19 Januari 2024

9 Jenis Kepribadian Manusia dan Manfaat Mengetahuinya

Dengen mengenal jenis kepribadian, Moms dapat lebih mengenali kondisi tubuh

Jenis kepribadian manusia sangat bervariasi. Hal tersebutlah yang membuat setiap orang memiliki keunikan.

Selain itu, kepribadian seseorang mungkin saja berubah seiring berjalannya waktu.

Melansir dari International Conference on Robotics and Smart Manufacturing, karakter manusia dapat menyesuaikan situasi.

Karenanya, waktu dan lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap hal tersebut.

Jadi, Moms tidak akan bisa memimpikan untuk memiliki suatu karakter tertentu.

Melainkan, karakter itu terbentuk dan ditempa seiring sesuai dengan kondisi Moms.

Nah, agar Moms tidak bingung lagi, ketahui jenis-jenis kepribadian manusia lewat ulasan di bawah ini, yuk!

Baca Juga: 19 Rekomendasi Alat Tulis Sekolah, Bikin Semangat Belajar!

Jenis-Jenis Kepribadian Manusia

Melansir studi di jurnal Personality and Disease, Hippocrates membagi kepribadian manusia menjadi empat yang dikenal dengan sebutan teori Four Temperament, yaitu sanguinis, melankolis, plegmatis, dan koleris.

Namun, menurut laman VeryWell Mind, ada pula jenis kepribadian lain yang disebut opennes, extraversion, conscientiousness, agreeableness, dan neuroticism.

Bagaimana penjelasannya dari setiap jenis kepribadian manusia tersebut? Simak penjelasan di bawah ini, ya, Moms!

1. Sanguinis

Sanguinis (Orami Photo Stock)
Foto: Sanguinis (Orami Photo Stock)

Jenis kepribadian sanguinis identik dengan sifat yang ekstrovert.

Para sanguinis adalah orang-orang yang memiliki jiwa terbuka, mudah bergaul, ceria, tegas, aktif, dan suka bersosialisasi.

Ada dua kualitas dasar dalam karakter sanguinis, yaitu keterlibatan antar individu dan antusiasme.

Jenis kepribadian sanguinis juga memiliki optimisme yang tinggi.

Mereka lebih suka melihat berbagai sisi positif kehidupan dan ingin menjalani hidup dengan sepenuh hati.

Mereka percaya bahwa hidup adalah pengalaman yang menyenangkan dan harus dinikmati sebaik-baiknya.

Itulah sebabnya, para sanguinis mudah tertawa lepas, tersenyum, dan memiliki selera humor yang baik.

Meski ada masalah, mereka pun dapat menertawakan diri sendiri.

Moms dengan karakter sanguinis juga cenderung menjadi sosok yang populer.

Selain itu, Moms juga mampu menyesuaikan diri lebih cepat di lingkungannya.

Di balik kekuatan karakter sanguinis, mereka tetap memiliki beberapa kelemahan.

Bersifat impulsif menjadi salah satu kelemahan para sanguinis.

Mereka kurang baik dalam hal organisasi agenda atau kegiatan pada kesehariannya. Selain itu, para sanguinis juga tidak pandai mengatur waktu.

Ketika mengalami suatu permasalahan, sanguinis sering melarikan diri dan mencari kesenangan lain.

Meski motto hidupnya adalah optimisme tinggi, seringnya mereka sulit untuk mencari solusi dari masalah yang tengah dihadapi.

Baca Juga: 7 Cara Menghilangkan Kutu Rambut yang Efektif dan Ampuh

2. Melankolis

Melankolis
Foto: Melankolis (Orami Photo Stocks)

Jenis kepribadian berikutnya, yaitu melankolis.

Berbeda dengan sanguinis, Moms dengan karakter melankolis biasanya adalah orang-orang introvert.

Melankolis merasa lebih nyaman menyampaikan isi hati melalui kata-kata.

Orang dengan karakter ini mungkin terlihat selalu serius, tertutup, berhati-hati, atau bahkan penuh curiga.

Mereka bisa menjadi terlalu sibuk dengan tragedi dan kekejaman di dunia, sehingga rentan terhadap depresi maupun kemurungan.

Saat menunjukkan cinta dan kasih sayang kepada orang lain, mereka akan berusaha untuk menjadi yang dapat diandalkan.

Kekuatan lain dari kepribadian melankolis, yaitu teliti dan detail dalam menghadapi segala hal.

Melansir dari studi di SocioEconomic Challenges Journal, seorang melankolis mampu melihat permasalahan dari semua sisi.

Mereka pun mampu melihat kemungkinan dari hasil yang akan dicapai.

Kekuatan inilah yang membuat melankolis menjadi sosok pemberi dan perencana yang sangat terorganisasi.

Para melankolis juga dikenal kreatif, setia, dan perfeksionis.

Di sisi lain, para melankolis juga memiliki kelemahan, yaitu sifat pesimisnya yang tinggi.

Mereka sering merasa pesimis dalam menghadapi tantangan dan kesulitan dalam hidup.

Selain itu, emosi yang tidak stabil juga menjadi kelemahan dari melankolis.

Jika sudah emosi, melankolis akan merasa stres. Hal ini malah akan menghambat kemajuan dirinya sendiri.

Baca Juga: 20+ Obat Flu untuk Ibu Hamil, Mudah Dibeli di Apotek

3. Plegmatis

Plegmatis
Foto: Plegmatis (Unsplash.com)

Mari mengenal jenis kepribadian yang sering disebut-sebut sebagai pecinta damai, yaitu plegmatis.

Mereka dengan karakter plegmatis lebih suka mengobservasi dan merasa lebih nyaman apabila berkomunikasi dengan memperhatikan sekelilingnya.

Para plegmatis dikenal sebagai sosok yang introvert dan tidak suka dengan keramaian.

Hal ini membuat mereka cenderung memiliki pembawaan tenang dan emosi yang stabil.

Meski senang menyendiri, para plegmatis tetap suka berada di sekitar orang-orang yang dipercaya dan disayangi.

Kekuatan lain dari jenis kepribadian plegmatis, yaitu tidak suka menghakimi orang lain.

Untuk itu, mereka dapat menyelesaikan masalah dengan netral, tidak bersikap subjektif, dan tidak memihak siapa pun.

Plegmatis juga dikenal sebagai pendengar yang baik.

Mereka memiliki karakteristik penyayang, suka membantu orang lain, dan selalu berusaha menepati janji.

Namun, kelemahan dari karakter ini, yaitu dikenal kurang antusias dan tidak suka dikritik.

Kecenderungan plegmatis adalah memahami orang lain melalui imajinasinya sendiri.

Hal ini membuat para plegmatis cenderung memaksakan orang lain untuk sepemikiran dengannya.

Jenis kepribadian yang lainnya yaitu koleris.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb