Kesehatan

KESEHATAN
26 Oktober 2020

10 Manfaat Buah Timun, Banyak yang Belum Tahu Nih!

Bukan sekadar pelengkap dan lalapan, buah timun juga punya manfaat tersendiri.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Intan Aprilia

Buah timun lebih sering dikenal sebagai sayur karena sering kita dapati sebagai pelengkap dalam sebuah sajian.

Bagi sebagian orang, tidak lengkap rasanya makan makanan yang digoreng atau pedas dan tidak ditutup dengan timun. Apa saja manfaat buah timun yang rasanya segar ini?

Buah timun (Cucumis Sativus) merupakan buah yang termasuk ke dalam famili Cucurbitaceae, seperti semangka, melon dan labu. Ternyata, timun merupakan buah yang berasal dari India.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa timun merupakan sumber makanan yang sudah ada sejak 3000 tahun lalu.

Di Indonesia sendiri, buah timun atau mentimun merupakan buah yang sering sekali disantap sebagai hidangan pencuci mulut, lalapan atau bahkan ada yang menjadikannya sebagai cemilan.

Meskipun tidak memiliki rasa manis seperti buah lainnya, timun tetap memiliki banyak penggemar karena timun merupakan salah satu buah yang mengandung banyak air.

Banyak orang tidak menyukai buah satu ini karena cita rasanya yang hambar dan cenderung pahit, apalagi saat pertama kali menyantapnya.

Cita rasa timun yang pahit di awal disebabkan karena senyawa yang dikandungnya disebut cucurbitacins. Senyawa pertahanan alami ini berfungsi untuk mengusir serangga dan hama lainnya.

Manfaat Buah Timun

Timun memiliki banyak manfaat untuk tubuh yang masih belum banyak diketahui orang. Berikut ini adalah manfaat buah timun bagi kesehatan.

Baca Juga: 6 Makanan Khas Sunda yang Terkenal dan Nikmat!

1. Kaya Nutrisi

Timun membantu memenuhi kebutuhan cairan

Foto: freepik.com

Manfaat buah timun yang pertama adalah buah timun kaya akan nutrisi, kalori yang terkandung di dalamnya juga sangat rendah. Dalam satu buah timun mentah berukuran 11 ons (300 gram) mengandung:

  • Kalori: 45 kalori
  • Lemak: 0 gram
  • Karbohidrat: 11 gram
  • Protein: 2 gram
  • Serat: 2 gram
  • Vitamin C: 14% dari AKG (Angka Kecukupan Gizi per hari)
  • Vitamin K: 62% dari AKG
  • Magnesium: 10% dari AKG
  • Kalium: 13% dari AKG
  • Mangan: 12% dari AKG

Kandungan air dalam timun memang cukup tinggi. Faktanya, timun terdiri dari sekitar 96% air.

Untuk memaksimalkan kandungan nutrisinya, timun harus dimakan tanpa dikupas. Mengupasnya mengurangi jumlah serat, serta vitamin dan mineral tertentu.

2. Mengurangi Risiko Penyakit Kronis

Manfaat buah timun selanjutnya adalah buah timun dapat mengurangi risiko penyakit kronis berkembang di tubuh karena timun memiliki antioksidan yang cukup tinggi.

Antioksidan merupakan senyawa yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari paparan radikal bebas yang dapat berbahaya dan menyebabkan terjadinya stres oksidatif (oxidative stress).

Dalam jurnal The role of antioxidants in the chemistry of oxidative stress, stres oksidatif dapat menimbulkan berbagai macam penyakit kronis seperti diabetes, kanker dan penyakit jantung.

Antioksidan pada timun termasuk flavonoid dan tanin terbukti dapat mencegah penumpukan radikal bebas berbahaya dan dapat mengurangi risiko penyakit kronis.

Baca Juga: Efektifkah Diet Rendah Karbohidrat untuk Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

3. Membantu Menurunkan Berat Badan

Untuk Moms yang kesulitan untuk menurunkan berat badan, mengonsumsi buah timun secara rutin bisa menjadi salah satu jawabannya. Buah ini mengandung kalori rendah serta tinggi akan kandungan air.

Timun dapat dijadikan cemilan sehat rendah kalori, namun akan tetap memberikan efek kenyang karena kandungan air pada buah timun yang tinggi, sehingga membantu menekan rasa lapar.

Dalam sebuah penelitian pada 3.628 orang, ditemukan bahwa makan makanan dengan kandungan air yang tinggi dan kandungan rendah kalori dikaitkan dengan penurunan berat badan yang signifikan.

4. Menurunkan Kadar Gula Darah

Nutrisi buah timun bermanfaat untuk gula darah

Foto: freepik.com

Manfaat buah timun selanjutnya adalah timun dipercaya mampu menurunkan kadar gula darah.

Hingga saat ini masih belum banyak penelitian yang memberikan validasi bahwa timun dapat menurunkan gula darah secara langsung, tetapi timun memiliki nutrisi yang dapat membantu menstabilkan tekanan gula darah jika dikombinasikan dengan kebiasaan sehat lainnya.

Beberapa penelitian pada hewan dan tabung reaksi menemukan bahwa timun dapat membantu mengurangi kadar gula darah dan mencegah beberapa komplikasi diabetes.

USDA mengatakan bahwa timun berukuran sedang, sepanjang 7 inci mengandung 273 mg kalium dan hanya 4 mg natrium.

Angka-angka ini sangat berhubungan dengan tekanan darah, karena mengurangi natrium dan meningkatkan kalium dalam makanan dapat membantu mengontrol tekanan darah tinggi dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

5. Melancarkan Pencernaan

Manfaat buah timun lainnya adalah dapat melancarkan pencernaan. Sebagian besar kandungan pada buah timun adalah air, yaitu sebanyak 96%, serta memiliki berbagai nutrisi penting lainnya seperti serat.

Mengonsumsi buah timun secara rutin dapat membantu mendukung pergerakan usus secara teratur.

Kandungan air pada timun dapat menghilangkan dehidrasi yang merupakan faktor utama terjadinya sembelit. Minum cukup air dapat meningkatkan konsistensi feses.

Selain itu, serat pada timun juga membantu mengatur pergerakan usus sehingga hal ini dapat mencegah sembelit dan membantu menjaga keteraturan pembuangan kotoran pada tubuh manusia.

Baca Juga: 5 Makanan Berserat untuk Lancarkan Pencernaan, Patut Dikonsumsi Lebih Banyak

6. Mencegah Dehidrasi

Buah timun mengandung air hingga 96%

Foto: freepik.com

Mengonsumsi cukup air merupakan hal yang sangat krusial agar tubuh tidak mengalami kekurangan cairan.

Air di dalam tubuh manusia memainkan berbagai peran penting, salah satunya adalah sebagai pengatur suhu tubuh.

Menurut United States Department of Agriculture (USDA), tubuh manusia membutuhkan cukup air untuk menjaga organ tubuh agar berfungsi dengan baik dan juga untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Banyak tanda ketika tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi, seperti :

  • Kehilangan 1-2 persen cairan tubuh: Haus, perasaan tidak nyaman.
  • Kehilangan 3-5 persen cairan tubuh: Mulut kering, volume urin berkurang, sulit berkonsentrasi, gemetar, kurang sabar, mual, mengantuk, emosi tidak stabil.
  • Kehilangan 6-8 persen cairan tubuh: Suhu tubuh meningkat, denyut jantung dan pernafasan meningkat, pusing, sesak nafas, tidak lancar berbicara, otot melemah, bibir membiru.
  • Kehilangan 9-11 persen cairan tubuh: Kejang, halusinasi, keseimbangan dan sirkulasi lemah, menurunnya volume dan tekanan darah hingga penurunan fungsi ginjal.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi. Selain minum air putih, mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan air juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.

Timun terkenal akan kandungan airnya yang melimpah. Buah timun mengandung sekitar 96% air, sehingga timun dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan.

Memiliki jumlah cairan yang cukup dalam tubuh sangatlah penting karena cairan dalam tubuh memiliki tugas membawa nutrisi ke dalam sel-sel di dalam tubuh, mencegah sembelit, dan membuang bakteri.

7. Menjaga Kesehatan Usus

Menjaga kesehatan usus juga menjadi salah satu manfaat buah timun. Timun mengandung banyak serat yang baik untuk mendukung kesehatan usus, apalagi ketika dikonsumsi dalam bentuk acar.

Acar timun ditambah dengan beberapa campuran yang tepat antara garam dan cuka akan mengalami proses fermentasi yang membuatnya menjadi bahan bakar sempurna untuk usus.

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Tulang, Kenali 3 Manfaat Vitamin K Berikut Ini

8. Menguatkan Tulang

Buah timun tinggi vitamin K

Foto: freepik.com

Ternyata, buah timun juga bernutrisi untuk tulang. Manfaat buah timun ini didapat dari vitamin K yang terkandung di dalamnya.

Sebuah studi dari jurnal PLos Medicine menemukan bahwa wanita paska-menopause yang mengonsumsi 5 mg vitamin K setiap hari selama dua tahun mengalami risiko patah tulang 50% lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak.

Namun studi lebih lanjut tentang suplementasi vitamin K untuk pencegahan osteoporosis diperlukan, sebab vitamin K memperkuat tulang dengan mengubah beberapa faktor selain menambah kepadatan tulang.

9. Mempercepat Penyembuhan Luka

Vitamin K juga memiliki fungsi penting lainnya , yaitu membantu proses pembekuan darah.

Bila tubuh kekurangan vitamin K, maka darah akan sulit membeku. Akibatnya, orang yang kekurangan vitamin K akan mudah mengalami pendarahan.

Umumnya kasus kekurangan vitamin K jarang terjadi pada orang dewasa. Suplemen vitamin K dalam bentuk injeksi biasanya diberikan langsung pada bayi baru lahir.

Namun, kekurangan vitamin K dapat terjadi jika sedang dalam pengobatan tertentu yang mengurangi penyerapan vitamin, kekurangan gizi, terlalu banyak meminum alkohol, atau mengidap kondisi medis tertentu seperti penyakit Chrohn.

10. Menyehatkan Kulit

Timun bermanfaat untuk kecantikan.jpg

Foto: freepik.com

Manfaat buah timun juga dapat dirasakan untuk kecantikan. Khasiat buah timun dalam dunia kecantikan tentu tidak perlu diragukan lagi.

Berbagai manfaat buah timun untuk kecantikan sudah terbukti, misalnya untuk melembapkan kulit, mencerahkan kulit, menunda penuaan dan juga untuk mengurangi lingkar mata hitam.

Baca Juga: Ketahui Proses Pembekuan Darah yang Bantu Sembuhkan Luka, Beserta Kelainannya

Apakah Buah Timun dan Buah Timun Suri Sama Sehatnya?

Timun suri bukan hanya manis dan segar, namun juga bermanfaat

Foto: trubus.id

Meskipun sama-sama bernama timun, namun banyak perbedaan dari keduanya yang dapat dengan mudah dikenali. Seperti bentuk, warna dan juga rasa.

Buah timun memiliki bentuk memanjang, berwarna hijau dengan daging buah mengandung banyak air dan cita rasanya cenderung hambar.

Sedangkan buah timun suri, berbentuk bulat atau lonjong, jauh lebih besar dibandingkan dengan timun, berwarna kuning, memiliki daging buah padat bertekstur sangat lembut dan bercita rasa manis.

Di Indonesia sendiri, buah timun sering dijadikan santapan penutup, acar dan lalapan. Sedangkan timun suri lebih sering digunakan sebagai dessert seperti es campur, jus, dan lain sebagainya. Timun suri sangat diburu oleh orang Indonesia terutama saat bulan Ramadan tiba.

Sama seperti halnya timun hijau, timun suri atau yang juga dikenal sebagai Garden Lemon juga diyakini berasal dari India atau Timur Tengah pada abad ke-16.

Baca Juga: Segarnya Es Timun Melon, Begini Cara Membuatnya

Nutrisi dan vitamin pada buah timun mengandung beberapa nutrisi seperti vitamin C, vitamin K, serat, karbohidrat, magnesium, kalium, protein dan mangan.

Timun juga terkenal sebagai buah rendah kalori dan tidak mengandung lemak, sehingga buah timun dipilih menjadi santapan baik untuk diet.

Sedangkan timun suri juga menawarkan cukup banyak nutrisi bermanfaat, termasuk vitamin A & C, zat besi, kalsium, serta berbagai antioksidan.

Persamaan antara timun dan timun suri yaitu, keduanya sama-sama mengandung kadar air yang melimpah. Maka tidak heran kalau kedua buah ini sangat baik untuk menghidrasi tubuh dan juga melancarkan pencernaan.

Timun suri juga mengandung asam caffeic yang bertindak sebagai antioksidan dengan sifat anti-inflamasi yang mampu mencegah peradangan.

Sama seperti timun hijau, kulit buah timun suri juga bisa dimakan untuk meningkatkan asupan serat. Selain itu, rebusan biji timun suri juga dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti penyakit liver.

Walaupun bentuk timun suri yang cukup besar jika dibandingkan dengan beberapa sayuran atau buah-buahan lainnya, timun suri memiliki konsentrasi nutrisi yang relatif rendah.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Timun? Temukan Jawabannya di Sini!

Nah, jadi tidak usah ragu lagi melahap habis potongan timun yang berada di pinggir nasi goreng atau lalapan di restoran sunda kesayangan, ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait