01 April 2023

Manfaat Ferulic Acid bagi Kesehatan, Bisa Mencegah Penuaan!

Mampu mencegah penuaan kulit

Ferulic acid cukup populer untuk digunakan sebagai campuran produk skincare antiaging.

Meskipun setiap orang akan mengalami penuaan kulit, proses ini sebenarnya bisa diperlambat.

Salah satunya dengan menggunakan produk yang mengandung bahan aktif antipenuaan.

Sebaliknya, jika Moms menyepelekan hal tersebut, kondisi kulit bisa menua lebih cepat.

Tentu, Moms tidak mau, kan, hal ini terjadi?

Jika Moms tertarik menggunakan produk kulit yang mengandung bahan aktif ini, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Serba-serbi Salicylic Acid, Bahan Andalan untuk Usir Jerawat

Apa Itu Ferulic Acid?

Mengenal Ferulic Acid
Foto: Mengenal Ferulic Acid (World-grain.com)

Ferulic acid atau asam ferulat adalah antioksidan yang berasal dari tanaman yang sering ditemukan dalam produk antipenuaan.

Secara alami, antioksidan ini adalah pada oat, gandum, terong, jeruk, dan biji apel.

Antioksidan ini populer dengan kemampuannya melawan radikal bebas sekaligus meningkatkan efektivitas antioksidan lain, seperti vitamin A, vitamin C, dan vitamin E.

Selain pada produk perawatan kulit, asam ferulat juga ditemukan pada suplemen makanan.

Baca Juga: Pengertian dan Manfaat Asam Klorida dalam Kehidupan Manusia

Manfaat Ferulic Acid

Manfaat Ferulic Acid
Foto: Manfaat Ferulic Acid

Ada banyak manfaat yang bisa didapat dari antioksidan ini, di antaranya:

1. Mencegah Penuaan

Asam ferulat utamanya digunakan untuk produk perawatan kulit, yakni melawan radikal bebas sehingga bisa mencegah terbentuknya bintik-bintik penuaan dan kerutan.

Pada serum kulit, asam ferulat cenderung bekerja dengan baik dengan bahan antioksidan lainnya, terutama vitamin C.

Vitamin C adalah bahan umum dalam banyak produk perawatan kulit antipenuaan.

Akan tetapi, vitamin C tidak terlalu stabil jika bekerja sendiri, sehingga dapat menurunkan dengan cepat, terutama saat terkena sinar matahari.

Itu sebabnya, serum vitamin C biasanya datang dalam botol buram atau berwarna kuning.

Asam ferulat dianggap membantu menstabilkan vitamin C sambil juga meningkatkan fungsi foto-proteksi.

Foto-proteksi mengacu pada kemampuan sesuatu untuk meminimalkan kerusakan akibat sinar matahari.

Studi pada Journal of Investigative Dermatology menunjukkan ferulic acid memiliki potensi untuk menawarkan dua kali lipat jumlah fotoproteksi bila dikombinasikan dengan vitamin C dan vitamin E.

Jadi, jika Moms ingin mencegah penuaan, produk kulit yang mengandung asam ferulat bisa menjadi pilihan.

2. Suplemen Antiradang

Antioksidan ini juga sering ditemukan pada pada suplemen makanan.

Biasanya, bertujuan sebagai pengobatan alternatif untuk mengelola gejala hipertensi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan penyakit Alzheimer.

Atau pun penyakit lainnya yang berkembang akibat adanya peradangan pada tubuh.

Kadang digunakan juga sebagai bentuk pencegahan dari penyakit tersebut.

Sebelum memutuskan minum suplemen yang mengandung asam ferulat, konsultasi lebih dahulu dengan dokter.

Baca Juga: Mengenal Hyaluronic Acid, dari Manfaat hingga Tips Menggunakannya

Dosis Ferulic Acid

Dosis Ferulic Acid
Foto: Dosis Ferulic Acid (Sensatorispace.com)

Produk perawatan kulit asam ferulat dapat ditemukan secara online maupun di toko obat maupun toko kosmetik.

Banyak dari produk ini diformulasi bersama dengan antioksidan lain, seperti vitamin A, vitamin C (asam askorbat), dan vitamin E (alfa-tokoferol).

Beberapa serum asam ferulic dijual sebagai produk perawatan kulit mewah dengan label harga yang lumayan mahal.

Namun, tidak ada bukti mereka bekerja lebih baik daripada produk yang lebih murah dengan bahan yang sama.

Suplemen asam ferulat juga ditemukan secara online dan di toko obat maupun apotek.

Tidak ada pedoman dosis untuk penggunaan yang tepat dari suplemen asam ferulat.

Sebagian besar dijual sebagai tablet 250 mg yang diresepkan diminum sekali sehari dengan atau tanpa makanan.

Sebagai aturan praktis, jangan pernah melebihi dosis yang dianjurkan pada label produk.

Baca Juga: Manfaat Tranexamic Acid dan Kandungan Serta Efek Sampingnya

Efek Samping Ferulic Acid

Efek Samping Ferulic Acid (Orami Photo Stocks)
Foto: Efek Samping Ferulic Acid (Orami Photo Stocks)

Sebagian besar orang aman menggunakan antioksidan ini pada kulit mereka.

Namun, tidak menutup kemungkinan efek samping bisa terjadi.

Terutama, jika memiliki masalah kulit, alergi, atau kondisi kulit sensitif.

Biasanya, reaksi alergi ditunjukkan dengan tanda-tanda berikut ini.

  • Ruam dan gatal pada kulit.
  • Kulit kemerahan dan perih.
  • Pembengkakan.

Alergi bisa saja terjadi terutama pada orang yang memiliki alergi pada produk asal asam ferulat.

Misalnya, orang yang alergi gandum bisa menimbulkan reaksi alergi ketika menggunakan produk perawatan yang mengandung antioksidan ini.

Jika alergi terjadi, sebaiknya penggunaan produk dihentikan.

Ini karena efek buruk mungkin lebih banyak didapat ketimbang manfaatnya.

Gejala efek samping juga tidak berbeda jauh dengan reaksi alergi, kadang disertai dengan kondisi pengelupasan kulit.

Sementara efek samping penggunaan ferulic acid dalam bentuk suplemen, belum sepenuhnya diketahui karena penelitiannya masih terbatas.

Namun, yang jelas bisa saja menimbulkan overdosis jika dosis yang digunakan berlebihan daripada yang disarankan.

Interaksinya dengan obat-obatan lain juga belum sepenuhnya jelas.

Sebuah studi pada Journal of Ethnopharmacology menemukan bahwa asam ferulat meningkatkan konsentrasi antikoagulan pada tikus yang juga diberi clopidogrel.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko perdarahan dan munculnya memar pada tubuh.

Baca Juga: Cari Tahu 7 Manfaat Glutathione, Si Master Antioksidan Alami dalam Tubuh!

Aturan Pemakaian Ferulic Acid

Aturan Pakai Ferulic Acid
Foto: Aturan Pakai Ferulic Acid (Orami Photo Stock)

Gunakan produk kulit yang mengandung antioksidan ini sesuai dengan aturan pemakaian yang tercantum di kemasan.

Sebelum dioleskan ke kulit wajah, baiknya lakukan uji sensitivitas lebih dahulu.

Caranya, gunakan setetes produk pada kulit tangan.

Tunggu, beberapa menit hingga satu jam untuk melihat reaksinya.

Jika tidak menimbulkan reaksi apa-apa, produk kemungkinan besar aman untuk kulit.

Sebaliknya, jika muncul sensasi panas, gatal, kemerahan, urungkan niat Moms untuk menggunakan produk ini.

Menggunakan produk antiaging memang bisa mencegah penuaan.

Akan tetapi, cara ini bukan satu-satunya.

Sempurnakan dengan berhenti merokok dan menjauhi asap rokok, mengonsumsi makanan yang menutrisi kulit, kurangi alkohol, rutin olahraga, dan terapkan perawatan kulit yang tepat.

Sementara untuk produk suplemen, konsultasikan lebih dahulu dengan dokter yang menangani kondisi Moms atau Dads.

Keamanan asam ferulat pada anak-anak, wanita hamil, atau ibu menyusui belum ditetapkan.

Baca Juga: Manfaat Sabun yang Mengandung Sulfur bagi Kesehatan Kulit

Jadi, penting menanyakan hal ini lebih lanjut kepada dokter, terutama jika Moms atau Dads punya masalah kesehatan tertentu dan menggunakan obat-obatan.

Menggunakan suplemen tanpa pengawasan dokter jika punya penyakit tertentu, bukan tindakan yang bijak.

Apalagi, menjadikan suplemen sebagai pengobatan utama untuk mengatasi gejala dari penyakit yang dimiliki.

Selalu utamakan pengobatan dokter dan penerapan gaya hidup yang sehat untuk mengelola gejala penyakit peradangan sekaligus untuk mencegah perkembangannya.

Ini meliputi diet tinggi antioksidan, olahraga rutin, mengelola stres, berhenti merokok dan minum alkohol, serta mendapatkan kualitas tidur yang cukup.

  • https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-ferulic-acid-89607
  • https://www.healthline.com/health/ferulic-acid
  • https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/anti-aging/reduce-premature-aging-skin
  • Lin, F., Lin, J., Gupta, R. D., Tournas, J. A., Burch, J. A., Angelica Selim, M., . . . Pinnell, S. R. (2005). Ferulic acid stabilizes a solution of vitamins C and E and doubles its photoprotection of skin. Journal of Investigative Dermatology, 125(4), 826-832. doi:10.1111/j.0022-202x.2005.23768.x
  • Li Y, Liu C, Zhang Y, et al. Pharmacokinetics of ferulic acid and potential interactions with Honghua and clopidogrel in rats. J Ethnopharmacol. 2011 Sep 1;137(1):562-7. doi:10.1016/j.jep.2011.06.011

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.