17 Januari 2023

4 Manfaat Minyak Jagung untuk Kesehatan, Baik untuk Diet!

Adakah manfaat minyak jagung untuk kesehatan?
4 Manfaat Minyak Jagung untuk Kesehatan, Baik untuk Diet!

Apakah Moms tahu salah satu minyak nabati adalah minyak jagung?

Jika menyebutkan tentang minyak yang dipakai dalam masakan, Moms mungkin lebih akrab dengan minyak kelapa atau minyak zaitun.

Nah, pernahkah Moms mencoba memasak dengan minyak jagung (corn oil)? Atau justru masih asing dengan penggunaan minyak jagung untuk masak?

Ciri-ciri dari minyak jagung adalah warnanya yang agak kekuningan, dengan bau dan rasa yang ringan dan khas.

Tentunya, minyak jagung akan terlihat sedikit berbeda dengan minyak kelapa dan minyak zaitun.

Namun, ternyata minyak jagung menyimpan manfaat yang beragam untuk kesehatan seseorang, lho! Lalu, minyak jagung disebut-sebut baik bagi Moms yang sedang diet. Benarkah demikian?

Nah, berikut ini penjelasan tentang manfaat minyak jagung serta informasi lainnya yang menarik untuk disimak!

Baca Juga: 7 Manfaat Minyak Nabati untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat Minyak Jagung untuk Kesehatan

Minyak Jagung
Foto: Minyak Jagung (Healthline.com)

Minyak jagung adalah minyak nabati dengan penyulingan tinggi yang dibuat dari benih inti.

Minyak jagung juga dikenal sebagai ekstrak emas cair, karena warna dan kilauannya mirip dengan emas batangan.

Dilihat dari segi nutrisi di dalamnya, minyak jagung adalah 100% lemak, tidak mengandung protein atau karbohidrat.

Dilansir dari laman Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA), sekitar 15 ml minyak jagung mengandung 122 kalori, 14 gram lemak, dan 13 persen vitamin E.

Namun, tetap ada beberapa manfaat minyak jagung yang tetap bisa Moms dapatkan untuk kesehatan, yaitu:

1. Membantu Atasi Kolesterol Tinggi

Dilansir dari buku Encyclopedia of Food Grains, minyak jagung dikategorikan sebagai salah satu sumber terkaya fitosterol dan tokoferol.

Nah, sejumlah studi klinis menunjukkan korelasi antara konsumsi minyak jagung dan penurunan kolesterol serum total yang mungkin terkait dengan konsentrasi tinggi fitosterol dalam minyak ini.

Namun, perlu dipahami juga bahwa Moms tetap harus memasak bahan makanan sehat menggunakan minyak jagung.

Bila Moms menggoreng nugget, sosis, dan makanan-makanan cepat saji lainnya memakai minyak jagung, kolesterol tentunya akan tetap tinggi.

Selain itu, Moms juga menyeimbangkan dengan jenis minyak lainnya, seperti minyak kanola atau minyak avokad.

Baca Juga: Kolesterol Tinggi? Ini Makanan yang Perlu Dikonsumsi dan Dihindari

2. Kaya Kandungan Antioksidan

Minyak jagung kaya akan vitamin E, nutrisi yang larut dalam lemak dan bertindak sebagai antioksidan di tubuh. Secara tidak langsung, minyak jagung kaya akan antioksidan untuk tubuh.

Antioksidan adalah senyawa yang menetralkan molekul yang disebut radikal bebas, yang meningkatkan risiko kondisi seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kemungkinan beberapa jenis kanker. Selain itu, antioksidan juga bermanfaat untuk kesuburan pria dan wanita, lho!

Penelitian dalam jurnal Fertility and Sterility juga menemukan, makanan kaya akan antioksidan memiliki dampak positif terhadap kesuburan dan peluang kehamilan wanita.

Meski begitu, menurut peneliti manfaatnya dapat berbeda tergantung pada sumber antioksidan yang diberikan yang disesuaikan dengan BMI dan usia wanita yang mengonsumsinya.

Manfaat antioksidan juga berkaitan dengan kesuburan pria. Makanan kaya antioksidan untuk kesuburan pria diketahui membantu meningkatkan peluang kehamilan klinis dan angka kelahiran hidup pada pasangan yang menjalani terapi kesuburan.

Jadi, cobalah konsumsi makanan yang kaya antioksidan atau Moms bisa mengolah makanan dengan menggunakan minyak jagung sebagai sumber antioksidan yang baik untuk tubuh.

3. Menjaga Kelembapan Kulit

Manfaat minyak jagung berikutnya adalah membantu menjaga kelembapan kulit. Mengapa demikian? Minyak jagung dikenal karena teksturnya yang ringan dan asam linoleat dalam jumlah tinggi.

Maka dari itu, minyak jagung baik untuk menjaga kelembapan dan kehalusan kulit. Minyak kaya vitamin E ini mudah diserap dan membuat kulit terasa lembap dan cerah.

Menjaga kelembapan kulit itu memang penting, ya, Moms. Sebab, seiring bertambahnya usia, kelembapan kulit akan berkurang. Oleh sebab itu, lakukan perawatan yang tepat untuk menjaga kelembapan kulit secara mendalam.

Selain mengonsumsi minyak jagung, Moms juga dapat mengutamakan bahan-bahan tertentu dalam perawatan kulit yang digunakan. Di antaranya adalah asam glikolat.

Salah satu bahan skincare ini direkomendasikan untuk pemilik kulit kering.

"Glikol memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam folikel rambut dan melonggarkan sebum dan protein yang terkandung di dalamnya yang dapat menyebabkan komedo dan jerawat," ucap Dr. Melda Isaac, ahli dermatologi bersertifikat yang berbasis di Washington, D.C.

Lidah buaya juga umum digunakan untuk mengobati kulit terbakar dan bisa digunakan untuk melembapkan kulit kering. Masih dari bahan alaminya, Moms bisa mencoba melembapkan kulit dengan teh hijau.

Kandungan teh hijau pada produk perawatan kulit memiliki antioksidan kuat, tetapi tidak menyebabkan iritasi dan membantu meremajakan kulit.

Jadi, ada banyak pilihan yang bisa digunakan untuk menjaga kelembapan kulit, ya, Moms!

Baca Juga: Manfaat Minyak Zaitun, Minyak Paling Sehat untuk Memasak

4. Minyak Jagung untuk Diet

Hal yang sering menjadi pertanyaan pula, apakah minyak jagung cocok digunakan untuk diet?

Perlu Moms pahami, minyak jagung memang mengandung beberapa komponen sehat seperti vitamin E dan fitosterol.

Namun, secara keseluruhan tidak dianggap sebagai lemak sehat. Hal tersebut karena minyak jagung sangat halus dan tinggi lemak omega-6 inflamasi yang harus dibatasi dalam makanan.

Seperti yang sudah diungkapkan pula, sekitar 15 ml minyak jagung mengandung 122 kalori, jadi takarannya juga perlu diseimbangkan.

Moms tetap bisa mengonsumsi minyak jagung untuk diet, namun seimbangkan juga dengan nutrisi yang lain.

Bila saat ini Moms tengah menjalani program penurunan berat badan, pemilihan minyak goreng untuk memasak juga penting, lho!

Pilihlah minyak goreng yang memiliki jumlah lemak jenuhnya paling sedikit. Nah, pilihan minyak goreng terbaik untuk diet adalah minyak kelapa dan minyak kanola.

Itulah beberapa manfaat minyak jagung yang perlu Moms ketahui. Meski punya banyak manfaat, tetap ada efek samping minyak jagung yang harus dipahami. Simak ulasan berikutnya, ya!

Baca Juga: 6 Manfaat Minyak Ikan untuk Kesehatan Anak, Ternyata Luar Biasa

Efek Samping Minyak Jagung

Minyak Jagung (Orami Photo Stock)
Foto: Minyak Jagung (Orami Photo Stock)

Minyaknya sendiri memiliki titik asap tinggi, sehingga ideal untuk memasak dengan api besar atau menggoreng.

Namun, salah satu efek samping minyak jagung adalah kehilangan sebagian besar asam lemak omega-6 dan omega-3 yang sehat, lemak jenuh, nutrisi, dan antioksidan saat dipanaskan.

Efek samping minyak jagung juga bisa terjadi karena minyak ini sangat halus. Pengolahan minyak ini melalui proses ekstensif untuk diekstraksi dari jagung dan dibuat dapat dimakan.

Nah, proses ini menyebabkan minyak jagung menjadi lebih mungkin teroksidasi, artinya pada tingkat molekuler ia mulai kehilangan elektron dan menjadi tidak stabil.

Adapun tingkat senyawa teroksidasi yang tinggi dalam tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu.

Pemanasan minyak jagung juga menghasilkan antinutrien akrilamida, senyawa reaktif yang sudah dikaitkan dengan masalah saraf, hormon, dan fungsi otot.

Minyak jagung kaya lemak omega-6 inflamasi dan terbuat dari jagung transgenik. Ini juga sangat halus dan menghasilkan akrilamida berbahaya saat dipanaskan.

Menurut International Agency for Research on Cancer, akrilamida telah diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial. Dengan begitu, pengonsumsian minyak jagung juga perlu diperhatikan takarannya, ya, Moms!

Baca Juga: 5 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kecantikan

Alternatif Minyak Jagung

Minyak Alpukat (Orami Photo Stock)
Foto: Minyak Alpukat (Orami Photo Stock)

Minyak jagung bisa digunakan untuk memasak, membuat kue, atau bahkan sebagai dressing di salad.

Namun, tidak hanya minyak jagung yang bisa Moms gunakan, alternatif di bawah ini juga dapat menjadi pilihan saat memasak:

  • Minyak avokad: Minyak avokad mengandung banyak asam oleat dan lutein. Asam oleat sendiri berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol, sedangkan lutein bermanfaat untuk kesehatan mata.
  • Minyak kacang: Minyak kacang punya rasa yang lebih ringan, kaya akan antioksidan vitamin E, dan mampu menurunkan kolesterol. Minyak kacang baik untuk menggoreng dan menumis.
  • Minyak kanola: Minyak kanola dibuat dari lobak dan terkadang masih sering disebut minyak lobak. Rasanya juga mirip dengan minyak jagung, sehingga bisa menjadi pengganti sebagai dressing di salad.

Itulah sekilas tentang minyak jagung yang bisa Moms perhatikan. Tetap usahakan untuk menyeimbangkan dengan nutrisi lainnya, ya!

  • https://www.healthline.com/nutrition/corn-oil
  • https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/343869/nutrients
  • https://www.sciencedirect.com/referencework/9780123947864/encyclopedia-of-food-grains
  • https://www.fertstert.org/article/S0015-0282(13)03261-5/pdf
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27982682/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.