Program Hamil

26 Juli 2021

Bukan Keputihan, Ini Penyebab Cairan Bening Keluar Saat Hamil

Hamil artinya berkali-kali ganti celana dalam dalam sehari
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Karla Farhana

Meski tak dialami oleh semua ibu hamil, peningkatan kelembapan vagina umum terjadi selama kehamilan. Tidak seperti keputihan pada umumnya, lalu apa penyebab cairan bening keluar saat hamil?

Itu sebabnya, Moms mungkin merasa vagina selalu basah dan perlu sering-sering mengganti celana dalam.

Menurut Dr. Vasiliki Moragianni, ahli endokrinologi reproduksi di Colorado Center for Reproductive Medicine di Northern Virginia, hal tersebut adalah gejala kehamilan yang umum terjadi dan normal.

Mari kita simak lebih lanjut apa penyebab cairan bening keluar saat hamil dan cara mengatasinya.

Penyebab Cairan Bening Keluar Saat Hamil

Moms, sebenarnya keluar cairan saat hamil itu umum terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan.

Namun adapun penyebab yang tak lazin jika keluar cairan saat hamil. Misalnya salah satu tanda Moms mengalami gangguan reproduksi dan lain sebagainya.

Beberapa penyebab cairan bening keluar saat hamil seperti:

1. Peningkatkan Hormon

3 Penyebab Keluar Cairan Bening saat Hamil Muda, Wajib Dipahami!

Foto: Orami Photo Stocks

Perubahan yang dialami tubuh selama kehamilan, termasuk fluktuasi hormon, peningkatan aliran darah ke organ reproduksi, dan perubahan pH vagina.

Hormon yang tak stabil ini dapat memengaruhi bentuk fisik wanita hamil, begitu juga pada fungsi vagina.

Dalam Endocronology of Pregnancy, ini semuanya dapat berkontribusi pada peningkatan kelembapan vagina.

Sehingga tak jarang ini hormon yang melonjak pada tubuh dapat menjadi penyebab cairan bening keluar saat hamil.

2. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Moms, meskipun sedang hamil, tak jarang pasangan suami istri juga mengalami hubungan intim.

Nah, salah satu penyebab cairan bening keluar saat hamil lainnya yakni infeksi menular seksual.

Ini bisa merupakan tanda penyakit kelamin seperti klamidia atau gonore, atau jenis infeksi lainnya.

Infeksi vagina bakteri dan virus dapat menyebabkan komplikasi kehamilan, jadi penting untuk menemui dokter apabila Moms merasakan gejalanya.

3. Cairan Urin

Penyebab Cairan Bening Keluar Saat Hamil Apa Saja

Foto: Orami Photo Stocks

Beberapa Moms mungkin bertanya-tanya apakah celana dalam yang basah ini mengindikasikan air ketuban bocor atau rembes.

Meski mungkin saja terjadi, tapi paling besar kemungkinannya jika terjadi kebocoran adalah urine. Ya, urin bisa saja sesekali bocor, seperti ketika Moms batuk, bersin, atau tertawa.

Sehingga ini penyebab cairan bening keluar saat hamil lainnya.

Kebocoran urine adalah normal selama kehamilan, dan itu terjadi karena tekanan rahim yang tumbuh menekan kandung kemih.

Lakukan latihan kegel untuk membantu mengendalikan kandung kemih, dan jangan pernah menunda buang air kecil.

Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Miss V Jadi Kendur Setelah Melahirkan, Ini 4 Cara Kencangkan Kembali Vagina

4. Lendir Rahim Menebal

Tak selalu berkaitan dengan penyakit, penyebab cairan bening keluar saat hamil lainnya karena lendir rahim yang menebal.

Saat Moms hamil, sumbat lendir yang tebal menghalangi serviks untuk menghentikan bakteri masuk ke dalam rahim.

Menjelang akhir trimester ketiga, sumbatan ini mungkin bergerak turun ke dalam vagina dan menghasilkan lebih banyak cairan yang jernih atau berwarna merah muda atau coklat jika ada darah di dalamnya.

Sehingga ini umum terjadi pada sejumlah ibu hamil.

5. Tanda Persalinan Semakin Dekat

Penyebab Cairan Bening Keluar Saat Hamil, Pelajari di Sini!.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Nah, banyak ibu hamil tidak menyadari bahwa penyebab cairan bening keluar saat hamil bisa karena tanda persalinan.

Keputihan yang encer adalah bagian yang benar-benar normal dari kehamilan, dan biasanya menjadi lebih berat saat mendekati persalinan.

Faktanya, menurut Tommy's Pregnancy Hub, keputihan yang cukup berat menjelang akhir trimester ketiga bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang bersiap untuk melahirkan.

Jika Moms merasakan ini di trimester tiga, segera persiapkan diri untuk melahirkan, ya.

6. Bakteri Vaginosis (BV)

Adapun penyebab cairan bening keluar saat hamil adalah karena vaginosis bakteri.

Vaginosis bakteri, juga dikenal sebagai bakteriosis vagina, adalah penyebab paling umum dari infeksi vagina pada wanita usia subur.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan, ini adalah infeksi vagina yang paling mungkin menyerang wanita berusia antara 15 dan 44 tahun.

Tak jarang, ibu hamil juga bisa merasakan ini.

Beberapa kemungkinan komplikasi BV selama kehamilan meliputi:

  • kelahiran prematur
  • keguguran
  • kantung ketuban pecah terlalu dini
  • endometritis postpartum, iritasi atau peradangan pada lapisan rahim setelah melahirkan
  • infertilitas faktor tuba, yang disebabkan oleh kerusakan saluran tuba, yang menghubungkan ovarium ke rahim
  • korioamnionitis, peradangan selaput yang mengelilingi janin, yang dikenal sebagai korion dan amnion

Apa yang Harus Dilakukan?

Untuk mengatasi keluar cairan saat hamil, bisa menerapkan beberapa tips di bawah ini. Tentunya dibarengi anjuran dan saran dari dokter juga ya, Moms.

1. Periksakan ke Dokter Kandungan

Seperti yang dijelaskan, Moms harus berkonsultasi dengan dokter jika mengamati adanya perubahan pada keputihan selama kehamilan atau jika mengalami gejala tertentu.

Keluar cairan saat hamil tidak boleh disepelekan dan perlu diperiksa oleh dokter kandungan.

Nantinya mereka akan memberikan obat-obatan atau perawatan serta langkah-langkah untuk menjaga vagina tetap sehat dan bersih.

2. Memilih Celana Dalam Katun

penyebab keluar cairan bening saat hamil di celana dalam.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Aaron Styer, ahli endokrinologi reproduksi dari Colorado Center for Reproductive Medicine di Boston, menyarankan Moms untuk memilih celana dalam katun yang menyerap keringat.

Jika Moms ingin menggunakan panty liners, pilihlah yang tipis dan pastikan bebas pengharum untuk menghindari iritasi.

Jangan lupa, panty liners harus sering diganti setiap 2-3 jam sekali, ya.

Baca Juga: 7 Penyebab Keputihan Coklat, Ketidakseimbangan Hormon Salah Satunya

3. Cuci Genital Depan ke Belakang

Masih banyak wanita yang tak mengerti cara membersihkan vagina yang benar dan baik.

Dalam mengatasi keluar cairan bening saat hamil, usap area genital dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air besar.

Menjaga kebersihan alat kelamin penting untuk menurunkan risiko tertular infeksi. Pastikan bersihkan area vagina dengan air bersih yang mengalir, ya.

4. Pola Makan Sehat

Coba 12 Makanan Ibu Hamil Ini Agar Bayi Berkulit Putih.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Selama hamil tentunya perlu memilah-milah makanan yang sehat dan dihindari.

Hindari makanan olahan dan pilihlah buah dan sayuran segar sebagai gantinya.

Selain untuk menjaga perkembangan janin, tentu ini salah satu cara dalam mengatasi keluar cairan bening saat hamil.

Ikuti pola makan sehat dan hindari makan makanan manis karena dapat menyebabkan infeksi jamur berlebih pada vagina, Moms.

Baca Juga: Vagina Kering, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Menurut Dr. Moragianni, selama cairan yang keluar tidak berbau atau berbau ringan, Moms tak perlu khawatir.

Tetapi ia mengatakan agar waspada jika terdapat tanda-tanda berikut, yaitu cairan dengan bau yang kuat, gatal, berwarna selain putih susu, terdapat bercak atau perdarahan, dibarengi dengan nyeri panggul atau perut, serta mengalami demam.

Dan jika Moms merasakan cairan yang mengalir deras di kaki, segeralah ke rumah sakit. Ini bisa jadi adalah cairan ketuban yang pecah.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK278962/

https://www.tommys.org/pregnancy-information/pregnancy-symptom-checker/discharge-pregnancy

https://www.cdc.gov/std/bv/stdfact-bacterial-vaginosis.htm

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait