03 April 2023

12 Terapi untuk Anak Autis, Bantu Tumbuh Kembang Si Kecil

Bantu perbaiki cara berkomunikasi, berbahasa, hingga sosial anak autis

Perlu diakui bahwa memiliki anak dengan autisme bukanlah hal yang mudah, tak ada perawatan pasti tetapi terapi untuk anak autis sangat dibutuhkan.

Ini karena autisme bukanlah sebuah gangguan yang dapat disembuhkan, tetapi melalui terapi Si Kecil mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik.

Secara definisi, dilansir dari Autism Society, autisme adalah kumpulan gangguan perkembangan yang bisa diliat sejak usia dini.

Gangguan perkembangan ini bisa memengaruhi kemampuan anak dalam melakukan komunikasi serta kemampuannya berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Autisme sendiri bisa dilkenal sejak usia 12 hingga 18. Ciri-ciri yang biasa terlihat sebagai gejala autisme adalah:

  • Anak tak tertarik berinteraksi dengan sekitar
  • Anak tidak menunjukkan ketertarikan atau memberikan reaksi pada benda atau ekspresi
  • Tidak paham atau tidak mengerti ketika namanya dipanggil

Ketika Si Kecil sudah didiagnosis mengidap autisme, Moms perlu melakukan terapi untuk anak autis. Terapi untuk anak autis sendiri bisa dilakukan sejak umur kurang dari tiga tahun.

Terapi untuk anak autis pun bisa membantu Si Kecil untuk memperbaiki cara komunikasi dan berbahasa serta fungsi sosial anak.

Dalam beberapa kasus, anak dengan autisme pun memerlukan obat jika terdiagnosis memiliki gangguian psikis.

Jika ini terjadi, pastikan Si Kecil mengonsumsi obat secara rutin sesuai dengan yang disarankan oleh dokter, ya!

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk terapi anak dengan autisme? Ini dia!

Baca Juga: 5 Tips Jitu Mendidik Anak dengan Gangguan ODD

Terapi untuk Anak Autis

Terapi untuk Anak Autis
Foto: Terapi untuk Anak Autis (Lemonde.fr)

Ketika Si Kecil didiagnosa menderita autisme, Moms jangan langsung berkecil hati, ya.

Meskipun tidak ada pengobatan yang dapat menghilangkan autisme, Moms bisa melakukan beberapa terapi untuk anak autis yang membantu tumbuh kembang Si Kecil.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan sebagai terapi anak autis, antara lain:

  • Analsis perilaku terapan
  • Pelatihan keterampilan sosial
  • Terapi okupasi
  • Terapi fisik
  • Terapi integrasi sensorik
  • Menggunakan teknologi yang bisa membantu terapi anak dengan autisme

Jenis-jenis perawatannya pun secara umum dibagi menjadi 3 jenis yakni;

  • Pendekatan Perilaku dan Komunikasi
  • Pendekatan Diet Pengobatan
  • Pengobatan Pelengkap dan Alternatif

Terapi untuk anak autis ini ditujukan agar Si Kecil bisa menguasai berbagai keterampilan dasar dan memperbaiki kualitas hidupnya.

Berikut beberapa terapi anak autis yang bisa Moms coba!

1. Terapi Fisik atau Fisioterapi

Gangguan motorik adalah salah satu hal yang bisa ditemukan pada anak dengan autisme nih, Moms.

Pada umumnya, penyandang autisme mengalami perkembangan kemampuan motorik yang tertunda.

Tak hanya itu, bahkan beberapa anak yang mengidap kondisi ini memiliki massa otot yang rendah.

Ini umumnya dikenal sebagai gangguan Pervasif atau pervasive developmental disoders (PDD) yang menyebabkan perkembangan otak yang terganggu.

Hal ini menjadi penyebab perkembangan otak yang mengatur kemampuan motorik jadi terhambat.

Terapi untuk anak autis yang berfokus pada fisiknya bisa melatih kekuatan otot, koordinasi, serta kemampuan dasar olahraganya.

2. Terapi Okupasi

Jenis terapi anak autis yang satu ini memiliki tujuan untuk pembentukan kemampuan hidup sehari-hari.

Seperti yang sudah diketahui, kebanyakan anak dengan autisme mengalami perkembangan motorik yang lambat.

Nah, hal inilah yang membuat terapi okupasi menjadi sangat penting. Terapi okupasi juga bisa memberi latihan sensorik yang terintegrasi.

Teknik terapi untuk anak autis ini bisa membantu Si Kecil mengatasi hipersensitivitasnya terhadap sentuhan, suara, dan bahkan cahaya.

Baca Juga: 7+ Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Anak, Diperhatikan Ya Moms!

3. Terapi Kemampuan Sosial

Terapi anak autis yang selanjutnya adalah terapi untuk kemampuan sosialnya. Biasanya, anak autisme akan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi.

Mereka membutuhkan bantuan untuk mengasah kemampuan untuk beinteraksi atau berkomunikasi, caranya berhubungan atau kenalan dengan orang baru dan mengenal tempat bermain.

Terapis yang membantu Si Kecil akan membantu untuk menciptakan atau memfasilitasi interaksi sosial.

4. Terapi Sensori

Bukan hanya mengalami gangguan motorik, anak autisme tak sedikit juga mengalami gangguan sensori.

Biasanya indera mereka akan lebih sensitif terhadap cahaya, suara dan bahkan sentuhan.

Meski demikian, ada juga anak dengan autisme yang justru mengalami gangguan penggunaan sensitivitas sensori.

Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan sebagai terapi anak autis untuk menstimulasi sensoriknya.

Terapi vibrasi, getaran, aerobik dan lainnya bisa menjadi beberapa cara yang bisa dilakukan.

Baca Juga: 7 Tips Mendampingi Anak Belajar, Salah Satunya Pelajari Gaya Belajar Anak!

5. Terapi Perkembangan

Seperti yang sudah diketahui, perkembangan dengan autisme bisa mengalami keterlambatan.

Tak usah khawatir, terdapat banyak cara agar anak dengan autisme bisa berkembang, salah satunya dengan melakukan terapi perkembangan.

Nah, sebaiknya Moms tetap mengupayakan untuk melatih perkembangan anak dengan membangun minat dan kekuatan dalam dirinya.

Secara garis besar, terapi ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan, emosional, dan sosial.

Anak-anak akan diajarkan berbagai jenis kegiatan seperti cara mengikat tali sepatu, cara memakai baju, dan juga menggosok gigi.

6. Terapi Tingkah Laku

Terapi Tingkah Laku
Foto: Terapi Tingkah Laku (Raisingchildren.net.au)

Moms, jangan bersedih ketika melihat Si Kecil sering terlihat frustasi, ya. Anak dengan autisme memang sering kali kesulitan dalam menyampaikan perasaannya dengan baik.

Seperti yang sudah dibahas, ini bisa terjadi akibat kondisi fisik dan indranya yang terlalu sensitif terhadap suara cahaya dan sentuhan.

Jadi, mereka kerap berlaku kasar dan bisa mengganggu waktu Moms. Nah, melalui terapi ini Moms dapat mencari tahu apa penyebab perilaku negatif yang kerap dilakukan Si Kecil.

Usai itu, terapis kemudian akan merekomendasikan perubahan terhadap lingkungan atau keseharian Si Kecil agar bisa memperbaiki tingkah laku kesehariannya.

Baca Juga: 22 Cara Mendidik Anak di Era Digital, Pastikan Selalu Dampingi Si Kecil

7. Applied Behavior Analysis (ABA)

Terapi autis yang satu ini bertujuan untuk meningkatkan atau mengembangkan perilaku positif yang ada pada Si Kecil. Terapi ABA ini pun mengajarkan keahlian baru pada anak.

Perlu kerja sama yang baik antara orang tua dan pengasuh untuk menentukan keberhasilan terapi jenis ini, Moms!

Studi Perspectives on Behavior Science menemukan bahwa, Applied Behavior Analysis (ABA) memberikan dampak positif dalam aspek kognitif, bahasa, sosial/komunikasi, perilaku bermasalah, perilaku adaptif, emosi, hingga gejala pada anak autisme.

Dengan catatan, harus dilakukan dengan rutin agar bisa membantu perkembangan anak dengan autisme dengan optimal.

Durasi umum dari penerapan terapi ABA adalah sekitar 20 hingga 40 jam dalam seminggu.

8. Terapi Biomedis

Nah, terapi untuk anak autis ini adalah jenis terapi yang menggunakan obat-obatan dalam menangani autisme.

Kebanyakan perawatan atau terapi jenis ini dilakukan berdasarkan pendekatan Defeat Autism Now alias DAN.

Dokter yang sudah menjalani pelatihan metode DAN pun biasanya akan menentukan diet khusus, perawatan alternatif serta memberikan suplemen untuk penanganan kondisi ini.

Baca Juga: 8 Tipe Gangguan Proses Visual pada Anak, Wajib Tahu Moms!

9. Terapi Bermain

Jenis terapi untuk anak autis berikutnya yaitu terapi bermain. Sesuai namanya, ini merupakan terapi untuk anak autis yang dilakukan dengan cara bermain.

Bermain dapat membantu anak-anak autisme untuk belajar dan terhubung dengan orang lain, baik anak-anak maupun orang dewasa, dengan cara yang mereka pahami.

Dengan begitu, anak ASD bisa meningkatkan keterampilan sosial dan emosional mereka, membantu mereka berpikir dengan cara yang berbeda, hingga menambah keterampilan bahasa atau komunikasi mereka.

Bahkan, terapi bermain dapat memperluas cara anak autis untuk bermain dengan mainannya sekaligus meningkatkan keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain.

Terapis yang membantu anak autis melalu terapi bermain dapat membawa mereka keluar dari lingkup bermain yang sempit dan masuk ke dunia pengalaman serta hubungan kolaboratif.

Dalam hal ini, Si Kecil dapat melakukan terapi bermainnya melalui permainan kejar-kejaran sederhana, meniup gelembung, atau aktivitas sensorik seperti berayun atau meluncur.

Saat kemampuan anak autis mengalami perkembangan, terapis mungkin dapat mengembangkan permainan kolaboratif atau khayalan seperti roleplay.

10. Terapi Visual

Terapi untuk anak autis selanjutnya adalah terapi visual. Ini merupakan metode belajar komunikasi untuk anak autis yang dilakukan melalui bantuan gambar.

Dalam Jurnal Ilmu Keperawatan disebutkan bahwa terdapat pengaruh dan perbedaan kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif sebelum dan sesudah dilakukan terapi visual.

Pengenalan komunikasi dengan metode Picture Exchange Communication System (PECS) pun menunjukkan peningkatan kemampuan prilaku sosial, prilaku bermain dan prilaku komunikatif yang lebih meningkat dibandingkan sebelum intervensi PECS.

Penggunaan Sistem Komunikasi Pertukaran Gambar (PECS) untuk anak autis dilakukan dengan tujuan untuk mendekati orang lain.

Caranya, dengan memberi mereka gambar barang yang diinginkan sebagai ganti barang itu. Dengan demikian, orang tersebut dapat memulai komunikasi.

Seorang anak dengan autisme dapat menggunakan PECS untuk mengomunikasikan permintaan, pemikiran, atau apapun yang dapat ditampilkan atau dilambangkan secara visual pada kartu bergambar.

Jenis terapi visual dengan PECS untuk anak autis ini dapat bekerja dengan baik saat digunakan di rumah atau pun di kelas.

Baca Juga: 5 Tanda Gangguan Perkembangan Motorik Balita, Waspada Moms!

11. Terapi Wicara

Ada juga terapi wicara yang dapat membantu anak autis untuk meningkatkan keterampilan berbicara serta komunikasi nonverbal, termasuk isyarat, gerak tubuh, gambar, atau alat bicara elektronik.

Jenis terapi untuk anak autis ini bisa dilakukan dengan melibatkan keterampilan nonverbal, seperti melakukan kontak mata, bergiliran dalam percakapan, dan menggunakan serta memahami gerak tubuh.

Bisa juga dilakukan dengan cara mengajarkan anak-anak untuk mengekspresikan diri menggunakan simbol gambar, bahasa isyarat, atau komputer.

Lantas, kapan anak autisme bisa melakukan terapi wicara? Semakin awal terapi wicara dimulai, hasilnya akan semakin baik, Moms.

Seperti yang disampaikan sebelumnya, gangguan spektrum autisme biasanya hilang sebelum anak berusia tiga tahun.

Nah, keterlambatan bahasa dapat diketahui sejak usia 18 bulan. Dalam beberapa kasus, autisme dapat diidentifikasi sejak usia 10 hingga 12 bulan.

Apabila anak Moms dan Dads menunjukkan tanda-tanda autisme, pastikan untuk segera melakukan pemeriksaan dan menjalani terapi sedini mungkin.

12. Terapi dan Dukungan Berbasis Keluarga

Keluarga Bahagia
Foto: Keluarga Bahagia (Freepik.com/jcomp)

Terapi dan dukungan berbasis keluarga untuk anak autis menekankan gagasan bahwa keterlibatan keluarga dalam terapi adalah kunci untuk memenuhi kebutuhan perkembangan anak dengan autisme.

Dalam hal ini, terapi dilakukan untuk membimbing, melatih, dan menginformasikan keluarga anak-anak autis. Jadi, orang-orang terdekat anak ASD bisa menjalani cara pengasuhan yang tepat.

Melalui terapi dan dukungan berbasis keluarga, Moms dan keluarga pun dapat meningkatkan keterampilan interaksi sosial, mengelola perilaku bermasalah, serta mengajarkan keterampilan dan komunikasi anak autis dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Catat! Ini 7 Rekomendasi Tempat Terapi Anak Autisme di Jabodetabek

Nah, itu dia Moms terapi untuk anak autis yang biasa dilakukan. Semoga bermanfaat!

  • https://www.autism-society.org/what-is/
  • https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/treatment.html
  • https://www.verywellhealth.com/low-cost-autism-therapies-parents-can-provide-at-home-4172365
  • https://www.webmd.com/brain/autism/therapies-to-help-with-autism
  • https://jurnal.usk.ac.id/JIK/article/view/5291/4434
  • https://link.springer.com/article/10.1007/s40614-022-00338-x

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.