03 Januari 2024

Ciri-Ciri Cerita Rakyat Beserta Pengertian dan Jenisnya

Ketahui jenis-jenisnya!

Memperkenalkan ciri-ciri cerita rakyat dan jenisnya kepada Si Kecil sangat penting, lho.

Cerita rakyat merupakan warisan budaya takbenda yang sarat makna dan nilai.

Diwariskan secara turun-temurun, cerita rakyat menjadi jendela untuk memahami kearifan lokal dan identitas suatu bangsa.

Dari legenda asal-usul suatu tempat hingga dongeng tentang kepahlawanan, cerita rakyat menjadi cerminan dari sejarah, budaya, dan kepercayaan masyarakat.

Diajak untuk memahami cara hidup, norma, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat pada masa itu.

Cerita rakyat juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pesan moral dan nasihat kehidupan kepada generasi selanjutnya.

Baca Juga: 8 Perbedaan Hikayat dan Cerpen, Ajarkan pada Si Kecil Yuk!

Pengertian Cerita Rakyat

Ciri-Ciri Cerita Rakyat
Foto: Ciri-Ciri Cerita Rakyat (Freepik.com)

Cerita rakyat adalah bentuk narasi tradisional yang disampaikan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Melansir dari laman University of Illinois, cerita rakyat atau folklore dapat dipelajari dalam konteks budaya dan sosial tentang bagaimana narasi tersebut diwariskan.

Cerita ini merupakan bagian penting dari warisan budaya suatu bangsa atau daerah, yang mencerminkan nilai-nilai, kepercayaan, serta pengalaman masyarakat tersebut.

Cerita rakyat sering kali mengisahkan tokoh-tokoh legendaris, peristiwa-peristiwa luar biasa, atau fenomena alam yang diinterpretasikan dalam konteks lokal.

Biasanya, cerita rakyat juga memiliki unsur-unsur magis atau mitologi yang menambahkan dimensi keajaiban dan kepercayaan pada cerita tersebut.

Cerita rakyat tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk mendidik, mengajarkan moral, dan mempererat ikatan sosial dalam suatu masyarakat.

Dengan demikian, cerita rakyat adalah bagian integral dari identitas budaya suatu kelompok dan memainkan peran penting dalam memperkaya warisan budaya generasi-generasi sebelumnya.

Baca Juga: 5 Cerita Dongeng Sunda Singkat dan Pesan Moral di Dalamnya

Bagaimana Cerita Rakyat Muncul?

Ciri-Ciri Cerita Rakyat
Foto: Ciri-Ciri Cerita Rakyat (Freepik.com)

Munculnya cerita rakyat adalah sebuah proses yang dinamis dan kompleks, tak ubahnya seperti sungai yang mengalir, terus berubah dan bertambah luas seiring waktu.

Beberapa faktor yang turut berperan dalam kemunculan cerita rakyat antara lain:

1. Tradisi Lisan

Cerita rakyat pada mulanya berawal dari tradisi lisan, dituturkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Melalui penuturan ini, cerita dapat mengalami perubahan, penambahan, dan improvisasi, menyesuaikan dengan konteks dan nilai-nilai yang relevan bagi manusia saat itu.

2. Pengaruh Lingkungan

Alam dan lingkungan sekitar turut menginspirasi lahirnya cerita rakyat.

Keunikan geografis, flora dan fauna yang khas, serta fenomena alam yang menakjubkan menjadi bahan baku bagi imajinasi para penutur cerita.

Legenda Danau Toba yang terbentuk akibat letusan gunung berapi adalah contoh bagaimana lingkungan memengaruhi munculnya cerita.

3. Kepercayaan dan Mitos

Kepercayaan animisme, dinamisme, dan konsep dewa-dewi yang ada dalam masyarakat turut melahirkan mitos dan legenda.

Kisah-kisah tentang makhluk halus, asal-usul dunia, dan kekuatan supranatural menjadi cerminan dari sistem kepercayaan yang dianut.

4. Sejarah dan Kepahlawanan

Peristiwa sejarah, baik yang nyata maupun yang dibumbui khayalan, kerap menjadi sumber inspirasi bagi cerita rakyat.

Kepahlawanan, peperangan, dan migrasi besar-besaran bisa memunculkan kisah-kisah heroik yang diturunkan melalui cerita rakyat, seperti kisah Pangeran Diponegoro yang menceritakan perjuangan melawan penjajah.

5. Nilai-nilai Moral dan Pesan Hidup

Cerita rakyat tak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan pesan hidup kepada generasi selanjutnya.

Kejujuran, kerja keras, keadilan, dan pentingnya menghormati orang tua adalah beberapa contoh ajaran yang sering terkandung dalam cerita rakyat.

6. Interaksi Antarbudaya

Pertukaran budaya dan percampuran masyarakat dengan berbagai latar belakang juga memengaruhi cerita rakyat.

Motif, karakter, dan alur cerita bisa menyebar dan beradaptasi, menciptakan versi-versi baru dan memperkaya khazanah cerita rakyat suatu daerah.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Cerita Wattpad Remaja Bahasa Indonesia, Seru!

Ciri-Ciri Cerita Rakyat

Ciri-Ciri Cerita Rakyat
Foto: Ciri-Ciri Cerita Rakyat (Freepik.com)

Berikut ciri-ciri cerita rakyat yang membedakannya dengan jenis narasi lainnya.

1. Diwariskan Secara Turun-Temurun

Cerita rakyat disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya sebelum akhirnya dapat diabadikan dalam bentuk tertulis.

Proses ini memungkinkan cerita tersebut untuk bertahan dan berkembang seiring waktu, tetapi juga dapat menyebabkan variasi dalam cerita dari satu narasinya ke yang lain.


2. Berkaitan dengan Budaya Tertentu

Ciri-ciri cerita rakyat selalu terkait dengan budaya dan daerah asalnya.

Cerita ini mencerminkan nilai-nilai, kepercayaan, dan tradisi yang unik bagi masyarakat yang menciptakannya. Cerita rakyat dari satu daerah mungkin sangat berbeda dengan yang berasal dari daerah lain.

3. Menceritakan Tokoh-Tokoh Legendaris

Ciri-ciri cerita rakyat sering mengisahkan tokoh-tokoh legendaris atau pahlawan yang memiliki karakteristik istimewa atau peran penting dalam cerita tersebut.

Tokoh-tokoh ini sering dianggap sebagai simbol-simbol masyarakat atau budaya yang menciptakan cerita tersebut.

4. Memiliki Unsur-Unsur Magis

Ciri-ciri cerita rakyat sering mengandung unsur-unsur magis, mitologi, atau kepercayaan supranatural.

Hal ini dapat mencakup makhluk-makhluk seperti peri, hantu, dewa-dewi, atau benda-benda mistis.

Unsur-unsur ini memberikan dimensi magis pada cerita dan dapat menggambarkan cara masyarakat melihat dunia yang lebih besar daripada yang terlihat.

5. Mengajarkan Nilai-Nilai Moral

Banyak cerita rakyat mengandung pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan kepada generasi berikutnya.

Cerita ini digunakan sebagai sarana untuk mengajarkan norma-norma sosial, etika, dan nilai-nilai yang dianggap penting oleh masyarakat yang menceritakannya.

Contoh pesan moral dalam cerita rakyat bisa berupa kejujuran, kerja keras, atau solidaritas.

Baca Juga: 5 Dongeng Romantis Klasik untuk Pasangan, Bikin Meleleh!

6. Memiliki Alur Cerita yang Sederhana

Ciri-ciri cerita rakyat cenderung memiliki alur cerita yang sederhana dan mudah dipahami.

Hal ini memungkinkan cerita tersebut dapat diikuti oleh berbagai usia dan lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Alur yang sederhana mempermudah pesan moral atau pelajaran untuk disampaikan.

7. Berkaitan Dengan Masyarakat Tertentu

Ciri-ciri cerita rakyat adalah bagian integral dari identitas budaya suatu kelompok atau komunitas.

Masyarakat yang menceritakan cerita ini merasa terhubung dengan cerita tersebut sebagai bagian dari warisan budaya mereka.

Cerita ini membantu mempertahankan dan memperkuat ikatan sosial dalam kelompok tersebut.

8. Penggunaan Bahasa Daerah

Cerita rakyat sering diungkapkan dalam bahasa atau gaya khas yang berbeda dari karya sastra formal lainnya.

Bahasa dan gaya ini dapat mencerminkan karakteristik budaya dan daerah asal cerita tersebut, menjadikannya unik dan membedakannya dari jenis cerita lainnya.

9. Pengaruh Budaya dan Seni

Cerita rakyat memiliki pengaruh yang signifikan pada seni, musik, tarian, dan berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya.

Masyarakat sering mengadaptasi cerita rakyat ke dalam berbagai bentuk seni dan budaya, sehingga dapat menciptakan karya seni yang indah.

Baca Juga: Dongeng Putri Salju untuk Dibacakan pada Si Kecil

Jenis-Jenis Cerita Rakyat

Ciri-Ciri Cerita Rakyat
Foto: Ciri-Ciri Cerita Rakyat (Freepik.com)

Setelah mengenali ciri-ciri cerita rakyat, berikut jenis-jenis cerita rakyat dengan ciri khas masing-masing.

1. Legenda

Menelusuri sejarah dan asal-usul, legenda menjelaskan misteri di balik tempat-tempat tertentu, fenomena alam, atau tradisi yang dianut.

Tokoh-tokoh mitos dan makhluk supranatural kerap mewarnai kisah-kisah seperti Legenda Danau Toba, Legenda Tangkuban Perahu, dan Legenda Malin Kundang.

2. Mite

Menyingkap tirai mitos dan kepercayaan, mite menyuguhkan kisah tentang dewa-dewi, makhluk halus, dan kekuatan supranatural.

Kisah-kisah seperti Mite Nyi Roro Kidul, Mite Sangkuriang, dan Mite Dewi Sri mencerminkan sistem kepercayaan yang dianut masyarakat pada masa lampau.

3. Fabel

Mengajarkan dengan keceriaan, fabel menyajikan kisah tentang binatang yang berperilaku layaknya manusia.

Pesan moral dan ajaran kehidupan tersirat dalam kisah-kisah seperti Kancil dan Buaya, Semut dan Belalang, dan Anjing dan Bayangannya.

4. Dongeng

Dongeng membawa kita ke dunia penuh fantasi dan keajaiban. Raja, ratu, pangeran, putri, dan makhluk ajaib menghiasi kisah-kisah seperti Dongeng Cinderella, Dongeng Putri Salju, dan Dongeng Aladdin.

5. Sage

Memekarkan semangat kepahlawanan, sage mengisahkan perjuangan dan keberanian.

Tokoh-tokoh pahlawan nasional dan pejuang kemerdekaan menjadi bintang utama dalam kisah-kisah seperti Kegagahan Pangeran Diponegoro, Keberanian Cut Nyak Dien, dan Kepahlawanan Martha Christina Tiahahu.

Baca Juga: Kumpulan Cerita Dongeng Bahasa Inggris Terpopuler, Baca yuk!

Demikian penjelasan tentang ciri-ciri cerita rakyat dan jenis-jenisnya. Semoga penjelasan ini bermanfaat, ya!

  • https://study.com/learn/lesson/folklore-mythology-examples.html
  • https://www.library.illinois.edu/sshel/specialcollections/folklore/definition/
  • https://whatisfolklore.org/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.