Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Jan 15, 2018

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua yang Memiliki Anak Introvert

Bagikan


Bagi orang tua yang memiliki anak introvert, pasti menjadi hal yang cukup membingungkan, apalagi bila Moms dan Dads bukan orang yang memiliki sifat sama.

Akibat tidak memahami sifat introvert anak, Moms dan Dads beberapa kali salah langkah dalam menghadapi sikap Si Kecil.

Sebagai awalan memahaminya, kita harus mengetahui kalau kepribadian introvert bukanlah sebuah masalah.

Anak introvert biasanya lebih tertutup, pemalu, dan lebih suka melakukan hal-hal sendirian dibanding ramai-ramai.

Agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi anak, berikut 5 kesalahan yang sering dilakukan orang tua yang memiliki anak introvert.

1. Bercanda berlebihan

Foto: kidssafetynetwork.com

Kadang ada orang tua yang menjadikan masalah personal menjadi bahan bercanda, termasuk soal anak.

Moms memang tidak bermaksud menyakiti hatinya, tapi jenis humor meledek kepribadian anak bukanlah ide yang baik.

Meledeknya dalam maksud bercanda akan menyakiti hatinya dan membuatnya makin tertutup serta malu berekspresi.

2. Memaksa

Foto: parents.com

Moms memang ingin anak bersosialisasi dengan teman-temannya, namun jangan memaksakan anak untuk menjadi orang ekstrovert.

Kalau dia tidak ingin, jangan dipaksa. Anak introvert akan bicara kalau dia menginginkannya.

Memaksa anak akan membuatnya jadi sebal sama Moms, lho. Tidak mau kan hubungan jadi merenggang akibat Moms dan Dads terus memaksanya untuk bermain dengan anak lain?

3. Tampil di depan umum

Foto: verywell.com

Mungkin anak Moms terlihat cantik, ganteng, atau manis, sehingga Moms ingin 'menampilkannya' di depan teman-teman.

Ini bukan ide yang baik, Moms. Si Kecil dapat merasa panik dan kewalahan bertemu dengan banyak orang yang tidak dia kenal dalam waktu yang sama.

Rasa tidak nyaman dan familiar ini dapat membuatnya makin menarik diri dari keramaian.

Jika ingin mengenalkannya dengan teman-teman, pastikan tidak langsung dalam jumlah banyak.

Ketika Si Kecil mulai terlihat tidak nyaman, jauhkan dia sejenak dari keramaian sampai kembali tenang sebelum mengajaknya kembali ke tempat tersebut.

Baca juga: Si Kecil Termasuk Balita Introvert? Yuk Didik Dengan 4 Cara Ini!

4. Mengajaknya bicara ketika dia tidak menginginkan

Foto: sheknows.com

Jika anak pendiam dan pemalu, jangan langsung mengajak bicara secara cepat.

Dia akan merasa Moms dan Dads tidak mendengarkan pendapatnya.

Anak introvert biasa tidak memberikan respon dengan cepat saat berkomunikasi, dia akan berpikir terlebih dahulu mengenai respon apa yang sebaiknya dia berikan, sebelum akhirnya berbicara.

Bersabarlah, jangan menyela dan menuntutnya untuk banyak berbicara, terutama jika dia tidak menginginkannya.

Jika memaksanya, suasana hatinya akan berubah menjadi buruk.

5. Aktivitas terlalu padat

Foto: huffingtonpost.com

Untuk membuatnya lebih aktif, Moms memutuskan menjadwalkan banyak aktivitas untuknya, seperti kursus dan sebagainya.

Aktivitas yang terlalu padat akan membuatnya capek secara fisik dan emosional.

Bukannya tidak bisa bersosialisasi, namun anak introvert sangat menghargai waktu untuk sendirian.

Di saat sendiri, dia bisa mengeksplor ide-ide dan pikirannya dengan tenang tanpa ada gangguan.

Jika sudah melaksakanan satu aktivitas, dia akan merasa lelah secara emosional karena telah berinteraksi dengan banyak orang. Oleh sebab itu, setelahnya dia membutuhkan quality time sendirian.

Sebelum merencanakan berbagai aktivitas, pastikan Moms dan Dads melibatkannya dalam penjadwalan tersebut. Meski orang tua merasa mereka tahu yang terbaik untuk anaknya, Si Kecil juga memiliki pendapat dan keinginan yang hanya diketahui oleh dirinya.

Selalu ingat bahwa komunikasi harus berjalan dua arah, terutama untuk anak introvert yang kadang merasa malu untuk mengutarakan pendapat. Moms dan Dads memang butuh kesabaran dalam menghadapi berbagai sifat anak, termasuk salah satunya kepribadian introvert.

Jangan patah semangat ya, karena untuk menjadi pribadi yang baik, anak akan membutuhkan dukungan dari orang tuanya.

(ICA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.