Scroll untuk melanjutkan membaca

PROGRAM HAMIL
26 Oktober 2022

12+ Penyebab Test Pack Positif Palsu Tetapi Mengalami Gejala Kehamilan

Ternyata karena hal ini, Moms
12+ Penyebab Test Pack Positif Palsu Tetapi Mengalami Gejala Kehamilan

Seperti mengalami gejala hamil, tapi test pack positif palsu?

Kondisi ini memang bisa membuat para Moms yang sedang menjalankan program hamil merasa kecewa.

Pasalnya, kehamilan adalah hal yang paling diharapkan, apalagi bagi Moms dan Dads yang baru saja menikah.

Lantas, apa artinya test pack positif palsu? Yuk, cari tahu jawabannya lewat ulasan di bawah ini, Moms!

Baca Juga: Mengenal Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), Gejala Haid yang Lebih Parah dari PMS

Penyebab Test Pack Positif Palsu

Mual, sakit perut, tubuh nyeri, sakit kepala, dan demam adalah keluhan yang bisa terjadi saat menstruasi.

Meski begitu, kondisi tersebut sebenarnya juga bisa menjadi gejala kehamilan, lho.

Keduanya memang memiliki persamaan yang sulit dibedakan.

Ketika seorang wanita mengalami gejala hamil tapi test pack negatif, apakah mereka sebenarnya memang tidak hamil, atau justru sebaliknya?

Moms dapat menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut lewat penjelasan mengenai hasil test pack positif palsu di bawah ini:

1. Melakukan Tes Terlalu Dini

Hasil Testpack Negatif

Foto: Hasil Testpack Negatif (Orami Photo Stock)

Tes kehamilan yang bisa digunakan sendiri di rumah adalah tes yang bersifat kualitatif.

"Tes ini berfungsi untuk mengukur apakah hormon hCG ada dalam urin seseorang," jelas Stephen Rechner, MD, Kepala Divisi Obstetri Umum dan Ginekologi di Spectrum Health di Grand Rapids.

Seseorang yang mengalami gejala hamil tapi test pack positif palsu bisa terjadi karena terlalu dini dalam melakukan test pack.

“Jumlah hormon yang terdeteksi ini biasanya tidak terlihat sampai setelah terlambat menstruasi," tambahnya.

Akan tetapi, karena siklus menstruasi wanita bisa bervariasi, saat melakukan tes kehamilan mungkin saja belum memiliki cukup hCG yang membuat tes kehamilan negatif.

Oleh karena itu, kebanyakan dokter menyarankan agar tes ulang dilakukan beberapa hari kemudian.

Hal tersebut dikarenakan kadar hCG dalam darah akan meningkat dengan cepat jika Moms memang benar-benar hamil.

“Kebanyakan wanita mengetahui bahwa mereka hamil sekitar empat hingga enam minggu setelah hari pertama haid terakhir mereka," ujar Stephen.

Baca Juga: Perubahan dan Perkembangan Janin pada Tiap Trimester Kehamilan, Bumil Wajib Tahu!

2. Tidak Melakukan Tes dengan Benar

Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal National Center for Biotechnology Information, penyebab gejala hamil tapi test pack positif palsu juga dapat terjadi karena kesalahan penggunaan alat tes kehamilan.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa keandalan alat tes kehamilan bukan hanya berdasarkan pada kinerja biokimia dari sistem tes.

Faktor penting lainnya yang juga menentukan keakuratan hasilnya adalah sesuai atau tidaknya penggunaan alat tes kehamilan dengan petunjuk yang ada pada kemasan.

Selain itu, menurut peneliti, jenis alat tes kehamilan juga termasuk salah satu faktor yang menentukan keakuratan.

Di mana alat tes kehamilan digital diketahui dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan lebih jarang menyebabkan kesalahan penggunaan.

3. Hook Effect

Hasil Testpack Samar Positif

Foto: Hasil Testpack Samar Positif (Orami Photo Stocks)

Sebagaimana diketahui, selama hamil tubuh wanita menghasilkan hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG).

Bukan hanya penting bagi perkembangan janin yang sehat, hormon ini juga dibutuhkan untuk mendeteksi kehamilan. Salah satunya menggunakan test pack.

Hormon hCG juga dapat menyebabkan efek hook yang menjadi penyebab gejala hamil tapi test pack negatif.

Di mana efek hook dapat terjadi ketika terdapat terlalu banyak hCG di dalam darah atau urin, Moms.

Baca Juga: 10 Manfaat Madu Kelulut, Bisa Mengatasi Diabetes hingga Meningkatkan Kesuburan!

National Center for Biotechnology Information memaparkan, kadar hCG yang terlalu tinggi dapat membuat test pack ‘kebingungan’.

Artinya, kemudian tidak mendeteksinya dengan benar atau justru sama sekali tidak mendeteksinya.

Oleh karena itu, alih-alih mendapatkan hasil positif, test pack justru menunjukkan hasil negatif palsu.

Efek hook ini bahkan bukan hanya terjadi selama awal kehamilan lho, Moms.

Pada kasus yang jarang terjadi, efek hook juga dapat menyebabkan hasil test pack negatif hingga trimester ketiga kehamilan, ketika Moms sudah jelas-jelas hamil.

4. Tidak Melakukan Tes di Pagi Hari

Pada kehamilan yang sangat dini, sangat mungkin tes kehamilan yang dilakukan bukan di pagi hari.

Ini membuat sebagian wanita merasakan gejala hamil tapi test pack positif palsu, lho.

Meskipun tidak umum terjadi, hal ini dikarenakan minum terlalu banyak di siang hari dan baru melakukan pengujian di sore atau malam hari dapat mempengaruhi hasil tes.

Mengapa demikian? Ketika urine bercampur air, akan lebih sulit bagi beberapa alat tes kehamilan untuk mendeteksi hCG.

Sehingga, Moms mungkin saja mengalami gejala hamil tapi test pack negatif, menurut penjelasan dari Mayo Clinic.

Baca Juga: Moms sedang Program Hamil? Yuk Cek Masa Subur Pria Berapa Hari!

5. Menggunakan Test Pack yang Sudah Kedaluwarsa

Menguji Test Pack

Foto: Menguji Test Pack (Orami Photo Stocks)

Ketika mendapatkan hasil negatif, apa Moms menggunakan test pack yang sudah lama dibeli dan disimpan di rumah?

Jika iya, maka kemungkinan besar penyebab hasil test pack negatif tapi hamil yang Moms adalah karena menggunakan alat tes kehamilan yang sudah kedaluwarsa.

Jadi, jika Moms sudah terlambat menstruasi tetapi hasil test pack positif palsu, coba lakukan tes ulang sesuai petunjuk atau temui dokter kandungan.

Pasalnya, ada berbagai hal yang dapat menyebabkan Moms terlambat menstruasi.

Selain itu, banyak pula faktor yang membuat seseorang mengalami gejala hamil tapi test pack negatif atau palsu.

6. Kehamilan Ektopik

Dalam kasus yang jarang terjadi, kehamilan ektopik dapat menjadi penyebab gejala hamil tapi test pack negatif.

Kehamilan ektopik merupakan kasus embrio tertanam pada tempat selain rahim. Ini biasanya terjadi di saluran tuba, tetapi dapat terjadi di tempat lain di tubuh.

Kehamilan ektopik tidak berkembang sebagaimana mestinya dan tidak dapat berkembang menjadi janin yang layak.

Pembentukan plasenta pun menjadi tertunda sehingga menghambat produksi hCG.

Kehamilan ektopik bisa berbahaya karena bisa menyebabkan tuba falopi pecah.

Kehamilan ektopik jarang terjadi, dan biasanya terjadi pada sekitar 1 dari 40 kehamilan.

7. Fase Menyusui

Ilustrasi Menyusui

Foto: Ilustrasi Menyusui (Babycenter.com)

Menyusui dapat menyebabkan beberapa ketidakteraturan hormon dalam tubuh.

Bahkan setelah bayi lahir dan siklus menstruasi akan kembali, namun mungkin diperlukan beberapa waktu sebelum siklus kembali normal.

Penyebab gejala hamil tapi test pack negatif ketika sedang menyusui, menyebabkan hormon pada tubuh tidak teratur. Sehingga hasil test pack menunjukkan negatif.

Misalnya, jika bayi mengalami percepatan pertumbuhan dan frekuensi makan atau asupannya menyusuinya meningkat.

Hal itu dapat mengganggu siklus ibu dan menjadi penyebab gejala hamil tapi test pack negatif.

Baca Juga: Hamil Anggur: Definisi, Penyebab, dan Tanda yang Harus Diwaspadai

8. Gaya Hidup Tidak Sehat

Beberapa faktor lain bisa menjadi penyebab gejala hamil tapi test pack positif palsu, misalnya gaya hidup yang tidak sehat.

Misalnya stres, ini dapat menunda menstruasi dan membuat hormon tidak teratur sehingga menunjukkan hasil test pack negatif.

Olahraga berat dan aktivitas tinggi juga menjadi penyebab yang mungkin Moms tak sadari.

Terlalu banyak konsumsi kafein atau tidak cukup makan juga dapat memengaruhi hormon pada wanita yang ingin hamil.

Gaya hidup yang tidak sehat karena mengonsumsi makanan tinggi lemak pun jadi salah satu faktornya.

Tak hanya itu, makanan tinggi gula juga bisa mempengaruhi tingkat kesuburan pada setiap perencanaan kehamilan.

9. Kondisi Medis Serius

PCOS

Foto: PCOS (Orami Photo Stocks)

Kondisi medis seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau masalah tiroid juga mengambil peran.

Kondisi ini dapat menyebabkan wanita mengalami siklus yang sangat tidak teratur dan menstruasi yang terlewat.

Kondisi medis ini juga menjadi penyebab wanita mengalami gejala hamil tapi hasil test pack positif palsu.

Wanita yang mengalami kondisi medis ini menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur, sehingga menyulitkan untuk mendapatkan kehamilan.

Jika melewatkan menstruasi selama lebih dari 90 hari dan tidak hamil, segera bicarakan dengan dokter untuk mengetahui kondisi medis yang sebenarnya.

10. Efek Samping Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi ternyata dapat menyebabkan ketidakteraturan dalam siklus wanita.

Ketika sedang mengalami gejala hamil tapi test pack negatif, bisa jadi ini adalah pengaruh dari alat kontrasepsi yang Moms pakai sebelumnya.

Jenis alat kontrasepsi lain juga dapat menyebabkan menstruasi terlewat.

Misalnya, obat tekanan darah atau obat alergi dapat mengganggu siklus menstruasi seseorang.

Baca Juga: 7 Buah yang Bagus untuk Ibu Hamil Muda, Ada yang Bisa Hilangkan Mual!

11. Kehamilan Kimiawi

Hamil Trimester Pertama

Foto: Hamil Trimester Pertama (Shutterstock.com)

Pernahkah Moms mendengar terkait kehamilan kimia? Hasil tespek positif namun tak akurat bisa menandakan kondisi ini.

Kehamilan kimia adalah proses kehamilan yang gagal ketika sel telur tidak dapat dibuahi di dalam rahim.

Meski sangat umum terjadi, penyebab kehamilan kimia sendiri tidak diketahui secara pasti hingga saat ini oleh para peneliti.

Para peneliti menyebut, faktor yang berperan dalam kehamilan kimia yakni gaya hidup dan riwayat penyakit sebelumnya.

Embrio mungkin pernah terbentuk dan bahkan mungkin tertanam di lapisan rahim (implantasi), tetapi kemudian berhenti berkembang.

Kehamilan kimiawi terjadi begitu dini sehingga banyak orang yang keguguran tidak menyadarinya.

12. Terlalu Lama Mendiamkan Alat Test Pack

Penyebab lain hasil test pack positif palsu adalah terlalu lama mendiamkan hasilnya keluar.

Terlalu lama mendiamkannya, akan membuat hasilnya tidak akurat lagi, lho.

Sebaiknya Moms segera menyesuaikan waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil dari uji kehamilan.

Biasanya, terdapat petunjuk pada setiap kemasan uji kehamilan dalam rentang 2-5 menit.

Apabila dibiarkan dalam keadaan bercampur air, larutan urine bisa saja menguap dan mempengaruhi hasilnya.

13. Ada Potensi Gangguan Kesehatan

Perbedaan Kista dan Tumor, Bentuknya Mirip!

Foto: Perbedaan Kista dan Tumor, Bentuknya Mirip! (Orami Photo Stocks)

Jarang disadari, hasil test pack positif samar juga bisa menandakan bahwa adanya gangguan kesehatan.

Hormon hCG yang dipercaya sebagai salah satu ciri orang hamil dini. Namun, ini juga bisa menandakan adanya tumor dalam tubuh.

Penyebab kemunculan tumor ini karena apabila ada sel-sel yang tidak dibuahi, akan menjadi bibit tumor.

Namun tak perlu khawatir. Kondisi seperti ini jarang terjadi dan biasanya dapat diobati dengan perawatan medis yang panjang.

Baca Juga: Sejarah, Makna, dan Aneka Resep Kue Keranjang

Nah, sekarang Moms sudah lebih tahu tentang hasil test pack positif palsu, bukan?

Jika memang Moms merasa ragu dengan hasil test pack, sebaiknya lakukanlah pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Dengan demikian, Moms bisa mendapatkan hasil deteksi kehamilan yang lebih akurat.