Kesehatan Umum

1 November 2021

Ketahui Ciri-Ciri dari Ruam HIV, Gejala Awal dari Infeksi HIV

Ruam HIV pada kulit bisa terasa menyakitkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Berbicara tentang gejala HIV/AIDS, hal ini berkaitan dengan ruam kulit. Ruam HIV mungkin terlihat sama saja dengan ruam kulit pada umumnya.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang ruam HIV, mengenai ciri-ciri dan gejalanya.

Dilansir dari laman WebMD, perubahan kulit bisa menjadi tanda pertama bahwa seseorang memiliki HIV.

Setidaknya, sekitar 90 persen orang dengan HIV mengalami ruam atau kondisi kulit lainnya di beberapa titik.

Virus melemahkan sistem kekebalan dan memudahkan kuman penyebab masalah kulit masuk.

Selain itu, beberapa pengobatan HIV dapat menyebabkan ruam pada kulit. Nah, lebih lengkapnya Moms dapat menyimak gejala ruam HIV berikut ini.

Baca Juga: 10 Jenis Penyakit Menular Seksual, Tak Hanya HIV/AIDS!

Perhatikan Gejala dari Ruam HIV

Perhatikan Gejala dari Ruam HIV.jpg

Foto: webmd.com

Hal yang mungkin menjadi pertanyaan bagi Moms, yaitu apakah gejala ruam HIV sama dengan gejala ruam kulit pada umumnya?

Sebenarnya, dalam beberapa kondisi bisa saja sama. Namun, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan mengenai gejala dari ruam HIV ini.

Biasanya, ruam kulit yang muncul akibat infeksi HIV adalah ruam kulit yang muncul tanpa sebab yang jelas.

Ruam sering kali merupakan tanda pertama dari infeksi HIV, meskipun hanya muncul pada 2 dari setiap 5 orang yang baru terinfeksi.

Munculnya ruam HIV ini dapat berbentuk seperti bintik-bintik yang berubah warna dan tersebar merata.

Ruam HIV juga dapat disertai dengan benjolan kecil yang melingkar di sekelilingnya.

Pada beberapa kasus, ruam HIV ini juga dapat terasa menyakitkan.

Apabila Moms mengalami ruam kulit tanpa sebab yang jelas, lebih baik segera lakukan tes untuk diagnosis yang tepat.

Perlu dipahami, HIV adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Melansir dari Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes, gejala HIV disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Virus inilah yang merusak dan menghancurkan sistem kekebalan tubuh dan kemudian secara progresif menggagalkan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi dan jenis kanker tertentu.

Bila tak segera diatasi secara tepat, infeksi HIV bisa berkembang menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Kondisi ini tidak dapat disembuhkan dan angka harapan hidup yang berkurang secara drastis.

Namun, beberapa pengobatan bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi kesehatan.

Baca Juga: Jangan Salah Kaprah Lagi, Ini 5 Fakta Seputar HIV/AIDS pada Anak

Ciri-Ciri yang Muncul Bersamaan dengan Ruam HIV

Ciri-Ciri yang Muncul Bersamaan dengan Ruam HIV.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ruam HIV adalah kulit yang teriritasi yang memengaruhi orang yang memiliki virus.

Kondisi ini bisa terasa gatal, berwarna kemerahan atau keunguan, atau terasa menyakitkan.

Kebanyakan orang yang memiliki HIV mendapatkan ruam di beberapa titik.

Ini adalah gejala umum yang dapat terjadi pada tahap awal (akut) atau selanjutnya dari infeksi HIV.

Ruam HIV bisa menjadi salah satu tanda pertama infeksi.

Namun, pada kasus ruam yang disebabkan oleh infeksi HIV akut, ruam ini sering terlihat pada beberapa area kulit.

Di antaranya, seperti muncul pada area wajah, terkadang juga muncul di bagian tangan dan kaki.

Munculnya ruam ini dapat menjalar dari wajah hingga ke seluruh tubuh, termasuk bagian kaki dan tangan.

Ruam HIV dapat memunculkan warna kemerahan pada orang dengan kulit terang atau lebih ungu juga bisa muncul pada orang dengan kulit gelap.

Baca Juga: Menangani Ruam Kulit Balita yang Disertai Demam

Dilansir dari Medical News Today, gejala awal dari infeksi HIV yang dapat terjadi bersamaan dengan ruam HIV, yaitu:

Jika dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala-gejala ini mungkin muncul 2-4 minggu setelah paparan dan berlangsung antara beberapa hari dan beberapa minggu.

Siapa pun yang mengalami gejala-gejala ini setelah kemungkinan terpapar HIV sebaiknya harus segera melakukan tes yang dianjurkan.

Baca Juga: Apakah Penderita HIV/AIDS Boleh Hamil dan Punya Anak?

Penularan HIV yang Harus Diwaspadai

Penularan HIV yang Harus Diwaspadai

Foto: Orami Photo Stock

Ruam HIV menjadi salah satu gejala dari infeksi HIV.

HIV adalah virus yang merusak sel dalam sistem kekebalan tubuh dan virus ini akan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit sehari-hari.

Pahami cara penularan HIV berikut ini agar Moms dapat mencegah kondisi ini terjadi, yaitu:

1. Hubungan Seks yang Tidak Aman

Cara penularan HIV/AIDS yang paling mudah dengan melakukan seks tanpa kondom.

Melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang mengidap HIV, terutama hubungan seks vagina dan seks anal tanpa kondom.

Ini bisa menjadi cara penularan HIV AIDS. Oleh karena itu, Moms sebaiknya melakukan praktik hubungan seks yang aman dan tidak bergonta-ganti pasangan.

Baca Juga: 9 Kesalahan Memakai Kondom yang Membuat Kebobolan

2. Transfusi Darah atau Organ yang Terkontaminasi

Menerima transfusi darah, produk darah, atau transplantasi organ/jaringan dari mereka yang sudah terinfeksi HIV bisa menjadi cara penularan HIV/AIDS.

Namun, risiko ini sangat kecil karena kebanyakan negara menguji produk darah dan organ untuk HIV terlebih dahulu.

Untungnya tidak ada cukup virus HIV dalam cairan tubuh lainnya, seperti air liur, keringat atau air seni, untuk menularkannya dari satu orang ke orang lain.

Maka dari itu, perlu ditegaskan bahwa berpelukan dan berciuman tak bisa menjadi cara penularan HIV/AIDS.

3. Kehamilan, Persalinan, dan Menyusui

Kegiatan seperti persalinan, menyusui, bahkan kehamilan bisa menjadi salah satu cara penularan HIV/AIDS.

Perlu dipahami bahwa seorang ibu yang terinfeksi HIV dapat menularkan virus ke bayinya melalui darahnya selama kehamilan dan kelahiran, dan melalui ASI saat menyusui.

4. Berbagi Peralatan Suntik

Cara penularan HIV/AIDS selanjutnya adalah berbagi peralatan suntik.

Selain itu, Moms bisa tertular HIV jika berbagi jarum suntik atau peralatan lain yang digunakan untuk mempersiapkan dan menyuntikkan narkoba dengan seseorang yang mengidap HIV.

Itulah cara penularan HIV/AIDS yang harus diperhatikan, sehingga Moms dapat melakukan pencegahan yang tepat.

Perlu dipahami, jika seseorang positif mengidap HIV, ia akan diresepkan obat antiretroviral yang akan digunakan untuk mengobati HIV.

Obat ini bekerja dengan menghentikan replikasi virus di dalam tubuh, sehingga memungkinkan sistem kekebalan untuk memperbaiki dirinya sendiri dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, yang harus diminum setiap hari. HIV dapat mengembangkan resistansi terhadap satu obat HIV dengan sangat mudah.

Namun, menggunakan kombinasi obat yang berbeda membuat hal ini jauh lebih kecil kemungkinannya.

Kebanyakan orang dengan HIV menggunakan kombinasi obat-obatan. Sangat penting untuk meminumnya setiap hari seperti rekomendasi dokter.

Itulah penjelasan tentang ruam HIV, yang menjadi gejala awal dari infeksi HIV.

Perhatikan kesehatan kulit dengan baik, serta segera melakukan tes apabila menemukan kejanggalan pada kulit, ya, Moms.

  • https://www.cdc.gov/hiv/basics/whatishiv.html
  • https://www.webmd.com/hiv-aids/ss/slideshow-hiv-aids-skin
  • https://www.verywellhealth.com/top-signs-you-may-have-hiv-49428
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/315963#other-symptoms
  • https://journals.lww.com/jaids/fulltext/2018/08151/a_global_research_agenda_for_pediatric_hiv.3.aspx
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait