2-3 tahun

5 April 2021

Batuk pada Anak: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Kenali penyebabnya, lalu obati dengan benar.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Batuk pada anak susah diketahui jenisnya karena Moms mungkin kesulitan menanyakan sakit yang dirasakan kepada Si Kecil.

Karena itu, cukup sulit membuat keputusan pengobatan untuk menangani batuk pada anak. Sebaiknya Moms mengetahui tanda masing-masing jenis batuk pada anak untuk memberikan penanganan tepat.

Mengenal Pengertian Batuk pada Anak

batuk pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum membahas lebih jauh, sebaiknya Moms perlu mengetahui terlebih dahulu pengertian batuk. Mengenai kondisi ini, dr. Rosary, Sp.A yang merupakan dokter spesialis anak ini pun memberikan penjelasannya secara lengkap.

Jadi, batuk adalah refleks dari saluran napas sebagai upaya pertahanan tubuh ketika ada zat asing yang masuk seperti debu dan asap ke dalam saluran napas.

Apabila tidak ada refleks tersebut, zat asing akan menumpuk dan dapat menimbulkan penyakit. Batuk juga dapat timbul apabila ada kondisi yang menyebabkan peradangan di sel pernapasan seperti infeksi saluran napas, asma, dan lain- lain.

Saluran napas pada keadaan normal memproduksi lendir dalam jumlah yang cukup. Lendir ini berfungsi untuk menangkap benda asing berukuran sangat kecil yang masuk ke saluran napas.

Apabila jumlahnya sudah cukup banyak, kombinasi benda asing dan lendir ini akan merangsang reseptor batuk, membangkitkan mekanisme batuk, lalu mendorong benda asing itu keluar.

Benda asing yang berukuran besar (misalnya makanan dan minuman) yang keliru masuk ke saluran napas juga akan membangkitkan mekanisme batuk. Jadi batuk berperan sebagai pelindung dan penjaga saluran napas kita.

Saluran napas bisa terpapar dengan berbagai hal dari luar yang dapat mengganggunya. Kuman dapat menyebabkan penyakit infeksi pada saluran napas.

Alergen dapat mencetuskan penyakit alergi di saluran napas. Bahkan asap rokok saja bisa mengganggu fungsi saluran napas. Gangguan ini akan merangsang reseptor batuk.

Jadi batuk adalah gejala adanya gangguan atau penyakit di saluran napas.

Pada dasarnya batuk timbul untuk membantu kita membersihkan saluran napas dari segala macam benda yang berbahaya.

Apabila batuk timbul, maka kita berusaha memfasilitasi batuk, antara lain dengan banyak minum air hangat. Apabila batuk tidak mengalami perbaikan, sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Dokter akan mengidentifikasi gangguan atau penyakit dasar penyebab batuk. Jadi yang diatasi adalah penyebab dari batuk tersebut, bukan hanya menghilangkan gejala batuknya, ya Moms.

Baca Juga: 15 Obat Batuk untuk Ibu Hamil, Mulai dari yang Alami Sampai Medis

Jenis Batuk pada Anak

Batuk pada Anak: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Foto: Orami Photo Stock

Batuk sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Batuk kering: biasa terjadi saat bayi menderita alergi atau demam. Batuk kering berfungsi untuk membersihkan tetesan post nasal atau iritasi akibat sakit tenggorokan.
  • Batuk basah: terjadi akibat penyakit pernapasan yang menyertai infeksi bakteri. Hal ini menjadi penyebab munculnya dahak atau lendir (mengandung sel darah putih yang berguna membantu melawan kuman) terbentuk dalam saluran udara bayi.

Bayi di bawah empat bulan seharusnya tidak batuk terlalu sering. Jadi, menurut Catherine Dundon, MD, seorang profesor pediatri klinis di Vanderbilt University Medical School, jika Si Kecil sering batuk, ia dapat dikatakan sudah masuk dalam kondisi serius.

Lebih dalam dr. Rosary, Sp.A, Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah – Pondok Indah menjelaskan lebih dalam mengenai jenis batuk pada anak.

"Batuk dapat diklasifikasikan berdasarkan durasi dan karakteristik. Berdasarkan durasi batuk, terbagi menjadi batuk akut yang apabila berlangsung kurang dari 2 minggu, dan batuk kronik apabila terjadi lebih dari 2 minggu. Selain itu, ada pula istilah batuk kronik berulang yaitu batuk yang berlangsung selama 2 minggu dan/atau batuk yang berulang sedikitnya 3 episode dalam 3 bulan berturut-turut dengan/tanpa gejala lain," jelas dr. Rosary

Tak sampai sana, dr. Rosary pun menjelaskan perbedaan jenis batuk berdasarkan karakteristiknya.

Berdasarkan karakteristiknya, batuk dapat diklasifikasikan menjadi batuk kering (akibat iritasi saluran napas, biasanya merupakan awal penyakit saluran napas), batuk berdahak (akibat gangguan bersihan mukosilier/lendir, biasanya merupakan lanjutan dari perjalanan penyakit), dan batuk paroksismal (biasanya berbentuk batuk yang panjang).

Apabila terdapat tanda bahaya seperti napas cepat, sesak napas, biru di bibir/kuku, dan batuk panjang seperti bunyi menggonggong maka anak harus segera dibawa ke dokter ya.

Baca Juga: Normalkah Demam Anak Naik Turun Selama 5 Hari? Ini Jawaban Menurut Ahli!

Penyakit yang Ditandai Batuk pada Anak

Batuk pada Anak: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengobatinya 02

Foto: Orami Photo Stock

Berikut penyakit atau gangguan kesehatan yang ditandai dengan batuk yang penting Moms kenali:

1. Flu

Batuk yang mengindikasikan flu di antaranya menunjukkan gejala:

  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Sakit tenggorokan

Umumnya batuk yang menyertai adalah batuk kering, tetapi juga tergantung pada parah atau tidaknya pilek. Selain itu, muncul pula gejala-gejala lain seperti:

  • Lendir
  • Demam pada malam hari

2. Croup

Bayi yang memiliki croup, dapat dikenali dengan suara seperti menggonggong saat bayi terbangun dari tidur di tengah malam yang disertai kesulitan bernafas.

Biasaya croup menyerang anak-anak di bawah lima tahun serta sering diawali dengan demam pada pagi hari.

3. Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi virus atau bakteri pada paru-paru yang disebabkan oleh berbagai macam kondisi, termasuk flu.

Gejala pneumonia sendiri di antaranya demam, batuk kering atau batuk berdahak (berwarna hijau, kuning, atau disertai darah), berkeringat dan menggigil, rasa sakit pada dada saat menarik napas atau batuk, napas terengah-engah dan pendek, mual dan muntah, kelelahan, serta diare.

4. Bronchiolitis atau Asma

Baik bronchiolitis maupun asma muncul setelah pilek dan batuk.

Menurut Ruffin Franklin, MD, dari Capitol Pediatrics and Adolescent Center di Raleigh, North Carolina, banyak faktor penyebab mengi (sesak napas) dan penyempitan saluran udara, salah satunya faktor lingkungan seperti debu.

Batuk atau mengi yang berhubungan dengan bronchiolitis dan asma menjadikan keduanya sulit untuk dibedakan.

Dalam kasus asma, bayi umumnya menunjukkan gejala:

  • Pilek
  • Mata gatal dan berair

Bronchiolitis biasanya cenderung menunjukkan gejala:

  • Demam
  • Kehilangan selera makan

Selain itu, dalam kasus asma, bayi juga akan mengalami retraksi (semacam kesulitan bernapas).

5. Batuk Rejan

Infeksi bakteri yang mengancam jiwa ini merupakan penyebab utama kematian bayi sampai akhirnya vaksin DPT diciptakan pada tahun 1960-an dan di AS penyakit ini telah dimusnahkan.

Namun, faktanya, batuk rejan kembali dan mewabah di berbagai negara selama beberapa tahun terakhir.

Pada kebanyakan kasus batuk rejan (pertusis), bayi tidak menunjukkan gejala seperti flu atau demam.

Gejala lain yang ditunjukkan adalah sering batuk yang disertai perubahan warna wajah, mata menggembung, dan lidah mencuat.

Jika Moms curiga Si Kecil mengidap batuk yang menjadi gejala dari kondisi gangguan kesehatan, segera konsultasikan dengan dokter.

Baca Juga: Mengenali Jenis Batuk Pada Bayi

Penyebab Batuk Pada Anak

Batuk pada Anak: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengobatinya 03

Foto: Orami Photo Stock

Beda batuk beda pula penyebabnya. Maka, Moms harus tahu apa saja penyebab batuk pada anak. Simak baik-baik penjelasan berikut ini, ya.

1. Infeksi

Batuk yang dialami anak mungkin disebabkan oleh infeksi berbagai jenis bakteri, parasit, dan virus. Infeksi bisa menyebabkan penyakit seperti influenza, radang tenggorokan, atau radang paru.

Batuk pada anak yang diakibatkan oleh infeksi biasanya ditandai dengan gejala batuk kering selama beberapa hari.

Anak mungkin mengeluh tenggorokannya sakit untuk menelan dan lidahnya terasa pahit. Kemudian batuknya pun jadi batuk dahak. Gejala lain yang harus diperhatikan adalah demam, pilek, dan sakit kepala.

2. Refluks Asam Lambung

Batuk pada anak juga bisa disebabkan oleh refluks asam lambung yang juga dikenal dengan istilah maag.

Maag terjadi saat asam lambung naik ke saluran kerongkongan.

Hal ini mengakibatkan dada si kecil jadi terasa sakit, perih, dan sesak. Biasanya anak pun akan batuk-batuk hebat seperti ingin muntah atau membuang ludah ketika diserang maag.

3. Asma

Coba perhatikan bunyi batuk si kecil. Kalau Si Kecil mengalami batuk kering yang disertai dengan suara tarikan napas yang melengking tapi lirih, bisa jadi anak mengalami serangan asma.

Batuk yang berbunyi ini disebut juga sebagai mengi. Mengi paling sering muncul di malam hari atau setelah anak beraktivitas fisik cukup berat.

4. Alergi

Gejala alergi selain batuk berdahak adalah hidung dan mata berair, pilek, bersin-bersin, tenggorokan sakit atau gatal, dan muncul ruam pada kulit.

Penyebab alergi pun ada macam-macam, tergantung pada kondisi buah hati. Ia mungkin alergi terhadap debu, serbuk sari bunga, kotoran, bulu binatang, makanan dan minuman tertentu, atau tungau kasur.

Itu dia berbagai jenis batuk pada anak yang harus Moms kenali.

Baca Juga: 8 Cara Mengobati Batuk Kering Pada Anak

Obati Batuk pada Anak yang Alami

Batuk pada Anak: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengobatinya 04

Foto: Orami Photo Stock

Terapkan cara-cara alami ini untuk mengurangi batuk pada anak!

Bagi orang dewasa, batuk mungkin menjadi penyakit yang biasa. Berbeda dengan Si Kecil, mereka pasti sangat menderita bila sudah terserang batuk.

Jangan sembarangan memberi obat, coba dulu cara yang alami dan lebih aman. Inilah beberapa rekomendasi cara alami mengobati batuk pada anak:

1. Air Mineral

Tetap terhidrasi sangat penting ketika anak Moms sakit. Air mineral dapat membantu tubuh melawan penyakit dan membuat saluran pernapasan tetap lembap dan kuat.

Selain air yang cukup, Moms bisa menawarkan buah-buahan untuk menambah cairan dan meredakan sakit tenggorokan.

2. Madu

Madu adalah pemanis alami yang dapat membantu meredakan sakit tenggorokan. Madu juga memiliki sifat antibakteri dan dapat membantu melawan infeksi. Tapi madu tidak aman untuk anak-anak di bawah usia satu tahun karena ada risiko botulisme.

3. Essential Oil

Produk-produk essential oil ini semakin populer dan beberapa di antaranya efektif untuk meredakan batuk atau nyeri otot ketika dioleskan pada kulit atau menyebar ke udara.

Meski bermanfaat, Moms tetap harus mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter.

4. Sup Hangat

Sup hangat ini lebih dari sekadar obat tradisional, penelitian menunjukkan bahwa sup ayam memiliki sifat anti-inflamasi.

Temperaturnya yang hangat juga bertindak sebagai vaporizer, membantu melonggarkan lendir di saluran hidung yang biasanya menyebabkan batuk.

5. Tinggikan Kepalanya Saat Tidur

Berbaring dengan posisi kepala dan tubuh sejajar akan memperburuk batuk karena mencegah lendirnya keluar.

Oleh sebab itu, tinggikan kepalanya saat tidur. Untuk bayi, cobalah meletakkan bantal atau handuk yang digulung di bawah kepala kasur.

Untuk balita, satu atau dua bantal tambahan dapat membantu meredakan batuk mereka.

6. Lembapkan Suhu Ruangan

Jangan biarkan anak tidur dalam suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas. Ciptakanlah suhu yang lembap dan hangat.

Suhu ruangan yang hangat dapat membantu melegakan pernapasan mereka dan membuat batuk sedikit lebih baik.

Bila Moms tak memiliki pelembap udara maka gantilah dengan mandi air hangat atau duduk bersama anak di kamar mandi dengan keran air panas.

Moms akan membuat ruang uap untuk anak dan membantu lendirnya keluar.

Untuk bayi dan balita memang sebaiknya Moms selalu menghindari obat-obatan dan memilih segala sesuatu yang natural.

Nah kini Moms sudah paham mengenai batuk pada anak dan cara meredakannya kan! Yuk jaga kesehatan Si Kecil agar aktivitas dan perkembangannya tidak terganggu!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait