Kesehatan

KESEHATAN
10 Maret 2021

Ini 10 Penyebab Kepala Kesemutan, Bisa Jadi Penyakit Berat!

Kesemutan biasanya terjadi di tangan atau kaki. Tapi, kalau kepala yang kesemutan, apa ya penyebabnya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms, kepala kesemutan biasanya terkait dengan sistem saraf. Baik sistem saraf pusat maupun sistem saraf tepi.

Gejalanya kadangkala disertai dengan sensasi geli atau gatal hingga nyeri tajam yang dapat menjalar ke sekitar wajah atau mata. Kondisi ini dapat bersifat akut atau kronis, tergantung dari penyebab yang mendasarinya.

“Biasanya sih, penyebab kepala kesemutan ini adalah stress atau gangguan kecemasan yang memicu ketegangan saraf otak. Dan sifatnya juga sementara alias tidak lama,” kata Dr Daniel Fenton, direktur klinis di London Doctors Clinic.

Yuk kita lihat apa saja sih penyebab kepala kesemutan dan cara mengatasinya.

Baca Juga: 3 Penyebab Sering Kesemutan saat Hamil, Simak Penjelasannya ya Moms!

Penyebab Kepala Kesemutan

Kepala kesemutan umumnya sebentar dan tidak lama.

Dikenal juga sebagai paresthesia, sensasi kesemutan yang biasa terjadi pada anggota tubuh (lengan, tungkai) dan ekstremitas (tangan, kaki).

Mungkin Moms pernah mengalami kesemutan sementara setelah duduk dengan kaki bersilang terlalu lama atau tertidur dengan lengan di belakang kepala.

Ini dapat terjadi ketika saraf terus menekan pada area tertentu.

Penyebab kepala kesemutan ini berbagai hal, bisa bersifat sementara atau berkelanjutan (kronis). Mari simak penjelasan kepala kesemutan di bawah ini.

1. Stres atau Psikis

Stress penyebab kepala kesemutan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Biasanya, kepala kesemutan karena stres dipicu oleh tegangnya otot juga saraf di kepala. Sehingga menciptakan gejala kesemutan yang dapat dirasakan di satu atau kedua sisi kepala.

“Biasanya kesemutan akibat stres tidak lama dan akan segera berakhir ketika stres yang dialami telah teratasi. Namun, bila stres tidak juga teratasi, kesemutan di kepala dapat bertahan lama, bahkan dapat memicu terjadinya dermatitis seboroik,” kata Dr Fenton.

Dalam National Center for Biotechnology Information menjelaskan, hormon stres, seperti norepinefrin, mengarahkan darah ke area tubuh yang paling membutuhkannya.

Akibatnya, Moms mungkin mengalami kepala kesemutan atau sensasi kesemutan di area lain.

Menurut Anxiety and Depression Association of America , serangan panik juga dapat menyebabkan kepala semutan.

Ini mungkin terkait dengan bagaimana aliran darah berubah sebagai respons terhadap stres psikologis dan mungkin juga terkait dengan hormon stres.

Gejala serangan panik lainnya meliputi:

Baca Juga: Sering Kesemutan Saat Hamil: Apakah Ini Normal?

2. Sinusitis

Sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus akibat produksi lendir berlebih yang terperangkap di dalamnya.

Gejala yang dapat dirasakan berupa sakit kepala, nyeri wajah terutama sekitar mata, dahi dan hidung serta kesemutan di kepala akibat kompresi pada saraf trigeminal.

Infeksi seperti pilek, flu, dan sinusitis dapat menyebabkan hidung menjadi bengkak dan meradang. Sinus yang membesar dapat menekan saraf di dekatnya, menyebabkan kepala kesemutan.

Sinus juga dapat membuat sakit kepala dan mata lelah.

Serta dapat memicu sensasi kepala kesemutan karena perubahan tekanan dan aliran darah.

3. Radang Otak

radang otak

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip Johns Hopkins Medicine, radang otak atau yang disebut juga dengan ensefalitis paling sering disebabkan oleh infeksi virus.

Meski tak jarang, ensefalitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti tuberculosis atau sifilis.

Peradangan pada otak ini dapat menyebabkan kepala kesemutan yang dapat disertai dengan kekakuan pada leher dan punggung, nafsu makan menurun, demam, mual dan muntah.

Gejala yang dirasakan juga seperti flu atau sakit kepala biasa.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Migrain dengan Cepat Berikut Ini

4. Neuropati Kranial

Neoropati kranial atau gangguan saraf dapat menjadi penyebab kepala kesemutan.

Disebabkan oleh gangguan pada salah satu dari dua belas saraf kranial.

Gangguan saraf yang disebut dengan neuropati kranial ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, tekanan darah tinggi, stroke atau komplikasi diabetes yang disebut dengan neuropati diabetik.

“Gejala umumnya dapat berupa kesemutan, nyeri atau mati rasa di bagian kepala atau bagian tubuh lainnya,” Dr.Fenton menjelaskan.

5. Trauma Kepala

mengenal post divorce trauma hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Kepala kesemutan dapat terjadi ketika seseorang mengalami trauma di bagian kepala akibat benturan, misalnya karena pukulan, terjatuh atau kecelakaan.

Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami sakit kepala disertai kesemutan, penglihatan menjadi kabur, mual dan muntah.

Mereka mungkin juga mengalami kelumpuhan wajah, di mana otot-otot di wajah tidak berfungsi.

Cedera kepala lainnya dapat merusak saraf di bagian luar kepala. Jika ini terjadi, seseorang mungkin juga merasakan sensasi kepala kesemutan atau mati rasa sementara di daerah yang terkena.

Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami kondsi seperti ini.

Baca Juga: Waspadai Gangguan Ini Saat Kesemutan di Tangan

6. Migrain

Moms, migrain merupakan jenis sakit kepala yang kerap menyebabkan nyeri ringan hingga parah yang berdenyut-denyut.

Pada kasus yang parah, sensasi kepala kesemutan akibat migrain dapat berlangsung lama, bahkan dapat menyebabkan mati rasa pada wajah, bibir juga lidah.

Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, namun terdapat beberapa pemicunya, seperti faktor hormon, gen, kekurangan gizi, konsumsi makanan tertentu, stres dan kelelahan.

7. Penyakit Lyme

Penyakit Lyme

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip Lyme Disease, penyakit Lyme merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan melalui gigitan kutu.

Pada stadium awal, seseorang yang terinfeksi dapat mengalami ruam kemerahan yang berbentuk khas, dikenal dengan nama erythema migrans.

“Bila tidak segera ditangani, bakteri Borrelia akan menyebar ke seluruh tubuh dan berkembang menjadi stadium lanjut,” ungkap Dr Fenton.

Pada tahap ini, penderitanya akan mengeluhkan gejala berupa kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, demam, kepala kesemutan atau gangguan penglihatan yang dapat timbul secara episodik.

8. Herpes Zost

Herpes zoster adalah infeksi pada saraf juga kulit disekitarnya akibat reaktivasi virus Varicella zoster, virus yang sama yang menjadi penyebab terjadinya cacar air.

Ia juga penyakit yang memengaruhi saraf dan penyebab kepala kesemutan.

Gejala awalnya ditandai dengan rasa nyeri yang bersifat neuropatik, seperti terbakar atau tertusuk benda tajam pada satu sisi tubuh dari bagian saraf yang terinfeksi.

Baca Juga: 8 Obat Sakit Kepala Alami, Yuk Coba Moms!

9. Kekurangan Vitamin

Cari Tahu Penyebab Kepala Kesemutan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Penyebab kepala kesemutan juga bisa karena Moms kekurangan vitamin dalam tubuh.

Tubuh membutuhkan vitamin E, B1, B6, B12, dan niasin untuk kesehatan saraf.

Kekurangan vitamin B12 misalnya, dapat menyebabkan anemia pernisiosa, peranan penting dari neuropati perifer.

Tetapi terlalu banyak vitamin B6 juga dapat menyebabkan kesemutan di tangan dan rasa sakit pada area kaki.

10. Kadar Gula Tinggi

Sering mengalami kepala kesemutan, adalah tanda kadar gula dalam darah cukup tinggi, lho. Ini bisa memicu diabetes.

Diabetes terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin atau tidak dapat menggunakannya dengan baik.

Insulin bertanggung jawab untuk memproses gula dalam darah. Jika insulin tidak cukup, kadar gula darah seseorang bisa menjadi terlalu tinggi dan menyebabkan berbagai gejala.

Tanpa pengobatan, diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf. Penderita diabetes cenderung mengalami kerusakan saraf di bagian ekstremitas luar, seperti kaki.

Namun, orang bisa saja mengalami kerusakan saraf di wajah dan kepala, yang bisa jadi sumber kesemutan.

Baca Juga: 8 Cara Mengobati Flu pada Bayi dengan Bawang Merah

Cara Mengatasi Kepala Kesemutan

Cara Mengatasi Kepala Kesemutan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Seseorang mungkin tidak perlu ke dokter jika mereka mengalami kepala kesemutan sesekali.

Jika kesemutan datang dan pergi dengan cepat, dan disebabkan karena flu, sinusitis atau disertai dengan sakit kepala, biasanya akan hilang tanpa pengobatan.

Obat alami dalam mengatasi kepala kesemutan yakni dengan membuat tubuh lebih rileks dan tenang.

Ketika gejala kepala kesemutan disebabkan oleh rasa cemas dan respons stres yang menyertainya, menenangkan diri akan mengurangi gejala kepala kesemutan.

Moms dapat mempercepat proses pemulihan dengan mengurangi stres, melatih pernapasan yang rileks, meningkatkan istirahat dan relaksasi, dan tidak mengkhawatirkan secara berlebihan.

Tentu, gejala kepala kesemutan bisa mengganggu dan bahkan memengaruhi aktivitas. Namun sekali lagi, saat tubuh Moms sudah pulih dari hormon stres, gejala kepala kesemutan akan berangsur hilang.

Baca Juga: 13 Cara Mengatasi Migrain secara Alami? Yuk Coba!

Namun, jika kepala kesemutan berlanjut atau menyebabkan gangguan aktivitas, berkonsultasi dengan dokter secepatnya.

Bisa jadi ini adalah gejala awal stroke dan perlu tindakan segera.

Nah, itulah aneka penyebab dan obat alami kepala kesemutan yang wajib Moms waspadai. Selalu jaga kesehatan dan gaya hidup agar tidak terkena penyakit-penyakut tersebut ya, Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait