Kesehatan

24 Mei 2021

Muncul Endemi "Mucormycosis" atau Jamur Hitam di India, Rentan Menyerang Pasien COVID-19

Apa itu jamur hitam?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Amelia Puteri

Belum selesai dengan 'meroketnya' kasus positif COVID-19, India kembali diserang dengan jamur hitam misterius. Jamur hitam dengan nama latin mucormycosis ini menjadi salah satu penyakit yang dikhawatirkan.

Serangan infeksi mukromikosis ini merupakan infeksi jamur yang agresif dan sulit diobati. Gejala yang ditimbulkan menyerupai virus corona, bahkan lebih mematikan.

Adapun fakta-fakta terkait jamur hitam ini yang perlu diketahui. Simak bersama ya, Moms!

1. Mayoritas Menyerang Masyarakat India

Jamur Hitam India Mematikan.jpg

Foto: insider.com

Pada Maret tahun ini, 41 kasus mukormikosis atau jamur hitam terkait COVID-19 telah dilaporkan ada di seluruh dunia, dengan 70 persen kasus di India.

Jamur hitam ini dilaporkan dari BBC, menyerang pasien dengan COVID-19, atau pasien yang sedang dalam pemulihan dari virus corona.

Pemerintah India telah memerintahkan pengawasan yang lebih ketat terhadap infeksi mukormikosis yang memengaruhi penyintas COVID-19 tersebut.

Penyakit ini memiliki tingkat kematian 50 persen, dengan beberapa hanya dapat diselamatkan dengan memotong jaringan kulit atau orang tubuh yang terinfeksi.

Kasus ini terjadi dalam waktu 12 hingga 18 hari setelah pemulihan dari COVID-19 di India.

Baca Juga: Warga India Ramai Gunakan Kotoran Sapi untuk Mencegah COVID-19, Apa Kata Ahli?

2. Gejala Jamur Hitam

Jamur Hitam Gejala.jpg

Foto: bbc.com

Mucormycosis atau jamur hitam biasanya menginfeksi orang yang sistem kekebalannya telah terganggu.

Mengutip Reuters, gejala yang ditimbulkan menyebabkan hidung menghitam atau berubah warna, penglihatan kabur atau ganda, nyeri dada, kesulitan bernapas dan batuk darah.

"Infeksi jamur ini menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang berkepanjangan di antara pasien COVID-19," kata Menteri Kesehatan Lav Agarwal.

Agarwal meminta pemerintah negara bagian untuk mendeklarasikannya sebagai "noltifable disease" untuk mengidentifikasi dan melacak setiap kasus.

3. Penyebab dan Bahaya Jamur Hitam

Jamur Hitam di India.png

Foto: CNN.com

Penyakit jamur hitam ini menjadi ancaman baru bagi negara yang tengah menghadapi gelombang dua COVID-19. Bahkan banyak ahli mengatakan penyakit ini lebih mematikan.

Jamur hitam dilaporkan telah menewaskan lebih dari 50 persen penderitanya dalam beberapa hari terakhir.

Menurut beberapa ahli kedokteran, infeksi jamur hitam disebabkan oleh penggunaan steroid yang cukup tinggi dalam pengobatan pasien COVID-19.

Jamur hitam disebabkan oleh organisme yang disebut mucorymycetes. Organisme itu dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan dan menimbulkan luka di jaringan kulit.

Ini dapat menyerang wajah seperti mata, hidung ataupun kulit dengan gejala seperti luka atau kulit menghitam.

Tak jarang, banyak pasien harus diangkat bola matanya agar jamur hitam tidak menyerang otak.

Baca Juga: Banyak Pemudik 'Lolos' Hingga Kasus Positif Makin Naik, Potensi Fase Kedua COVID-19 di Indonesia?

4. Orang yang Berisiko Tinggi Terinfeksi Jamur Hitam

Jamur Hitam Penyebabnya.jpg

Foto: scidev.net

Seperti yang disebutkan sebelumnya, orang dengan respon imun yang rendah lebih rentan terhadap infeksi jamur hitam ini.

Penyebab dari penyakit ini masih terus ditelaah oleh tenaga kesehatan. Namun, adapun beberapa kondisi yang dapat memicu berisiko lebih tinggi terkena jamur hitam, antara lain:

  • Diabetes: Gula darah tinggi dan pada ketoasidosis diabetik adalah salah satu cara pertumbuhan cepat organisme ini. Diabetes juga dikaitkan dengan penurunan respons imun.
  • Obat steroid: Ini dapat meningkatkan kadar gula darah dan menurunkan respons imun tubuh.
  • Keganasan darah: Dapat mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh.
  • Pasien dengan imunosupresan: Pada penerima organ dan penerima sel induk hematologis.
  • Overdosis zat besi: Pasien dengan kelebihan zat besi atau mengonsumsi deferoxamine (khusus digunakan pada overdosis zat besi).
  • Infeksi: Trauma, luka bakar, dan orang yang kekurangan gizi.

Baca Juga: Mirisnya Indonesia Tembus 1 Juta Kasus Positif COVID-19, 7 Negara ASEAN Ini Justru Terendah

5. Lonjakan Obat Anti Jamur

Jamur Hitam Endemik.jpg

Foto: dnaindia.com

Cepatnya kasus ini bertambah setiap harinya, permintaan terhadap obat antijamur juga meningkat.

Negara bagian India seperti Maharasthra, menyatakan resiko kehabisan amphotericin B (obat antijamur) karena melonjaknya kasus jamur hitam.

Oleh karenanya, banyak masyarakat mendesak pemerintah untuk segera menyuplai lebih banyak obat antifungal.

"Satu pasien memerlukan 60 hingga 100 suntikan (amphotericin B), tergantung keparahan penyakitnya. Dengan banyaknya jumlah kasus saat ini. kami memerlukan lebih dari 150 ribu suntikan," kata Menteri Kesehatan Maharasthra, Rajesh Tope, dikutip dari Reuters.

Kementerian Kesehatan India kini tengah mencari lebih banyak perusahaan untuk memproduksi obat antijamur amphotericin B yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur hitam.

Selain itu upaya impor obat antijamur juga sedang ditingkatkan.

Itu dia Moms fakta-fakta penting terkait endemi jamur hitam atau mucormyosis yang terjadi di India. Semoga penyakit ini segera teratasi ya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait