Kesehatan Umum

22 Oktober 2021

Meski Gurih, Ketahui Bahaya Kulit Ayam untuk Kesehatan!

Bahaya mengintai dari kulit ayam yang terasa gurih dan lezat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Debora

Siapa yang tidak tergiur dengan lezatnya kulit ayam yang digoreng?

Salah satu bagian dari ayam ini dapat membangkitkan nafsu makan, terasa gurih, dan dapat menambah nafsu makan bagi siapa saja yang memakannya.

Namun, apakah aman mengonsumsi kulit ayam untuk kesehatan?

Makanan yang mudah ditemukan di hampir seluruh penjuru dunia ini adalah jenis makanan yang murah, enak, dan memiliki banyak variasi masakan.

Aneka olahan ayam mampu memanjakan lidah, mulai dari sate ayam, ayam goreng, gulai ayam, nugget ayam, dan lain-lain.

Bagian ayam yang bisa dimasak beragam mulai dari ceker, kepala, daging, leher, hingga kulit ayam.

Rasanya yang gurih dan berlemak menjadikan kulit ayam sebagai salah satu menu wajib di sejumlah restoran.

Bahkan kini, banyak rumah makan yang khusus menyajikan kulit ayam sebagai menu andalan.

Meski begitu, menyantap kulit ayam tak boleh terlalu banyak.

Mengapa demikian? Ini ulasan selengkapnya.

Kulit Ayam Memiliki Banyak Kalori

Kulit Ayam Memiliki Banyak Kalori.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kulit ayam memberikan banyak kalori dan lemak jenuh dalam makanan.

Untuk itu, makanan ini tidak direkomendasikan untuk Moms yang mengidap penyakit kolesterol, darah tinggi, obesitas, atau yang sedang melakukan program penurunan berat badan.

Menurut Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA) melaporkan bahwa satu cangkir dada ayam yang dimasak tanpa kulit mengandung 231 kalori.

Namun, satu cangkir dada ayam yang dimasak dengan kulit utuh menyediakan 276 kalori.

Sejumlah besar lemak di kulit ayam adalah lemak tak jenuh dan kulitnya mengandung 3 gram lemak jenuh per ons, yang merupakan jumlah yang setara dengan yang ada dalam satu cangkir dada ayam yang dimasak.

American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh dalam makanan hingga 5 atau 6 persen dari total asupan kalori harian.

Hal ini setara dengan sekitar 13 gram lemak jenuh setiap hari saat mengonsumsi 2.000 kalori harian.

Namun demikian, jumlah lemak jenuh dan kolesterol yang Moms konsumsi sebenarnya tergantung pada jumlah kulit ayam yang ikut termakan.

Daging dada ayam mengandung lebih sedikit kolesterol, sekitar 86 miligram per 100 gram.

Sedangkan paha bawah mengandung kolesterol tinggi dan lemak jenuh, yaitu 155 miligram, sayap ayam mengandung 134 miligram, dan paha atas mengandung 128 miligram.

Lalu, apa saja bahaya dan risiko yang mengintai jika makan terlalu banyak kulit ayam?

Dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai hal bahaya mengonsumsi kulit ayam.

Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: 10 Ragam Manfaat Ceker Ayam, Salah Satunya untuk Kecantikan

Bahaya Memakan Kulit Ayam

Kulit Ayam

Foto: Orami Photo Stock

Meski rasanya lezat dan gurih, ada sejumlah bahaya dan risiko yang mengintai jika Moms terlalu banyak menyantap kulit ayam.

1. Meningkatkan Kolesterol

Makan terlalu banyak kulit ayam sepertinya bukan kabar baik bagi para pecinta kulit ayam.

Kulit ayam goreng mengandung kadar kolesterol yang tinggi.

Kolesterol adalah zat lilin yang ditemukan dalam lemak atau lipid dalam darah.

Tubuh membutuhkan kolesterol untuk terus membangun sel-sel yang sehat.

Namun, peningkatan kadar kolesterol yang besar merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer.

Kolesterol tinggi menyebabkan penumpukan plak di arteri yang dapat mengurangi aliran darah sekaligus mempengaruhi fungsi sel dan organ yang disuplai oleh pembuluh darah tersebut.

Normalnya, kadar kolesterol seseorang di bawah 200 mg/dL.

2. Mengandung Bakteri Berbahaya

Selain mengandung kolesterol dan lemak, ternyata kulit ayam sering mengandung bakteri. Bakteri ini termasuk Campylobacter jejuni.

Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit Campylobacteriosis yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri dari genus Campylobacter.

Kebanyakan orang yang terkena penyakit ini akan mengalami diare, kram atau sakit perut, dan demam dalam waktu 2 sampai 5 hari setelah terpapar bakteri tersebut.

Kulit ayam yang kebersihannya tidak dijaga dengan baik juga bisa mengandung bakteri Salmonella.

Baca Juga: 7 Makanan Terbaik yang Bisa Diberikan saat Balita Diare

3. Obesitas

Kulit ayam mengandung banyak kalori terutama jika digoreng krispi menggunakan tepung.

Jadi, jangan kaget apabila Moms tiba-tiba naik berat badan secara signifikan tanpa sadar.

Jika dibiarkan, terlalu banyak makan kulit ayam akan menyebabkan obesitas.

Hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung, hipertensi, dan stroke.

4. Risiko Penyakit Jantung

Risiko yang mengintai apabila Moms terlalu banyak mengonsumsi kulit ayam, yaitu meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kondisi ini dapat terjadi khususnya jika konsumsi kulit ayam ini dibarengi dengan makanan berkolesterol lainnya, seperti junk food atau goreng-gorengan.

Hal ini karena kelebihan kolesterol dalam darah dapat mengendap di dinding pembuluh darah dan membentuk plak.

Nah, plak tersebut akan menyebabkan aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah.

Jika pembuluh darah jantung menyempit, bisa terjadi penyakit jantung koroner.

5. Stroke

Selain penyakit di atas, kelebihan makan kulit ayam juga meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke.

Prosesnya sama ketika risiko penyakit jantung menyerang.

Namun, saat terjadi serangan stroke, penyempitan terjadi pada pembuluh darah otak.

Kemudian kondisi tersebut menyebabkan suplai darah ke otak menurun, sehingga asupan darah dalam otak pun terhambat dan terjadilah stroke.

Baca Juga: Hemiparesis, Kondisi Melemahkan Salah Satu Sisi Tubuh pada Penderita Stroke

Resep Kulit Ayam Rendah Kalori

Kulit Ayam

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui bahaya mengonsumsi terlalu banyak kulit ayam, tentu Moms ingin lebih berhati-hati dalam mengolah kulit ayam agar tidak terlalu banyak menghasilkan kalori.

Terlebih, dengan cara ini Moms masih bisa merasakan gurihnya kulit ayam tanpa perlu takut dihantui obesitas atau penyakit berbahaya lainnya.

Berikut ini resep kulit ayam rendah kalori yang bisa Moms coba di rumah.

1. Bahan yang dibutuhkan

  • Kulit ayam negri 250 gram (tanpa lemak)
  • Bawang merah 5 siung
  • Bawang putih 4 siung
  • Serai 1 batang, digeprek
  • Kunyit 1 ruas
  • Lengkuas 1 ruas
  • Jahe 3 ruas
  • Daun salam 1 lembar
  • Penyedap rasa 1 sachet (saya menggunakan merk Royco ayam)
  • Garam ¼ sendok teh
  • Merica bubuk ½ sendok teh
  • Minyak secukupnya
  • Air secukupnya

Baca Juga: Jadi Favorit Banyak Orang, Ini 5 Restoran yang Menjual Kulit Ayam Crispy

2. Langkah-langkah dan Cara Membuat Kulit Ayam

  • Haluskan bawang putih, jahe, dan kunyit.
  • Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan sedikit minyak. Selanjutnya tambahkan serai, lengkuas, dan daun salam. Kemudian masak hingga semua bahan dan bumbu matang serta harum.
  • Cuci kulit ayam hingga bersih.
  • Tambahkan kulit ayam, air, garam, penyedap rasa, dan merica. Kemudian aduk hingga semua bahan tercampur rata.
  • Masak semua bahan dengan api kecil hingga semua bahan meresap ke kulit ayam.
  • Terakhir, masak kulit ayam sampai berwarna kuning kecokelatan dan krispi.
  • Berikutnya, angkat dan tiriskan.

Baca Juga: 5+ Resep Kulit Ayam ala KFC, Nikmat!

Itulah serba serbi mengenai kulit ayam. Mulai dari jumlah kalori kulit ayam, bahayanya, hingga tips membuat kulit ayam.

Setelah membaca penjelasan di atas diharapkan Moms bisa lebih bijak saat mengonsumsi kulit ayam, ya!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait