Kehamilan

KEHAMILAN
7 Juni 2020

3 Penyebab Pusar Ibu Hamil Sakit saat Trimester Kedua, Pernah Mengalaminya?

Peregangan kulit bisa menjadi salah satu penyebab pusar ibu hamil sakit pada trimester kedua, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Selama kehamilan, tubuh Moms mengalami perubahan yang luar biasa dari satu bulan ke bulan berikutnya. Tak hanya nyeri di punggung, muncul juga ketidaknyamanan di pusar ibu hamil.

Biasanya pusat ibu hamil sakit saat trimester kedua dan ketiga ketika perut Moms membesar. Pusar adalah titik perlekatan untuk plasenta di dalam rahim. Ketika janin tumbuh, rahim mengembang melampaui posisi biasanya untuk menampungnya. Gerakan ini memberi tekanan pada perut, termasuk pusar.

Namun, sebagian besar penyebab pusar ibu hamil sakit saat trimester kedua dan ketiga akan hilang saat Si Kecil lahir.

Baca Juga: Pusar Berbau dan Berair, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Pusar Ibu Hamil Sakit saat Trimester Kedua

Penyebab pusar ibu hamil sakit saat trimester kedua tergantung pada bentuk tubuh, elastisitas kulit serta kemungkinan kondisi medis. Namun, berikut ini adalah beberapa penyebab umumnya. Simak yuk Moms!

1. Peregangan Kulit

pusar2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms, penambahan berat badan dan pergeseran organ mampu meregangkan kulit dan otot di sekitar perut saat hamil.

British Journal of Sport Medicine mengungkapkan peregangan kulit dapat menyebabkan diastasis recti, yang terjadi ketika otot rectus abdominis atau ‘abs’ terpisah menjadi dua bagian kiri dan kanan. 'Abs' adalah sepasang otot besar yang mulai di bawah tulang dada dan berakhir di panggul.

Diastasis recti tidak secara langsung menyebabkan pusar ibu hamil sakit, tetapi mengurangi jumlah jaringan antara rahim dan pusar, yang dapat meningkatkan sensitivitas terhadap tekanan di daerah tersebut.

Peregangan kulit juga dapat menyebabkan beberapa rasa sakit dan gatal di sekitar dan sekitar pusar.

Baca Juga: 5 Kegunaan Pusar di Tubuh Manusia, Bisa Terhubung ke Hati!

2. Tekanan dari Rahim

Pada trimester pertama, rahim Moms relatif kecil dan tidak mencapai jauh melebihi tulang kemaluan. Saat rahim muncul dan keluar, Moms pun menunjukkan tonjolan perut. Tekanan dari bagian dalam tubuh mendorong perut dan pusar .

Pada trimester kedua, rahim Moms mulai melebihi pusar. Bahkan terus maju dengan berat cairan ketuban dan bayi. Bagaimana pun, situasi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pusar yang mungkin Moms rasakan.

3. Hernia Umbilikalis

pusar1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun hernia mungkin terdengar berbahaya, hernia biasanya tidak membahayakan wanita hamil atau janin.

Dilansir dari Healthline, hernia umbilikalis terjadi ketika tekanan mendorong usus ke rongga umbilikalis. Kemudian bisa terjebak di sana, menjadi meradang dan menyakitkan. Hernia umbilikalis dapat terjadi karena peningkatan tekanan uterus.

Kecuali jika itu menyebabkan gejala yang signifikan, dokter dapat merekomendasikan menunggu daripada melakukan operasi pada hernia.

Namun, jika ada risiko penahanan dan pencekikan, dokter kandungan dapat melanjutkan dengan operasi.

Penahanan dan pencekikan terjadi ketika bagian usus tidak menerima cukup darah. Pasokan darah yang berkurang dapat menyebabkan kematian jaringan dan komplikasi lainnya. Pembedahan memang memiliki risiko kecil untuk wanita hamil dan janin, tetapi risikonya relatif rendah.

Baca Juga: Perubahan Bentuk Pusar selama Kehamilan, Seperti Apa?

Rasa sakit pada pusar ibu hamil pada trimester kedua mungkin datang dan pergi sepanjang kehamilan saat Moms mengalami tahap-tahap pertumbuhan yang cepat.

Beberapa Ibu mungkin terbiasa dengan tekanan dan peregangan sejak dini. Bagi yang lain, rasa sakit lebih buruk selama minggu-minggu terakhir ketika perut amat membesar.

Solusinya mungkin dengan tidur miring atau menopang perut dengan bantal untuk melepaskan beban. Bahkan, sabuk penopang kehamilan dapat membantu meringankan sakit punggung dan perut saat berdiri.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait