06 Februari 2022

6 Cara Mengatasi Gigi Sensitif serta Pencegahan dan Perawatan yang Bisa Dilakukan

Salah satunya bisa gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif

Apakah gigi Moms terasa cenut-cenut saat menikmati minuman panas atau dingin? Bisa jadi hal itu terjadi karena Moms memiliki gigi sensitif.

Dalam penelitian di Journal of American Dentistry disebutkan bahwa sekitar 1 dari 8 orang memiliki gigi sensitif. Gigi memiliki lapisan luar, lapisan pelindung enamel, kemudian lapisan dalam dari dentin.

Ketika enamel rusak, maka rentan terhadap makanan dan minuman yang sangat panas, dingin, manis, dan asam.

Dampaknya, Moms bisa mengalami gigi sensitif dengan merasakan sensasi yang mengejutkan seperti ngilu ketika mengonsumsi makanan dan minuman tersebut. Nyeri ini dapat dirasakan selama beberapa saat hingga berjam-jam.

Yuk, ketahui lebih lanjut penjelasan mengenai gigi sensitif berikut ini.

Baca Juga: 10 Minuman dan Makanan untuk Sakit Gigi, Bye-Bye Ngilu!

Penyebab Gigi Sensitif

penyebab gigi sensitif
Foto: penyebab gigi sensitif

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Mayo Clinic, gigi sensitif biasanya disebabkan oleh email gigi yang aus atau akar gigi yang terbuka.

Dalam American Dental Association, disebutkan juga kemungkinan penyebab gigi sensitif meliputi kerusakan gigi (gigi berlubang), gigi retak, tambalan yang aus, penyakit gusi, hingga enamel gigi yang usang.

Pada gigi yang sehat, lapisan enamel melindungi mahkota gigi. Di bawah garis gusi, lapisan yang disebut sementum melindungi akar gigi. Di bawah enamel dan sementum adalah dentin.

Dentin punya bentuk yang kurang padat dibandingkan dengan enamel dan sementum, serta mengandung tubulus mikroskopis (tabung atau kanal berongga kecil).

Ketika dentin kehilangan lapisan pelindung enamel atau sementum, tubulus ini memungkinkan makanan panas dan dingin atau asam atau lengket mencapai saraf dan sel di dalam gigi.

Dentin juga bisa terbuka saat gusi surut. Hasilnya bisa jadi hipersensitivitas.

Meski demikian, jangan khawatir, ada beberapa cara sederhana untuk meredakan gigi sensitif yang bisa Moms coba. Berikut daftarnya!

Baca Juga: Impaksi Gigi, Kondisi Gigi yang Pertumbuhannya Terjebak dalam Gusi

Cara Mengatasi Gigi Sensitif

Ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi kondisi gigi sensitif. Apa saja? Berikut ini penjelasannya.

1. Menyikat Gigi dengan Lembut

Cara Mengatasi Gigi Sensitif
Foto: Cara Mengatasi Gigi Sensitif

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi gigi sensitif yang mudah dilakukan adalah menyikat gigi dengan lembut.

Menyikat gigi dengan keras tidak akan membuat gigi lebih bersih, justru dapat meningkatkan risiko sensitivitas gigi.

Hal tersebut dikarenakan menyikat yang terlalu kuat dapat menyebabkan gusi keluar dari gigi, mengekspos saraf, dan menyebabkan sakit gigi.

Menyikat gigi dari sisi ke sisi tepat di garis gusi dapat membuat email gigi lebih cepat hilang.

Sebaiknya, sikat gigi dengan sudut 45 derajat ke gusi menggunakan bulu sikat yang lembut untuk menjaga enamel bersih dan kuat.

”Gosok gigi 2 kali sehari dengan gerakan naik-turun yang lembut, bukan dari sisi ke sisi. Lakukan minimal 2 kali sehari selama 2 menit, untuk proses penyikatan yang efektif,” jelas Ana Paula Ferraz-Dougherty, DDS, dokter gigi di Rolling Oaks Dental, San Antonio, Texas, sekaligus juru bicara American Dental Association (ADA)

2. Hentikan Bleaching (Pemutihan Gigi)

Hentikan Bleaching (Pemutihan Gigi)
Foto: Hentikan Bleaching (Pemutihan Gigi)

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi gigi sensitif yang selanjutnya adalah menghentikan bleaching gigi.

Baik alat pemutih di rumah atau prosedur pemutihan gigi, dapat menyebabkan gigi sensitif untuk sementara waktu.

Sebaiknya konsultasi dengan dokter gigi tentang bagaimana perawatan tersebut. Apakah dapat memeengaruhi kondisi gigi dan apakah perlu dilakukan.

Baca Juga: Implan Gigi, Prosedur Pemasangan Gigi Tiruan dengan Mengganti Akar Gigi

3. Hindari Makanan dan Minuman Asam

Hindari Makanan dan Minuman Asam
Foto: Hindari Makanan dan Minuman Asam

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi gigi sensitif yang selanjutnya adalah menghindari makanan dan minuman asam.

Makanan dan minuman yang sangat asam menghilangkan enamel gigi, sehingga lebih rentan terhadap sensitivitas gigi dan kerusakan gigi.

Minuman bersoda, jus jeruk, dan buah jeruk bersifat asam.

Jika ingin konsumsi jeruk, coba untuk tambahkan dalam makanan lainnya. Makanan lain berfungsi sebagai penyangga, yang membantu menurunkan tingkat pH di mulut.

Pastikan untuk menunggu setidaknya 30 menit setelah makan buah jeruk, baru menyikat gigi.

"Asam tersebut melemahkan enamel gigi, dan menyikat terlalu cepat dapat merusak enamel," kata Ferraz-Dougherty.

4. Gunakan Pasta Gigi yang Tidak Sensitif

pasta gigi - askthedentist.com.jpg
Foto: pasta gigi - askthedentist.com.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Cleveland Clinic, salah satu cara sederhana untuk perawatan gigi sensitif adalah menggunakan pasta gigi yang mengandung desensitizing.

Pasta gigi desensitizing mengandung senyawa yang membantu menghalangi transmisi sensasi dari gigi ke saraf. Gunakan 2 kali sehari, maka sensitivitas pada gigi akan berkurang dalam beberapa minggu.

British Dental Health Foundation (BDHF) menyarankan, untuk menggosok sedikit pasta gigi desensitisasi langsung pada gigi.

Baca Juga: Kenali Proses Pertumbuhan Gigi Bayi Serta Tanda-Tandanya yang Membuat Si Kecil Tidak Nyaman

5. Gunakan Produk Gigi dengan Kandungan Fluoride

Menggunakan produk gigi yang mengandung fluoride juga dapat membantu Moms untuk meredakan gigi sensitif.

Pasta gigi dan obat kumur yang memiliki kandungan fluoride bisa mengurangi risiko gigi berlubang dan juga dapat membantu meminimalkan sensitivitas gigi.

Hal ini pun dibuktikan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Clinical Oral Investigations.

Para peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar persiapan fluoride mengurangi sensitivitas gigi ketika orang menggunakannya bersamaan dengan perawatan desensitisasi.

Menggunakan pasta gigi desensitisasi yang mengandung potasium adalah salah satu pilihan bagi orang yang memiliki gigi sensitif.

6. Menggunakan Pelindung Mulut

Menggigit pelindung mulut saat tidur bisa mengurangi bruxism atau kebiasaan menggertakan gigi yang dapat menyebabkan pengikisan enamel dan gigi sensitif.

Moms bisa mendapatkan pelindung mulut ini dari dokter gigi. Selain menggunakan pelindung mulut, bruxism juga dapat dicegah dengan mengelola stres.

Moms dapat mengurangi stres dengan rutin melakukan aktivitas fisik, meditasi, dan melakukan hal lainnya.

Baca Juga: Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Masalah Gigi Geraham Bungsu

Perawatan Gigi Sensitif oleh Dokter Gigi

perawatan gigi sensitif oleh dokter gigi
Foto: perawatan gigi sensitif oleh dokter gigi

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms merasa terganggu dengan gigi sensitif, terutama karena rasa ngilu yang terlalu mengganggu, segera kunjungi dokter gigi.

Dokter gigi dapat mengidentifikasi sakit yang Moms rasakan di gigi. Bergantung pada situasinya, dokter gigi mungkin merekomendasikan beberapa penanganan terhadap gigi sensitif berikut ini:

1. Menggunakan Pasta Gigi untuk Gigi Sensitif

Setelah beberapa kali pemakaian, pasta gigi khusus gigi sensitif terkadang dapat membantu memblokir rasa sakit yang terkait dengan gigi sensitif.

Ada berbagai macam produk yang tersedia. Tanyakan kepada dokter gigi, produk mana yang paling cocok untuk Moms gunakan.

Baca Juga: Lakukan Perawatan Gigi, Ini 6 Rekomendasi Klinik Dokter Gigi Jakarta

2. Mengoleskan Fluoride

Dokter gigi mungkin mengoleskan fluorida ke area gigi sensitif untuk memperkuat enamel gigi dan mengurangi rasa sakit.

Ia mungkin juga menyarankan penggunaan resep fluoride di rumah, yang diterapkan melalui baki khusus.

3. Melakukan Desensitisasi

Kadang-kadang, permukaan akar yang terbuka dapat dirawat dengan mengaplikasikan resin pengikat ke permukaan akar yang sensitif.

Dalam perawatan ini, mungkin diperlukan anestesi lokal. Desensitisasi juga bisa dilakukan mandiri dengan menggunakan pasta gigi.

Pasta gigi desensitisasi mengandung bahan yang membuat dentin kurang permeabel. Dentin adalah jaringan keras dan berpori yang terletak di bawah lapisan email di semua gigi.

Ketika dentin kurang permeabel, ini berarti lebih sulit bagi cairan untuk melewatinya.

Mengurangi permeabilitas gigi akan melindungi saraf di bawahnya, yang membantu mengurangi sensitivitas dan rasa sakit gigi.

Ada berbagai produk pasta gigi desensitisasi yang dijual bebas. Tanyakan kepada dokter gigi produk mana yang paling cocok untuk Moms.

Baca Juga: Cegah Gigi Berlubang pada Anak dengan Rajin Sikat Gigi, Ini Tips dari Dokter Spesialis Gigi Anak

4. Bedah Mencangkok Gusi

Jika akar gigi kehilangan jaringan gusi, sejumlah kecil jaringan gusi dapat diambil dari bagian lain di mulut dan ditempelkan ke bagian yang terkena.

Ini dapat melindungi akar yang terbuka dan mengurangi kepekaan atau sensitivitas pada gigi.

5. Perawatan Root Canal

Jika gigi sensitif menyebabkan rasa sakit yang parah dan perawatan lain tidak efektif, dokter gigi mungkin merekomendasikan perawatan saluran akar (root canal).

Ini merupakan prosedur yang digunakan untuk mengatasi masalah pada inti lunak gigi (pulpa gigi).

Meskipun ini mungkin tampak seperti perawatan yang signifikan, ini dianggap sebagai teknik paling berhasil untuk menghilangkan sensitivitas gigi.

Baca Juga: Tak Cuma Makanan Manis, Ini 6 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Gigi

Pencegahan Gigi Sensitif

pencegahan gigi sensitif
Foto: pencegahan gigi sensitif (shutterstock)

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum gigi menjadi sensitif dan ngilu terjadi, adakah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegahnya?

Journal of American Dental Association menjelaskan, bahwa menjaga kebersihan mulut yang baik adalah pencegahan terbaik terhadap sebagian besar masalah kesehatan mulut, termasuk gigi sensitif.

Kebersihan gigi yang buruk memungkinkan bakteri berkumpul di sekitar dan di antara gigi.

Jika bakteri (plak) ini tidak dihilangkan, mereka dapat mengeras menjadi kalkulus (karang gigi), yang dapat menumpuk dan menyebabkan gusi surut di sekitar gigi. Ini disebut penyakit gingiva atau peradangan gusi.

Resesi gusi mengekspos akar gigi, yang pada gilirannya membuat gigi lebih rentan terhadap sensitivitas.

Situasi lain yang dapat meningkatkan risiko resesi gusi termasuk penggunaan tembakau, tindik mulut (yang dapat mengiritasi gusi).

Selain itu, penggunaan beberapa obat atau bahkan perubahan kadar hormon wanita selama masa pubertas, kehamilan atau menopause juga dapat menyebabkan masalah gusi.

Menyikat gigi dengan kasar, menggunakan terlalu banyak tekanan, atau menggunakan sikat gigi berbulu keras juga dapat membuat gusi menyusut dan memperlihatkan akar gigi.

The American Dental Association merekomendasikan untuk mengikuti rutinitas kebersihan mulut yang baik. Sikat gigi dengan lembut 2 kali sehari dengan sikat berbulu lembut dan pasta gigi berfluorida.

Ukuran dan bentuk kuas gigi harus sesuai dengan mulut, sehingga memungkinkan Moms menjangkau semua area dengan mudah.

Jangan lupa mengganti sikat gigi setiap 3 atau 4 bulan atau lebih cepat jika bulunya sudah berjumbai. Sikat gigi yang sudah usang tidak akan bisa membersihkan gigi dengan baik dan dapat mengiritasi gusi.

Moms juga dapat membersihkan sela gigi dengan benang gigi atau dental floss setiap hari. Ini membantu menghilangkan plak dan partikel makanan dari sela-sela gigi yang sulit terjangkau sikat gigi.

Kunjungi dokter gigi secara teratur untuk pembersihan profesional dan pemeriksaan mulut.

Baca Juga: 5 Manfaat Siwak untuk Bantu Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Itulah beberapa informasi terkait gigi sensitif, dari cara mencegah, mengatasi, hingga perawatannya.

Jika memiliki gigi yang sangat sensitif, sebaiknya pertimbangkan untuk melakukan perawatan kepada dokter gigi. Jangan sampai mengabaikan kondisi gigi, ya Moms! Karena nantinya bisa memperburuk kesehatan gigi.

  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/sensitive-teeth/faq-20057854#:~:text=To%20prevent%20sensitive%20teeth%20from,dentist%20about%20a%20mouth%20guard.
  • https://www.webmd.com/oral-health/guide/tooth-sensitivity
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324731
  • everydayhealth.com/hs/dental-health/8-ways-relieve-tooth-sensitivity/
  • https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/s/sensitive-teeth
  • http://my.clevelandclinic.org/head-neck/diseases-conditions/hic-sensitive-teeth.aspx
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3819160/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3586140/
  • https://www.ada.org/~/media/ADA/Publications/Files/FTDP_Sept2013_2.pdf?la=en

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb