23 September 2022

Melanox: Dosis, Cara Penggunaan, dan Efek Samping Pemakaian

Efektif mencerahkan area tubuh yang mengalami hiperpigmentasi

Melanox termasuk ke dalam jenis obat ‘pemutih’ yang digunakan untuk mencerahkan area kulit berwarna gelap (hiperpigmentasi).

Krim ini tersedia dalam dua jenis, yaitu melanox (2% hydroquinone) dan melanox forte (4% hydroquinone).

Hydroquinone sendiri merupakan bahan aktif pembentuk melanin (pigmen atau zat warna alami pemberi warna pada kulit).

Krim ini sering digunakan untuk menyamarkan flek hitam, kehitaman akibat bekas jerawat, dan melasma (bercak kecokelatan akibat paparan UV).

Melanox juga efektif mengatasi chloasma (penggelapan kulit) akibat perubahan hormon pada wanita.

Baca juga: Hepamax, Obat yang Digunakan untuk Menjaga Fungsi Hati

Dosis Penggunaan Melanox

Salep
Foto: Salep (Istockphoto)

Melanox digunakan dengan cara dioleskan ke bagian kulit yang bermasalah setiap 12 jam sekali.

Agar hasilnya efektif, gunakan sebanyak 2 kali dalam sehari, yaitu pagi dan malam hari sebelum tidur.

Kategori Kehamilan

Obat ini diklasifikasikan ke dalam kategori C.

Ini menunjukkan bahwa melanox berpotensi menyebabkan efek samping pada janin apabila digunakan oleh ibu hamil.

Terkait dengan penggunaan obat selama masa kehamilan, Moms harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Sebab, obat hanya boleh digunakan jika manfaatnya lebih besar ketimbang risikonya.

Di samping itu, obat tidak boleh dikonsumsi selama trimester ketiga atau mendekati waktu persalinan.

Pasalnya, obat bisa berbahaya bagi janin. Ini dapat menyebabkan masalah serius hingga mengancam jiwa.

Baca Juga: 18 Obat Sariawan Anak yang Aman, Tersedia dari Bahan Alami Hingga Obat di Apotek

Cara Tepat Menggunakan Obat

Disarankan untuk mengikuti anjuran dokter dan membaca informasi pada label kemasan obat.

Agar hasilnya maksimal, oleskan krim di jam yang sama setiap hari.

Jangan lupa mencuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan obat guna mencegah perpindahan bakteri.

Untuk mencegah risiko munculnya gejala alergi, oleskan sedikit ke tangan dan diamkan selama beberapa menit.

Jika kulit tampak kemerahan, ini bisa menjadi pertanda alergi kulit.

Pada kondisi demikian, Moms sebaiknya mengurungkan niat untuk menggunakan melanox.

Bila tidak muncul tanda alergi kulit, Moms bisa melanjutkan penggunaan obat tersebut.

Namun, ingat, obat hanya boleh dioleskan pada area kulit yang bermasalah.

Setelah menggunakan obat, hindari paparan sinar matahari langsung, ya!

Sebab, krim bisa menyebabkan kulit kering, pecah-pecah atau iritasi apabila terpapar sinar matahari secara langsung.

Jangan mengoleskan krim di area sekitar mata, mulut, atau lubang hidung.

Segera bilas jika tidak sengaja mengenai area tersebut.

Jika masalah kulit tak kunjung membaik setelah pemakaian selama 3 bulan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter kulit.

Obat bisa digunakan hingga 4 bulan. Namun, tidak boleh digunakan lebih dari 5 bulan.

Baca juga: Antrain, Obat Penurun Demam dan Mengatasi Nyeri Intensitas Ringan

Cara Tepat Menyimpan Obat

Menyimpan Obat
Foto: Menyimpan Obat (Istockphoto)

Sama halnya dengan obat lainnya, melanox juga harus disimpan dengan cara yang benar.

Begini cara penyimpanan yang disarankan:

  • Obat seharusnya disimpan di dalam suhu ruangan. Jangan menyimpan pada kulkas atau tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam tempat yang lembap, seperti di kamar mandi.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam freezer atau dibekukan.
  • Obat tidak boleh disimpan di tempat yang terjangkau oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.
  • Obat harus dibuang jika sudah habis masa berlakunya. Pelajari tips aman membuang produk obat agar tidak mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang bersamaan dengan sampah rumah tangga karena berisiko mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang pada toilet atau saluran pembuangan air.

Berkaitan dengan tata cara pembuangan obat yang aman, Moms bisa tanyakan kepada apoteker saat membeli obat.

Peringatan Sebelum Menggunakan

Ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan sebelum menggunakan melanox, antara lain:

  • Hindari penggunaan obat pada penderita alergi.
  • Hindari penggunaan pada penderita penyakit hati atau penyakit ginjal.
  • Hindari penggunaan pada orang yang sedang mengonsumsi obat antibiotik.
  • Hindari penggunaan pada penderita masalah kulit, seperti luka, iritasi, atau sunburn.
  • Hindari penggunaan di sekitar mata, bibir, di dalam hidung, atau di rongga mulut.
  • Hindari paparan sinar matahari karena menyebabkan kulit terbakar sinar matahari (sunburn).
  • Hindari penggunaan produk yang mengandung pewangi atau alkohol.
  • Hindari penggunaan pada ibu hamil, menyusui, atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan.
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan suplemen dan produk herbal.

Baca Juga: Mengenal Amlodipine: Manfaat, Dosis, hingga Efek Sampingnya

Interaksi Obat Melanox

Penggunaan melanox tidak bisa dibarengi dengan produk peroksida, seperti benzoyl peroxide atau hydrogen peroxide.

Sebab, penggunaan bersamaan bisa menyebabkan munculnya bercak warna di kulit.

Jika terjadi, kondisi tersebut bisa hilang dengan sendirinya dengan bantuan air dan sabun.

Apabila Moms sedang mengonsumsi secara obat rutin, diskusikan terlebih dulu dengan dokter terkait dengan jenis dan merek obat yang dikonsumsi.

Hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan risiko efek samping setelah pemakaian melanox.

Baca juga: Anelat, Suplemen Asam Folat yang Baik Dikonsumsi Bumil dan Busui

Efek Samping Penggunaan Melanox

Kulit Kering
Foto: Kulit Kering (Istockphoto)

Efek samping dalam intensitas ringan yang mungkin dialami, termasuk:

  • Kulit kemerahan
  • Gatal
  • Kering
  • Sensasi terbakar

Efek samping yang disebutkan barusan biasanya terjadi pada Moms yang memiliki jenis kulit sensitif.

Jika gejala yang disebutkan tak kunjung membaik atau semakin parah, segera periksakan diri ke dokter.

Penggunaan obat dalam jangka panjang juga bisa meningkatkan risiko terjadinya perubahan warna kulit menjadi biru kehitaman.

Kondisi tersebut dikenal dengan istilah ochronosis.

Karena itu, pastikan untuk selalu mengikuti saran dan durasi penggunaan berdasarkan anjuran dokter.

Ada pula risiko munculnya reaksi alergi serius akibat pemakaian melanox.

Gejala-gejala yang terjadi, meliputi:

  • Kulit kering parah, pecah-pecah, atau berdarah.
  • Kulit kemerahan dan muncul sensasi rasa terbakar parah.
  • Kulit melepuh dan mengeluarkan cairan dari lepuhan.

Baca Juga: Dexa-M, Mengandung Dexamethasone untuk Atasi Peradangan dan Alergi

Jika Moms tertarik menggunakan melanox, pastikan untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.

Selain itu, jangan berlebihan saat mengaplikasikan krim, karena bisa meningkatkan risiko efek samping yang disebutkan sebelumnya.

Perhatikan juga peringatan pada label kemasan sebelum menggunakan, ya, Moms!

  • https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/hydroquinone
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-87530/hydroquinone-skin-bleaching-topical/details
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/hydroquinone?mtype=generic

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb