Kesehatan Umum

29 Desember 2021

Waspada, Ketahui Waktu dan Gejala Menjelang Menopause

Perhatikan, salah satu gejalanya adalah mata kering
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Debora

Pada saatnya, setiap wanita akan mengalami fase menopause.

Ini adalah hal yang normal terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, ada kalanya ini datang dengan tiba-tiba tanpa memberikan sinyal tertentu.

Untuk lebih siap menghadapinya, mari ketahui serba-serbi dari fase menopause pada wanita.

Simak bersama ulasan berikut ini, ya, Moms!

Kapan Wanita Mengalami Menopause?

5 Langkah untuk Seks yang Luar Biasa Pasca Menopause 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Seiring dengan proses penuaan, tiap wanita akan mengalami menopause atau masa berakhirnya siklus menstruasi.

Fase alami ini disebabkan oleh perubahan pada kadar hormon tubuh wanita.

Menjelang akhir usia 30 tahun, kinerja ovarium akan menurun.

Lalu, akhirnya berhenti memproduksi hormon reproduksi pada usia sekitar 50 tahun.

Usia menopause pada tiap wanita berbeda-beda, tapi menopause umumnya terjadi usia 50 tahun.

Meski demikian, ada juga sebagian wanita yang mengalaminya sebelum berusia 40 tahun.

"Inilah yang disebut menopause dini atau prematur," kata dr. Yohana Margarita.

Menopause prematur terjadi pada sekitar satu dari 100 wanita.

Gangguan ini terjadi karena ovarium berhenti menghasilkan hormon-hormon reproduksi dalam jumlah normal.

Kelainan genetika atau penyakit autoimun diduga sebagai penyebab di balik masalah ini.

Baca Juga: Berhubungan Saat Awal Haid, Bisakah Hamil?

Tanda-Tanda Menopause

Menopause umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus.

Gejala-gejalanya juga tidak bersifat permanen dan akan berkurang seiring waktu.

Hal yang paling umum adalah siklus menstruasi yang tidak teratur.

Selain itu, ada beberapa tanda jelang menopause lain yang perlu Moms ketahui.

Apa saja? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

1. Nyeri Payudara

pengeroposan tulang.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tanda jelang menopause yang pertama adalah nyeri payudara.

Perubahan hormon dapat menyebabkan nyeri payudara.

”Payudara juga mungkin terasa ‘lebih menggumpal’ daripada sebelumnya,” ujar Ellen Dolgen, blogger Menopause Mondays dan penulis e-book, The Girlfriend’s Guide to Surviving and Thriving During Perimenopause and Menopause.

2. Mata Kering

mata kering dan menopause.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tanpa disadari, tanda-tanda berakhirnya menstruasi bisa dilihat dari kondisi kesehatan mata.

Salah satunya, yaitu mata yang kering.

Melansir Optometrist New York, selama menopause, hormon androgen menurun, dan mempengaruhi kelenjar meibom dan lakrimal di kelopak mata.

Ketika kelenjar penghasil minyak dan cairan ini terpengaruh, kelopak mata bisa meradang dan mengurangi produksi air mata.

Karenanya, tak heran jika mata kering menjadi gejala dari menopause.

3. Tumbuh Rambut di Area Dagu

menopause - spiritualityhealth.com.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Memiliki rambut tumbuh di daerah dagu?

Ternyata, ini tanda menopause lain yang selanjutnya.

North American Menopause Society menyebutkan, sekitar 15% perempuan mengalami gejala pertumbuhan rambut di dagu, bibir atas, atau pipi.

Gejala perimenopause yang lebih buruk adalah rambut tipis, kering, atau rapuh.

Baca Juga: Gegar Otak: Gejala, Penyebab, Tingkat Keparahan, dan Cara Mengatasinya

4. Detak Jantung Tidak Teratur

menopause dan detak jantung.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Faktanya, tanda menopause lainnya adalah kondisi jantung yang tak stabil.

Dalam kata lain, detak jantung tidak keratur.

Ketidakteraturan detak jantung atau berdetak dengan cepat merupakan salah satu gejala perimenopause.

”Studi menunjukkan bahwa epinefrin dan norepinefrin, jaringan syaraf yang mengatur detak jantung dan tekanan darah, cenderung mempengaruhi pada wanita menopause,” David Portman, MD, gynecologist dan director Columbus Center for Women’s Health Research di Ohio.

5. Sulit Menahan Buang Air Kecil

matahari - thehealthy.com.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Buang air kcil yang tanpa disadari terjadi ketika batuk atau bersin disebabkan oleh stress urinary incontinence (SUI) atau urge urinary incontinence (UUI).

Ini yang merupakan gejala jelang menopause.

”Kadar estrogen yang lebih rendah menyebabkan lapisan uretra menipis,” kata JoAnn V. Pinkerton, MD, executive director North American Menopause Society (NAMS).

6. Kulit Kering

menopause dan hot flashes.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah kulit kering.

Kurangnya hormon estrogen menyebabkan kulit menjadi pecah, keriput, dan kering.

”Pada fase tersebut sangat umum jika mengalami alergi dan eksim,” tambah Dolgen.

Untuk mencegah gejala ini semakin parah, bisa dengan menggunakan produk yang melembapkan kulit.

7. Migrain

migrain.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah migrain.

”Ketika jelang menopause, perubahan hormon bisa menyebabkan mengalami migrain untuk pertama kalinya atau merasakan sakit yang cukup parah,” jelas Dr. Pinkerton.

Ini disebabkan perubahan hormon, dan akan membaik setelah masa menopause.

Migraine Research Foundation menyebutkan hanya 5% perempuan yang menderita migrain setelah usia 60 tahun.

Baca Juga: Jangan Dipercaya! Ini 10 Mitos Menstruasi yang Ternyata Salah

8. Vagina Kering

Berbahayakah Vagina Berkeringat Ini Penyebab dan Pencegahannya 01.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Gejala fisik lainnya yang bisa dialami yakni kondisi vagina yang kering.

Kadar estrogen yang lebih rendah, menyebabkan jaringan vagina lebih tipis, kering, dan kurang elastis.

Hal ini karena aliran darah ke daerah organ intim wanita mulai berkurang.

Dampaknya, vagina kering dan gatal akan terasa sakit ketika berhubungan seks.

9. Hot Flashes

Menopause dan Cuaca panas (1).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pernahkah mendengar istilah hot flashes? Ini merupakan sensasi panas atau gerah hingga kulit berkeringat dan memerah.

Hot flashes terjadi pada sekitar 35 -50% perempuan.

Ada sejumlah perempuan yang hanya merasa sedikit hangat, namun beberapa lainnya bisa sampai basah kuyup.

Kondisi tersebut dapat terjadi pada siang atau malam hari. Gejalanya bisa ringan hingga parah dan terjadi setengah jam atau lebih.

Penyebabnya, menurunnya kadar estrogen yang memengaruhi kelenjar yang mengatur suhu tubuh.

10. Gangguan Tidur

Insomnia-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sulit tidur di malam hari hingga berlarut-larut?

Ini mungkin tanda mengalami menopause yang jarang disadari.

Sekitar 40% perempuan yang menjelang menopause memiliki masalah tidur.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya keterkaitan hot flashes atau keluarnya keringat di malam hari dan tidur yang terganggu.

Selain itu, siklus tidur pun bisa berubah seiring bertambahnya usia.

11. Tulang Keropos

Menopause dan pengeroposan tulang.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Tanda jelang menopause selanjutnya adalah tulang keropos.

Semakin sedikit hormon estrogen yang dihasilkan, maka pengeroposan tulang terjadi semakin cepat.

Hal tersebut dapat berisiko osteoporosis yang meningkatkan risiko patah tulang.

"Wanita bisa kehilangan hingga 20% tulang selama 5 tahun pertama saat menopause," kata Dr. Pinkerton.

Baca Juga: Mengenal Kondom Wanita, Bagaimana Cara Memakainya?

12. Pelupa

pelupa dan menopause.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sulit mengingat hal-hal kecil akhir-akhir ini?

Ini adalah tanda menopause lainnya yakni pelupa.

Perubahan hormon bersama dengan gejala pramenopause seperti perubahan mood dan masalah tidur, dapat membuat Moms lebih pelupa.

Stres yang tinggi juga dapat membuat seseorang sulit untuk lebih fokus.

"Sulit untuk berpikiran jernih, terutama ketika mengalami perimenopause," kata Dolgen.

Cara Mengatasi Menopause

Apakah Menopause akan Memengaruhi Libido? 6.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sedang mengalami gejala dari menopause?

Tenang, ada serangkaian tips untuk mengatasinya.

Berikut beberapa hal yang bisa jadi panduan dalam mengatasi tanda-tanda menopause:

1. Terapi Hormon Estrogen

Terapi hormon estrogen adalah pilihan pengobatan yang paling efektif untuk menghilangkan gejala menopause seperti:

  • Hot flashes
  • Pencegahan pengeroposan tulang

Meskipun begitu, penggunaan terapi hormon jangka panjang mungkin memiliki beberapa risiko kanker kardiovaskular dan kanker payudara.

Cobalah tanyakan pada dokter terkait efek samping lain yang mungkin ditimbulkan.

2. Obat-Obatan

Jika gejala-gejala menopause yang dialami termasuk parah hingga mengganggu rutinitas, langkah ini perlu dilakukan.

Dokter biasanya akan menganjurkan penggunaan obat-obatan untuk menguranginya.

Penentuan jenis metode penanganan medis ini tergantung pada gejala-gejala serta riwayat kesehatan.

3. Krim Estrogen

Krim estrogen dapat digunakan untuk mengatasi vagina yang kering.

Ini berupa krim atau tablet, atau cincin yang dimasukkan ke daerah vagina.

Upaya ini juga untuk mencegah ketidaknyamanan saat berhubungan intim dengan pasangan.

Baca Juga: Indeks Glikemik, Ternyata Sangat Berpengaruh pada Gula Darah, lho!

4. Hindari Kafein

Hindari kafein yang dapat membuat sulit untuk tidur di malam hari.

Kafein tak selalu terkait kopi, melainkan minuman kafein juga meliputi:

Cobalah untuk lebih rileks dan tenang ketika ingin tidur lebih mudah, Moms.

5. Senam Kegel

Senam kegel dipercaya dapat mengatasi gejala atau tanda dari menopause.

Latihan otot dasar panggul ini untuk memperbaiki bentuk inkontinensia urine.

Ini merupakan kondisi ketika buang air kecil tanpa disadari saat batuk atau bersin.

Itulah serba-serbi penting mengenai menopause pada wanita.

Menopause sesuatu yang alami dirasakan oleh semua perempuan, tetap happy ya Moms!

  • https://www.optometrists.org/general-practice-optometry/guide-to-eye-conditions/dry-eye/what-is-dry-eye-syndrome/dry-eye-and-menopause/
  • https://www.menopause.org/
  • https://migraineresearchfoundation.org/about-migraine/migraine-in-women/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menopause/diagnosis-treatment/drc-20353401
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait