25 Oktober 2023

12 Jenis Cek Lab Ibu Hamil yang Dibutuhkan Setiap Trimester

Salah satunya deteksi kelainan kromosom

Sudahkah Moms tahu mengenai serangkaian cek lab ibu hamil?

Wanita yang mengandung mesti menjalani setidaknya 4-5 tes laboratorium.

Bagi yang mengalami kehamilan pertama, pemeriksaaan ini dapat menjadi pedoman agar kondisi kesehatan tetap stabil.

Pada dasarnya, ketika hamil, segala sesuatu harus terkontrol, termasuk kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan.

Nah, guna mewujudkan hal tersebut, Moms perlu bantuan dari dokter.

Namun, agar dokter dapat membantu dengan benar, Moms sebaiknya tidak melewatkan cek lab ibu hamil, ya!

Baca Juga: Kehamilan Serotinus, Kondisi Kehamilan Lebih dari 42 Minggu

Daftar Cek Lab Ibu Hamil yang Penting Dilakukan

Dilansir dari American Academy of Family Physicians, Moms bisa melakukan serangkaian cek lab ibu hamil guna menjaga kesehatan kehamilan.

Berikut ini merupakan beberapa tes laboratorium saat hamil yang penting untuk dilakukan:

1. Tes Golongan Darah

Tes Darah saat Hamil
Foto: Tes Darah saat Hamil (Drmorris.com.au)

Pengambilan sampel darah merupakan salah satu dari rangkaian cek lab ibu hamil yang perlu dilakukan.

Tujuannya adalah untuk mengetahui kesehatan ibu dan mendeteksi apakah ada kelainan pada janin.

Seorang wanita yang sedang hamil akan melewati tes ini pada kunjungan pertama untuk memeriksa golongan darah dan tekanan darah.

Golongan darah ini terdiri dari 4 golongan yakni A, B, AB, atau O. Mengapa perlu dilakukan tes ini?

Mengetahui golongan darah dapat membantu apabila sewaktu-waktu melakukan transfusi darah jika terjadi pendarahan yang hebat saat kehamilan atau kelahiran.

Jika rhesus ibu berbeda dengan janinnya, maka ibu akan diberi suntikan imunoglobulin untuk mencegah pembentukan antibodi yang dapat menyerang darah janin.

Cek lab ibu hamil yang satu ini biasa dilakukan saat usia kandungan trimester pertama.

2. Cek Kadar Gula Darah

Tes laboratorium saat hamil ini bertujuan untuk mengetahui kadar gula darah ibu hamil yang biasa dilakukan antara 24 dan 28 minggu usia kehamilan.

Tes ini perlu dilakukan saat awal kehamilan apabila Moms berisiko tinggi mengidap penyakit diabetes.

Biasanya, diabetes ini dapat disebabkan karena faktor keturunan ataupun pola makan.

Hasilnya dapat membantu mempercepat proses pengobatan yang dilakukan ibu hamil.

Apabila positif, risikonya dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin.

Maka dari itu, tes ini akan membantu Moms agar dapat hidup sehat saat sedang hamil.

Baca Juga: 19 Buah yang Bagus untuk Ibu Hamil, Segar dan Menyehatkan

3. Pemeriksaan Penyakit Infeksi

Trimester Pertama Kehamilan
Foto: Trimester Pertama Kehamilan (Flo.health.com)

Dari tes darah yang dilakukan saat trimester awal, Moms juga dapat mencari tahu jika memiliki infeksi yang dapat memengaruhi ibu dan bayi dalam kandungan.

Cek lab ibu hamil jenis ini juga dapat memberitahu untuk mengetahui apakah memiliki kondisi tertentu yang termasuk penyakit menular seksual seperti HIV atau hepatitis B.

Biasanya yang diperiksa dalam tes laboratorium kehamilan adalah hepatitis B, hepatitis C, HIV, rubella, dan sifilis.

Jika seorang wanita hamil mengidap HIV, maka akan dilakukan penanganan medis untuk mengurangi risiko penularan HIV pada janin.

4. Tes Hemoglobin

Anemia adalah salah satu kasus yang sering terjadi pada wanita yang sedang hamil.

Kondisi seperti ini disebabkan karena meningkatnya volume darah.

Risiko anemia ini akan membuat Moms cepat lelah, lebih fatalnya akan terjadi pendarahan saat hamil atau melahirkan akibat kekurangan zat besi.

Moms sudah tahu kan pentingnya tes laboratorium saat hamil?

Jadi sudah sewajarnya jika semua proses harus dilakukan demi kesehatan ibu dan janinnya.

Baca Juga: Mengenal Kehamilan Ektopik, Gejala Hingga Cara Mengatasinya

5. Deteksi Kelainan Genetik

Ibu Hamil Tes USG
Foto: Ibu Hamil Tes USG (Fetalhealthfoundation.org)

Banyak kelainan genetik dapat didiagnosis sebelum lahir.

Dokter atau perawat dapat merekomendasikan tes genetik selama kehamilan jika Moms atau pasangan memiliki riwayat keluarga dengan kelainan genetik.

Cek lab ibu hamil ini menjadi salah satu pencegah yang bisa dilakukan sejak dini.

Contoh kelainan genetik yang dapat didiagnosis sebelum lahir meliputi:

Deteksi kelainan genetik ini memerlukan biaya yang cukup tinggi, sehingga segala persiapan perlu dilakukan dengan tepat.

6. Tes Serum Sel Darah

Tes serum pada ibu hamil ini akan mengukur dua zat yang ditemukan dalam darah.

Ada beberapa sel darah yang diujikan, meliputi:

  • Protein plasma terkait kehamilan A

Protein yang diproduksi oleh plasenta pada awal kehamilan.

Tingkat abnormal dikaitkan dengan peningkatan risiko kelainan kromosom.

  • Gonadotropin korionik manusia

Hormon yang diproduksi oleh plasenta pada awal kehamilan.

Ketika digunakan bersamaan sebagai tes skrining trimester pertama, ini dapat menentukan apakah janin berisiko memiliki cacat lahir atau tidak.

Baca Juga: 21+ Gerakan Brain Gym untuk Bayi dan Anak, Yuk Tingkatkan Kemampuan Otak Si Kecil!

Cek lab ibu hamil lainnya adalah skrining AFP (Alfa-Fetoprotein) atau mengukur tingkat protein...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb