19 April 2022

Ketahui Obat Imodium: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping Penggunaan

Harus dikonsumsi dalam jumlah yang disarankan

Moms pernah tahu atau bahkan menggunakan obat imodium? Obat ini tidak boleh digunakan sembarang usia.

Melansir dari National Health Service UK, imodium tidak disarankan untuk diberikan pada anak yang berusia di bawah 12 tahun tanpa rekomendasi dari dokter.

Obat ini umumnya digunakan untuk mengatasi diare yang terjadi secara tiba-tiba.

Dalam kasus yang ringan, diare biasanya dapat membaik dengan sendirinya dalam 5-7 hari.

Jika membutuhkan cara cepat untuk mengatasi diare, Moms bisa mengonsumsi imodium untuk menurunkan frekuensi buang air besar.

Obat ini juga dapat meningkatkan eksistensi tinja, sehingga tidak terlalu encer.

Untuk lebih jelasnya terkait dengan imodium, Moms bisa melihat serba-serbi di bawah ini!

Baca juga: Mengenal Obat Thyrozol untuk Atasi Hipertiroid, Cek Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya di Sini

Apa Itu Imodium?

diare kehamilan - pixabay (2).jpg
Foto: diare kehamilan - pixabay (2).jpg (Pixabay.com)

Foto: pixabay

Imodium adalah obat over-the-counter (OTC) bermerek yang digunakan untuk mengatasi diare.

Karena termasuk obat OTC atau dijual bebas, Moms tidak perlu resep dari dokter untuk membeli obat ini di apotek atau toko kesehatan.

Diare umumnya ditandai dengan tekstur tinja yang encer dan peningkatan frekuensi buang air kecil.

Imodium dapat digunakan untuk mengatasi diare dengan dua kondisi berbeda, yaitu sebagai berikut.

Diare Akut (Jangka Pendek)

Jenis diare ini biasanya berlangsung kurang dari 15 hari. Kondisi tersebut paling sering disebabkan oleh sakit perut atau keracunan makanan.

Selain itu, diare akut juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu.

Diare Kronis (Berkelanjutan)

Diare jenis ini berlangsung lebih dari 4 minggu. Kondisi tersebut biasanya terkait dengan gangguan pada usus yang dialami jangka panjang.

Beberapa gangguan tersebut, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) atau penyakit Crohn.

Untuk diare kronis, imodium hanya boleh digunakan jika direkomendasikan oleh dokter.

Baca juga: Neozep Forte untuk Obat Flu, Ini Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Dosis Penggunaan Obat

Imodium tersedia dalam bentuk tablet, soft gel, dan cair. Ketiga jenis tersebut dikonsumsi secara oral.

Obat tidak boleh dikonsumsi lebih dari 2 hari jika tidak direkomendasikan oleh dokter.

Obat hanya boleh dikonsumsi jangka panjang jika berada di bawah pengawasan dokter.

Penggunaan jangka panjang dilakukan untuk mengobati diare yang disebabkan oleh kondisi kronis, seperti penyakit radang usus.

Berikut ini dosis penggunaan yang dianjurkan sesuai umur dan berat badan penggunanya:

Dewasa dan Anak Usia 12 Tahun ke Atas

  • Dosis permulaan yang dianjurkan adalah 4 miligram.
  • Dosis susulan sebanyak 2 miligram setelah buang air besar.
  • Dosis tidak boleh melebihi 8 miligram per hari.

Anak di Bawah Usia 12 Tahun

Dosis penggunaan harus berdasarkan berat badan pasien. Jika berat badan tidak diketahui, dosis penggunaan dapat diberikan berdasarkan usia.

  • Anak-anak usia 9-11 tahun: dosis awal sebanyak 2 miligram dengan dosis susulan sebanyak 1 miligram setelah buang air besar. Jangan mengonsumsi lebih dari 6 miligram per hari.
  • Anak-anak usia 6-8 tahun: dosis awal sebanyak 2 miligram dengan dosis susulan sebanyak 1 miligram setelah buang air besar. Jangan mengonsumsi lebih dari 4 miligram per hari.
  • Anak-anak usia 2-5 tahun: dosis penggunaan diberikan langsung oleh dokter.

Penggunaan obat tidak disarankan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun.

Seperti pada penjelasan sebelumnya, penggunaan obat dalam jangka panjang tidak disarankan, kecuali atas rekomendasi dokter.

Imodium biasanya digunakan untuk mengobati diare akut. Namun, dokter terkadang meresepkan obat untuk membantu mengendalikan diare kronis.

Biasanya dokter menyarankan untuk berhenti konsumsi setelah diare dinyatakan sembuh.

Namun, jika gejala tidak juga membaik dalam 2 hari setelahnya, Moms disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Amankah Dikonsumsi Ibu Hamil dan Menyusui?

Melansir dari Healthline, tidak cukup penelitian yang dilakukan untuk mengetahui apakah obat aman digunakan selama kehamilan.

Jika Moms sedang hamil, bicarakan dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Tanyakan juga apakah obat ini aman untuk digunakan selama kehamilan.

Jika sedang menyusui, tanyakan juga kepada dokter apakah obat memengaruhi kandungan ASI untuk Si Kecil.

Sama dengan jenis obat lainnya, dalam jumlah yang kecil, obat dapat masuk ke dalam ASI meski tidak membahayakan anak.

Baca juga: Mengenal Micardis (Obat Darah Tinggi): Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Efek Samping Penggunaan Obat

Sama halnya dengan jenis obat lainnya, imodium bisa saja menimbulkan efek samping pada penggunanya.

Meski hal tersebut jarang terjadi, Moms perlu mencurigai jika efek samping muncul.

Melansir dari Medical News Today, berikut ini sejumlah efek samping yang bisa saja dialami:

Efek Samping Umum

kepala-pusing-badan-lemas.jpg
Foto: kepala-pusing-badan-lemas.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Efek samping ini umum terjadi pada lebih dari 1 dari 100 orang pengguna.

Segera periksakan diri ke dokter jika efek samping ini mengganggu atau tidak kunjung membaik seiring berjalannya waktu:

  • Sembelit (kesulitan buang air besar)
  • Merasa pusing
  • Merasa sakit di sekujur tubuh
  • Sakit kepala
  • Kentut

Efek Samping yang Serius

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, imodium dapat menimbulkan efek samping serius pada pengguna, seperti:

  • Merasa ingin pingsan atau kurang waspada
  • Kehilangan koordinasi gerak tubuh

Pada beberapa pengguna, reaksi alergi serius bisa saja terjadi. Kondisi ini dikenal dengan sebutan anafilaksis, yang ditandai dengan:

  • Bentol yang disertai rasa gatal
  • Ruam merah pada kulit
  • Pembengkakan pada mata, bibir, tangan, dan kaki
  • Pembengkakan pada mulut, lidah, dan tenggorokan
  • Pusing, kemudian pingsan

Waspadai sejumlah efek samping yang muncul, apalagi jika gejalanya tidak kunjung membaik dalam beberapa waktu.

Atasi dengan langkah yang tepat karena kehilangan nyawa jadi efek samping paling parah yang bisa saja terjadi.

Segera periksakan diri ke dokter bila muncul gejala yang tidak biasa ya, Moms.

  • https://www.healthline.com/health/diarrhea/imodium#side-effects
  • https://www.nhs.uk/medicines/loperamide/
  • https://www.healthline.com/health/diarrhea/imodium#pregnancy-breastfeeding

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.