Kesehatan

KESEHATAN
24 Februari 2020

Manfaat Tes Pap Smear yang Perlu Moms Tahu

Deteksi dini terhadap penyakit kanker bisa dilakukan melalui pap smear
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Pap smear, atau kepanjangan dari papanikolaou test adalah pemeriksaan yang sebaiknya Moms lakukan setelah menikah.

Sampai saat ini, rasanya masih banyak wanita yang belum memahami manfaat pap smear dan pentingnya melakukan tes tersebut.

Padahal, dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pap smear sebaiknya dilakukan sejak wanita berusia 21 tahun atau yang sudah aktif secara seksual.

Setelahnya, Moms wajib mendapatkan pap smear 2-3 tahun sekali. Lalu, sebenarnya apa kegunaan dari tes pap smear ini? Ini ulasannya.

Baca Juga: 4 Penyebab Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai

Manfaat Tes Pap Smear untuk Deteksi Kanker Serviks

Kegunaan Pap Smear yang Perlu Moms Tahu-1.jpg

Foto: womenshealth.gov

Kanker adalah salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi siapa saja, terkhususnya bagi kaum wanita.

Ketika terdapat sel-sel dalam tubuh yang tumbuh di luar kendali pada bagian serviks, maka ini disebut kanker serviks.

Serviks sendiri adalah bagian bawah rahim yang terhubung langsung oleh vagina.

Kanker serviks, yang hanya dapat dialami oleh wanita, tidak dapat dikatakan sebagai penyakit yang sepele. Komplikasi kesehatan dapat terjadi dan fatalnya bisa mengancam nyawa.

Untuk itu, Moms butuh pencegahan terhadap kanker serviks. Salah satunya adalah rutin melakukan tes pap smear.

Baca Juga: Pentingnya Tes Pap Smear untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Pap smear dapat mendeteksi dini terjadinya kanker serviks. Ketika kanker bisa dideteksi lebih awal, maka dapat mengurangi risiko perkembangan dan akan lebih mudah untuk ditangani,” ungkap Dr. Johnathan Lancaster, direktur pusat onkologi wanita di H. Lee Moffitt Cancer Center & Research Institute.

Pap smear dapat dimulai ketika berusia 21 tahun, terpenting adalah sudah aktif secara seksual. Nah, ketika Moms berusia di atas 30 tahun, skrining kesehatan tidak terbatas pada tes pap smear saja.

American College of Obstetricians and Gynecologists mengungkapkan, Moms harus menggunakan kombinasi tes pap smear dengan tes HPV (human papillomavirus) untuk mendeteksi lesi serviks yang abnormal lebih akurat.

Kriteria Wanita yang Tidak Perlu Lakukan Pap Smear

Kegunaan Pap Smear yang Perlu Moms Tahu-2.jpg

Foto: thenewpulse.com

Melalui penjelasan sebelumnya, Moms sudah dapat menangkap informasi penting bahwa tes pap smear bertujuan untuk deteksi dini kanker serviks. Kenyataannya, ada beberapa wanita yang tidak perlu lagi melakukan tes pap smear.

Nah, menurut CDC, ciri wanita yang tidak perlu lagi melakukan pap smear adalah:

  • Wanita yang sudah berusia di atas 65 tahun dan telah melakukan pap smear secara teratur sebelumnya. Ketika hasil pap smear normal, maka pada usia ini Moms tidak perlu lagi melakukan tes lanjutan.
  • Wanita yang sudah tidak memiliki serviks. Ya, beberapa wanita harus diangkat serviksnya sebagai bagian dari operasi pengangkatan rahim atau histerektomi. Namun, sebagian kecil wanita masih dapat memiliki serviks meskipun sudah dioperasi. Jadi, sebaiknya tanyakan pada dokter untuk memastikannya.

Baca Juga: Seberapa Sering Harus Lakukan Tes Pap Smear?

Moms, itulah pentingnya manfaat tes pap smear. Tidak perlu takut, prosedur pap smear tidak menyeramkan dan tidak menyakitkan. Dokter hanya akan memasukkan alat yang disebut spekulum ke vagina sebagai langkah pemeriksaannya.

Terpenting, ingat akan manfaat yang bisa didapatkan dari pap smear yaitu mencegah keterlambatan mendeteksi kanker serviks. Jadi, rasa takut dan ragu akan hilang seketika, ya, Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait