Newborn

28 Juni 2021

11 Penyebab Bayi Cegukan Terus-menerus, dan Cara Mengatasinya

Alergi bisa jadi salah satu penyebab bayi cegukan terus-menerus
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Karla Farhana

Sebagai ibu baru, Moms akan selalu khawatir dengan apa yang terjadi pada Si Kecil, termasuk cegukan dan mencari tahu penyebab bayi cegukan. Moms mungkin akan kebingungan sekaligus khawatir melihat bayi yang cegukan.

Tak perlu khawatir! Cegukan merupakan kebiasaan umum yang kerap terjadi pada Si Kecil. Namun, ada juga cegukan yang perlu diwaspadai, yakni cegukan terus-menerus.

Dengan cegukan terus-menerus, Si Kecil tentu kesulitan untuk minum susu sehingga asupannya menjadi kurang.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu Penyebab dan Tips Meredakan Bayi Cegukan

Penyebab Bayi Cegukan Terus-menerus

Moms juga mungkin bertanya-tanya apa penyebab bayi cegukan terus-menerus. Berikut ini, ada beberapa penyebab cegukan yang perlu diketahui!

1. Overfeeding

Makanan Bayi Anda Mengandung Arsenik Tidak Usah Panik Ini Faktanya -1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab bayi cegukan terus-menerus yang pertama adalah overfeeding. Terlalu banyak memberi makan bayi, bahkan ASI, dapat menyebabkan perut membengkak dan melebarkan diafragma hingga pada akhirnya cegukan.

2. Refluks Gastroesofagus

Penyebab bayi cegukan terus-menerus yang selanjutnya adalah refluks gastroesofagus. Refluks gastroesofagus (RGE) merupakan fenomena fisiologis yang dapat terjadi pada setiap bayi dan anak.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, RGE adalah hal yang umum terjadi pada bayi baru lahir. Bayi di bawah usia 3 bulan akan cukup sering mengalaminya.

“Pada bayi, gejala yang sering terjadi seperti muntah, tidur tidak nyaman, menolak makan, dan gagal tumbuh. Sedangkan cegukan yang muncul disebabkan oleh aliran balik makanan dan asam yang memicu sel-sel saraf hingga menyebabkan flutter (kontraksi otot jantung) di diafragma,” kata Janice Heard, dokter anak komunitas di Calgary dan anggota Komite Penasihat Pendidikan Publik Masyarakat Kanada.

Baca Juga: Balita Cegukan? Bantu Hentikan Dengan 6 Cara Alami Ini

3. Menelan Banyak Udara

bayi cegukan terus-menerus

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab bayi cegukan terus-menerus yang selanjutnya adalah menelan banyak udara. Menurut jurnal yang diterbitkan Bioessay, menelan banyak udara jadi salah satu penyebab bayi cegukan terus-menerus.

Terutama pada bayi yang minum susu dari botol, dia akan berisiko menelan banyak udara. Hal ini sering membuat bayi menjadi cegukan dan rewel.

4. Alergi

bayi cegukan terus-menerus

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab bayi cegukan terus-menerus lainnya adalah alergi, Moms. Alergi terhadap protein tertentu yang ditemukan dalam susu formula atau bahkan dalam ASI dapat menyebabkan radang esofagus, yang disebut Eosinophilic Esophagitis.

“Sebagai reaksi terhadap kondisi tersebut, diafragma sering menyebabkan cegukan. Dalam beberapa kasus, alergi bisa dipicu oleh perubahan komposisi ASI karena makanan tertentu yang dikonsumsi oleh ibu,”ucap Dr Heard.

5. Airborne Irritants

Airborne irritans menjadai salah satu penyebab bayi cegukan terus-menerus. Hal ini karena bayi memiliki sistem pernapasan yang sensitif, dan setiap udara yang kotor seperti asap, polusi atau aroma yang kuat dapat memicu batuk.

Batuk berulang memberi tekanan pada diafragma dan cegukan.

Baca Juga: Apa Penyebab Bayi Cegukan?

6. Penurunan Suhu

bayi cegukan terus-menerus

Foto: Orami Photo Stock

Penurunan suhu juga dapat menjadi penyebab bayi cegukan terus-menerus. Terkadang, penurunan suhu dapat menyebabkan otot bayi berkontraksi. Hal ini akhirnya dapat menyebabkan kontraksi diafragma, dan membuat bayi cegukan, Moms.

“Jangan panik jika tiba-tiba bayi Anda mengalami cegukan. Waspada, dan analisis alasannya, karena itu membantu Anda fokus untuk menghentikan cegukan,” jelas Dr. Heard.

7. Asma

Kondisi berikutnya yang bisa memicu bayi mengalami cegukan terus-menerus, ialah penyakit asma. Jika Si Kecil menderita asma, saluran bronkial paru-parunya akan mengalami peradangan sehingga membatasi aliran udara ke paru-paru.

“Hal ini menyebabkan mengi karena kurangnya napas dan berujung pada cegukan,” tambah Dr Heard.

8. Tertawa

Siapa sangka, tertawa juga sering kali menjadi penyebab bayi cegukan, lho, Moms. Saat bayi tertawa, ada kemungkinan udara berlebih terperangkap di perut Si kecil, menyebabkannya membengkak dan mengembang. Ini menyebabkan asam lambung didorong ke kerongkongan. Tubuh melindungi dirinya sendiri dengan membuat cegukan.

Saraf frenikus meluas melalui diafragma. Tubuh memiliki dua saraf frenikus, yang kiri dan yang kanan. Saraf inilah yang memberi tahu diafragma kapan harus berkontraksi dan kapan harus rileks. Sederhananya, tanpa saraf frenikus, kita tidak bernapas.

Karena tawa biasanya menghasilkan pernapasan yang tidak normal, hal itu mengganggu saraf frenikus, membuat mereka mengatakan diafragma berkontraksi padahal seharusnya tidak, sehingga menyebabkan cegukan

Baca Juga: Penasaran Jawaban Mengapa Bayi Cegukan Dalam Kandungan? Yuk, Simak di Sini

9. Iritasi Diafragma

5 Daftar Obat Batuk Alami untuk Bayi yang Aman

Foto: Orami Photo Stock

Ketika bayi mengalami cegukan, penyebabnya mungkin saja karena adanya iritasi diafragma.

Cegukan terjadi saat diafragma, otot pernapasan di dasar dada, mengalami iritasi dan kejang. Karena perut dan batang tubuh bayi kecil, tidak perlu banyak waktu untuk mengisi perutnya hingga penuh dan mendorongnya ke atas ke dalam diafragma.

10. Kemampuan Menelan dan Bernapas Bayi Belum Sempurna

Kemampuan menelan dan bernapasnya bayi yang belum sempurna juga bisa saja menjadi alasan atau penyebab Si Kecil mengalami cegukan.

"Kemampuan menelan dan bernapas bayi Anda belum sepenuhnya sinkron," kata Peter Vishton, Ph.D., kepala peneliti di Pusat Penelitian Perkembangan Anak di College of William & Mary, di Williamsburg.

Dia juga mengatakan bahwa bisa jadi Si Kecil mungkin mencoba menelan pada saat yang sama dia menarik napas, dan itulah yang jadi penyebab cegukan pada bayi.

11. Kewalahan dengan Lingkungannya

"Cegukan juga bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda merasa kewalahan dengan lingkungannya," jelas DeAnn Davies, direktur perkembangan anak di Scottsdale Healthcare, di Arizona.

Menurutnya, bayi baru lahir tidak pandai memblokir kebisingan saat mereka bangun. Jadi, untuk menghindari bayi cegukan, sebaiknya pisahkan ia dari lingkungan yang terlalu ramai dan bising.

Baca Juga: Cegukan Pada Bayi, Apakah Berbahaya?

Mengatasi Penyebab Bayi Cegukan

bayi cegukan terus-menerus

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin tahu sekitar selusin “obat” untuk kasus cegukan saat dewasa, tetapi trik ini tidak akan berhasil pada bayi yang baru lahir (menawarkan air, misalnya, bisa berbahaya untuk bayi di bawah 6 bulan ditambah bayi bisa secara sadar mengatur pernapasan atau menelan mereka seperti orang dewasa).

Jadi, apa cara terbaik untuk mengatasi cegukan bayi baru lahir? Tunggu mereka berhenti dengan sendirinya.

Jika khawatir cegukan bayi mengganggunya, Moms dapat mencoba memberinya makan atau membiarkannya mengisap empeng. Hal ini karena gerakan mengisap empeng dapat membantu mengendurkan diafragma sehingga meredam cegukannya.

Moms juga bisa menyusui Si Kecil untuk menghentikan cegukannya. Namun, cobalah menyusui bayi dalam posisi yang lebih tegak. Menyangga bayi di atas bantal sehingga mereka tidak berbaring rata dapat membantu mereka menghirup lebih sedikit udara pada saat menyusui sehingga tidak cegukan.

Baca Juga: Ini Cara Menghilangkan Cegukan Pada Bayi

Pastikan bahwa Moms menyusui saat bayi dalam keadaan tenang, sebelum Si Kecil lapar dan mulai menangis. Hal ini karena jika bayi kesal saat menyusu, susu atau susu formula yang mereka minum mungkin saja tidak turun ke saluran cerna dengan lancar sehingga berisiko mengiritasi kerongkongan.

Apabila Moms menggunakan susu formula, pastikan dot di botol benar-benar penuh dengan susu saat menyusui. Ketika menyusui dengan botol, kurangi udara di dot sebelum memberi makan bayi karena udara ekstra bisa membuat cegukan semakin parah.

Selain itu, coba gosok punggung bayi dengan gerakan melingkar untuk membantu melepaskan udara berlebih dan menghentikan cegukan.

Apabila Moms memerhatikan bahwa bayi tampaknya sering cegukan dan cegukan tersebut menyebabkan Si Kecil sakit atau disertai muntah setelah menyusu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Bayi mungkin mengalami refluks asam atau sensitivitas pencernaan.

Dalam beberapa kasus, cegukan dapat disebabkan oleh GERD, atau refluks asam. Terutama jika cegukan bayi disertai dengan muntah, jadi yang terbaik adalah memeriksakan Si Kecil ke dokter untuk menyingkirkan kondisi medis mendasar yang dapat menyebabkan cegukan.

Baca Juga: 5 Fakta dan Mitos Cegukan, Jangan Sampai Salah!

Mencegah Bayi Cegukan

bayi cegukan terus-menerus

Foto: Orami Photo Stock

Moms juga bisa mencegah cegukan pada bayi dengan beberapa cara berikut ini:

  • Beri makan bayi saat dia dalam keadaan tenang atau sebelum menangis dan benar-benar lapar.
  • Jangan terlalu banyak memberi makan Si Kecil dan santai saja saat memberinya makan.
  • Jaga bayi dalam posisi tegak saat menyusu dan sesaat setelahnya.
  • Sering memberi makan bayi dalam jumlah kecil.
  • Memastikan bahwa mulut bayi menempel di seluruh puting ketika menyusui.
  • Memposisikan ulang botol sehingga tidak ada udara di dekat dot, jika Moms menyusui dengan menggunakan susu formula dalam botol.
  • Hindari aktivitas yang berat (seperti mengayun) setelah menyusui.
  • Sendawakan bayi selama menyusui untuk mencegah cegukan menyerang.
  • Jangan biarkan bayi terlalu lapar sebelum memberinya makan. Ini akan membantu mencegah menelan susu dan menelan terlalu banyak udara
  • Carilah ukuran dot susu yang tepat untuk bayi jika Moms memberi susu formula dalam botol, pastikan aliran dot tidak terlalu cepat atau terlalu lambat untuk bayi. Aliran yang tepat ini dapat bergantung pada usia bayi, jadi Moms mungkin harus mengganti dot botol setiap beberapa bulan.

Cegukan adalah hal yang normal dan biasanya tidak menyakiti bayi.

Pada bayi dengan usia yang lebih muda, cegukan biasanya merupakan tanda bahwa mereka perlu duduk tegak selama atau setelah menyusui. Cegukan juga bisa menandakan bahwa Si Kecil perlu diberi makan lebih lambat, atau mereka membutuhkan lebih banyak waktu sebelum atau sesudah menyusui untuk bersantai.

Carilah bantuan medis jika bayi terlihat kesakitan atau jika cegukan tidak berhenti selama berjam-jam.

Baca Juga: 6 Cara Menghentikan Cegukan pada Bayi, Yuk Coba!

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Jika Bayi Cegukan?

yang tidak boleh dilakukan saat  bayi cegukan

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa hal yang perlu Moms hindari ketika bayi cegukan, seperti:

  • Jangan pernah mengagetkan atau menakut-nakuti bayi untuk mengatasi cegukan
  • Jangan meletakkan kain basah di dahi mereka, yang juga tidak membantu
  • Menahan napas adalah salah satu obat yang tidak boleh dicoba pada bayi karena sangat berbahaya
  • Banyak orang merekomendasikan untuk menarik lidah bayi dan menekan dahi atau ubun-ubun depan (bagian lembut kepala bayi), tetapi ini dapat melukai bayi sehingga sangat tidak direkomendasikan untuk dilakukan

"Secara keseluruhan, hal terbaik yang harus dilakukan adalah menunggu dan yakinlah bahwa cegukan akan hilang dengan sendirinya," kata Christal-Joy Forgenie, MD, seorang dokter anak dengan Soha Pediatrics di New York City.

Nah, itulah beberapa penyebab bayi cegukan yang perlu Moms ketahui. Dengan mengetahui penyebabnya, Moms akan lebih mudah mengatasinya.

  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-infants/definition-facts
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3504071/
  • https://www.thebump.com/a/newborn-hiccups-why-babies-get-how-to-get-rid
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321932#prevention
  • https://www.webmd.com/baby/what-to-do-if-your-baby-has-hiccups#1
  • https://health.clevelandclinic.org/heres-what-to-do-when-your-baby-has-the-hiccups/
  • https://www.verywellfamily.com/how-to-get-rid-of-infant-hiccups-4160825
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait