Fashion & Beauty

27 Mei 2021

Punya Gigi Kelinci? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya Berikut Ini, Moms

Gigi kelinci biasanya membuat seseorang kurang percaya diri sehingga perlu diatasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms mungkin sudah sering mengetahui masalah gigi yang disebut dengan "gigi kelinci" ini, bukan? Ya, gigi kelinci termasuk ditandai dengan bentuk kedua gigi depan bagian atas yang besar dibandingkan gigi lainnya.

Gigi kelinci sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman atau tidak percaya diri. Orang dengan gigi kelinci biasanya merasa minder dengan bentuk giginya karena berbeda dari orang lain.

Lalu, apakah yang menjadi penyebab dari gigi kelinci dan bagaimana cara mengatasinya jika gigi kelinci berpengaruh pada penampilan atau kesehatan?

Mari simak penjelasannya di bawah ini Moms.

Baca Juga: 7 Masalah Kesehatan Gigi yang Sering Terjadi, Jangan Anggap Enteng!

Penyebab Gigi Kelinci

overbite3.jpg

Foto: theorthodontist.com.au

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab gigi kelinci. Namun, faktor genetika atau keturunanlah yang memiliki pengaruh paling besar sebagai penyebab gigi kelinci.

Berikut penjelasan selengkapnya, Moms.

1. Pengaruh Genetika

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, genetika atau keturunan merupakan penyebab utama seseorang mengalami gigi kelinci.

Misalnya, ketika seseorang lahir dalam keadaan rahang yang tidak rata, baik rahang atas atau bawah lebih kecil. Gigi kelinci pun tidak dapat dihindari.

Selain itu, yang dimaksud dengan genetika adalah ketika salah satu anggota keluarga mengalami gigi kelinci, maka anak keturunan atau saudara sedarah lainnya juga berpotensi mengalami hal sama.

Baca Juga: Penyakit Keturunan Penyebab Batuk pada Bayi, Ini Dia Jenisnya

2. Kebiasaan Mengisap Jempol

Mengisap Jempol Bisa Sebabkan Gigi Kelinci

Foto: Orami Photo Stock

Mengisap jempol merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan gigi kelinci. Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak.

Menurut Koch Orthodontics, saat gigi dan rahang masih dalam tahap perkembangan, tekanan dari ibu jari dapat mengganggu pertumbuhan alami gigi.

Lalu, ketika kebiasaan mengisap jempol ini berlanjut hingga melewati usia 3 atau 4 tahun, gigi permanen anak cenderung tumbuh tidak normal pada sudut yang salah sehingga menjadi gigi kelinci.

Jika anak Moms memiliki kebiasaan mengisap jempol, sebaiknya berkonsultasilah dengan ortodontis anak untuk mendapatkan bimbingan dan perawatan yang tepat pada tahap awal. Jadi, anak bisa terhindar dari komplikasi lebih lanjut.

Baca Juga: Bayi Mengisap Jempol, Begini 5 Cara Menghentikannya

3. Penggunaan Empeng Secara Berlebihan

Tak hanya kebiasaan mengisap jempol saja yang bisa menyebabkan gigi kelinci, penggunaan empeng juga berdampak serupa, Moms.

Bahkan menurut Journal of American Dental Association, risiko terjadinya maloklusi (posisi gigi dan rahang tidak normal) lebih tinggi jika anak menggunakan empeng yang berlebihan dibandingkan dengan kebiasaan mengisap jempol.

Hal ini karena empeng dapat memberikan tekanan berlebih pada gigi atas dan menyebabkan gigi tumbuh ke luar. Untuk itu, anak-anak yang berusia dua tahun sebaiknya berhenti menggunakan empeng sehingga risiko gigi kelinci dapat dihindari.

Baca Juga: 7 Cara Menyapih Anak dari Empeng Kesayangan, Jangan Tunda Lagi!

4. Menjulurkan Lidah Terlalu Sering

Penyebab Gigi Kelinci-Menjulurkan Lidah

Foto: Orami Photo Stock

Kebiasaan lain yang bisa menyebabkan gigi kelinci dan biasa dimulai dari masa kanak-kanak ialah ketika menjulurkan lidah terlalu sering.

Meski seringkali terjadi pada anak-anak, tetapi kebiasaan ini bisa saja berlanjut hingga dewasa karena berbagai alasan, seperti amandel yang membengkak, kebiasaan mengunyah, dan menelan yang buruk. Stres juga bisa menjadi alasan menjulurkan lidah saat tidur.

Munculnya gigi kelinci akibat kebiasaan ini terjadi saat lidah menekan terlalu jauh ke depan di dalam mulut.

Apabila lidah menekan gigi untuk waktu yang singkat, hal tersebut mungkin tidak akan mempengaruhi posisi gigi. Namun, jika lidah terus didorong ke arah gigi, dapat menyebabkan gigitan terbuka atau gigi menonjol yang disebut gigi kelinci.

Baca Juga: Veneer Gigi pada Anak Bisa Mengatasi 4 Masalah Ini

5. Bruxism atau Teeth Grinding

Bruxism atau yang biasa disebut dengan teeth grinding juga dapat membuat seseorang memiliki gigi kelinci.

Bruxism (teeth grinding) merupakan kebiasaan menekan dan menggerakan gigi secara tidak sadar. Biasanya, kebiasaan ini terjadi saat tidur.

Banyaknya tekanan yang dihasilkan oleh kebiasaan bruxism dapat menyebabkan patah tulang pada gigi dan bisa menciptakan gigi kelinci.

Tak hanya menyebabkan gigi kelinci, bruxism juga dapat membuat seseorang mengalami Temporomandibular Joint Syndrome. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa nyeri di bagian rahang sehingga mengganggu proses membuka mulut saat makan ataupun menelan.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Sakit Gigi Anak dengan Obat Alami

6. Adanya Gigi yang Tanggal, Gigi Ekstra, atau Gigi Benturan

gigi tanggal

Foto: Orami Photo Stock

Jarak atau crowding dapat mengubah kesejajaran gigi depan dan menyebabkan munculnya gigi kelinci.

Selain itu, adanya gigi tanggal memungkinkan gigi yang tersisa bergeser seiring waktu sehingga memengaruhi posisi gigi depan.

Tidak memiliki cukup ruang untuk menampung gigi juga dapat menyebabkan masalah kesejajaran. Gigi kelinci juga dapat terjadi jika memiliki gigi ekstra (berlebih) atau gigi yang mengalami benturan.

7. Tumor dan kista di mulut atau rahang

Tumor dan kista di mulut atau rahang dapat mengubah kesejajaran gigi dan bentuk mulut serta rahang.

Hal ini terjadi ketika adanya pembengkakan atau pertumbuhan pada jaringan lunak atau tulang di bagian atas mulut atau rahang yang terus-menerus sehingga menyebabkan gigi bergeser ke depan.

Selain itu, tumor dan kista di rongga mulut atau rahang juga bisa menyebabkan nyeri, benjolan, dan luka.

Baca Juga: Bau Mulut Jadi Salah Satu Tanda Kanker Mulut? Begini Penjelasan Ahli

Apakah Gigi Kelinci Berbahaya?

Apakah Gigi Kelinci Berbahaya?

Foto: Pexels/Andrea Piacquadio

Orang yang memiliki gigi kelinci biasanya mengalami rasa minder dan kehilangan percaya diri karena penampilannya berbeda dengan orang lain.

Tidak hanya berpengaruh pada penampilan seseorang, gigi kelinci juga dapat mengakibatkan implikasi kesehatan jika tak ditangani segera.

Berikut risiko kesehatan yang disebabkan oleh gigi kelinci:

1. Menghambat Proses Bicara

Gigi kelinci dapat menyebabkan kesulitan bicara. Umumnya, orang dengan gigi kelinci yang besar akan kesulitan mengucapkan kata-kata dengan huruf F, M, B, V, P, dan S.

2. Masalah Jalan Napas

Gigi yang menonjol memang tidak menyebabkan masalah pada jalan napas, tetapi faktor ukuran rahanglah yang dapat menyebabkan hal tersebut.

Gigi kelinci mengakibatkan mulut terlalu penuh sehingga ukuran rahang menjadi kecil dan saluran udara juga kecil.

Hal ini menyebabkan jalan napas menjadi tidak normal.

Jalan napas yang tidak berkembang atau terbatas ini akan menyebabkan gangguan pernapasan saat tidur, mendengkur, dan sleep apnea, yang memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

3. Masalah Mengunyah

Penyelarasan gigi yang tidak tepat di kedua rahang karena gigi kelinci seringkali menyebabkan masalah mengunyah. Mengunyah yang tidak benar selanjutnya dapat menyebabkan pencernaan yang buruk.

Selain itu, gigi kelinci dapat menyebabkan rasa sakit saat menggigit atau mengunyah.

4. Berisiko Mengalami Masalah Gigi Lainnya

Gigi kelinci termasuk kondisi gigi yang tidak biasa sehingga membuat seseorang lebih sulit dalam membersihkannya. Hal ini pun membuat mereka lebih berisiko mengalami masalah gigi, seperti kerusakan gigi, gigi berlubang, dan radang gusi.

Tak hanya itu, gigi kelinci juga dapat mengencangkan gigi, rahang, dan otot, yang bisa saja meningkatkan risiko gigi patah.

Baca Juga: Yuk Kenali 3 Tahapan Tumbuh Kembang Gigi Anak!

Diagnosis Gigi Kelinci

Diagnosis Gigi Kelinci oleh Dokter Gigi

Foto: Orami Photo Stock

Meski dapat dilihat secara kasat mata melalui kedua gigi atas yang tumbuh besar dan menonjol, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik lain saat mendiagnosis gigi kelinci.

Dikutip dari Cleveland Clinic, dokter gigi dapat melakukan rontgen gigi untuk memeriksa gigi kelinci dan melihat kondisi rahang secara lebih lanjut.

Selain itu, dokter gigi juga mungkin akan merujuk pasien ke ortodontis. Ortodontis adalah dokter gigi yang memiliki spesialisasi dalam penyelarasan gigi dan rahang.

Cara Mengatasi Gigi Kelinci

Overbite-underbite-why-correcting-an-overbite-is-important-how-to-fix-an-underbite-e1551026297907.jpg

Foto: arsurgeons.com

Gigi kelinci yang dirasa mengganggu penampilan atau sudah menyebabkan masalah kesehatan lainnya, perlu segera diatasi. Namun biasanya, perawatan gigi kelinci akan berbeda pada setiap orang. Bergantung pada tingkat keparahannya.

Beberapa cara mengatasi gigi kelinci, meliputi:

1. Kawat Gigi atau Aligner

Jika masalah gigi kelinci ditemukan sejak dini, anak-anak di tahun-tahun awal atau bahkan remaja dapat memanfaatkan kawat gigi.

Demikian pula, orang dewasa yang memiliki gigi kelinci. Mereka juga dapat memanfaatkan kawat gigi atau pelurus gigi Invisalign.

Kawat gigi atau pelurus akan membantu memindahkan gigi kelinci secara bertahap ke posisi yang benar.

Kawat gigi tradisional memiliki braket dan kabel logam. Sementara aligner Invisalign adalah baki plastik bening yang dibuat khusus sesuai bentuk gigi.

Oleh karena itu, orang tua harus berkonsultasi dengan ortodontis anak untuk panduan yang tepat dan perawatan merapikan gigi pada tahap awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

2. Operasi Rahang

Dalam kasus gigi kelinci yang parah, operasi ortognatik atau rahang akan diresepkan.

Hal ini dilakukan jika pasien mengalami gigi kelinci karena masalah pada struktur rangka atau rahang.

Operasi akan dilakukan dengan cara mendorong tulang rahang atas ke belakang atau menggerakkan rahang bawah ke depan sehingga sejajar dan bentuk gigi terlihat normal.

Itulah informasi seputar gigi kelinci yang perlu Moms ketahui. Semoga bermanfaat, ya.

  • https://gwinnettorthodontist.com/overbite-or-buck-teeth/
  • http://www.ada.org/~/media/ada/publications/files/patient_77.ashx
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21473-overbite
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait