Home & Living

19 Agustus 2021

5 Rekomendasi Makanan Kucing dan Cara Memilihnya, Tidak Boleh Asal Murah lho Moms!

Tidak semua makanan cocok untuk Si Anabul lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Memilih makanan kucing peliharaan memang bukan hal yang mudah, meski tidak terlalu sulit juga. Banyak pet shop yang menyediakan makanan kucing dengan berbagai merek dan juga berbagai bentuk.

Mulai dari makanan kucing kering (dry food) hingga makanan basah (wet food) biasanya dapat diberikan. Akan tetapi, makanan seperti apa sih yang sebaiknya diberikan kepada kucing kesayangan Moms di rumah?

Untuk membuat kucing di rumah hidup sehat dan panjang, tentunya Moms perlu memberikan makanan kucing dengan nutrisi yang tepat.

Seperti Moms ketahui, kucing merupakan salah satu hewan karnivora. Artinya, mereka bergantung pada nutrisi yang hanya ditemukan dalam produk hewani.

Kucing berevolusi sebagai pemburu yang mengonsumsi mangsa yang mengandung protein dalam jumlah tinggi, lemak dalam jumlah sedang, dan karbohidrat dalam jumlah minimal, dan pola makan mereka masih memerlukan proporsi umum ini hingga saat ini. Kucing juga membutuhkan lebih dari selusin nutrisi lain, termasuk vitamin, mineral, asam lemak, dan asam amino.

Meskipun kucing membutuhkan setiap nutrisi dengan jumlah tertentu, tetapi semakin banyak nutrisi yang dikonsumsi tidak selalu lebih baik. Hal ini terutama berlaku untuk vitamin dan mineral.

Sehingga, jika Moms memberi makanan kucing yang seimbang dan lengkap, Moms tak perlu lagi memberikan kucing di rumah suplemen. Suplemen juga dapat berbahaya bagi kucing dan tidak boleh diberikan tanpa persetujuan dokter hewan.

Perlu Moms ingat juga bahwa selain memberikan makanan kucing dengan gizi dan nutrisi seimbang, kucing juga perlu mendapatkan akses air minum yang segar dan bersih.

Baca Juga: Cat Scratch Disease: Bahaya Infeksi Bila Balita Dicakar Kucing

Jenis makanan kucing

makanan kucing

Foto: getsurrey.co.uk

Makanan kucing diformulasikan sebagai dry food, semi-moist food, dan wet food. Biasanya, tiap produk dari makanan kucing tersebut memiliki kandungan air, tingkat protein, kepadatan kalori, cita rasa, dan tekskur yang berbeda.

1. Dry food

Makanan kucing jenis dry food, biasanya mengandung antara enam dan 10 persen air. Tergantung pada formulasi spesifik, campuran bahan digabungkan, diekstrusi, dan dikeringkan menjadi potongan-potongan kecil.

Bahan-bahan makanan kucing tersebut biasanya terdiri dari:

  • Daging dan atau produk sampingan daging
  • Unggas dan atau produk sampingan unggas
  • Biji-bijian dan atau produk sampingan biji-bijian
  • Makanan ikan
  • Sumber serat
  • Produk susu
  • Suplemen vitamin dan mineral
  • Potongan-potongan makanan kering yang biasanya dilapisi dengan penambah rasa, seperti lemak hewani, untuk membuat makanan lebih menggugah selera

Makanan kucing jenis dry food juga biasanya relatif lebih murah dan Moms bisa memberi makanan kucing dengan nyaman karena tak perlu khawatir makanan kucing akan cepat basi. Namun, makanan  kucing kering ini mungkin kurang enak untuk kucing daripada makanan lembab atau semi-lembab, dan tergantung pada jenis dan kualitas bahannya, mungkin juga kurang mudah dicerna.

Jika Moms menggunakan makanan kering, penting untuk menyimpan bagian yang tidak digunakan di tempat yang sejuk dan kering. Moms juga dilarang  menggunakan makanan kucing setelah tanggal kedaluwarsa.

Yang perlu Moms ingat, menyimpan makanan kucing untuk jangka waktu yang lama dapat menurunkan aktivitas dan potensi banyak vitamin dan meningkatkan kemungkinan lemak menjadi tengik. Sebaiknya simpan makanan kucing kering dalam wadah kedap udara untuk membantu mencegah kerusakan nutrisi dan mempertahankan rasa.

Baca Juga: Jangan Abai, 4 Penyebab Kucing Tidak Mau Makan dan Cara Mengatasinya

2. Semi-Moist Food

Makanan kucing yang satu ini biasanya mengandung daging dan produk sampingan daging yang mengandung sekitar 35 persen kelembaban. Bahan lain, termasuk bungkil kedelai, sereal, produk sampingan biji-bijian, dan pengawet ditambahkan untuk membuat produk akhir.

Harga makanan kucing jenis semi-moist umumnya mid-range. Untuk beberapa kucing, makanan kucing jenis semi-moist food ini bisa menjadi lebih menarik ketimbang makanan kucing jenis dry food.

Namun, setelah kemasan dibuka, makanan dapat mengering, menjadi kurang enak dan atau menjadi tengik.

3. Wet Food

makanan kucing

Foto: deeside.com

Makanan kucing jenis wet food memiliki kadar air setidaknya 75 persen dan menjadikannya sumber makanan air yang baik. Umumnya wet food menjadi jenis makanan kucing yang paling mahal, tetapi juga sangat enak untuk kebanyakan kucing.

Banyak varietas makanan kucing wet food berbeda tersedia, yang dapat membantu jika kucing milik. Moms adalah jenis yang rewel terhadap makanan.

Makanan kucing jenis wet food ini memiliki masa simpan paling lama saat belum dibuka, tetapi setiap bagian makanan kucing kalengan yang tidak terpakai harus disimpan di lemari es untuk menjaga kualitas dan mencegah pembusukan.

Makanan kucing jenis ini umumnya mengandung daging, seperti ginjal atau hati, dan produk sampingan daging utuh sebagai bahan utama. Namun, beberapa merek makanan kucing mungkin tidak mengandung nutrisi lengkap hingga Moms perlu membaca label nutrisi dengan cermat untuk memastikan mereka memiliki jaminan nutrisi, sebelum membelinya.

Baca Juga: Manfaat Baik Memelihara Kucing Bagi Anak

Rekomendasi Makanan Kucing

makanan kucing

Foto: greatpetcare.com

Cara paling tepat untuk memilih makanan kucing adalah membaca label nutrisi pada kemasan makanan, untuk membandingkan makanan satu dengan yang lain. Terlebih, produsen makanan hewan diharuskan untuk memberikan informasi nutrisi tertentu pada kemasannya.

Peraturan pelabelan ditetapkan The Association of American Feed Control Officials AAFCO dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. Semua makanan hewan peliharaan termasuk makanan kucing yang memiliki jaminan nutrisi dan disetujui AAFCO, dianggap sebagai makanan kucing lengkap dan seimbang secara nutrisi.

Selain itu, kebutuhan nutrisi kucing juga kerap berubah melalui berbagai tahap kehidupan. Tahap-tahap ini termasuk masa anak kucing, dewasa, kehamilan, dan menyusui.

Klaim nutrisi pada label makanan kucing harus menyatakan tahap siklus hidup kucing di mana makanannya lengkap dan seimbang, dan memenuhi persyaratan AAFCO. Namun, beberapa makanan kucing diformulasikan untuk semua tahap kehidupan, yang dapat menyederhanakan proses pemilihan untuk pemilik dengan beberapa kucing dari berbagai usia.

Membaca daftar bahan makanan kucing juga menjadi langkah penting dalam memilih makanan kucing. Sama seperti makanan manusia, bahan makanan kucing juga diurutkan berdasarkan penurunan berat badan proporsional.

Carilah makanan di mana daging, produk sampingan daging, atau makanan laut terdaftar di antara beberapa bahan pertama, karena ini menunjukkan bahwa makanan tersebut mungkin mengandung bahan sumber hewani yang cukup untuk memasok asam amino esensial dan asam lemak.

Berikut adalah beberapa merek makanan kucing yang bisa Moms jadikan pilihan untuk anak kucing hingga kucing dewasa, sesuai rekomendasi dari dokter hewan Joanna Woodnatt, MRCVS seperti dikutip dari Excited Cats

Baca Juga: Moms Pelihara Kucing? Simak Cara Menghilangkan Bau Kencing Kucing Berikut Ini!

1. Purina Pro Plan Savor Adult

makanan kucing

Foto: purina-latam.com

Rangkaian Purina Pro Plan Savor menjadi salah satu makanan kucing jenis wet food terbaik karena produk ini dibuat di AS. Itu artinya, makanan kucing ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh dokter hewan, ahli gizi, dan ilmuwan.

Selain itu, ada banyak kombinasi rasa pada makanan kucing ini, yang semuanya telah diformulasikan menjadi lengkap dan seimbang tanpa kehilangan tekstur yang menarik bagi kucing Moms.

Makanan kucing ini juga tinggi protein dan mengandung tambahan omega tiga dan enam untuk memberikan kilau dan kilau bulu kucing.

2. Royal Canin Kitten Thin Slice in Gravy

makanan kucing

Foto: royalcanin.com

Makanan kucing jenis wet food ini telah dikembangkan oleh para ilmuwan di Royal Canin untuk memberikan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan anak kucing. Kandungan protein makanan kucing merk ini mencapai 55 persen serta mengandung tambahan vitamin, mineral, dan taurin untuk memastikan ada semua yang dibutuhkan anak kucing Moms.

Karena diformulasikan untuk anak kucing, Royal Canin Kitten Thin Slice in Gravy diracik dengan irisan lebih kecil untuk memudahkan gigi dan mulut mungil anak kucing. Royal Canin Kitten Thin Slice in Gravy memberikan energi untuk bermain, yang berarti makanan kucing ini akan membuat kucing Moms bahagia dan cukup makan hingga usia 12 bulan.

Baca Juga: Memelihara Kucing Pasti Terkena Toksoplasma?

3. Purina Pro Plan Focus Adults Hairball

makanan kucing

Foto: chewy.com

Makanan kucing ini direkomendasikan karena dapat membantu kucing menyingkirkan hairball yang mengganggu karena overgrooming. Makanan kucing ini dikhususkan bagi kucing berbulu panjang.

Purina Pro Plan Focus Adults Hairball mengandung serat yang tinggi. Makanan kucing dengan kandungan ini mampu mendorong pergerakan usus yang baik dan membantu memindahkan bulu kucing yang tertelan melalui usus, bukannya menumpuk di perut.

Selain itu, makanan kucing jenis dry food ini juga mengandung bahan-bahan untuk mendukung kesehatan bulu dan kulit yang baik, seperti Vitamin A dan asam lemak Omega-6, untuk mengurangi kebutuhan perawatan.

Karena lengkap dan seimbang serta didukung oleh sains, produk makanan kucing ini aman untuk diberikan seumur hidup. Hal ini menjadikannya cara mudah untuk meningkatkan kesehatan kucing peliharaan Moms ya.

Yang menjadi kelemahan dari makanan kucing yang satu ini adalah mengandung protein dari banyak sumber yang berbeda. Jika alergi makanan berperan dalam perawatan kucing Moms, makanan ini mungkin bukan untuk mereka.

Namun, tidak ada salahnya jika Moms berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan Moms. Moms bisa bertanya tentang potensi alergi dan juga proses diet protein terhidrolisis pada Si Manis. Di dokter hewan, Moms juga bisa berkonsultasi tentang cara memilih makanan kucing terbaik. 

Baca Juga: Suka Pelihara Anjing atau Kucing? Kenali Bahaya Bulu Hewan Untuk Kesehatan

4. Purina Pro Plan Focus Adult Indoor Care

makanan kucing

Foto: purina.com

Moms mungkin bertanya mengapa kucing dalam ruangan membutuhkan jenis makanan yang berbeda. Alasannya adalah kucing yang hanya dalam ruangan dapat rentan terhadap berbagai penyakit yang lebih jarang pada kucing luar ruangan, seperti obesitas dan masalah kencing.

Makanan kucing ini secara khusus diformulasikan untuk membantu kucing Moms menghindari beberapa masalah tersebut. Makanan kucing jenis dry food ini rendah kalori dan mengandung serat alami dari akar chicory untuk membantu mencegah bola rambut.

Selain itu makanan kucing indoor ini kaya akan Omega-6 untuk kesehatan kulit dan bulu, yang dapat membantu mengurangi kebutuhan perawatan pada kucing. Makanan kucing jenis ini juga tinggi protein untuk membantu kucing Moms merasa lebih kenyang dan menjaga berat badan yang sehat.

Masalah utama dengan makanan ini adalah bahwa kandungan pH dan magnesium tidak diformulasikan untuk mengurangi kristal, sehingga tidak akan membantu untuk mencegah masalah kencing. Artinya, Moms juga membutuhkan makanan kucing yang dapat membantu mengatasi masalah kencing atau urinary.

5. Royal Canin Ageing

makanan kucing

Foto: royalcanin.com

Makanan kucing yang satu ini diformulasikan untuk kucing yang menua. Kucing yang sudah cukup tua biasanya memiliki kebutuhan kesehatan yang spesifik dan diet ini akan membantu memberikan nutrisi terbaik untuk kucing Moms seiring bertambahnya usia.

Kucing yang lebih tua membutuhkan tingkat protein yang lebih rendah, tetapi proteinnya harus berkualitas tinggi, diet ini memenuhi kebutuhan kucing senior Moms dengan sempurna.

Royal Canin telah meneliti dengan cermat efek diet pada penyakit ginjal, dan telah menyeimbangkan diet ini untuk memiliki kadar fosfor yang lebih rendah untuk melindungi ginjal.

Makanan kucing ini juga mengandung tambahan glukosamin dan kondroitin untuk mendukung sendi yang sehat, meskipun kadarnya tidak setinggi yang biasanya disarankan. Hingga, Moms mungkin membutuhkan suplemen tambahan untuk kucing senior di rumah.

Yang perlu Moms ingat, diet ini hanya cocok untuk kucing senior tanpa penyakit. Jika kucing Moms menderita penyakit ginjal, hipertiroidisme, diabetes, penyakit gigi, atau penyakit sendi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan untuk diet yang lebih khusus.

Baca Juga: 8 Fakta Ilmiah Seputar Kebaikan Memelihara Kucing Bagi Anak

Itulah beberapa pilihan makanan kucing yang bisa Moms pilih untuk Si Manis di rumah. Jangan lupa lihat kebutuhan masing-masing kucing dan juga tetap perhatikan kandungan dari makanan kucing yang Moms pilih.

  • https://www.aafco.org/
  • https://excitedcats.com/best-vet-recommended-cat-food-brands/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait