26 Juni 2024

USG Fetomaternal: Penjelasan, Manfaat, dan Waktu Melakukannya

Bertujuan untuk mengetahui kelainan pada ibu hamil dan janin lebih dini

Moms mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah USG saat kehamilan. Namun, sudahkah Moms memahami tentang USG fetomaternal? Jika belum, cari tahu selengkapnya berikut ini.

USG fetomaternal adalah pemeriksaan ultrasonografi yang dilakukan saat kehamilan.

USG fetomaternal ini dilakukan oleh dokter fetomaternal, subspesialisasi salah satu cabang dari bagian kandungan dan kebidanan.

Kegunaan melakukan USG fetomaternal, yaitu untuk mendeteksi risiko kelainan pada janin dan ibu hamil.

Dengan deteksi dini yang tepat dari USG fetomaternal, maka kelainan pun dapat diatasi dengan cepat dan tepat, Moms.

Ingin tahu informasi lainnya mengenai USG fetomaternal? Simak penjelasannya hingga akhir, yuk Moms!

Baca Juga: Moms, Ini Dia Ukuran Normal Hasil USG dan Tahapan Perkembangan Janin!

Apa Itu USG Fetomaternal?

USG Fetomaternal
Foto: USG Fetomaternal (parenting.firstcry.com)

Biasanya, USG fetomaternal ini dilakukan menggunakan USG yang memiliki teknologi Doppler.

Kemampuan USG Doppler dalam USG fetomaternal ini sangat menarik karena memberikan informasi lebih rinci dibandingkan USG biasa.

Ini karena USG Doppler mampu mendeteksi perubahan pola aliran darah melalui sirkulasi bayi. Perubahan ini dapat mengidentifikasi bayi yang memiliki masalah.

Mengutip Baby Centre, USG fetomaternal yang dilakukan menggunakan Doppler akan mengukur aliran darah melalui tali pusat dan di sekitar berbagai bagian tubuh bayi, seperti otak dan jantungnya.

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan apakah bayi mendapatkan semua oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan melalui plasenta.

Orang yang melakukan pemindaian USG (sonografer) akan mengoleskan gel di perut Moms dan memindahkan perangkat genggam (transduser) ke kulit.

Transduser kemudian akan mengirimkan gelombang suara yang memantulkan aliran darah ke tubuh bayi melalui tali pusat, serta sistem sirkulasi darahnya.

Hingga akhirnya menciptakan gambar di layar yang menunjukkan sonografer bagaimana darah mengalir dan memberi gambaran bagus tentang bagaimana keadaan bayi Moms di dalam kandungan.

Tenang saja Moms, USG Doppler ini aman jika dilakukan oleh ahli sonografi, dokter, atau bidan terlatih, tetapi USG Doppler tidak boleh dilakukan sebelum kehamilan memasuki usia 24 minggu.

Karena USG fetomaternal ini dilakukan bagi bayi dengan masalah pertumbuhan teridentifikasi, intervensi seperti persalinan dini dapat membantu mencegah penyakit serius dan kematian.

Namun, menggunakan USG Doppler dapat meningkatkan intervensi seperti operasi caesar.

Meski USG Doppler bisa meningkatkan kemungkinan intervensi seperti operasi caesar, ini biasanya karena adanya indikasi medis yang jelas.

Jadi, perlu diingat bahwa USG Doppler tidak memicu kebutuhan untuk operasi caesar.

Justru hasil pemeriksaan tersebut dapat menginformasikan kepada dokter tentang kondisi ibu dan bayi yang mungkin memerlukan operasi caesar.

Hal ini penting untuk menjaga kesejahteraan ibu dan bayi.

Baca Juga: 5 Perbedaan USG Abdominal dan USG Transvaginal, Moms Wajib Tahu!

Manfaat USG Fetometernal

USG
Foto: USG (Orami Photo Stocks)

USG Fetomaternal adalah pemeriksaan ultrasonografi yang memberikan informasi tentang kesehatan dan perkembangan janin serta kondisi rahim dan organ-organ terkait lainnya.

Berikut adalah manfaat tentang dilakukannya USG Fetomaternal:

1. Penilaian Pertumbuhan Janin

Hasil USG Fetomaternal akan mencakup informasi tentang berat dan ukuran janin, termasuk panjang tulang panggul dan lingkar kepala.

Ini memberikan gambaran tentang apakah janin sedang berkembang dengan baik sesuai dengan usia kehamilan atau mengalami masalah pertumbuhan.

Pemeriksaan ini sangat krusial untuk mengidentifikasi masalah seperti pertumbuhan janin terhambat (intrauterine growth restriction, IUGR), di mana janin tidak tumbuh pada tingkat yang seharusnya, atau keadaan sebaliknya, makrosomia, yang berisiko pada saat kelahiran.

2. Gambar Organ dan Struktur Janin

Hasil USG Fetomaternal akan menampilkan gambar organ-organ dan struktur janin, seperti jantung, otak, perut, dan tulang.

Sehingga, tindakan ini membantu dokter mengidentifikasi kelainan struktural atau adanya cacat bawaan.

3. Pemeriksaan Kesehatan Organ Janin

Pemeriksaan USG Fetomaternal juga melibatkan evaluasi fungsi organ dalam tubuh janin, seperti pemeriksaan denyut jantung, gerakan tubuh, dan perkembangan organ vital lainnya.

4. Pengukuran Cairan Amnion

Hasil USG Fetomaternal akan memberikan informasi tentang jumlah cairan amnion di dalam rahim.

Jumlah cairan amnion yang normal penting untuk kesehatan janin.

5. Posisi Plasenta

Lokasi plasenta juga akan dinilai dalam hasil USG.

Posisi plasenta dapat mempengaruhi rencana persalinan dan risiko komplikasi.

6. Deteksi Kondisi Kehamilan yang Tidak Normal

Hasil USG Fetomaternal juga mencerminkan adanya kondisi kesehatan yang mungkin tidak normal, seperti plasenta previa (plasenta menutupi serviks) atau kelainan lainnya.

Membaca hasil USG Fetomaternal harus dilakukan oleh tenaga medis yang berkompeten, seperti dokter atau ahli ultrasonografi.

Mereka akan menilai gambar, mengukur parameter, dan membandingkan hasil dengan standar medis yang berlaku.

Baca Juga: Moms, Pahami Cara Membaca Hasil USG Kista Ovarium

Mengukur dimensi janin, seperti panjang dari kepala sampai bokong (crown-rump length) pada...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.