14 Februari 2022

Kenali Diskalkulia, Gangguan yang Membuat Sulit Belajar Matematika

Gangguan belajar yang dialami anak-anak ataupun orang dewasa

Jangan marah dulu kalau Si Kecil tidak pandai berhitung, Moms. Bisa saja ia sedang mengidap diskalkulia.

Tak hanya menyerang anak-anak, bahkan kondisi ini bisa saja dialami orang dewasa sekali pun.

Apakah tanda-tandanya? Yuk, ketahui bersama agar tidak salah paham lagi tentang informasi ini!

Pengertian Diskalkulia

Diskalkulia anak sulit belajar matematika 3
Foto: Diskalkulia anak sulit belajar matematika 3 (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stocks

Anak kesulitan belajar matematika bukan berarti tidak pintar atau lambat berpikir lho, Moms.

Melansir Child Mind Institute, diskalkulia adalah kondisi ketidakmampuan belajar spesifik terhadap operasi matematika ataupun angka.

Diperkirakan sebanyak 5-7% anak- usia sekolah dasar (SD) mungkin mengalami ini. Hal ini baik laki-laki maupun perempuan.

Untuk orang dewasa, mungkin akan mengalami kendala ketika bertemu konsep kuantitas layaknya 'lebih besar' atau 'lebih kecil'.

Faktor penyebabnya masih tak diketahui secara pasti. Namun, gangguan belajar seseorang ini diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Keturunan
  • Perkembangan area otak
  • Kondisi saat lahir
  • Cedera otak

Bahkan sebagian penderitanya juga sulit untuk mengingat ataupun memanipulasi angka ataupun nomor.

Baca Juga: Panduan dan Tips Aman Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi COVID-19

Tanda atau Gejala Diskalkulia

diskalkulia, gangguan belajar yang membuat anak kesulitan belajar matematika 1
Foto: diskalkulia, gangguan belajar yang membuat anak kesulitan belajar matematika 1

Foto: Orami Photo Stocks

Informasi yang terdapat dalam Understood memaparkan tanda-tanda diskalkulia.

Tanda diskalkulia pada seseorang sebenarnya sudah bisa terlihat sejak usia balita, seperti:

  • Sering melompat angka saat berhitung
  • Sulit menghubungkan angka dengan objek
  • Tak pandai mengenali pola besar ataupun kecil
  • Sulit menjumlahkan angka matematika
  • Tidak dapat membedakan tanda atau simbol hitung

Tanda-tanda tersebut dapat bervariasi pada setiap anak, begitu juga dengan faktor usia.

Orang dengan diskalkulia dapat mengatasi masalah seputar hitung-hitungan dengan cara yang berbeda.

Baca Juga: Kenali 4 Fungsi Eosinofil, Bagian Sel Darah Putih untuk Mengatasi Infeksi Parasit

Jenis-Jenis Diskalkulia

diskalkulia usia 2 tahun.jpg
Foto: diskalkulia usia 2 tahun.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Gangguan belajar ini memiliki berbagai jenis yang tak hanya seputar kesulitan berhitung. Melansir Cognifit Research, berikut beberapa jenis yang umum dialami orang, antara lain:

  • Verbal

Diskalkulia jenis ini ditandai dengan kesulitan menyebutkan dan memahami konsep matematika melalui kalimat.

Seseorang dengan jenis ini dapat membaca atau menulis angka. Namun, sulit untuk mengenalinya ketika disajikan secara verbal.

  • Practognostik

Beda halnya dengan jenis ini, ditandai dengan kesulitan menerjemahkan matematika abstrak ke dalam konsep nyata.

Seseorang akan mampu memahami konsep matematika tetapi kesulitan untuk membuat daftar, membandingkan, dan menghitung.

  • Leksikal

Kesulitan membaca dan memahami simbol, angka, serta ekspresi atau persamaan matematika.

Seorang anak dengan diskalkulia leksikal dapat memahami konsep ketika diucapkan, tetapi mungkin kesulitan menulis dan memahaminya.

Baca Juga: 7+ Terapi Anak Autis untuk Si Kecil, Salah Satunya Terapi Kemampuan Sosial!

  • Grafis

Ada pula yang mampu memahami konsep matematika tetapi tidak memiliki kemampuan untuk hal lain.

Ini seperti membaca, menulis, atau menggunakan simbol yang sesuai dengan tepat.

  • Ideognostik

Ini adalah sulit melakukan perhitungan tanpa menggunakan angka. Yang biasanya untuk menjawab soal dan memahami konsep matematika.

Mereka mungkin juga mengalami kesulitan mengingat konsep aritmatika setelah mempelajarinya.

Dampak Diskalkulia terhadap Kehidupan

Diskalkulia pada Anak, Apa Gejalanya?
Foto: Diskalkulia pada Anak, Apa Gejalanya?

Foto: Orami Photo Stocks

Tidak semua yang kesulitan belajar matematika menderita kondisi diskalkulia.

Adanya gangguan lain yang serupa seperti disleksia, kesulitan proses visual dan pendengaran, ADHD, dan lainnya.

Beberapa gangguan tersebut juga menurunkan kognitif otak dalam belajar matematika.

Yang disayangkan, kondisi diskalkulia ternyata tidak hanya berhubungan dengan pelajaran matematika di sekolah saja lho, Moms.

Bagi anak yang mengidap kondisi ini,mungkin akan mengalami kesulitan dalam beberapa hal, seperti:

  • Kesulitan dalam mengingat nomor telepon
  • Menghitung uang kembalian
  • Mengukur jarak tempuh
  • Mengingat arah
  • Membaca jam

Walau diskalkulia membuat sesoerang kesulitan belajar matematika, bukan berarti dia tidak menguasai pelajaran lain.

Bisa saja ia memiliki prestasi yang cemerlang dalam pelajaran bahasa Inggris, olahraga, atau kesenian budaya.

Baca Juga: Bikin Tubuh Sehat! Ini 10 Manfaat Fitness bagi Tubuh Kurus

Pengobatan Kondisi Diskalkulia

5 cara seru bantu anak belajar matematika 2
Foto: 5 cara seru bantu anak belajar matematika 2

Foto: Orami Photo Stocks

Jangan patah semangat apabila Si Kecil ataupun orang terdekat memiliki kesulitan untuk belajar.

Adanya beberapa pengobatan yang ditempuh untuk mengatasinya, ini seputar:

1. Terapi Belajar

Berdasarkan anjuran dari Kemendikbud, terapi belajar diperlukan untuk mengobati diskalkulia.

Terapi dan pendidikan remidial bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi seseorang. Ini pun sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajr secara maksimal.

Terapi diskalkulia harus berdasarkan tingkat kesulitan atau defisit yang sesuai dengan usianya.

2. Konseling Ahli

Ada gejala yang dialami anak ketika sulit berhitung? Daripada mengira-ngira ada baiknya untuk dikonsultasikan dengan dokter.

Nantinya dokter akan mendiagnosis anak apakah menderita diskalkulia atau tidak, Moms.

Pastikan juga bahwa anak memang merasakan gejala tersebut dalam kurun waktu lama.

3. Neuropsikolog

tanda butuh konseling diskalkulia
Foto: tanda butuh konseling diskalkulia (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stocks

Walau tidak ada pengobatan diskalkulia secara pasti, apapun usahanya perlu dicoba. Salah satunya yakni dengan mendatangi neuropsikolog.

Neuropsikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari beberapa gangguan fungsi otak, seperti:

  • Hubungan antara otak dan perilaku
  • Terapi untuk gangguan saraf otak

Mungkin saja ini menjadi solusi yang tepat agar lebih mudah memahami alat hitung dan matematika.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Liptint untuk Anak Sekolah, Aman untuk Digunakan!

4. Kreasikan Gaya Belajar

Kira-kira, cara apa yang bisa dilakukan agar semakin mudah belajar matematika ya, Moms?

Untuk mengobati gangguan belajar ini, perlu sedikit 'putar otak' dan kreatif! Yuk, ajak anak untuk belajar dengan gaya lain yang tak biasa!

Hal ini agar memori otak lebih mudah untuk memahami numerik atau perhitungan umum.

Misalnya dengan menggunakan warna sebagai media untuk bantu hitung. Ini juga bisa upaya untuk mengenalkan warna pada anak, Moms.

5. Ikuti Passion Diri

Sudah mencoba berbagai cara tapi tak membuahkan hasil? Mungkin saja memang tidak ada ketertarikan dalam hal matematika, Moms.

Cara pengobatan diskalkulia terbaik yakni dengan mengikuti ketertarikan atau minatnya.

Anak kesulitan belajar matematika karena kondisi ini bukan akhir dari pencapaian akademisnya, lho.

Bisa saja ada kelebihan di bidang lain yang perlu ditonjolkan. Mungkin prestasi dalam hal olahraga atau ingin menjadi atlet?

Mengidap diskalkulia bukanlah akhir dari segalanya, lho. Terus dukung dan gali kemampuan di bidang lain agar terus semangat belajar.

  • https://childmind.org/article/how-to-spot-dyscalculia/#:~:text=Dyscalculia%20is%20a%20term%20used,math%20and%20number%2Dbased%20operations.
  • https://www.understood.org/articles/en/what-is-dyscalculia
  • https://p4tktkplb.kemdikbud.go.id/bagaimana-terapi-diskalkulia/
  • https://www.cognifit.com/pathology/dyscalculia

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.