Keluarga

22 April 2020

Panduan Mengenalkan Pendidikan Seks bagi Anak dari Usia ke Usia

Pendidikan seks bisa dikenalkan secara bertahap pada anak sesuai usianya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Intan Aprilia

Dalam hal pendidikan seks, biasanya orang tua suka bingung harus mulai dari mana, apa yang harus dikatakan, dan kapan harus mulai menjelaskan.

Sebenarnya, pendidikan seks tidak bisa dilakukan dalam satu kali pembicaraan besar saja, Moms. Zaman sekarang, pendidikan seks harus diberikan melalui percakapan-percakapan kecil, sering, dan berulang-ulang.

Dilansir dari Planned Parenthood, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja yang melakukan percakapan teratur dengan orang tua atau pengasuhnya tentang seks dan hubungan lebih kecil kemungkinannya untuk mengambil risiko dengan kesehatan seksual mereka, dan lebih cenderung sehat.

Jadi, tidak ada yang namanya terlalu dini atau terlamat untuk mulai biacara dengan anak tentang pendidikan seks, Moms.

Baca Juga: Pendidikan Seks untuk Balita, Simak Batasannya

Panduan Pendidikan Seks untuk Anak

Lantas, seperti apa panduan mengenalkan pendidikan seks bagi anak dari usia ke usia? Simak di bawah ini, ya.

1. Bayi dan Balita (0-24 bulan)

Panduan Mengenalkan Pendidikan Seks bagi Anak dari Usia ke Usia 1.jpg

Foto: pixabay.com

  • Berikan penjelasan tentang nama-nama bagian tubuh mereka, termasuk penis dan vagina.
  • Tidak masalah apabila anak mau menyentuh semua bagian tubuh mereka, biarkan mereka menyentuh vagina dan penisnya saat mandi atau mengganti popok.
  • Mulai tunjukkan perbedaan anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki memiliki penis, anak perempuan memiliki vagina.
  • Mulai berbicara tentang fungsi bagian tubuh, misalnya urine keluar melalui penis atau vagina, kotoran keluar melalui anus.
  • Jika anak suka telanjang setiap saat, mulai kenalkan batasan-batasan tentang ketelanjangan, jelaskan bahwa ada waktu dan tempat untuk telanjang dan tentu saja telanjang tidak diperbolehkan di taman umum.

2. Anak Usia Dini (2-5 tahun)

Panduan Mengenalkan Pendidikan Seks bagi Anak dari Usia ke Usia 2.jpg

Foto: freepik.com

Tentang Tubuh

  • Nama-nama bagian tubuh yang benar dan apa fungsinya.
  • Laki-laki dan perempuan berbeda tapi juga sama, maksudnya perempuan punya vagina, laki-laki punya penis tapi kita semua punya puting, bokong, hidung, tangan, dan lain-lain.
  • Tubuh setiap orang berbeda dan tidak masalah kalau berbeda.
  • Tubuh kita bisa memberitahu apa yang kita rasakan, kita punya banyak sekali perasaan berbeda dan bisa merasakannya dalam tubuh.

Privasi

  • Beberapa bagian tubuh bersifat pribadi dan tidak untuk dilihat seluruh dunia.
  • Ada tempat privat dan umum. Hal ini cukup rumit untuk dipelajari anak-anak, misalnya saja kalau di rumah boleh telanjang walaupun ada nenek tetapi tidak boleh ketika ada tukang servis datang.
  • Menghormati privasi orang lain. Misalnya jika pintu kamar mandi sedang ditutup, ketuklah dahulu kalau mau masuk.
  • Mereka pun berhak memiliki privasi, seperti saat pergi ke toilet atau sedang mengganti baju.
  • Percakapan tentang tubuh adalah hal yang pribadi dan hanya boleh dilakukan di rumah bersama orang tua.
  • Mereka adalah pemilik tubuhnya sendiri dan berhak mengatakan siapa yang boleh menyentuh tubuhnya.
  • Tidak boleh memeluk atau menyentuh orang lain apabila orang tersebut tidak menginginkannya (dan sebaliknya).
  • Kadang-kadang ada alasan kenapa orang dewasa menyentuh atau melihat tubuh mereka, misalnya seperti dokter atau suster.
  • Tidak boleh menyimpan rahasia tentang tubuhnya.
  • Mereka boleh menceritakan apa saja pada Moms tentang hal-hal yang membuatnya merasa buruk atau lucu.

Baca Juga: Ini 3 Cara Mengajari Anak Perempuan untuk Memahami Tubuhnya

3. Anak Usia Menengah (5-8 tahun)

Panduan Mengenalkan Pendidikan Seks bagi Anak dari Usia ke Usia 3.jpg

Foto: freepik.com

Tentang Tubuh

  • Ketahui kata-kata apa yang digunakan ketika berbicara tentang bagian tubuh (laki-laki dan perempuan). Misalnya penis, testis, skrotum, anus, vulva, labia, vagina, klitoris, uterus, dan ovarium.
  • Beri pengetahuan tentang organ reproduksi internal seperti uterus, ovarium, saluran tuba, uretra, kandung kemih, usus.
  • Tubuh memiliki beragam bentuk, ukuran, dan warna. Kita pun harus bisa saling menghargai perbedaan tersebut.
  • Baik laki-laki maupun perempuan punya bagian tubuh yang terasa nyaman saat disentuh, tetapi tidak boleh sembarang orang menyentuh bagian ini.
  • Ajari anak untuk bisa melakukan penolakan saat itu juga, seperti “Berhenti, saya tidak suka kamu melakukan itu.”

Masa Pubertas

  • Beritahu bahwa tubuh mereka akan berubah seiring bertambahnya usia.
  • Jelaskan kalau pubertas adalah masa perubahan fisik dan emosional, di mana mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa.

Baca Juga: Anak Zaman Sekarang Lebih Cepat Puber, Mengapa?

4. Anak Usia Puber (9-12 tahun)

Panduan Mengenalkan Pendidikan Seks bagi Anak dari Usia ke Usia 4.jpg

Foto: freepik.com

Masa Pubertas

  • Hal-hal mengenai hubungan seksual, di mana bayi bisa terbentuk ketika sperma bertemu telur, orang yang sudah menikah memang berhubungan seksual dan hal itu normal, terkadang orang dewasa memberikan pelukan dan ciuman untuk menunjukkan kasih sayang, dan hubungan seks adalah aktivitas bagi orang dewasa atau yang sudah menikah, bukan untuk anak remaja.
  • Jelaskan tentang perubahan fisik, sosial, dan emosional yang akan dialami.
  • Anak perempuan perlu tahu dan bersiap untuk haid pertama mereka.
  • Anak laki-laki perlu tahu tentang ejakulasi dan mimpi basah.
  • Jelaskan bahwa kesuburan terjadi begitu anak perempuan mengalami menstruasi dan ketika anak laki-laki memproduksi semen.

Perilaku Seksual

  • Beberapa anak ingin tahu tentang seks dan beberapa tidak. Keduanya normal. Saat pubertas dimulai, perlahan-lahan anak akan berpikir tentang seks sebagai sesuatu yang ingin dilakukan suatu hari nanti. Untuk itu, mulailah percakapan tentang seks dengan anak Moms, beritahu bahwa mereka bisa menanyakan apapun yang ada dalam benaknya.
  • Jelaskan tentang penyakit menular seksual.
  • Informasi dasar tentang kehamilan, aborsi, dan cara mencegah kehamilan.
  • Nilai-nilai yang ditanamkan orang tua tentang cinta, pacaran, kontrasepsi, kapan anak diperbolehkan aktif secara seksual.
  • Begitu pubertas dimulai, anak akan mulai tertarik pada lawan jenis dan punya fantasi seksual.
  • Beritahu bahwa seksualitas itu sangat dilebih-lebihkan dalam pornografi.

Baca Juga: 3 Tips Penting Memilih Bra untuk Anak Perempuan yang Baru Puber

Moms, itulah panduan mengenalkan pendidikan seks untuk anak. Mudah-mudahan panduan di atas cukup membantu Moms dan Dads di rumah untuk bisa perlahan-lahan membuka pembicaraan tentang edukasi seks, ya.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait