil KB ini disebut juga senggama terputus. Pria segera menarik keluar penis pada saat menjelang ejakulasi, dan melakukan ejakulasi di luar vagina.

Namun cara mencegah kehamilan dengan metode ini masih memiliki risiko terjadinya kehamilan dikarenakan kemungkinan ujung penis pria telah mengeluarkan cairan pre-cum atau cairan sperma yang keluar sebelum terjadinya ejakulasi.

Untuk itu diperlukan kontrol diri yang kuat dari pihak suami sehingga ejakulasi dapat dilakukan di luar vagina. Ini disebut juga sebagai Coitus interruptus.

"Metode ini tidak bisa dianggap mudah karena sulit untuk memprediksi secara tepat dan refleks untuk menarik langsung penis keluar bagi para pria. Selain itu, ada risiko sperma tertinggal di dalam air mani pada saat pra-ejakulasi. Metode ini kurang efektif dibandingkan dengan penggunaan kondom, kemungkinan 4 dari 100 wanita dapat gagal menunda kehamilan," ujar dr. Putri.

5. Sedang Masa Menyusui

menyusui cara menunda kehamilan alami.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Masa menyusui pada ibu hamil adalah masa di mana tubuh tidak dapat melepaskan telur. Pada 6 bulan pertama setelah melahirkan, biasanya wanita belum mengalami menstruasi dan masih menyusui ASI ekslusif untuk Si Kecil.

Dengan ini, setidaknya setiap 4 jam sehari dan setiap 6 jam di malam hari, membuat tubuh mengalami perubahan hormon yang membuat tidak dapat menghasilkan sel telur dengan baik.

Ini adalah cara menunda kehamilan yang tepat tanpa menggunakan pil KB, Moms.

"Namun, apabila ibu ingin mencegah kehamilan dengan metode ini, para ibu harus siap selalu menyusui si kecil kapan pun Si Kecil meminta dan untuk menjadi efektif jeda menyusui sebaiknya tidak lebih dari 4 jam (saat siang hari) dan 6 jam (saat malam hari). Apabila jeda menyusui cukup lama, maka metode ASI sebagai kontrasepsi dapat tidak berhasil," terang dr. Putri.

Baca Juga: Metode Amenore Laktasi, Kontrasepsi Alami Lewat Menyusui Bayi

6. Ramuan Tradisional

Meskipun penggunaan metode kontrasepsi merupakan alternatif yang cukup mudah, murah, dan ampuh, banyak pasangan memilih ramuan herbal sebagai cara menunda kehamilan.

Selain bahannya mudah diperoleh, metode ini sangat cocok bagi wanita yang sudah memiliki anak dan ingin menunda kehamilan. Karena bersifat herbal, Moms bisa menghentikan konsumsi ramuan ini apabila sewaktu-waktu ingin hamil.

"Apabila para ibu ingin menggunakan metode tradisional dari beberapa rempah-rempahan atau jamu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan masing-masing," tegas dr. Putri.

7. Mengecek Suhu Basal Tubuh

Suhu Basal Tubuh cara menunda kehamilan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Selain itu ada beberapa cara menunda kehamilan tanpa alat kontrasepsi, yakni dengan mengecek dan mengatur suhu basal.

"Metode suhu basal saat ovulasi, tubuh akan naik 1° Celsius," tambah dr. Rifardi.

Caranya mudah, dapat menggunakan alat yang bisa mengukur suhu tubuh basal pada waktu yang sama setiap hari.

Apabila ada peningkatan suhu yang sama selama 3-4 hari kemungkinan Moms sedang di masa ovulasi. Maka sebaiknya hindari berhubungan 2–3 hari sebelum suhu naik dan 3-4 hari setelah hari di mana suhu basal yang tinggi.

Hal ini karena sperma masih dapat bertahan di saluran reproduksi wanita selama beberapa hari.

Ada baiknya juga untuk memperhatikan gejala lain yang mungkin dialami, seperti nyeri payudara, sakit punggung, atau kembung.

Menurut Mayo Clinic, metode suhu basal ubuh juga dapat digunakan untuk mendeteksi kehamilan. Setelah ovulasi, peningkatan suhu tubuh basal yang berlangsung selama 18 hari atau lebih dapat menjadi indikator awal kehamilan.

Cara menunda kehamilan ini sering dikombinasikan dengan metode cara menunda kehamilan tanpa pil KB lainnya, seperti metode lendir serviks. Kombinasi ini terkadang disebut sebagai metode simtotermal.

8. Gunakan Lendir Serviks

Saat mendekati masa subur, hormon estrogen di dalam tubuh wanita akan meningkat dan membuat leher rahim mengeluarkan lebih banyak lendir.

Lendir serviks yang dihasilkan pada masa subur akan tampak putih bening seperti putih telur, serta memiliki tekstur yang licin dan lebih lengket.

Tekstur lendir serviks seperti ini sangat baik untuk membawa sperma bergerak menuju sel telur.

Nah jika Moms memiliki rencana lain, yakni cara menunda kehamilan secara alami dengan lendir serviks, perlu rutin memeriksa gejala ini sebelum melakukan hubungan seks, terutama di saat ovulasi.

Caranya, cuci tangan hingga bersih. Selanjutnya, masukkan jari telunjuk dan jari tengah secara perlahan ke dalam vagina hingga mencapai serviks. Kemudian, perhatikan dan amati apakah tekstur lendir tersebut menandakan masa ovulasi atau tidak.

9. Kondom Wanita

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, kondom wanita sekitar 79% efektif untuk digunakan sebagai cara menunda kehamilan yang alami.

Jika Moms belum pernah mencobanya, mungkin ini akan menjadi pengalaman seksual yang patut dicoba untuk menjalin hubungan dengan pasangan menjadi lebih baik sebagai cara menunda kehamilan.

Banyak toko obat saat ini menjual kondom wanita, baik secara online atau langsung.

10. Mengonsumsi Makanan Tertentu

Melansir Parenting Firstcry, ada beberapa sumber nutrisi makanan yang menurunkan kadar kualitas sperma pada laki-laki. Meskipun ini belum dibuktikan oleh penelitian, namun bisa menjadi cara menunda kehamilan secara alami.

  • Pepaya. Beberapa orang percaya jika melakukan hubungan seksual yang tidak aman, mengonsumsi pepaya dua kali sehari selama 3-4 hari ke depan adalah cara menunda kehamilan yang tidak diinginkan. Beberapa juga percaya bahwa buah yang dikonsumsi oleh pasangan pria dapat mengurangi kualitas sperma.
  • Jahe. Jahe dipercaya bisa memicu haid dan cara menunda kehamilan. Beberapa jahe parut yang direbus dalam secangkir air selama lima menit dapat disaring dan dikonsumsi dua kali sehari. Namun, cara menunda kehamilan ini juga tidak menjamin hasil.
  • Ubi Jalar. Makanan ini dianggap juga sebagai cara mencegah kehamilan yang cukup bisa diandalkan. Kandungan progesteron dalam ubi jalar dipercaya sebagai  meningkatkan hormon yang sangat penting dalam kehamilan. Dengan mengonsumsi dosis yang tinggi untuk ubi jalar dapat mencegah ovulasi.

Baca Juga: 19+ Makanan dan Minuman Pencegah Kehamilan setelah Berhubungan Tanpa Pengaman

Cara Menunda Kehamilan dengan Kontrasepsi

Pil KB adalah cara menunda kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms masih ragu dalam menerapkan cara menunda kehamilan secara alami, mungkin menggunakan alat kontraspesi atau pil KB bisa menjadi alternatif lain.

Selain sterilisasi yang merupakan metode kontrasepsi permanen, ada beberapa metode kontrasepsi lain untuk cara menunda kehamilan yang tidak permanen memengaruhi kemampuan wanita untuk memiliki anak.

Ketika seorang wanita siap memiliki anak, ia bisa menghentikan penggunaannya. Selain penggunaan pengaman saat berhubungan seks, berikut adalah beberapa alternatif alat kontrasepsi sebagai cara menunda kehamilan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Konsumsi Pil KB untuk Ibu Menyusui, Apa Dampaknya?

1. Pil KB

Pil KB adalah cara menunda kehamilan yang dapat dikonsumsi secara rutin setiap hari, yaitu bila tidak ada metode lain yang digunakan, metode yang digunakan tidak benar, atau metode gagal.

Metode kontrasepsi ini menggunakan kombinasi hormon estrogen dan progesteron dalam dosis rendah.

Pil ini berfungsi mengendalikan produksi sel telur, mencegah pelepasan ovum dari indung telur, menebalkan lendir serviks, serta menghentikan sperma memasuki rahim.

2. Suntik KB

Suntik KB adalah cara menunda kehamilan yang mudah dan bebas komplikasi.

Caranya melalui injeksi atau menyuntikkan dosis kecil progesteron ke dalam tubuh wanita dalam volume tertentu dan dampaknya berlangsung selama sekitar tiga bulan.

Injeksi ini juga aman selama menyusui. Pilihan ini sangat tepat bagi wanita yang pernah melahirkan bayi sebelumnya.

Suntik KB dilakukan tiga bulan sekali untuk mencegah terjadinya produksi sel telur. Cara kontrasepsi ini hampir sama dengan pil KB dengan tingkat keberhasilan mencapai 99%.

Menurut Journal of Family & Reproductive Health, kontrasepsi suntik atau implan mengurangi kebutuhan konsumsi harian pil KB atau tergantung pada hubungan seksual.

3. Susuk KB

Susuk KB atau dikenal juga dengan KB implan mengandung hormon progestin yang mencegah indung telur melepaskan sel telur dan menebalkan mukus di mulut rahim sehingga sperma sulit melewatinya.

Hormon progestin juga menjaga dinding rahim agar tetap tipis sehingga sulit bagi telur berhasil dibuahi dan menempel di dinding rahim tersebut.

Cara kontrasepsi ini hampir sama dengan pil KB dan suntik KB dengan tingkat keberhasilan mencapai 99% sebagai cara menunda kehamilan yang tepat.

4. Intrauterine Device (IUD)

Alat kontrasepsi IUD atau copper T adalah metode kontrasepsi berukuran kecil, sering berbentuk ‘T’, yang dimasukkan ke dalam rahim. Alat ini adalah salah satu bentuk kontrasepsi jangka panjang yang merupakan metode KB paling efektif.

Kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) sering dikenal dengan sebutan ‘spiral’ atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) sebagai cara menunda kehamilan yang paling direkomendasikan, terutama untuk mengatur jarak antar kehamilan.

Mengutip National Health Service (NHS), alat kontrasepsi ini dapat mencegah telur ditanam dalam rahim atau dibuahi. IUD dapat dimasukkan hingga lima hari setelah hubungan seks tanpa kondom.

"Alat ini bekerja dengan meningkatkan lendir serviks dan menghalangi sperma," kata Beth Jordan, MD, direktur medis untuk Asosiasi Profesional Kesehatan Reproduksi.

5. Diafragma

Diafragma adalah penutup dari lateks atau karet. Spermisida diaplikasikan pada diafragma, kemudian dimasukkan ke dalam vagina dengan aplikator khusus.

Fungsinya ialah menutupi leher rahim dan terpasang dengan aman di belakang tulang kemaluan dan dinding belakang vagina.

Ganti diafragma setiap dua tahun untuk mencapai hasil maksimal. Tingkat kegagalannya adalah 2-4% bila digunakan dengan benar sebagai cara menunda kehamilan.

Baca Juga: Mengenal KB Steril, Prosedur Kontrasepsi yang Sangat Efektif untuk Mencegah Kehamilan

6. Penutup Serviks

Penutup serviks berukuran lebih kecil dari diafragma, terbuat dari karet dan agak tebal yang dipasang oleh tenaga kesehatan profesional.

Penutup ditahan pada tempatnya dengan penyedotan, sebagian diisi dengan jelly atau krim kontrasepsi dan kemudian dimasukkan sehingga menutupi serviks.

Pada hubungan seksual berikutnya, tidak perlu lagi menggunakan spermisida, tapi pastikan penutup masih berada di tempatnya.

7. Spons Kontrasepsi

Spons kontrasepsi berukuran kecil bersifat sekali pakai yang sudah mengandung spermisida.

Spons harus dibasahi dengan air tepat sebelum memasukkannya, kemudian ditempatkan di atas leher rahim. Sekali penempatan akan memberikan perlindungan maksimal selama 24 jam, meskipun pada hubungan seksual berikutnya.

Metode ini memiliki tingkat kegagalan sebesar 2% dengan efektivitas seperti diafragma, tetapi kurang efektif untuk wanita yang sudah pernah melahirkan.

8. Spermisida

Spermisida adalah cara menunda kehamilan dengan membunuh sperma sehingga tidak ada yang dapat mencapai dan membuahi sel telur.

Untuk kontrasepsi yang efektif, spermisida harus digunakan setiap kali berhubungan seksual dan sebelum penis dimasukkan ke vagina. Spermisida harus digunakan lagi pada hubungan seksual berikutnya.

Keuntungan spermisida adalah biayanya relatif murah, dan dapat mencegah infeksi.

Baca Juga: Serba Serbi KB Implan: Kelebihan dan Kekurangannya

9. Obat Pencegah Kehamilan

Selain pil KB, sekarang banyak obat pencegah kehamilan yang dijual bebas dengan berbagai merek.

Emergency Contraceptives atau obat kontrasepsi darurat sudah menjadi obat andalan bagi pasutri di dunia karena obat ini bisa menggantikan pil KB yang sering gagal.

Fungsi obat ini adalah cara mencegah kehamilan, jadi baik diminum pada saat sebelum atau sesudah berhubungan intim.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kontrasepsi darurat ini dapat mencegah hingga 95% kehamilan bila diminum dalam waktu 5 hari setelah berhubungan intim tanpa pengaman.

Terdapat efek samping dari konsumsi obat pencegah kehamilan atau kontrasepsi darurat ini. Menurut jurnal Pediatrics & Child Health menyatakan bahwa efek samping umum dari pil kontrasepsi darurat ini adalah mual dan muntah.

Jika Moms muntah dalam waktu 1 jam setelah mengonsumsi pil dosis pertama, maka harus mengonsumsinya kembali.

Jadi setelah mengetahui paparan di atas, metode mana yang Moms pilih sebagai cara menunda kehamilan? Secara alami atau menggunakan pil KB?

  • https://beforeandbeyond.org/getting-pregnant-or-not-during-the-time-of-coronavirus/
  • https://www.cdc.gov/condomeffectiveness/index.html
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/basal-body-temperature/about/pac-20393026
  • https://www.cdc.gov/reproductivehealth/unintendedpregnancy/pdf/contraceptive_methods_508.pdf
  • https://parenting.firstcry.com/articles/25-home-remedies-to-avoid-pregnancy/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4064779/
  • https://www.nhs.uk/conditions/contraception/how-can-i-avoid-pregnancy/
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/emergency-contraception#:~:text=Emergency%20contraception%20(EC)%20can%20prevent,assault%20if%20without%20contraception%20coverage.
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2851378/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait