Bayi

BAYI
17 Agustus 2020

Tahapan Perkembangan Bayi 9 Bulan, Ini yang Perlu Moms Ketahui!

Si Kecil mulai lincah di lantai dan suka memanjat menjadi tanda perkembangan bayi 9 bulan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pada perkembangan bayi 9 bulan, banyak sekali hal baru terjadi. Ini mungkin akan sedikit mengejutkan Moms, tapi juga sekaligus membuat bangga.

Saat bayi mulai berumur 9 bulan, Si Kecil akan menunjukkan semua jenis kepribadian, mulai dari sifat keras kepala, menunjukkan kebahagiaan, hingga tekad yang kuat.

Pada usia ini, bayi akan belajar tentang dunia di sekitarnya dan tentang diri sendiri melalui seringnya penjelajahan. Jadi, beri kesempatan untuk Si Kecil anak untuk membiarkan kepribadiannya bersinar.

Moms dapat mengatur tempat yang aman di ruang tamu untuk dijelajahi oleh bayi, atau letakkan beberapa mainan favorit untuk dijelajahi sambil terus memperhatikannya.

Pada perkembangan bayi 9 bulan, bayi masih akan akan terlihat menggemaskan khas bayi. Namun begitu Moms mulai membiarkan bayi bergerak, Si Kecil akan mulai menunjukkan kemampuannya dalam menjelajah dan tubuhnya yang mulai ‘berotot’.

Pada perkembangan bayi 9 bulan, rata-rata bayi akan memiliki:

  • Bertambah sekitar 25,4 cm dibandingkan dengan panjang lahir,
  • Memiliki pertumbuhan kepala sekitar 6,3-12,7 cm per bulan,
  • Memiliki tingkat kenaikan berat badan yang lebih lambat, tetapi mungkin mencapai tiga kali lipat berat lahir,

Pada perkembangan bayi 9 bulan, bayi secara teknis lebih dekat untuk digolongkan sebagai balita daripada bayi. Ketika transisi itu terjadi, bayi akan kehilangan refleks baru lahir dan secara aktif mendapatkan keterampilan motorik kasar yang lebih baik.

Berikut adalah beberapa perkembangan bayi 9 bulan dari segi fisik dan mental.

Baca Juga: 5 Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi Usia 2-3 Bulan

Perkembangan Bayi 9 Bulan: Fisik

Perkembangan Bayi 9 Bulan -1

Foto: Orami Photo Stock

Perkembangan bayi 9 bulan yang paling terasa adalah fisiknya. Berikut daftar perkembangannya.

  • Bergerak dari perut ke posisi duduk.
  • Menarik ke posisi berdiri dari lantai, menggapai, dan menggunakan furnitur untuk belajar berdiri.
  • Merayap atau merangkak di tanah.
  • Beberapa bayi mungkin memiliki gaya merangkak yang unik, seperti scooting dengan satu kaki.
  • Berdiri tanpa bantuan.
  • Berjalan atau melangkah.
  • Mengambil finger food dan makan sendiri.
  • Mengoceh.
  • Meniru kata-kata.
  • Menggerakkan tangan seperti tanda ‘selamat tinggal’.
  • Mulai mengucapkan kata-kata sederhana seperti ‘Ma’ dan ‘Da.
  • Berguling dari belakang ke depan dan sebaliknya.

Perkembangan Bayi 9 Bulan: Otak

Perkembangan Bayi 9 Bulan -2

Foto: Orami Photo Stock

Perkembangan bayi 9 bulan tidak luput dari perkembangan otaknya. Berikut perkembangannya.

  • Dapat melihat warna dengan lebih baik.
  • Mengembangkan preferensi spesifik untuk selera dan mungkin memiliki makanan favorit.
  • Menunjukkan keingintahuan.
  • Menjelajahi cara kerja sesuatu.
  • Dapat mengungkapkan kecemasan perpisahan.
  • Ingat barang-barang tertentu di rumah itu.
  • Menikmati bermain, seperti menggulirkan bola secara bolak-balik.
  • Suka membuka dan menutup barang.
  • Mengenali emosi di wajah Moms atau Dads.

Baca Juga: Apa Obat untuk Mengatasi Diare Pada Bayi Usia 9 Bulan?

Perkembangan Bayi 9 Bulan: Nutrisi

Perkembangan Bayi 9 Bulan -3

Foto: Orami Photo Stock

Antara usia 8 bulan dan satu tahun, bayi membutuhkan 750-900 kalori sehari. Setengah dari itu yakni sekitar 400 hingga 500 kalori itu harus berasal dari ASI.

SI Kecil bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan dengan terus menyusui dari payudara, minum susu formula, atau minum ASI dalam botol sepanjang hari menurut Jurnal American Academy of pediatrics (AAP).

Salah satu transisi terbesar yang terjadi dalam perkembangan bayi usia 9 bulan untuk urusan makan adalah saat memberikan jadwal menyusui dan makan.

Dulu, Moms mungkin menyusui atau memberi susu formula terlebih dahulu dan kemudian memberi makanan bayi. Tetapi pada perkembangan bayi 9 bulan, Moms dapat memberikan makanan padat terlebih dahulu dan kemudian menyusui setelahnya, menurut American Academy of Pediatric (AAP).

Saat memperkenalkan makanan baru, Moms bisa mencoba beberapa cara ini:

  • Berikan makanan berukuran kecil dan sering.
  • Jangan paksa makan. Bayi cenderung tidak konsisten soal makan. Suatu hari bayi mungkin lahap makan fingerfood, tetapi hari berikutnya Si Kecil mungkin menolak makanan padat dan memilih untuk ASI atau susu formula sebagai gantinya.
  • Berikan fingerfood yang aman. Pada usia 8 bulan, bayi mulai dapat menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil makanan kecil. Berikan juga variasi menu fingerfood untuk bayi. Meski telah memberi makanan yang aman untuk bayi, Moms harus selalu dekat dan memperhatikan tanda-tanda tersedak.
  • Cobalah sendok. Mulailah menggunakan sendok saat memberi makan bayi. Meski pada awalnya bayi lebih cenderung bermain dengan sendok atau melemparkannya, tetapi akhirnya bayi akan terbiasa menggunakannya.
  • Perkenalkan makanan dengan tekstur berbeda karena bayi sudah dapat mengunyah. Makanan yang dipotong kecil dan makanan lunak bisa menjadi pilihan, seperti kentang tumbuk, puding, atau yogurt.
  • Mulai makanan baru secara perlahan. Perhatikan tanda-tanda alergi makanan seperti ruam, diare, mual, dan muntah.
  • Awasi konstipasi. Sereal dan pisang adalah makanan yang sering dimakana oleh bayi pada usia ini, tetapi juga dapat menyebabkan konstipasi.

Perkembangan Bayi 9 Bulan: Pola Tidur

Perkembangan Bayi 9 Bulan -4

Foto: Orami Photo Stock

Pada perkembangan bayi 9 bulan, sebagian besar bayi dapat tidur sepanjang malam dan memiliki waktu tidur siang dua hingga tiga jam setiap hari.

Jika Si Kecil biasa tidur nyenyak sepanjang malam, faktor-faktor seperti adanya penyakit, tumbuh gigi, dan growth spurt dapat menyebabkan gangguan tidur sementara.

Jika hal tersebut terjadi, tetaplah konsisten dalam melakukan rutinitas sebelum tidur dengan:

  • Menidurkan saat tanda mengantuk mulai terlihat.
  • Menghindari menyusui atau memberi susu formula sampai tertidur.
  • Gunakan kipas atau mesin white noise sebelum membaringkan bayi, atau melakukan ritual tidur seperti pijat bayi.
  • Redupkan lampu kamar dan berikan suasana sunyi yang nyaman.

Baca Juga: Normal atau Bahaya, Apa Penyebab Bayi Mendengkur Saat Tidur?

Perkembangan Bayi 9 Bulan: Stimulasi

Perkembangan Bayi 9 Bulan -5

Foto: Orami Photo Stock

Karena perkembangan bayi 9 bulan yang paling menonjol adalah penjelajahan dan gerakan, Moms bisa memberikanya banyak stimulasi untuk Si Kecil. Beberapa stimulasi dilakukan untuk terus menunjang tumbuh kembangnya agar lebih optimal.

Moms bisa menghabiskan waktu di lantai untuk bermain bersama bayi. Jika bayi sudah merangkak, Moms bisa mengajaknya untuk melewati haling rintang dengan bantal, kotak, dan selimut untuk dilewatinya.

Selain itu, Moms bisa membantu bayi meningkatkan keterampilan jarinya dengan memberinya mainan yang aman dengan bagian bergerak yang berubah saat Si Kecil mulai bermain menanganinya. Misalnya dengan memberikan mainan menumpuk balok, mainan mandi yang mengambang dan dapat diremas seperti bebek karet, atau mainan push-pull seperti kereta kayu kecil.

Pada tahapan perkembangan bayi 9 bulan ini, semua indera bayi akan membantunya belajar tentang dunianya. Untuk membantu bayi mengeksplorasi indra penciumannya, perkenalkan Si Kecil pada banyak aroma baru dan berbeda. Misalnya, pergi ke luar dan biarkan bayi mencium bau bunga atau rumput yang baru saja dipotong.

Biarkan bayi merasakan bau berbagai jenis makanan, benda, dan bahan lain yang akan Moms temukan di dalam ruangan. Namun tetap pastikan bahwa apa pun yang akan diperkenalkan adalah sesuatu yang aman baginya untuk dicium.

Bayi memiliki rentang perhatian yang sangat pendek dan mungkin hanya tertarik bermain dengan mainan selama dua atau tiga menit, sebelum menginginkan objek menarik berikutnya. Moms tidak perlu membeli mainan baru untuk bayi yang berusia 9 bulan.

Si Kecil hanya senang dengan barang-barang rumah tangga dasar seperti kotak sereal atau bak plastik. Kuncinya, bayi akan menikmati bermain dengan hal-hal yang hanya sedikit berbeda dari apa yang sudah diketahuinya.

Bahkan, jika sesuatu itu terlalu baru dan berbeda, bayi mungkin merasa takut atau kewalahan. Contohnya, jika Si Kecil suka bermain dengan kotak sereal, Moms bisa memasukkan bola ke dalamnya atau menambahkan tali agar bayi dapat menarik kotak itu.

Ketika bayi menjadi lebih terkoordinasi, keingintahuan alami Si Kecil akan membantunya menemukan kesenangan dalam memanipulasi objek, meraih, menggenggam, dan mengoper mainan dari tangan ke tangan.

Bermain juga membantu mengungkapkan perkembangan kognitif bayi berusia 9 bulan. Seorang bayi yang suka bermain cilukba, atau merogoh kotak untuk menghilangkan benda-benda menunjukkan bahwa bayi memiliki pemahaman tentang keabadian objek dan telah mulai membangun keterampilan memori.

Bayi tahu bahwa ketika objek tidak dapat dilihat, tidak hilang begitu saja. Dan bahwa objek yang telah disembunyikan dapat diambil kembali. Bermain cilukba dengan Moms juga akan sangat menyenangkan bagi bayi, dan Si Kecil harus menunjukkan koneksi dengan senyum, terkejut, dan mengoceh.

Baca Juga: 5 Ide Bermain dengan Bayi Ini Bikin Betah di Rumah!

Perkembangan Bayi 9 Bulan: Permainan

Perkembangan Bayi 9 Bulan -6

Foto: Orami Photo Stock

Untuk menunjang perkembangan bayi 9 bulan, Moms bisa mengajak bayi untuk bermain permainan yang mudah dan menyenangkan.

  • Menjatuhkan Mainan. Jatuhkan balok atau mainan di ember. Ketika mainan menyentuh bagian bawah ember, Moms dapat mengatakan ‘hap’. Ulangi beberapa kali lagi. Kemudian jatuhkan mainan lain, tetapi tetap diam saat melakukannya. Lihat apakah bayi mencoba meniru kata itu. Biarkan juga bayi menjatuhkan mainan di dalam ember atau mengosongkan ember. Ini akan mengembangkan keterampilan motorik halus, serta keterampilan bahasa.
  • Mencicit dan Menyembunyikan. Ambillah mainan yang bersuara melengking data ditekan seperti bebek karet. Sembunyikan di bawah selimut atau di belakang bantal. Biarkan bayi mencarinya. Moms dapat melakukannya hingga bayi mulai bosan. Games ini sangat bagus untuk perkembangan kognitif dan mengembangkan keterampilan pendengaran dan keberadaan objek.
  • Ball Rolling. Gulingkan bola berukuran sedang ke arah bayi. Lihat apakah bayi menghentikannya atau tidak. Kemudian dorong bayi untuk mengembalikannya. Jika bayi tidak melakukannya, Moms bisa bertepuk tangan untuknya. Kegiatan ini mengembangkan keterampilan motorik kasar, mengajarkan tentang bergiliran dan meniru.
  • Bertepuk tangan dan Bernyanyi. Bayi mulai bertepuk tangan pada saat berusia 9 bulan. Nyanyikan beberapa lagu sambil bertepuk tangan. Dorong Si Kecil untuk bertepuk tangan mengikuti irama. Ini akan membantunya mengembangkan kontrol otot dan koordinasi tangan-mata, dan juga membantunya untuk belajar tentang ritme.
  • Keranjang Harta Karun. Pilih keranjang yang ukurannya harus disesuaikan agar bayi bisa duduk dan melihat barang-barang di dalam keranjang tersebut. Letakkan berbagai barang di dalamnya seperti buah-buahan atau sayuran. Benda-benda tersebut harus memiliki warna, tekstur, bentuk, dan ukuran yang berbeda. Ajak bayi untuk mengambil sesuatu, jelajahi keranjang dengan memeriksa barang-barang di dalamnya, meletakkannya di mulutnya, merasakan tekstur, dan sebagainya. Ini adalah kegiatan yang bagus untuk merangsang indera bayi dan juga mengembangkan keterampilan yang berbeda seperti motorik halus, motorik kognitif dan motorik kasar.

Nah, itulah tahapan perkembangan bayi 9 bulan yang perlu Moms ketahui. Di usia ini, banyak sekali perkembangan bayi yang akan membuat Moms kehabisan energi. Jadi, bersiaplah!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait